Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Calon istri bimo


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Semenjak mengetahui kabar jika bimo akan menikah, mira meminta seseorang untuk mencari tahu wanita yang akan dinikahi bimo. Dan hari ini mira sudah tahu dimana tempat tinggal wanita yang akan menjadi istri bimo.


Mira pun sangat kaget saat orang bayaran nya mengatakan jika pernikahan bimo dan nina tiga hari lagi akan di laksanakan. Mira mengira tidak akan secepat ini bimo menikah, bahkan tanpa mengundang mira.


" Ini bayaran mu, dan sekarang kamu bisa pergi dari sini karena aku akan mendatangi alamat wanita itu sekarang juga. Aku sangat penasaran wanita seperti apa yang akan di nikahi bimo " Seru mira dengan senyum sinis nya.


" Terimakasih Nona, jika ada pekerjaan lagi hubungi saya saja nona" Seru orang suruhan mira sebelum dia meninggalkan tempat dimana saat dirinya dan mira bertemu.


Mira tidak menjawab namun hanya menganggukkan kepala nya sebagai tanda dia mengiyakan ucapan orang suruhan nya.


" Aku tahu wanita seperti apa yang akan menjadi mama untuk anak ku " Ucap mira lalu beranjak dari duduk nya dan menuju mobil yang terparkir di area parkiran cafe.


Setelag menempuh perjalanan tiga puluh menit mobil mira berhenti di depan rumah minimalis namun terlihat elegant dan asri.


" Rumah nya si tidak terlalu besar tapi lumayan bagus juga, biarpun minimalis tapi terlihat rumah yang elegant. " Seru mira sebelum turun dari mobil nya, mira terus memandangi rumah yang ada di hadapan nya hingga akhirnya mira turun dari mobil.


Mira sengaja memarkirkan mobil nya di pinggir jalan seberang rumah nina. Mira pun berjalan mendekati rumah nina, beruntung gerbang rumah nina tidak di kunci karena sedari tadi mobil pihak WO mondar - mandir datang mengantar barang - barang keperluan untuk dekor.


Tok Tok Tok


Pintu rumah nina pun terbuka namun mira tetap mengetuk pintu untuk memancing pemilik rumah keluar dari rumah. Semua anggota keluarga sedang ada di halaman belakang, di ruang keluarga hanya ada karyawan WO yang sedang mendekor ruangan.


" Maaf mbak cari siapa ?" Tanya salah satu karyawan WO yang datang menemui mira.


" Cari yang punya rumah lah, pasti mas ini pembantu di sini ya ?" Tanya mira dengan nada sombong nya membuat lawan bicara nya merasa kesal.


" Saya karyawan WO yang akan mendekor rumah ini, pasti mbak ingin bertemu dengan pemilik rumah ini kan? Mbak tunggu di sini saja biar saya panggilkan pemilik rumah nya " Ucap lelaki itu dengan nada agak ketus karena kesal dengan mira yang sombong.


Karyawan WO itu pun menuju halaman belakang dan memanggil nina. Nina sangt penasaran dengan tamu nya , karena nina memang merasa tidak ada janji dengan siapa pun.


" Siapa ya kira - kira tamu itu, kalau pihak butik tidak mungkin karena besok mereka baru mengantarkan baju pengantin nya" Gumam nina sambil berjalan menuju ruang utama.


Setelah sampai ruang utama disana tidak ada siapa - siapa, lalu nina menuju teras depan dan disana ada seorang wanita yang sedang duduk sambil memainkan ponsel di tangan nya.


" Maaf cari siapa ya mbak ?" Tanya nina dengan sopan karena memang nina tidak tahu siapa wanita yang saat ini bertamu kerumah nya.


Mira pun menoleh ke arah sumber suara, disana terlihat nina yang berdiri di depan pintu.


" Kamu " Seru mira terkejut.


" Kamu bukan nya wanita yang waktu itu menghina ku di mall? Terus mau apa kamu datang kesini mencari ku ?" Tanya nina penuh tanda tanya dengan nada kesal nya.

