
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Mira tetap duduk di tempat nya walaupun suster sudah memegang tangan dan menarik nya, dia tetap tidak mau pergi sampai pembicaraan nya selesai.
Aina di buat geram oleh tingkah gila mira, dia mencoba menghubungi fadli untuk datang ke ruangan nya namun sial nya fadli tidak menganggkat panggilan telepon dari Aina.
" Aku tidak akan pergi sebelum aku selesai bicara" Seru mira lantang dengan senyum yang sangat menyebalkan.
Aina pun akhirnya mengalah, dia meminta suster untuk ke luar lagi. Setelah suster keluar Aina mempersilahkan Mira untuk melanjutkan pembicaraan.
" Apa lagi yang ingin kau katakan?" Tatapan aina tajam ke arah mira.
" Dengarkan dulu jangan kau potong pembicaan ku sebelum aku selesai bicara. Setelah anak ini lahir aku akan meminta cerai dari bimo, sebelum nya aku akan mengambil harta kekayaan bimo atau aku akan menuntut harta gono gini 50 % dari harta yang di miliki bimo. Setelah aku bercerai aku bisa rujuk kembali dengan mas fadli sebagai adik madu mu, dengan uang yang ku miliki kita ber tiga bisa hidup bahagia tanpa susah-susah kerja. Apa kamu mau hidup serba pas-pasan terus?" Perkataan mira membuat Aina semakin muak dan hilang kesabaran.
" Jangan mimpi untuk bisa rujuk dengan mas fadli, seujung kuku pun tak kan ku biarkan kau masuk dalam rumah tangga ku. Kau wanita gila mira, Keluar dari ruangan ku sekarang sebelum aku memanggil security untuk menyeret mu!!" Sentak aina sudah di liputi amarah.
Melihat mira yang tidak beranjak dari tempat duduknya, aina pun mengambil ponsel nya lalu menghubungi securtity untuk datang ke ruangan nya.
" Ternyata kamu wanita yang berani juga ,Aina. Aku kira kamu hanyalah wanita lemah yang bisa aku taklukkan, ternyata di balik wajah polos dan kelembutan mu tersimpan singa betina juga" Ledek mira sambil terkekeh.
Aina tidak menghiraukan perkataan mira, pandangan nya terfokus di pintu menunggu ke datangan security yang dia panggil.
Tak butuh waktu lama dua security pun datang dan masuk ke ruagan aina.
" Pak tolong usir wanita ini, tapi jangan bersikap kasar karena wanita ini sedang hamil" Ucap aina kepada ke dua security .
Bagaimana pun aina masih berbaik hati untuk tidak menyakiti mira karena bayi dalam kandungan nya, sebagai seorang dokter jiwa sosial aina tidak perlu di ragukan lagi.
" Aku bisa pergi sendiri, kalian jangan menyentuh ku. Fikirkan lagi penawaran ku tadi, aku tunggu jawaban mu" Seru mira lalu pergi dan di ikuti ke dua security rumah sakit dari belakang.
Setelah mira pergi dari ruangan nya aina terduduk di kursi kerja nya sambil mencoba mengendalikan amarah nya.
" Dasar wanita gila, bisa-bisa nya dia punya ide sekonyol itu" Seru aina sendiri.
__ADS_1
********
Sementara itu Nabila saat ini sedang mengantarkan makan siang untuk dimas di kios nya, sepulang dari rumah sakit tadi dimas langsung menuju kios kue nya.
" Assalamualaikum" Sapa nabila saat sudah sampai di kios dimas.
" Waalaikumsalam, nabila" Jawab dimas sedikit terkejut dengan kedatangan nabila.
Nabila tersenyum manis ke arah dimas, dimas di buat terhanyut dengan senyuman manis sang calon istri.
" Kamu kok kesini? Apa mau belanja ke pasar?" Tanya dimas yang sudah berdiri di dekat nabila.
