
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Tak selama yang nama nya cinta itu akan berakhir dengan bahagia. Dalam cerita novel ini ada beberapa kisah cinta yang berakhir dengan perpisahan , salah satu nya ada kisah Melani dan Raka, Bimo dan Mira. Dari cerita ini kita bisa mengambil hikmah nya jika cinta itu tidak selama nya indah dan saling lah menjaga kesetian dan kepercayaan masing-masung pasangan.
*****
Hati nina sudah memantapkan keputusan nya jika dia akan menjawab ungkapan cinta dari bimo, dia sudah memikirkan semua nya jika dia harus rela menjadi ibu sambung untuk anak bimo lebih tepat nya anak mantan istri bimo dengan selingkuhan nya.
[ Selamat pagi gadis bar - bar ku ! Kamu apa kabar? sudah tiga hari tidak bertemu, aku kangen sama kamu ! Gadis bar - bar ku 🤣]
Nina membaca pesan singkat yang dikirimkan bimo kepada nya, nina cemberut saat bimo masih menyebut nya gadis yang bar - bar.
[ Apaan sih manggil gadis bar - bar seperti itu, aku itu sekarang pendiam tau. Aku baik, ini lagi mau berangkat ke butik ]
[ Hati - hati ya gadis cantik, tidak mau di panggil gadis bar - bar aku panggil gadis cantik saja ya ?]
[ Terserah Om]
[ Nanti siang aku kenalin sama mama ya, mama ingin berkenalan dengan mu. Kita makan siang di rumah ku, mama pasti senang ]
Nina bingung harus menjawab bagaimana, sedangkan hubungan nya dengan bimo saja belum ada kejelasan yang pasti.
[ Kita saja belum jelas sudah main kenalin orang tua segala, kan aneh kamu Om. Nanti saja om kapan-kapan aku masih belum siap, lagi pula kalau siang itu waktu nya dikit kalau bolos kerja aku tidak enak dengan yang lain. ]
[ Baiklah, kalau begitu nanti kita makan siang ber dua saja di cafe dekat tempat kamu kerja. Hari ini ada yang ingin aku bicarakan serius dengan mu]
[ Iya]
Nina berencana siang nanti akan memberikan jawaban atas ungkapan perasaan bimo, dia tidak mau terlalu lama menggantungkan perasaan bimo.
[ Ok sayang ]
__ADS_1
Nina mendengus kesal membaca chatt terakhir yang di kirimkan bimo, nina memilih tidak membalas pesan itu.
* Seenak nya manggil dan ganti nama orang* Gerutu nina mendengus kesal.
******
Jam makan siang tiba bimo dan nina sudah ada di cafe tempat yang sudah mereka janjikan. Bimo sebelum nya sudah memesan tempat yang private agar mereka lebih leluasa berbicara.
"Kenapa Om memesan tempat private seperti ini ? Om gak akan macam - macam kan ? " tanya nina yang mulai takut.
" Haha haaaaa"
Bukan nya menjawab bimo justru tertawa lebar, dia tidak habis pikir dengan pikiran polos nina.
" Kalau aku mau macam-macam kenapa aku ngajak kamu ke tempat ini, pasti aku akan mengajak kamu ke hotel bintang lima yang tempat nya lebih nyaman dan aman. " Seru bimo sambil terkekeh.
" Siapa tahu Om mau macam-macam di tempat seperti ini, kan tidak perlu bayar tempat mahal - mahal" Seru nina membuat bimo semakin terkekeh.
" Dasar otak mesum, kecil-kecil sudah mikir yang aneh-aneh. Atau jangan-jangan kamu memang berharap aku ngapa-ngapain kamu ? Bener begitu kan ? kalau begitu ok dech akan aku wujud kan keinginan kamu itu " Seru bimo seperti terlihat serius padahal hanya bercanda dan menggoda nina saja.
" Haha hahaaa " Bimo tertawa lepas.
" Sudah-sudah, sekarang aku mau bicara serius sama kamu. Kamu tidak perlu takut karena aku tidak akan macam-macam" Seru bimo.
