
Seperti yang sudah di janjikan Fadli kepada Aina, jika malam ini Fadli akan menjemput Aina untuk keluar makan malam.
Aina sudah siap, setengah jam kemudian fadli datang dan aina pun langsung masuk kedalam mobil fadli. Aina melihat malam ini fadli terlihat sangat berbeda, dari tadi fadli terus mengukir senyum di bibir nya.
" Kamu sepertinya sedang bahagia Fa? " Tanya Aina yang penasaran dengan fadli.
" Kamu benar.. malam ini aku memang sedang bahagia bahkan sangat bahagia. Malam ini aku akan mengutarakan isi hati ku kepada wanita yang sudah membuat ku jatuh cinta" Seru fadli dengan senyum yang bahagia.
Deg...
Jantung Aina seakan berhenti berdetak saat fadli bilang jika malam ini dia akan menembak wanita yang dia cintai. Aina semakin galau, perempuan mana yang ingin fadli tembak.
* Apa dia mengajak ku makan malam untuk menjadi saksi di acara nya menembak wanita idaman nya. Tapi kenapa hati ku sakit begini, ada apa dengan diriku. Sadar aina, sadar fadli itu hanya teman bukan pacar mu* Aina bicara dalam hati nya sendiri.
Aina memilih untuk diam, dia tidak mau berbicara lagi karena tiba-tiba mood nya hilang. Fadli pun memperhatikan perubahan diri Aina, fadli tetap melajukan mobil nya ketempat yang sudah dia pesan.
Mobil pun berhenti di sebuah restoran pinggir pantai, suasana sangat nyaman dan tenang. Deburan ombak pantai pun bisa terdengar oleh telinga Aina.
" Wahh tempat ini sangat indah banget Fa, kenapa aku baru tahu ada restoran seindah ini" Seru Aina saat berjalan masuk ke dalam restoran.
" Bagaimana kamu bisa tahu, kamu setiap hari hanya sibuk di rumah sakit dan para pasien mu saja. Sesekali kalau hari libur tuch liburan biar tidak stres" Seru fadli dengan tawa khas nya.
Fadli dan Aina terus masuk ke dalam restoran, akhirnya mereka sampai juga di tempat yang sudah fadli pesan. Di lantai dua fadli sudah memesan tempat yang sangat indah. Di lantai dua ini hanya ada fadli dan Aina, dengan kursi berada di balkon menghadap ke arah laut yang indah.
" Dari atas sini jauh lebih indah ya Fa?" Tanya Aina yang semakin kagum dengan keindahan alam yang dia lihat. Sehingga dia lupa tujuan utama fadli datang ke restoran ini.
" Aina duduk sini" Seru fadli lalu menarik kursi untuk Aina duduki. Di atas meja sudah tethidang beberapa menu makanan dan minuman yang sudah di siapkan oleh para pelayan srbelum fadli dan Aina datang.
Dengan wajah bingung nya Aina pun mengikuti perintah fadli dengan duduk di kursi yang sudah fadli siapkan. Aina masih terdiam, dia tidak tahu harus berbicara apa karena fadli pun hanya diam. Sebenarnya Aina ingin menanyakan mana wanita yang akan fadli temui.
__ADS_1
" Aina... " Panggil fadli membuyarkan lamunan Aina. Dan seketika Aina menatap fadli dengan teduh.
Fadli mengambil tangan aina lalu menggenggam tangan aina dengan lembut. Aina masih bingung dan tidak mengerti dengan apa yang fadli lakukan, Aina seakan terhipnotis hingga dia tidak bisa berucap apa-apa.
" Aina.. malam ini aku ingin mengungkapkan isi hati ku kepada mu. Aina, mungkin aku bukan pria yang romantis hanya makan malam seperti ini yang bisa aku persiapkan, Aina sudah lama aku memendam perasaan ini, malam ini aku akan mengungkapkan perasaan ku pada mu. Aina aku MENCINTAI MU , WILL YOU MARRY ME. " Ucap Fadli dengan serius membuat jantung Aina semakin tidak karuan.
Aina tidak menyangka jika wanita yang fadli maksud adalah diri nya sendiri. Aina sempat berprasangka buruk terlebih dahulu. Aina masih terdiam, dia belum menjawab pertanyaan dari fadli, fadli masih setia menunggu jawaban Aina sambil memegang dua tangan Aina.
" WILL YOU MARRY ME , Aina?" Ucap Fadli lagi mengulangi pertanyaan nya.
Dengan penuh keyakinan Aina pun menjawab pertanyaan dari Fadli.
" YES I WILL" Jawab Aina dengan serius.
" Yesss .... akhirnya aku akan menikah, terimakasih Aina terimakasih sudah bersedia menerima ku." Seru Fadli dengan penuh bahagia akhirnya Aina memberikan jawaban yang membuat fadli bahagia.
