Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Mira menemui fadli


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Tanpa sengaja Dimas bertemu kembali dengan Nabila, kali ini dimas bertemu nabila di pasar.


Dimas melihat Nabila sedang membawa barang belanjaan yang sangat banyak.


Melihat Nabila yang nampak kesusahan dimas pun mendekati nabila dan menolong membawa kan beberapa belanjaan nabila.


" Biar saya bantu bawa mbak?" Seru dimas saat sudah berada di samping nabila.


Nabila kaget saat tiba-tiba dimas sudah berada di samping nya dan mengambil barang belanjaan yang ada di samping nabila berdiri. Nabila memang merasa kesulitan membawa barang belanjaan yang begitu banyak jadi dia tidak menolak saat dimas mencoba menolong nya.


" Mas dimas !! Emh.. apa tidak merepotkan mas dimas?" Tanya nabila malu-malu.


" Tidak mbak, justru saya senang bisa membantu mbak nabila. Oh iya ini mau dibawa kemana? Kendaraan mbak parkir dimana?" Tanya dimas dengan jantung yang berdetak semakin kencang.


" Saya tidak bawa kendaraan mas, tolong bawakan ke jalan depan sana saja. Saya mau menunggu angkutan umum di depan sana" Seru nabila sambil menunjuk ke arah jalanan yang dia maksud.


" Oh iya mbak" Seru dimas singkat.


Dimas lngsung membawa barang belanjaan nabila menuju jalan tempat nabila menunggu angkutan umum. Dimas menenteng 3 kantong plastik besar yang berisi sayuran dan bahan makanan yang lain.


Nabila mengikuti langkah dimas dari belakang dengan membawa dua kantong plastik berisi bahan-bahan kue.


" Mbak tiap hari belanja sebanyak ini di pasar?" Tanya dimas saat sudah sampai di jalan tempat menunggu angkutan umum.


" Tidak mas, ini karena nanti malam mau ada acara di panti jadi saya belanja banyak" Seru Nabila dengan menundukkan kepala nya.


Nabila tidak berani menatap wajah dimas,selain malu nabila juga tidak pernah bicara sedekat ini dengan seorang laki-laki yang baru dia kenal.


" Mbak nabila tinggal di panti asuhan Cahaya ?" Tanya dimas mencoba mencari tahu tentang nabila.


" Iya mas, sudah sepuluh tahun ini saya tinggal di panti dan menolong ibu halimah mengurus anak-anak di panti" Jawab Nabila dengan jujur.


Nabila memang sudah sekitar sepuluh tahun tinggal di panti asuhan cahaya, Nabila tinggal di panti asuhan saat berumur tujuh belas tahun tepat nya saat dia lulus SMA. Saat itu kedua orang tua nya meninggal karena sebuah kecelakaan dan sebelum meninggal orang tua Nabila sudah menitipkan nabila kepada sahabat nya Halimah. Jadi nabila ikut tinggal dengan ibu halimah dan membantu mengurus panti.


" Sudah lama juga ya mbak" Seru dimas sambil menganggukkan kepala nya.


" Iya mas" Jawab singkat Nabila.


Setelah menunggu cukup lama angkutan umum yang nabila tunggu sudah datang, dimas membantu nabila memasukan belanjaan nya ke dalam mobil.


" Terimakasih mas dimas" Seru Nabila sebelum naik ke dalam angkot.

__ADS_1


" Iya sama-sama, semoga lain kali kita bisa bertemu lagi" Seru dimas dengan senyum ramah nya.


Nabila hanya membalas dengan senyum dan menganggukkan kepala nya. Sang supir pun melajukan mobil nya dan meninggalkan dimas yang masih tetap berdiri memandang mobil yang membawa Nabila.


* Semoga bisa bertemu lagi* Seru dimas dalam hati nya.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


Siang ini Mira datang ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan nya. Mira datang seorang diri tanpa di temani suami nya. Ada rasa sedih saat mira melihat ibu-ibu yang lain di temani oleh suami ataupun keluarga nya.


Mira mencoba menepis rasa sedih nya dengan menghibur diri nya sendiri. Setelah selesai memeriksakan kandungan nya Mira mencoba menemui Fadli di ruang praktek nya.


" Dokter fadli nya ada sus?" Tanya mira saat sudah berada di depan ruangan fadli.


" Ada bu, dokter fadli sudah selesai praktek. Ibu mau menemui dokter fadli? Apa sudah membuat janji?" Tanya suster yang menjadi assistent fadli.


" Saya belum membuat janji, suster bilang saja kalau Mira ingin menemui nya" Ucap mira dengan sombong nya


" Baiklah saya tanyakan dulu sama dokter fadli" Ucap suster lalu meninggalkan mira dan masuk ke ruangan fadli.


Tak menunggu lama suster itupun keluar dan memberitahu Mira jika dokter fadli tidak mau menerima tamu karena sebentar lagi dia akan pulang.


" Maaf bu, dokter fadli tidak bisa menemui ibu karena sebentar lagi dokter fadli akan pulang" Seru suster memberi tahu.


" Jangan bohong sus!! Saya tahu fadli pasti mau menemui saya, suster pasti tadi tidak bilang jika saya Mira yang ingin menemui nya makanya fadli menolak nya" Seru Mira tidak percaya dan tetap berusaha masuk ke ruangan fadli.


" Maaf bu, dokter fadli memang tidak mau menemui ibu karena beliau sudah mau pulang. Saya mohon ibu sekarang pergi dari sini dan jangan membuat keributan, ini rumah sakit bu bisa menganggu ketenangan pasien" Seru suster yang mengusir mira secara halus.


