
Satu bulan kemudian.
Perusahaan Global property saat ini semakin maju dan semakin berkembang. Pendapatan tiap bulan nya selalu meningkat. Kerja sama dengan perusahaan Nusantara Group juga berjalan lancar, kerja sama pembangunan apartemen mewah yang di tangani perusahaan melani pun sebentar lagi selesai. Begitupun dengan butik Melani, walaupun sudah jarang ke butik semua laporan butik putri kirim kan lewat email.
Siang ini setelah makan siang melani menyempatkan dirinya untuk datang ke butik dengan di antar hendra. Hendra baru tahu jika melani pemilik MYA Butik, butik yang di gandrungi para wanita masa kini.
" Jadi kamu itu pemilik butik yang terkenal itu?" Tanya heran saat di perjalanan mengantar melani ke butik .
" Iya mas, itu usaha yang aku rintis dari nol hingga saat ini. Sekarang sudah aku percayakan sama orang kepercayaan ku, aku hanya datang sesekali." Jawab melani dengan jelas.
" Istri ku memang luar biasa" Seru hendra tersenyum kearah melani.
" Mas nanti langsung ke kantor saja ya, aku tidak balik ke kantor. Nanti aku pulang bisa naik taksi online" Kata melani tidak mau merepotkan hendra harus bolak-balik menjemput melani.
" Nanti mas jemput sayang, jangan naik taksi" Hendra menolak keinginam melani naik taksi.
" Baiklah" Akhirnya melani mengalah, berdebat pun pasti tetap hendra akan menjemput nya. Suami bucin nya itu memang selalu memanjakan melani.
Setelah sampai di halaman butik, setelah berpamitan dengan hendra melani langsung turun dari mobil. Dan hendra melajukan mobil nya ke perusahaan kembali.
Saat melani datang butik tampak masih ramai, ada beberapa pengunjung yang sedang memilih pakaian dan ada juga yang sedang mengantri di kasir untuk melakukan pembayaran.
" Selamat sian Nona Melani" Sapa satpam yang bertugas menjaga keaamanan butik.
" Siang juga pak satpam, bapak sudah makan siang?" tanya melani dengan menghentikan langkah kaki nya.
" Sudah Non, tadi sudah makan nasi kotak jatah makan siang dari butik" Jawab pak satpam dengan sopan.
Karyawan butik memang mendapatkan jatah makan siang dari butik. Dengan begitu karyawan nya akan makan tepat waktu.
" Kalau begitu saya masuk dulu ya pak" Ucap melani dengan senyum ramah nya.
" Silahkan Non"
Butik melani saat ini juga sudah menjual barang-barang branded ternama. Melani sudah menjalin kerja sama dengan beberapa brand ternama tanah air dan luar negeri. Melani pun tetap mengutamakan kualitas barang-barang yang di jual.
__ADS_1
Untuk produck rancangan hasil karya butik nya sendiri pun tidak kalah bagus, bahkan belum lama ini butik nya menerima pesanan baju dari konsumen luar kota. Hasil rancangan butik melani sudah terkenal ke seluruh Indonesia.
" Sibuk put?" Tanya melani saat putri sudah selesai melayani pelanggan di kasir.
" Mbak melani, kok datang gak kasih kabar. Anak-anak butik sudah kangen loh sama mbak" Seru putri sambil membereskan meja kasir nya.
" Sama mbak juga kangen sama kalian apalagi sama butik ini hampir dua bulan mbak tidak kesini" Jawab melani sambil melihat ke arah para pelanggan yang sedang memilih baju.
Tiba-tiba mata melani tertuju kepada kumpulan ibu-ibu yang melani tahu itu pasti perkumpulan ibu-ibu sosialita. Dan di antara mereka ada sosok permpuan paruh baya yang melani kenali, Ibu Marni. Ya wanita paruh baya itu adalah ibu marni ibu mertua melani.
" Kenapa harus ketemu ibu disini si, pasti nanti ibu bakalan bikin rusuh." Gumam melani dalam hati.
Benar saja ibu marni tanpa sengaja juga melihat melani yang sedang berdiri di dekat meja kasir. Ibu marni langsung berjalan menghampiri melani. Dan menarik tangan melani ketempat yang tak terlihat oleh teman-teman nya.
" Mau ngapain kamu disini? Bukan nya ini masih jam kerja?" Tanya ibu marni dengan suara pelan tapi masih bisa di dengar oleh melani.
" Ibu sudah tahu ini butik kan, tanpa aku jawab ibu juga sudah pasti tahu" Melani bukan nya menjawab malah memberikan peryataan.
