
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Setelah ke pulangan vera dan gunawan, dimas mengajak ibu marni berbicara serius. Ada suatu hal yang ingin dimas bicarakan dengan sang ibu.
Dimas ingin membicarakan soal niat nya yang ingin memperistri nabila.
" Ada apa dim? apa ini soal kedatangan vera tadi siang?" tanya ibu marni mencari tahu.
" Bukan bu, ada hal yang lebih penting yang ingin dimas bicarakan dengan ibu. " Ucap dimas.
Ibu marni menatap wajah serius dimas, terlihat jika dimas memang ingin berbicara serius.
" Bicaralah" Seru ibu marni
Dimas menghela nafas untuk menetralkan kegugupan nya, walaupun dengan ibu nya sendiri dimas tetap merasakan gugup, takut jika sang ibu tidak menyetujui keinginan nya.
" Dimas ingin menikah bu" Seru dimas yang terlihat serius.
Ibu marni kaget dan heran dengan apa yang barusan di ucapkan oleh dimas. Karena selama ini ibu marni tidak pernah melihat dimas dekat dengan seorang wanita, tetapi sekarang tiba-tiba bilang ingin menikah.
" Kamu serius dim? Sama siapa?" Tanya ibu marni yang masih heran.
" Dimas serius bu, dimas ingin melamar nabila untuk menjadi istri dimas dan menjadi ibu untuk tama. " Ucap dimas penuh keyakinan.
" Nabila....?? Sepertinya ibu pernah mendengar nama itu tapi dimana ya, ibu lupa" Seru ibu marni sambil mengingat-ingat nama nabila.
" Ibu pernah bertemu nabila saat acara ulang tahun vino di rumah hendra, nabila adalah salah satu tamu yang di undang oleh melani dan hendra. Dia seorang yatim piatu yang tinggal di panti asuhan cahaya membantu ibu halimah memgurus panti" Seru dimas menjelaskan siapa itu nabila yang sebenarnya.
Ibu marni mendengarkan penjelasan dimas dengan serius, ada keterkejutan saat mengetahui nabila adalah yatim piatu dan hanya tinggal di panti asuhan.
" Kamu serius Dim?" Tanya ibu marni ingin menyakinkan dimas.
" Dimas serius bu, sepertinya nabila bisa menerima keadaan status ku yang seorang duda dan mempunyai anak satu, atau ibu yang keberatan karena nabila yang ternyata anak yatim piatu dan hanya tinggal di panti? Kalau ibu keberatan atau tidak setuju dimas tidak akan menolak keinginan ibu" Seru dimas.
" Tidak dim, Siapa pun pilihan mu itu pasti yang terbaik untuk mu. Asal kamu dan tama bahagia ibu pasti ikut bahagia. Jadi kapan ibu bisa melamar nabila untuk mu?" Seru ibu marni dengan senyum terukir di bibir nya, membuat dimas menghela nafas dengan lega.
__ADS_1
Dimas pun memeluk sang ibu dengan bahagia, dia sangat senang ternyata ibu nya tidak mempermasalahkan asal usul nabila.
" Besok lusa kita datang ke panti bu, kita temui ibu halimah. Karena nabila sendiri yang bilang jika aku serius aku diminta datang menemui ibu halimah" Ucap dimas memberitahu sang ibu.
" Baiklah, lusa kita temui mereka" Ucap ibu marni. Dimas memeluk ibu nya dengan erat, dia sangat bsrsyukur sang ibu bisa menerima nabila dengan baik.
Pembicaraan tentang nabila pun sudah selesai tidak lupa dimas juga menyampaikan keinginan nya untuk memproduksi kue sendiri, tentunya sang ibu yang di usulkan dimas untuk membuat kue.
" Ide yang bagus itu dim, tapi apa kue buatan ibu akan di sukai oleh pelanggan-pelanggan mu? Selama ini ibu bikin kue hanya sekedar hobby saja" Ucap ibu marni yang meragukan kemampuan nya.
" Kue buatan ibu itu enak banget bahkan dadang juga bilang kue ibu itu enak" Seru dimas menyakinkan.
" Nanti ibu fikir-fikir dulu ya dim?" Ucap ibu marni.
" Iya bu, dimas tunggu keputusan nya ya. Oh iya dimas ke kamar dulu ya bu" Seru dimas lalu beranjak dari tempat duduk nya menuju ke kamar nya.
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
Fadli dan Aina saat ini sedang berada di rumah sakit, seharian ini Aina merasakan bada nya yang lemas dan pusing. Sudah minum obat pun tetap sama tidak ada perubahan. Akhir nya fadli memeriksakan Aina kepada teman nya, yang seoran dokter kadungan yang bekerja di Rumah sakit husada.