__ADS_1


" Cihh siapa yang mencari mu, aku kesini itu mencari pemilik rumah ini bukan diri mu. Kamu pasti disini hanya bekerja sebagai pembantu, cepat panggilkan majikan mu aku ada perlu dengan majikan mu " Ucap mira dengan sombong dan angkuh. Mira tidak tahu jika pemilik rumah saat ini sudah berdiri di hadapan nya.


Nina terswnyum sinis kepada mira, nina tidak menyangka rumah nya akan kedatangan wanita gila seperti mira.


" Aku pemilik rumah ini , jadi sekarang katakan ada perlu apa kamu mencari ku ?" Tanya nina penuh penekanan.


Mira tetap tidak percaya jika nina adalah pemilik rumah tempat yang dia datangi. Mira tetap meminta nina untuk memanggil sang pemilik rumh yang mira yakini adalah majikan nina.


" Sudah cepat sana panggil majikan mu, aku tidak butuh bicara dengan pembantu kampungan seperti kamu. Karena kamu bukan level ku " Ucap mira sombong.


" Sudah aku bilang aku adalah pemilik rumah ini, jika kamu tidak percaya itu terserah kamu. Lebih baik kamu sekarang pergi dari rumah ku, jangan menganggu ku apalagi rumah ku lagi ramai pihak WO yang sedang mendekorasi rumah untuk acara pernikahan ku jadi lebih baik kamu pergi sekarang!" Seru nina yang secara terang-terangan mengusir mira dengan nada kesal.


" Apa ?? Pernikahan mu ?" Tanya mira dengan berteriak sehingga reflek nina menutup telinga nya karena teriakan mira cukup menusuk gendang telinga nya.


Mira tidak menyangka jika wanita yang ada di hadapan nya adalah calon istri bimo yang berarti akan menjadi ibu sambung untuk putri nya.


" Jadi kamu calon istri bimo ?" Tanya mira memastikan kebenaran nya.


" Iya aku calon istri bimo, dan tiga hari lagi akan resmi menjadi istri bimo. Kenapa ? kamu mengenali bimo ? " Tanya nina penuh selidik.


" Aku mira mantan istri bimo sekaligus ibu kandung nya sekar !" Seru mira dengan suara di buat setegas mungkin agar nina merasa minder dan tidak percaya diri.


Nina sebenarnya kaget dengan penuturan mira barusan, namun dia mencoba biasa saja di depan mira. Karena nina tahu wanita seperti mira akan sangat senang jika nina terlihat sedih.


" Oh ternyata kamu mantan istri nya kak bimo, sekaligus ibu nya sekar. Beruntung sekali kak bimo lepas dari wanita rubah seperti mu. " Ucap nina tersenyum sinis.


" Wanita seperti kamu ini tidak pantas di sebut ibu oleh sekar, kalau kamu memang seorang ibu kamu tidak akan meninggalkan anak mu hanya demi uang dan kebebasan. Ibu mana yang tega mengatakan anak nya pembawa sial, bahkan sekar itu bukan anak kandung kak bimo. Sekar adalah anak kamu dengan selingkuhan kamu, beruntung sekar sekarang dalam pengawasan kak bimo. Semoga saja sekar tidak akan menuruni sifat jelek dari ibu nya " Seru nina penuh keberanian.


Mira kesal mendengar apa yang baru saja di ucapkan nina, bahkan mira tidak menyangka jika nina sudah tahu semua nya.


" Aku tidak akan membiarkan anak ku di rawat oleh perempaun miskin dan kampungan seperti kamu !!" Tunjuk mira kewajah nina .


" Silahkan kamu marah - marah karena semua itu tidak berguna bagi ku. Lebih baik sekarang kamu pergi dari sini, dan kamu temani om - om tua mu itu. Jangan pernah menghina ku jika diri mu sendiri sudah hina terlebih dahulu, wanita yang mau jadi simpanan pria yang sudah beristri adalah wanita murahan " Ucap nina penuh penekanan.


Mira mengangkat tangan nya dan hendak menampar nina, namun tangan nya ada yang menahan. Seseorang tiba - tiba datang dan menahan tangan mira.


" Berani kamu menampar nya aku akan mematahkan tangan mu. !!" Ucap orang yang baru datang itu.


Mira mengalihkan pandangan nya dan dia pun mengenali orang yang saat ini memegang tangan nya.