" Baiklah , sekarang om mau bicara apa ? cepatlah bicara jal makan siang ku sudah mau habis" Seru nina sambil melirik jam yang ada di pergelangan tangan kiri nya.
Huftt...
Bimo menghela nafas berat, ini kesekian kali nya dia akan meminta kejelasan hubungan nya kepada nina. Bimo sangat berharap nina kali ini sudah bisa memberikan keputusan.
" Seperti yang kamu tahu jika aku sangat mencintaimu dan sangat berharap kamu bisa menjadi istri ku dan ibu dari anak-anak ku kelak nin. Aku memang bukan pria yang baik, tapi aku akan berusaha untuk menjadi lebih baik lagi. Bukan karena ingin mendekati dirimu aku berubah baik, tapi ini murni dari hati ku yang ingin merubah diri ku lebih baik. Aku mau kamu memberi jawaban atau kejelasan dari perasaan ku ini" Ucap bimo bicara panjang lebar.
__ADS_1
Nina tertegun dengan keteguhan hati bimo, selama ini bimo sudah di gantung perasaan nya namun tetap bimo masih bersabar dan terus pantang menyerah dan terus menyakinkan hati nina.
" Saya bersedia dan menerima cinta Om bimo " Ucap nina malu-malu.
Jawaban dari nina membuat hati bimo bagaikan di siram dengan bongkahan es batu. Begitu dingin dan sejuk, senyum merekah di bibir bimo menandakan kebahagiaan nya.
" Terimakasih, terimakasih nina" Seru bimo dengan bahagia nya, tangan bimo langsung meraih tangan nina dan menggenggam nya dengan erat.
" Aku yang seharus nya berterimakasih karena om sudah bersedia menunggu ku, selama ini aku yang menggantungkab persaan om bimo" Ucap nina.
" Tida apa-apa Sayang, sampai kapan pun aku bersedia menunggu jawaban mu. Oh iya berarti kamu sudah siap dong ketemu dengan mama ku, karena mama benar-benar ingin ketemu kamu dan mengenal kamu " Ucap bimo penuh harap.
Nina masih belum siap untuk ketemu dengan mama bimo, dia masih takut jika dirinya akan menerima penolakan dari orang tua bimo, sehingga untuk saat ini nina memilih menjalani hubungan nya dengan bimo dulu dan untuk bertemu keluarga bimo nanti pasti ada saat nya.
" Emmhh.. bukan nya aku tidak mau ketemu mama nya om bimo, tapi untuk saat ini lebih baik kita jalani dulu hubungan kita ini nanti saat aku sudah siap aku pasti akan ikut om bimo menemui mama om, tolong beri aku waktu ya om" Seru nina menolak dengan halus ajakan bimo.
Bimo mengangguk paham, mungkin memang terlalu terburu-buru untuk nina. Apalagi saat ini nina baru saja menerima cinta nya, mungkin nina hanya ingin memastikan lebih lama lagi.
" Baiklah, aku tidak akan memaksa mu. Tapi kalau kamu meminta ku untuk bertemu orang tua mu saat ini pun aku siap" Ucap bimo dengan penuh keseriusan.
" Iya Om, emmh.. nanti kita cari waktu yang tepat untuk menemui orang tua ku, karena orang tua ku tidak ada di kota ini jadi harus mengatur jadwal yang tepat apalagi om dan aku juga bekerja" Ucap nina.
" Baiklah kalau begitu sekarang kita makan dulu, makanan nya sudah dingin karena dari tadi kita anggurin saja" Ucap bimo.
Bimo dan nina pun memakan makan siang nya yang sudah hampir dingin. Bimo makan dengan senyum-senyum kepada nina, begitupun nina yang terlihat senyum-senyum malu. Mereka berdua sama-sama sedang berbahagia karena hari ini mereka sudah resmi berpacaran.
******
🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹
JANGAN LUPA UNTUK TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK, SEBENTAR LAGI KARYA INI MAU AUTHOR TAMATIN. ❤❤
__ADS_1
BERIKAN DUKUNGAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK ❤❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