Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Peresmian Apartemen


__ADS_3

Seperti yang sudah di janjikan Fadli jika malam ini akan mengajak Aina keluar, tepat jam 7 malam fadli sampai di depan pintu rumah Aina.


" Tepat waktu juga kamu ?" Seru Aina saat melihat fadli sudah berdiri di depan pintu rumah nya.


" Iya dong lewat semenit saja pasti kesempatan ku juga hilang" Jawab fadli santai.


" Kita mau langsung berangkat atau mau duduk minum teh dulu?" Tanya Aina.


" Langsung berangkat saja ya, biar tidak terlambat dan pulang nya tidak kemalaman" Seru fadli.


Mereka pun berangkat dengan mengendarai mobil fadli, aina belum tahu fadli akan mengajak nya kemana. Fadli hanya menyuruh Aina mengenakan gaun untuk pergi ke suatu acara. Acara apa aina pun tetap tidak tahu dan memang Aina tidak bertanya kepada fadli.


" Kita mau kemana Fa? " Tanya Aina yang akhirnya membuka suara.


" Sebentar lagi kita sampai kok, kamu tenang saja saya tidak akan macam-macam. Mungkin hanya semacam saja" Ucap fadli sambil tersenyum ke arah aina.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama mobil fadli memasuki sebuah parkiran area gedung bertingkat yang Aina yakini adalah sebuah apartemen.


Fadli mengajak Aina menghadiri peresmian apartemen milik kakak nya, Pesta di adakan di taman belakang apartemen yang terlihat luas dan megah. Biasanya acara seperti ini akan di adakan di sebuah hotel tetapi kali ini di buat berbeda dengan di adakan di Out door.


" Ini acara apa Fa?" Tanya Aina yang heran kenapa fadli mengajak dirinya datang kepesta seperti ini. Pesta para kalangan pembisnis.


" Sudah ayuk masuk nanti aku kenalkan sama orang tua ku, mereka juga ada di pesta ini kok" Ucap fadli sambil mengandeng tangan Aina.


Aina hanya pasrah saja saat tangan nya di gandeng oleh Fadli, dia masih belum tahu pesta seperti apa yang saat ini dia hadiri.


Saat Aina sudah berada dalam tengah-tengah tempat pesta, Aina takjub dengan kemeriahan nya. Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Aina. Dan saat itu juga fadli izin untuk ke toilet.


" Mbak Aina" Panggil seorang wanita yang aina ketahui itu adalah melani.


" Melani" Seru Aina tak percaya ternyata Melani juga ada di acara ini.


" Mbak aina sama siapa?" Tanya melani yang sudah berada di hadapan Aina. Melani malam ini hanya datang berdua saja dengan Hendra, Vino anak nya di jaga oleh bu mina dan ibu mertua nya. Awal nya melani akan mengajak Vino tetapi bu marni meminta melani untul tidak membawa Vino, kasihan pasti vino nanti akan kelelahan kalau di ajak.


Aina bingung harus menjawab apa, tidak mungkin dia bilang datang dengan fadli. Aina takut jika melani mengira mereka ada hubungan spesial.


" Aina maaf ya lama" Seru fadli yang tiba-tiba datang menghampiri Aina yang sedang berbincang dengan melani.


Melani dan Aina langsung beralih menatap ke arah fadli yang sudah berdiri di samping Aina. Fadli tersenyum ke arah melani dan di balas anggukan oleh melani.

__ADS_1


" Mel, kenalkan ini fadli teman kerja ku di rumah sakit. " Ucap Aina memperkenalkan fadli kepada melani.


" Fadli...,"


" Melani"


Fadli dan melani pun akhirnya berkenalan, tepat saat mereka berkenalan hendra datang menghampiri melani. Saat sudah sampai di dekat sang istri, hendra kaget saat melihat kakak ipar nya ada di acara peresmian apartemen kolega bisnis nya.


" Loh mbak Aina.. Mbak Aina sama siapa?" Tanya hendra yang juga heran melihat Aina ada di pesta.


" Aina sama saya Tuan..." Fadli menjeda ucapan nya.


" Hendra, panggil saja hendra, saya adik ipar nya mbak Aina, tepat nya adik dari mantan suami mbak Aina. " Ucap Hendra sambil mengulurkan tangan nya berkenalan dengan fadli.


" Saya Fadli, senang berkenalan dengan anda" jawab fadli menyambut uluran tangan hendra.


Setelah berkenalan akhirnya melani dan hendra memisahkan diri dari Aina, Melani menemui beberapa kolega busnis nya sedang kan Aina memilih duduk sambil berbincang dengan fadli.


" Itu tadi adik mantan suami kamu? kelihatan nya mereka orang yang baik, pasti mereka seorang pembisnis ya?" Tanya fadli beruntun.


