Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Fitnah dimas


__ADS_3

Dimas benar-benar tidak menyadari kesalahan nya, sampai surat dari pengadilan di alamatkan di rumah sewa nya yang baru pun dia tidak menyadari nya. Dia terlalu fokus dengan surat yang dia terima jadi permasalahan yang memang sudah ada di depan mata sama sekali tak ia sadari.


" Ka.. kamu.... ?" Dimas menghentikan kata-kata nya , lutut nya seakan tidak kuat lagi untuk menopang badan nya.


Aina tersenyum sinis ke arah dimas, ternyata benar dugaan Aina jika suami nya ini memang lah pria yang bodoh , pria yang sudah di butakan akan keserakahan dan kesenangan belaka.


" Iya aku sudah tahu semua nya, aku sudah tahu siapa wanita simpanan mu itu dan aku sudah tahu jika wanita itu saat ini sedang hamil" Jawab Aina lantang.


Dimas tercekat dengan penuturan Aina, seakan jantung nya berhenti berdetak. Ternyata apa yang dia takutkan hari ini terjadi juga.


" Mas bisa jelaskan ini semua sayang" Dimas mencoba bicara dengan baik-baik.


" Tidak ada yang perlu di jelaskan lagi mas. Kalau anak lah yang kamu jadi kan alasan kamu menikah lagi kamu salah besar mas, kamu sendiri lah yang selama ini memintaku untuk memakai alat kontrasepsi agar aku tidak hamil. Dengan alasan kamu belum siap punya anak. Tapi sekarang kamu baru menikahi wanita itu tiga bulan tapi wanita itu sudah hamil empat bulan" Bentak aina dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Ibu marni kaget mendengar pernyataan yang di ucapkan Aina, dia tidak menyangka ternyata anak nya lah yang tidak mau mempunyai anak dari Aina. Dia selama ini mengira Aina lah yang bermasalah. Ternyata semua itu adalah ulah dari anak nya sendiri. Air mata ibu marni semakin tak tertahan kan lagi, dia menangis dengan terisak.


" Maaf kan mas dek, mas khilaf. Kita bisa perbaiki semua nya dari awal lagi, mas tetap menjadikan kamu yang nomor satu dan mas akan berlaku adil dek." Ucap dimas membela diri dan tetap meminta aina untuk bersama nya.


" Apa khilaf kamu bilang? Aku tidak butuh lelaki penghianat seperti mu mas. Keputusan ku sudah mutlak kita akan bercerai dan kamu bisa hidup dengan wanita mu itu, yang nama nya lelaki sampah itu memang cocok dengan wanita sampah" Seru Aina semakin berani.


Ppllaakk


Dimas menampar pipi Aina dengan keras, sehingga sudut bibir Aina mengeluarkan darah. Aina memegangi pipi nya yang terasa sangat sakit dan panas.


" Dimas.....!!" Teriak ibu marni dengan lantang.


" Apa yang kamu lakukan, ibu tidak pernah mengajarkan mu untuk berbuat kasar dengan wanita, apalagi Aina ini masih istri kamu" Seru ibu marni sambil memeluk Aina yang terisak.


" Ibu jangan ikut campur, ini urusan dimas dengan Aina. Biar dimas beri pelajaran wanita tak tahu diri ini. Seenak nya saja dia menyebut ku dan istri ke dua ku sampah. " Ucap dimas tidak suka dengan ibu nya yang ikut campur dengan permasalahan nya.


" Kalau bukan sampah apa? Pelakor, ja la ng.... iya sebutan itu yang lebih pantas untuk nya. Wanita yang menggoda suami orang, bahkan sampai pernah masuk rumah sakit jiwa karena merebut suami orang." Seru Aina semakin berani.


" Diam !! Kamu tidak tahu apa-apa tentang Vera jadi lebih baik kamu diam. Vera itu wanita sempurna, dia cantik menarik bahkan dia pandai memuaskan ku di atas ranjang" Ucap Dimas lantang.


Aina semakin sakit melihat suami nya sendiri membanding-bandingkan diri nya dengan wanita lain. Sampai urusan ranjang pun dia bandingkan.

__ADS_1


" Oh jadi kamu belum tahu jika istri tersayang mu itu pernah menjadi pasien rumah sakit jiwa? " Seru Aina tersenyum ke arah dimas.


" Apa maksud mu? Vera tidak gila dia wanita normal. " Jawab dimas.


" Kamu belum mengenal Vera lebih dalam mas, jadi kamu sama saja lelaki bodoh yang hanya di butakan oleh nafsu. Aku tahu siapa Vera. Vera pernah menjadi pasien rumah sakit jiwa itu karena laki-laki yang dia rebut dari wanita lain jatuh miskin. Vera tidak terima semua aset nya disita dan dia pun main gila dengan om - om untuk memenuhi gaya hidup nya, sampai pada akhirnya dia depressi dan masuk rumah sakit jiwa" Tutur Aina dengan serius.


Dimas kaget dengan apa yang di sampaikan Aina, tapi sepertinya dimas tidak percaya. Dia tetap menganggap aina omong kosong dan mencoba menjatuhkan Vera.


" Omong kosong" Ucap dimas singkat.


" Oh iya satu lagi, kamu pasti tidak menyangka kan jika wanita mu itu sampai detik ini masih istri sah suami pertama nya" Ucap Aina lagi dan bisa membuat dimas kaget.


