Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Permulaan untuk Dimas


__ADS_3

Rencana Aina sudah berjalan satu bulan, selama satu bulan ini dia benar-benar tidak perduli dengan dimas. Dimas bahkan jarang pulang dengan beralasan sedang mengurus cafe cabang kerja sama yang ada di luar kota, padahal Aina tahu semua itu hanya akal-akalan dimas.


Usia kehamilan Vera sudah masuk tiga bulan, jadi Dimas lebih banyak menginap di rumah Vera untuk menjaga Vera, Vera pun selalu beralasan jika sang anak tidak mau jauh dari Ayah nya.


" Sayang mas mau ke cafe dulu ya, sudah tiga hari mas tidak ke cafe. Mas mau menanyakan sama orang cafe kenapa hasil cafe bulan ini belum di transfer juga ke rekening mas" Ucap dimas memberitahu Vera.


" Iya mas, nanti kalau sudah dapat uang nya kita jalan-jalan ya mas. Aku mau kalung berlian lagi. " Jawab Vera antusius.


" Iya sayang, mas ke cafe dulu ya" Pamit dimas sambil mencium kening Vera.


Dimas melajukan mobil nya menuju Cafe yang sudah tiga hari ini tidak dia datangi karena Vera yang selalu merengek minta di temani.


Uang tabungan Dimas juga sudah semakin menipis karena Vera selalu meminta barang-barang mahal yang sebenarnya tidak terlalu penting.


Setelah menempuh perjalan lima puluh menit mobil dimas masuk di parkiran Cafe. Parkiran yang cukup luas itu tampak masih lenggang, masih pagi jadi para pelanggan belum banyak yang datang.


" Ida.. Ida" Panggil Dimas saat sudah berada di dalam cafe.


Ida yang di panggil pun datang menghampiri dimas dengan lari tergopoh-gopoh, perasaan ida saat ini sangatlah ketakutan, dia tahu apa tujuan dimas mencari nya.


" Iya pak ada apa?" Tanya ida yang pura-pura tidak tahu.


" Kenapa kamu belum mentransfer hasil cafe bulan ini? Seharusnya kan kamu sudah transfer dari tiga hari yang lalu?"Tanya dimas masih dengan suara yang biasa saja.


" Maaf pak" Jawab Ida menundukkan kepala nya karena takut.


" Sudah tidak perlu minta maaf, sekarang kamu transfer saja hasil cafe bulan ini. Seharus nya bulan ini omset Cafe lebih banyak, karena aku sudah jarang ambil uang." Ucap dimas seenak nya.


" Maaf pak, saya tidak bisa mengirim uang ke rekening bapak lagi" Jawab Ida masih dengan menunduk.


" Maksud kamu apa? Kamu mau saya pecat, Hah?" tanya Dimas dengan nada membentak.


Ida semakin ketakutan, saat ini dia hanya takut jika dimas menyakiti nya.


" Uang cafe sudah saya transfer ke rekening nya ibu Aina, Ibu sendiri yang meminta jika hasil cafe sekarang harus di kirim langsung ke rekening ibu. " Jawab ida berterus terang.


" Apa? Kenapa bisa begitu?" Tanya dimas yang kaget.

__ADS_1


" Kata ibu Aina, untuk sementara hasil cafe di kirim ke rekening ibu karena untuk melunasi pinjaman bank" Jawab Ida , Aina memang meminta Ida untuk bicara seperti itu jika Dimas bertanya.


Dimas mengacak rambut nya frustasi, dia tidak menyangka jika Aina akan melakukan ini semua. Sekarang dia bingung harus beralasan apa saat meminta uang kepada Aina. Belum lagi Vera yang selalu merengek minta kalung berlian yang baru.


" Sudah kamu kembali lagi bekerja lagi! Surut pelayan mengantarkan kopi kesini?" Seru dimas dan di anggukin oleh Ida.


Setelah ida keluar dari ruangan nya, dimas langsung menghubungi ponsel Aina untuk menanyakan perkara uang cafe yang ada pada Aina.


Sambungan telepon tersambung dengan cepat Aina mengangkat nya, Aina memang sedang menunggu telpon dari Dimas. Karena dia tahu hari ini dimas ada di cafe, sebelum masuk ke ruangan dimas tadi Ida sudah mengirim pesan kepada Aina.


[ Hallo mas, tumben telpon? Kapan pulang, belum selesai ya pembangunan cafe cabang nya?]


Aina mencecar dimas dengan beberapa pertanyaan, membuat dimas bingung harus menjawab apa.


[ Ehh.. mas ini sudah di cafe kok. Pulang subuh tadi dan langsung menuju cafe. Kamu lagi ngapain?]


[ Oh.. jadi mas ini ada di cafe? Kok gak pulang dulu si mas, kan sudah lama loh mas gak pulang. Hampir satu bulan mas gak pulang kerumah ku]


[ Nanti setelah dari cafe mas pulang, oh iya sayang. Mas mau menanyakan soal uang cafe, kenapa uang di kirim ke rekening kamu? Biasa nya kan ke rekening mas langsung?]