" Raka.... " Seru mira yang mengenali raka karena sempat beberapa kali ketemu raka.


" Mas raka mengenali wanita ini?" Tanya nina penuh selidik jangan sanpai kakak nya mengenal mira karena pernah memboking mira.

__ADS_1


Raka menghempaskan tangan mira dengan kasar, hingga mira merasakan sakit pada tangan nya.


" Mas tidak mengenalinya, memang nya siapa dia ?" Tanya raka balik kepada nina, raka benar - benar lupa dengan mira.


" Mas aku mira, kita pernah dua atau tiga kali bertemu. Saat itu kita ketemu di mall saat itu aku meminjam ponsel mas raka " Ucap mira menjelaskan degan antusius berharap raka mengingat nya.


Raka mencoba mengingat nya dan akhirnya raka pun ingat namun raka tetap acuh dengan mira. Dia tidak perduli dengan mira, justru dia kesal karena mira hampir saja menampar adik nya.


" Terus kamu datang kesini ngapain?" Tanya raka mengintimidasi mira.


" Aku ingin bertemu wanita ini, karena wanita ini tidak cocok menjadi istri bimo. Dia wanita kampungan dan miskin tidak selevel dengan bimo " Ucap mira sambil menunjuk wajah nina.


Rahang raka mengeras dia benar - benar emosi mira mengatai adik nya wanita kampungan dan miskin, ingin sekali raka menampar wajah mira. Jika mira seorang laki - laki pasti sudah babak belur di hajar raka.


" Memang kamu siapa menentang pernikahan mereka?" tanya raka yang memang belum tahu jika mira mantan istri bimo.


" Dia mantan istri kak bimo mas, wanita yang rela meninggalkan sekar demi uang dan kebebasan hidup nya " Nina menjawab dengan lengkap dan jelas.


Raka menatap tajam ke arah mira, mira takut dan mundur beberapa langkah. Dia mengira raka akan membela nya namun justru raka menatap nya seperti itu, sangat mengerikan.


" Jangan coba - coba kamu menghalangi pernikahan bimk dan nina, kalau sampai kamu menghalangi nya atau mengacaukan nya aku pastikan wajah mu tidak akan semulus ini lagi. Aku akan menguliti wajah mu hidup - hidup. Kamu tahu wanita yang kamu sebut miskin dan kampungan ini, dia adalah adik kandung ku. !!" Seru raka penuh penekanan.


* Mampus aku, ternyata wanita kampungan ini adik nya raka. Aku harus cepat pergi dari sini sebelum raka benar - benar menguliti ku * Gumam mira dalam hati.


Mira benar - benar takut dengan ancaman Raka apalagi raka menatap nya dengan tatapan tajam dan dingin seperti itu. Tanpa pamit mira pun langsung meninggalkan rumah nina dan langsung menuju mobil nya yang terparkir di jalan.


" Akhir nya dia pergi juga " Seru nina yang melihat mobil mira meninggalkan rumah nya.


" Wanita seperti itu cuma di gertak sambal saja pasti takut, besok - besok kalau dia masih mengusik mu kamu ancam saja seperti tadi pasti dia takut " Ucap raka yang sudah menormalkan tatapan nya.


" Iya mas, tapi mas raka tadi benar - benar menakutkan aku saja sampai ngeri melihat tatapan membunuh mas raka " Ucap nina sambil tetawa.


" Sudah yuk masuk, mas sangat capek dan ingin segera istirahat " Ucap raka dan berlalu masuk kedalam rumah.


Nina pun mengikuti langkah kaki raka untuk masuk kedalam rumah. Raka dan nina langsung masuk ke kamar nya masing - masing. Sedangkan pak minto dan mak imah masih asik duduk di gazebo belakang sambil mengawasi para pegawai WO yang sedang bekerja, tepat nya bukan mengawasi tapi mereka ingin melihat cara para karyawan WO bekerja mendekor halaman belakang rumah.


*******


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


BAB INI AUTHOR UP CUKUP PANJANG YA KAK ❤❤


TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR, LIKE KOMEN VOTE FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA ❤🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA RATE BINTANG 5 NYA YA KAK ❤❤


TERIMAKASIH 🙏🙏🙏


__ADS_2