" Jaga bicara mu Aina, aku dari tadi sudah sabar menghadapi mu. Tapi mulut mu selalu menjelek-jelekkan Vera. Apa salah Vera kepada mu sehingga kamu sebenci itu dengan Vera" Seru dimas sambil menarik rambut Aina sampai kepala aina mendongak ke atas.


Aina meringis kesakitan dan dia berusaha melepaskan rambut nya dari tangan dimas. Tapi semakin dia berusaha semakin kuat dimas menarik rambut nya.


" Lepaskan mas.. sakit. Lepas kan" Rengek Aina yang kesakitan.


" Dimas lepaskan Aina, kasihan Aina kesakitan" Ibu marni mencoba menolong Aina.


Dimas tersenyum licik, sepertinya dia merencanakan sesuatu untuk mengambil keuntungan dari kejadian ini.


Ibu lasmini menggelengkan kepala nya dia tidak menyangka jika anak nya bisa berbuat sekasar dan senekat itu. Aina pun tidak akan memberikan sertifikat cafe itu, dia lebih memilih kesakitan daripada memberikan apa yang seharus nya dia miliki. Karena sertifikat cafe itu masih hak orang tua Aina.


" Tidak, sampai kapan pun aku tidak akan memberikan sertifikat itu dan akan tetap menceraikan mu" Seru Aina dengan suara tertahan karena dimas semakin mengencangkan tarikan rambut Aina.


Melihat keadaan Aina yang kesakitan Hasni yang mengintip dari kamar mencoba mencari pertolongan dengan menghubungi hendra. Karena untuk keluar kamar saat ini hasni tidak berani tidak ada pilihan lain selain menghubungi hendra.


[ Hallo mas hendra, mas cepat datang ke rumah sekarang. Tolong mbak Aina mas..Mas dimas mengamuk dan menyiksa mbak Aina]


[ Apa? Baiklah mas segera kesana sekarang]


Hendra langsung mematikan sambungan telepon nya dan langsung bergegas menyambar kunci mobil nya. Melani yang melihat kepanikan sang suami pun mrncoba menanyakan nya kepada sang suami.


" Ada apa mas?" Tanya melani.

__ADS_1


" Mas harus ke rumah ibu, mas dimas marah dan menyakiti mbak Aina. Kamu di rumah saja ya sayang, mas tidak mau kenapa-kenapa." Ucap hendra dengan cemas.


" Iya mas, cepat tolong mbak Aina kasihan dia" Ucap melani yang ikut panik.


Hendra langsung mengendarai mobil nya dengan kecepatan penuh beruntung hari ini dia memang tidak berangkat ke kantor jadi bisa cepat sampai di rumah ibu nya. Kalau dia sudah di kantor perjalanan bisa dua kali lipat. Tidak butuh waktu lama hendra sudah sampai di rumah ibu nya dan langsung masuk ke dalam rumah.


" Lepasin mbak Aina mas? Kamu itu laki-laki jangan berani nya sama perempuan" Ucap hendra saat sudah ada di dalam rumah.


" Hendra...!! Oh ada pahlawan kesiangan rupanya. Hahaha.. Kamu jangan ikut campur dengan urusan ku Ndra. Pergi kamu dari sini" Sentak dimas dengan lantang.


" Aku tidak akan pergi sebelum mas melepaskan mbak Aina. Kasihan mbak Aina mas, dia kesakitan." Seru hendra tidak gentar dengan bentakan dimas.


Haha ha ha ha


Dimas tertawa mendengar ucapan hendra, dimas sudah seperti orang yang kerasukan setan.


" Aku tahu pasti kalian ada main di belakang ku. Sampai kamu datang kesini untuk menolong nya !! " Ucap dimas memfitnah hendra dan Aina.


Hendra terbakar amarah mendengar ucapan sang kakak, dia semakin berani untuk melawan dimas.


Bugh.. bugh..


Hendra memukul dimas tepat di wajah nya sehingga dimas melepaskan cengkraman tangan nya dari rambut Aina.


" Jaga bicara mu mas. Jangan fitnah !!! Mbak aina itu istri mu dan aku adik mu, ucapan mu itu bisa menimbulkan fitnah" Seru hendra marah.


" Cihh... mana ada maling yang mengakui kesalahan nya. Akui saja jika memang kalian ada main di belakang ku, tidak usah pura-pura lagi. " Dimas masih terus berucap jika aina dan hendra selingkuh di belakang nya.


Hendra semakin emosi mendengar ucapan sang kakak, hendra maju ingin memukul dimas kembali. Tapi tiba-tiba ibu marni menghentikan nya.


" Berhenti....!!! Hendra biarkan ibu yang memberi pelajaran anak tidak tahu diri ini. Jangan kotori tangan mu !! Ibu tidak mau terjadi sesuatu dengan mu, kasihan melani. " Seru ibu marni dengan lantang.


Dimas tidak percaya jika sang ibu bisa semarah ini dengam dirinya. Biasa nya jika dimas dan hendra berselisih paham ibu marni selalu membela nya. Tapi sekarang ibu nya sama sekali tidak berpihak kepada nya.


******

__ADS_1


Nahhh bab ini Dimas bikin emosi kan? Tetap saja tidak sadar diri. Jangan lupa tetap dukung karya Author ya kak.


Selamat membaca.


__ADS_2