" Kamu jangan menghalangi saya, saya mau ketemu sama fadli. Kamu tidak tahu siapa saya kan? Saya ini mantan istri nya dokter fadli, jadi kamu jangan coba-coba meremehkan saya" Seru Mira dengan sombong nya.


Mendengar ribut-ribut di depan ruangan nya fadli pun keluar untuk memastikan ada kejadian apa di depan ruangan nya.


" Ada apa ini?" Tanya fadli saat sudah keluar dan berdiri di depan pintu.


Mendengar suara fadli, Mira pun menoleh dan berjalan mendekat kevarah fadli.


" Fadli, lihat assistent mu ini! Dia melarang ku untuk masuk menemui mu, pasti dia tadi berbohong. Dia tidak bilang jika aku yang akan menemui mu" Seru Mira mengadu kepada Fadli.


" Maaf dokter fadli, tadi bu mira tetap memaksa untuk masuk" Seru suster menjelaskan.


" Tidak apa-apa sus, suster sekarang boleh istirahat ini juga sudah waktu nya jam makan siang" Seru fadli.


Sang suster pun menganggukkan kepala nya lalu pergi meninggalkan Fadli dan Mira yang sedang berdiri di depan ruangan fadli.

__ADS_1


" Ada apa kamu ingin menemui ku?" Tanya Fadli dengan suara dingin nya.


" Aku kangen sama kamu mas, kita makan siang bareng yuk ? Sudah lama kita tidak makan siang bareng" Seru Mira dengan percaya diri nya, dia sangat yakin jika fadli pasti mau dengan ajakan nya.


" Maaf saya sudah ada janji makan siang dengan istri ku, sekarang dia sudah menunggu ku " Seru fadli menolak ajakan Mira.


Mendengar jawaban dari fadli, wajah mira memerah menahan amarah. Dia merasa cemburu dan tidak suka jika fadli mengutamakan Istri nya.


" Kamu pasti juga kangen kan dengan ku? Sudah dech jangan pura-pura aku tahu kamu itu masih sangat mencintai ku. Kamu dulu kan sangat cinta mati dengan ku, aku ingin kita hidup bersama lagi. Setelah anak ini lahir aku akan meminta cerai dari Bimo dan kita bisa bersama lagi, aku mau menjadi istri ke dua mu" Seru Mira yang berucap penuh percaya diri.?p


Fadli memandang sinis ke arah Mira, dia mencoba meredam amarah nya. Dia tidak mungkin marah dengan mira apalagi saat ini dia sedang berada di rumah sakit.


" Jangan mimpi untuk bisa hidup bersama ku lagi !! Istri ku yang sekarang jauh lebih baik dari kamu" Seru fadli dengan geram.


" Sudahlah mas aku tahu kamu itu masih sangat mencintai ku" Seru mira dengan senyum menggoda.


Fadli semakin geram dengan tingkah Mira yang semakin gila, fadli memilih pergi meninggalkan Mira. Melihat Fadli yang berjalan meninggalkan nya Mira pun ikut mengekori di belakang fadli sambil memanggil-manggil fadli.


" Mas fadli.. Mas, tunggu aku. Jangan cepat-cepat dong aku sedang hamil kalau aku jatuh kamu juga yang pasti di salahkan sama suami ku." Seru mira mencoba mengancam fadli.


Mendengar ancaman Mira, Fadli pun menghentikan langkah nya dan membalikkan badan nya menghadap ke arah Mira.


" Jadilah wanita yang terhormat Mir, jangan merendahkan dirimu sendiri. Aku tidak akan pernah kembali kepada mu, jika saat ini aku belum menikah pun aku tetap tidak akan mau hidup bersama mu lagi. Istri ku saat ini jauh lebih baik dari kamu, dia istri yang sempurna jadi jangan harap aku akan menyakiti nya hanya karena wanita seperti mu" Seru fadli, ucapan fadli membuat mira marah dia sangat merasa terhina dengan ucapan Fadli yang menurutnya itu sangat merendahkan nya.


" Kamu benar-benar merendahkan ku dan menghina ku mas. Aku seperti ini karena aku masih mencintai mu, kamu tahu kan aku dengan bimo itu bukan karena cinta. Tapi karena aku sangat membutuhkan uang nya Bimo. Aku tidak bisa hidup dengan uang yang pas-pasan mas, tapi aku masih sangat mencintai mu mas. Aku tidak mencintai bimo,bimo itu pria gila wanita hampir tiap malam dia bermain dengan wanita - wanita nya. " Seru mira secara tidak langsung membuka aib nya sendiri.


Fadli tersenyum sinis menanggapi ucapan Mira yang terdengar memilukan, tapi fadli sedikit pun tidak iba dengan kehidupan mira karena semua itu sudah menjadi pilihan Mira.


Fadli pergi meninggalkan Mira, tanpa sepatah kata pun Fadli berjalan menjauh dari Mira. Mira pun mencoba mengejar fadli kembali namun fadli dengan cepat masuk kedalam mobil nya dan pergi meninggalkan rumah sakit.


🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


****************


Alhamdulillah hari ini Author bisa up bab baru ya kak,maaf untuk kemarin Author tidak bisa up.


Semoga kalian semua suka dengan karya ku, Jangan lupa tetap berikan dukungan untuk karya AUTHOR . LIKE, KOMEN, VOTE KLIK FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA. ❤❤❤


JANGAN LUPA BERIKAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK ❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤

__ADS_1


__ADS_2