[ Oh itu , iya mas bulan ini hasil cafe aku ambil semua karena mau aku pakai untuk melunasi hutang di bank. Itu juga kan hutang karena buat modal cafe itu juga mas]


[ Aku sudah capek mas mencicil nya, jadi mau langsung aku lunasi saja sisa nya. Tenang saja, nanti aku akan transfer bagian mas. Mas kan bilang kalau hasil cafe kata nya cuma 50 juta. Nanti 10% aku transfer buat mas, cukup dong uang segitu kalau untuk beli bensin dan bayar cicilan mobil.]


[ Jangan ngawur kamu, hasil Cafe itu hampir 100 juta dan aku gak mau kalau bagian ku cuma 10%. Kita bagi rata dong sama-sama 50%. ]


[ Kan mas sendiri yang bilang hasil cafe cuma 50 juta bahkan kadang kurang. Dan itu juga kata nya belum untuk beli keperluan dapur?]


Aina semakin memojokan dimas, dimas termakan dengan omongan nya sendiri. Selama ini dia memang bilang omset cafe tidak besar.


Tanpa persetujuan Dimas, Aina mematikan sambungan telepon nya membuat dimas marah dan membanting barang yang ada di meja kerja nya.


Ting..


Bukti notifikasi dari ponsel dimas, dimas segera membuka pesan di ponsel nya.


" Hah 5 juta? Apa-apaan ini? Aina benar-benar kurangajar!!" Umpat dimas dengan emosi.

__ADS_1


Dimas langsung menyambar kunci mobil yang ada di atas sofa dan langsung keluar dari ruangan nya. Dia tak menghiraukan pelayan yang datang mengantarkan kopi nya.


" Aku harus menemui Aina, dapat apa dengan uang 5 juta itu. Itu hanya cukup untuk bayar cicilan mobil, belum buat biaya hidup Vera. Ahh sial-sial" Umpat dimas sambil memukul kemudi setir nya


Akhirnya dimas sampai di depan rumah nya, rumah yang selama empat tahun ini dia tinggali bersama Aina.


" Mas , kamu akhirnya pulang juga kerumah ini?" Tanya Aina saat dimas masuk ke dalam rumah.


" Maksud kamu apa si dek bicara seperti itu?" Tanya dimas dengan suara lembut nya.


" Ah tidak ada apa-apa, mas mau makan? atau mau mandi ? biar aku siapkan " Tanya Aina yang masih pura-pura menjadi istri yang baik.


" Tidak perlu, aku sudah kenyang. Kamu gak masuk kerja?" Tanya dimas.


" Aku ambil cuti mas,badan ku beberapa hari ini tidak enak. Mungkin akibat kecapekan karena sibuk cari uang untuk bayar hutang sampai tidak memikirkan kesehatan ku" Ucap aina menyindir dimas.


Tanpa dimas sadari saat ini Aina tersenyum sinis ke arah dimas. Dimas sibuk dengan fikiran nya sendiri.


" Sayang mas minta uang dong?" Ucap dimas dengan nada mengiba.


" Hah uang? untuk apa lagi mas, tadi kan sudah aku tranafer 5 juta apa itu tidak cukup? Buat cicilan mobil sudah cukup itu mas,dan untuk makan minum mas kan bisa makan di rumah dan di cafe. Lagi pula tabungan mas kan banyak, hasil cafe selama setahun ini kan mas simpan sendiri dan aku tidak pernah tahu" Ucap Aina menjelaskan.


" Uang itu mas pakai untuk Dp mobil dek dan buat modal buka cabang cafe sama teman mas. Sekarang di Atm mas sudah tidak banyak lagi. Tolong mas minta 25 juta saja" Rengek dimas tak tahu malu.


" Uang nya sudah habis, sudah aku bayarkan ke bank untuk melunasi sisa uang pinjaman bank. " Ucap Aina dengan santai nya.


" Kenapa harus di bayar langsung semua si dek, kan biasa nya juga kamu cicil tiap bulan nya" Ucap dimas.


" Mas aku capek tiap bulan harus mencicil 15 juta, kamu kira gaji ku itu berapa mas? Kamu tahu tidak cicilan itu setengah nya tiap bulan masih di bantu Ayah ku mas. Kamu jangan seenak nya begini dong, uang cafe mau kamu kuasai sendiri. Sedangkan modal dari ku dan orang tua ku. Kalau kamu masih seperti ini biarlah mulai sekarang aku saja yang urus cafe, kamu cari kerjaan yang lain. Lagi pula kata nya mau buka cabang cafe di kota lain ya sudah kamu urus yang itu saja" Seru Aina penuh penekanan.


" Jangan gitu dong sayang, maafin mas kalau selama ini mas menguasai uang cafe sendiri. Tapi kamu tahu sendirikan uang itu juga sudah habis. Maafin mas ya sayang, mas mengaku salah". Ucap dimas merendah.


Aina tidak akan termakan oleh rayuan dimas lagi, hati aina sudah mati karena penghianatan yang dimas perbuat.


" Ini baru permulaan dan belum seberapa mas, tunggu kejutan selanjut nya!!" Gumam Aina dalam hati.


*****

__ADS_1


Alhamdulillah sudah up tiga bab. Tetap beri dukungan nya ya kak. Like, Komen, Vote, klik favorite dan berikan Hadiah nya. Biar Author makin semangat up nya...


Selamat membaca. Terimakasih 🙏🙏😍😍


__ADS_2