" Hendra itu adik nya mas dimas, dan melani istri nya dimas. Mereka itu pemilih Perusahaan Global Property" Ucap Aina dengan lengkap agar fadli tidak penasaran lagi.


Aina mengerutkan kening nya, dia heran darimana fadli tahu soal keluarga Admaja.


" Kamu kenal Ayah nya melani?" Tanya aina penasaran.


" Kenal secara langsung si tidak, cuma tahu-tahu dari mulut para pembisnis. Oh iya sepertinya acara peresmian nya sudah selesai, ayuk aku kenalkan dengan orang tua ku" Ajak fadli, membuat Aina semakin gugup.


Aina benar-benar gugup saat Fadli membawa nya untuk di kenalkan kepada orang tua nya, aina hanya menurut saja saat fadli menggandeng tangan nya.


" Mama... " Panggil fadli dengan sedikit berteriak.


" Fadli, dasar anak kurangajar kenapa kamu baru datang. Acara sudah mau selesai" Gerutu sang mama.


" Fadli sudah datang dari satu jam yang lalu ma, tapi fadli duduk di sana" Tunjuk fadli ke arah sebuah meja yang kosong.


Pandangan mama fadli beralih kepada Aina, Aina hanya bisa tersenyum sambil menahan rasa gugup yang semakin tidak menentu.


" Siapa wanita cantik ini?" Tanya sang mama yang sudah mendekat ke arah Aina.

__ADS_1


" Dia calon menantu mama, nama nya Aina. Dia satu profesi dengan fadli " Ucap fadli membuat Aina membulatkan mata nya ke arah fadli. Bisa-bisa nya fadli bilang Aina calon menantu.


" Maaf tante fadli memang suka bicara ngawur begitu ya, saya hanya teman nya kok tante. " Ucap Aina meluruskan ucapan fadli.


Tiba-tiba kakak fadli dan istri nya datang menghampiri mereka, di susul hendra dan melani juga menghampiri mereka semua.


" Selamat ya kak atas louncing JS Apartement nya, boleh dong hadiah kan satu unit saja buat adik mu ini" Celoteh fadli yang mendapat jitakan dari sang kakak.


" Sudah menjadi duda tapi masih saja seperti anak kecil. Enak saja minta, beli dong ." Gerutu Jimmy dan di sambut tawa oleh yang lain nya.


" Mbak kamu jangan mau sama anak ini, sudah tua tapi masih saja manja. Malu dong sama umur" Cibir jimmy membuat fadli semakin cemberut.


Fadli ternyata adalah adik kandung dari seorang Jimmy Hilmawan, yang merupakan seorang pembisnis yang handal dan terkenal hingga ke negeri tetangga.


Aina melihat sisi lain dari fadli, selain pria yang baik dan humoris ternyata fadli termasuk anak yang manja saat bersama keluarga nya.


" Jadi fadli ini adik tuan jimmy ?" Tanya melani yang juga penasaran dengan sosok fadli.


" Iya Melani, fadli ini anak ke dua tante. Dia seorang dokter, dia tidak mau membantu mengurus perusahaan bersama kakak nya. Dia lebih memilih mengejar cita-cita nya menjadi seorang dokter spesialis jantung. Alhamdulillah sekarang cita-cita nya sudah tercapai." Ibu andin yang menjawab pertanyaan dari melani.


Melani dan hendra tidak menyangka jika yang sedang dekat dengan kakak ipar nya adalah adik dari Jimmy. Melani dan Hendra akan mendukung siapa pun yang kelak bisa membahagiakan Aina.


" Ah mama bisa saja membanggakan anak ini, jadi makin besar kepala dia. " Cibir Jimmy yang mulai bercanda dengan sang adik.


" Fadli jangan tunggu lama-lama, awas nanti keburu di ambil sama yang lain. Gerak cepat dong, sat set gitu." Seru sina sang kakak ipar yang bar-bar.


" Tenang saja kak, yang penting kakak dukung aku kan. Tidak seperti suami mu itu malah menjatuhkan harga diri adik satu-satu nya" Fadli melirik ke arah jimmy, jimmy siap-siap menjitak sang adik lagi.


Saat melihat keakraban jimmy dan fadli, hendra jadi teringat dengan sang kakak, dimas. Sudah lama sang kakak tidak ada kabar. Terakhir kali ketemu dimas saat dia datang untuk meminjam uang, setelah itu dimas tak terdengar kabar nya.


*Kenapa aku tiba-tiba teringat dengan mas dimas, tinggal dimana dia sekarang? Pasti istri nya juga sudah melahirkan. Semoga kamu baik-baik dan bahagia dengan keluarga mu mas* Gumam hendra dalam hati nya.


******


**SELAMAT MEMBACA KAK, JANGAN LUPA TETAP BERIKAN DUKUNGAN KARYA AUTHOR YA KAK.


TERIMAKASIH.


SELAMAT MEMBACA**.

__ADS_1


__ADS_2