" Awas kamu ya kalau menghambur-hamburkan uang anak ku. Disini itu baju nya semua barang bagus dan branded tidak cocok untuk kamu yang kampungan, cantik si cantik tapi tetap saja kamu itu kampungan dan tidak selevel dengan keluarga ku" Cibir ibu marni sambil menunjuk ke arah melani.
" Dasar menantu kurangajar, awas kamu ya akan aku adukan sama hendra karena sudah menghambur-hamburkan uang nya. " Seru ibu marni lalu pergi dan bergabung dengan teman-teman nya lagi.
Melani hanya menggelengkan kepala dan mendengus kesal dengan kelakuan sang ibu mertua.Selalu dan selalu mencari masalah dengan Melani. Melani tersenyum lebar, dia punya ide untuk membuat sang ibu mertua murka.
Melani berjalan ke arah pakaian-pakain dengan brand ternama. Lalu melani mengambil beberapa dress untuk di bawanya ke meja kasir. Ibu marni yang melihat melani mengambil beberapa pakain branded terlihat sangat geram. Bisa-bisa nya melani belanja barang branded segitu banyak.
" Put, tolong total semua nya ya. " Seru melani sedikit mengeraskan suara nya biar terdengar oleh ibu marni yang berdiri tidak jauh dari meja kasir.
" Tumben mbak, biasa nya cuma satu baju saja ngambil nya,ya walaupun tetap bayar. Heran deh sama mbak ini padahal butik milik mbak, ngambil baju kok tetap bayar" Celetuk putri sambil menyeken ke komputer barang yang di ambil melani.
" Sssttt ... Jangan keras-keras ada ibu mertua ku lagi nguping" Ucap melani pelan.
"Hahh.. ibu mertua mu mbak? yang mana?" tanya Putri ingin tahu.
Melani melirik ke arah kanan meja kasir , putri mengikuti arah lirikan melani. Setelah tahu yang mana ibu mertua melani, putri pun hanya diam tidak mau bertanya lagi.
__ADS_1
Teman-teman ibu marni pun sudah selesai memilih baju yang ingin di beli nya. Begitupun dengan ibu marni, kini mereka sudah berada di meja kasir untuk membayar.
" Total nya semua 13 juta ya mbak, mau pakai kas atau debit mbak ?" Tanya putri dengan sopan kepada melani.
" Pakai debit saja mbak" Jawab melani tersenyum sambil melirik ibu marni yang ikut antri di kasir samping.
Melani mengeluarkan kartu nya dan memberikan ke pada putri untuk melakukan transaksi pembayaran.
Ibu marni kaget dengan total belanjaan melani, tiga baju dengan harga 13 juta. Ibu marni mengira jika melani belanja dengan menghabiskan uang gaji hendra bulan ini.
"Kurangajar, bergaya sekali dia beli 3 dress seharga 13 juta. Kenapa tidak mengambil baju yang harga 300 ribuan, padahal di butik ini pun ada yang harga dibawah standar. Tidak bisa di biarkan kalau begini, aku juga harus meminta jatah bulanan lebih kepada hendra" Gumam ibu marni memandang sinis ke arah melani.
Melani yang di pandang terlihat sangat santai dan tidak perduli dengan pandangan sinis sang mertua.
" Wahh mbak ini belanja sampai 13 juta pasti mbak ini orang kaya?" Ucap salah satu teman ibu marni.
" Iya nih, sudah cantik badan nya bagus kaya lagi" Celetuk teman ibu marni.
" Terimakasih ibu-ibu cantik, permisi saya duluan ya. Oh iya ibu-ibu semoga kalian senang berbelanja di butik ini. Butik ini bagus, ada barang dengan harga di bawah standar dan ada barang branded terkenal. Ibu-ibu tinggal pilih saja sesuai kemampuan ibu. Saya sudah lama berlangganan di butik ini, jadi kalian tidak akan menyesal belanja di butik ini" Melani berucap dengan serius, sekali dayung promosi sekalian pun jadi pikir melani.
" Iya mbak barang-barang disini memang bagus semua. Hasil rancangan butik ini pun tidak kalah bagus, iya kan jeng marni"
" Iy...Iya iya bener" Jawab bu marni terbata-bata sambil melirik ke arah melani yang sedang tersenyum ke arah nya.
Melani tersenyum senang melihat ekpressi muka ibu marni yang sudah memerah seperti kepiting rebus. Ibu marni menahan amarah nya. Dia tidak mau teman-teman nya mengetahui jika saat ini dia sedang menahan amarah.
*****
Melani benar-benar ya, malah bikin ibu mertua nya marah.
Hayo tetap berikan Like , komen, vote dan hadiah nya ya kak. Jangan lupa klik favorite nya.
Tetap dukung karya Author ya kak.
Selamat membaca dan terimakasih🙏🙏
__ADS_1