*Semoga keputusan yang aku ambil ini keputusan yang benar, semoga fadli bisa menjadi imam yang baik untu ku dan untuk calon anak-anak ku nanti* Gumam Aina dalam hati nya.
********
Sudah 18 bulan Raka menjalani kehidupan nya di dalam sel tahanan bersama para nara pidana yang lain. Banyak hal yang membuat Raka untuk berubah menjadi lebih baik. Selama di dalam sel tahanan Raka sama sekali tidak melakukan keributan ataupun permasalahan.
Hari ini pengacara dari Tuan Jimmy datang menemui Raka di kantor polisi. Ada suatu hal yang akan pengacara Jimmy kabar kan kepada Raka. Tepat jam 10 pagi pengacara Jimmy menemui Raka.
" Selamat pagi pak Raka" Seru pengacara jimmy sambil menjabat tangan Raka.
Raka menyambut uluran tangan dari pak Ibrahim pengacara dari mantan boss nya Jimmy.
" Selamat pagi juga pak, ada hal apa yang membuat bapak datang menemui saya disini?. " Tanya raka yang heran dengan kedatangan dari pengacara sang mantan Boss nya.
__ADS_1
Pak Ibrahim tersenyum ke arah Raka, lalu pak ibrahim mengambil berkas dalam tas nya. Pak ibrahim menyerahkan berkas itu kepada Raka, dengan wajah kebingungan Raka pun menerima berkas yang di berikan pak ibrahim.
" Berkas apa ini pak?" Tanya Raka yang baru saja menerima berkas di tangan nya dan belum dia buka sama sekali.
" Silahkan anda buka dan anda baca sendiri" Seru pak ibrahim dengan menyuruh raka untuk membaca isi berkas yang ia berikan agar Raka tahu apa isi dalam Map itu.
Dengan perlahan raka membuka map berwarna merah itu dengan penuh hati-hati Raka mulai membaca nya. Kalimat demi kalimat sangat Raka perhatikan dengan seksama. Tiba-tiba tangan Raka bergetar saat membaca kalimat demi kalimat isi tulisan dalam map merah itu. Raka seakan tidak percaya dengan apa yang sedang dia baca.
" Ini... Ini.. ini serius pak Ibrahim?" Tanya Raka dengan terbata-bata dan mata yang mulai berkaca-kaca raut bahagia tidak bisa raka sembunyikan.
" Benar pak Raka, ini serius . Tuan Jimmy sudah mencabut tuntutan nya dan membebaskan anda dari tuntutan 3 tahun penjara menjadi 18 bulan penjara, hari ini anda sudah bisa bebas " Seru pak ibrahim dengan serius menyakinkan Raka.
" Ini beneran serius saya bebas" Seru Raka memastikan ucapan pak Ibrahim. Dan pak ibrahim hanya menganggukkan kepala nya dan tersenyum kepada Raka.
Raka langsung bersujud di atas lantai, dengan penuh haru Raka terus mengucapkan rasa syukur dan terimakasih nya, Raka tidak menyangka Tuan Jimmy akan berbaik hati dengan memberikan dia kebebasan yang cepat. Padahal perusahaan Tuan Jimmy sudah di rugikan oleh Raka, tapi tuan jimmy masih baik dengan membebaskan nya lebih cepat dari tuntutan pengadilan.
" Terimakasih pak ibrahim, terimakasih" Seru Raka sambil menjabat tangan pak ibrahim.
" Sama-sama pak Raka, Berterimakasihclah kepada Tuan Jimmy karena beliaulah yang menjamin kebebasan anda. Beliau yang menjebloskan anda ke penjara beliau juga yang menjamin kebebasan anda, terlihat aneh kan? Hanya tuan jimmy yang tahu alasan nya, setelah ini anda temui tuan jimmy. " Ucap pak ibrahim yang nampak bingung juga atas permintaan sang Tuan jimmy.
Raka pun bergegas kembali ke dalam sel untuk berpamitan kepada teman satu sel nya. Setelah semua nya beres , Raka pergi dari kantor polisi bersama dengan pak ibrahim untuk menuju tempat dimana Jimmy sudah menunggu Raka. Di dalam mobil Raka tidak berhenti mengucapkan rasa syukur dan terimakasih nya.
******
Hari ini aku sudah up tiga Bab ya kak, untuk nanti malam aku tidak up lagi ya kak.
Jangan lupa tetap berikan dukungan untuk karya Author, LIKE, KOMEN, VOTE, klik FAVORITE dan berikan Hadiah nya.
TERIMAKASIH, SELAMAT MEMBACA 🙏❤
__ADS_1