" Dokter fadli bisa lihat ke layar monitor itu, itu adalah janin yang usia nya sekitar empat minggu.,. " Seru dokter ayu sambil terus menggerakkan alat USG di atas perut aina.
" Jadi istri saya benaran hamil dok?" Tanya fadli memperjelas.
" Betul pak, dan usianya baru empat minggu" jawab dokter ayu.
Aina meneteskan air mata bahagianya, akhirnya dia bisa hamil juga. Karena selama menikah dengan fadli dia sangat takut jika dia tidak bisa hamil. Karena selama empat tahun menikah dengan dimas dia selalu memakai alat kontrasepsi berupa pil KB.
" Alhamdulillah" Seru aina penuh haru.
Fadli langsung memeluk sang istri dengan bahagia, dia tidak menghiraukan keberadaan dokter ayu dalam ruangan itu. Fadli terus memeluk dan menciumi pipi sang istri bertubi-tubi.
"Ehemmm" Dokter ayu berdehem untuk menyadarkan pasangan suami istri itu.
Fadli langsung melepaskan pelukan nya dan membantu aina turun dari brankar. Kini mereka berdua sudah duduk di kursi seberang meja dokter ayu.
__ADS_1
" Maaf ya dokter ayu tadi saya sangat bahagia mendengar kabar kehamilan istri saya, jadi saya melupakan keberadaan anda" Ucap fadli, aina hanya menundukkan kepala nya dengan wajah memerah menahan malu.
" Tidak apa-apa dokter fadli, saya ikut bahagia dengan kehamilan dokter aina. Dokter aina selamat ya" Seru dokter ayu tersenyum kepada aina.
" Terimakasih dokter ayu" Jawab aina singkat.
Setelah selesai memeriksakan aina, fadli pun langsung membawa aina pulang dan untuk tiga hari kedepan aina tidak di izinkan untuk masuk kerja. Fadli meminta aina untuk istirahat dulu.
" Sayang mulai besok sampai tiga hari kedepan kamu jangan kerja dulu ya, mas mau kamu istirahat dulu. Supaya keadaan mu benar-benar pulih" Seru fadli saat dalam perjalanan pulang.
" Iya mas, sepertinya aku memang butuh untuk istirahat beberapa hari. Mungkin karena efek hamil muda, badan ku sudah dua hari ini memang terasa lemas banget mas" Ucap aina menyetujui saran dari suami nya.
" Kenapa tidak bilang dari kemarin-kemarin kalau memang sudah merasa tidak enak badan, padahal kita sama-sama dokter ya tapi kok tidak menyadari jika kamu hamil ya" Ucap fadli tetap fokus menyetir mobil nya.
" Walaupun sama-sama dokter kita beda bidang mas, bukan dokter kabdungan. Tapi kenapa tadi mas membawa ku langsung ke ruangan dokter ayu?" Tanya aina ingin tahu alasan sang suami.
Fadli menggaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal, dia sendiri tadi juga bingung kenapa langsung membawa aina menuju ruangan dokter ayu.
" Hehe mas juga tisak tahu sayang, mas tadi asal masuk ruangan dokter saja. Begitu sampai dalam mas baru sadar kok masuk ke ruangan dokter ayu, tapi beruntung mas masuk nya ke ruangan dokter ayu jadi ketahuan kan kalau kamu sekarang sedang hamil. Coba kalau tadi mas bawa kamu masuk keruangan dokter Ria" Seru fadli yang langsung mendapat pukulan di lengan nya.
" Apa? mas kira aku ini tidak waras sampai mas bawa ke dokter Ria, dokter ria kan dokter kejiwaan." Seru aina langsung memukul lengan fadli.
" Kamu memang gila sayang, tergila-gila cinta ku" Seru fadli dengan tawa nya yang lepas.
Aina hanya cemberut sambil mengerucutkan bibir nya, namun dalam hati nya dia sangat bahagia suami nya bisa bercanda seperti ini. Tidak harus serius dan tegang seperti saat dengan dimas dahulu.
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
JANGAN LUPA TETAP BERIKAN DUKUNGAN KARYA AUTHOR YA KAK. LIKE KOMEN VOTE, KLIK FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA. ❤❤
SEMBARI MENUNGGU UP, YUK COBA BACA NOVEL " PERNIKAHAN CEO MUDA" ❤❤ ADA ADEGAN HOT NYA 🤭🙏
JANGAN LUPA BERIKAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤
__ADS_1