" Tidak mas, saya datang kesini sengaja membawa kan makan siang untuk mas dimas dan teman mas dimas. " Ucap nabila sambil meletakkan rantang makanan di atas etalase kue.
" Kenapa repot-repot begini Bil, mas tidak mau kamu capek karena harus repot-repot memasak dan mengantarkan makanan kesini." Ucap dimas tidak enak.
" Nabila tidak merasa di repotkan kok mas, ya sudah mas dimas sama dadang makan siang dulu biar Nabila yang jaga di sini" Ucap nabila dengan sopan dan ramah.
Dimas dan dadang pun kini makan siang di bagian belakang kios yang di jadikan tempat istirahat untuk dimas.
Saat dimas dan dadang sedang makan siang, nabila yang menggantikan melayani pembeli, nabila melayani pembeli dengan sangat ramah dan sopan.
" Loh mas sudah selesai makan siang nya?" Tanya nabila yang melihat dimas sudah ada di dekat nya lagi.
" Sudah, masakan kamu enak banget itu dadang sampai nambah tiga kali" Ucap dimas sambil menunjuk dadang yang sedang membereskan rantang makanan.
" Alhamdulillah kalau kalian suka dengan masakan nabila" Seru nabila.
" Sering-sering saja bawa makan siang kesini mbak" Seru dadang sambil nyengir kuda.
Dimas menggelengkan kepala nya mendengar ucapan dadang yang sangat berterus terang.
" Dadang ini memang kalau bicara suka aneh, jangan di hiraukan ucapan nya " Seru dimas tidak enak hati kepada nabila.
__ADS_1
" Iya mas tidak apa-apa" Jawab nabila tetap tersenyum dengan sopan nya.
Nabila tidak berlama-lama di kios dimas, setelah selesai nabila segera pulang ke panti karena masih ada pekerjaan yang harus dia selesaikan. Lagi pula nabila tidak enak jika berlama-lama di kios dimas, takut menjadi bahan gunjingan orang apalagi pelanggan dimas banyak ibu-ibu.
********
Aina kini sudah berada di cafe nya, dia beristirahat di ruangan pribadi nya. Niat nya ke cafe tadi nya untuk mengecek keuangan cafe tapi dia pergunakan untuk istirahat dan menenangkan diri.
Kejadian di rumah sakit tadi sangat mengganggu fikiran nya, dia belum menceritakan kejadian itu kepada fadli. Karena ponsel fadli sedari tadi susah di hubungi, karena fadli masih ada pertemuan dengan para dokter spesialis.
" Mbak aina lagi ada masalah?" Tanya ida yang masuk ke dalam ruangan aina sambil membawakan jus mangga pesanan aina.
" Tidak Da, aku cuma sangat lelah mungkin karena efek sedang hamil muda" Ucap aina sambil mengusap perut nya yang masih rata.
" Wah mbak aina hamil? Alhamdulillah akhir nya aku akan dapat keponakan juga, selamat ya mbak." Ucap ida tersenyum bahagia sambil melompat - lompat seperti anak kecil.
Aina sedikit terhibur dengan tingkah Ida yang menurut nya sedikit berlebihan mengrpresikan kebahagiaan nya.
" Jangan lompat-lompat seperti itu Da, nanti jatuh baru tahu rasa. Oh iya da, mbak pengen makan salad buah tolong bilangin sama orang dapur suruh buatin salad tapi buah nya mangga sama apel saja" Ucap aina yang menginginkan salad buah padahal jus mangga pesanan nya belum juga di minum.
" Iya mbak, jangan lupa minum dulu jus mangga nya. Mbak aina sendiri sudah makan siang apa belum?" Tanya ida.
Aina baru ingat jika dia belum makan siang, akibat ulah mira tadi membuat fikiran nya tidak menentu hingga melupakan makan siang.
" Oh iya aku belum makan siang" Seru Aina.
" Hah... sudah hampir jam dua siang mbak aina belum makan siang? Aduch, ibu hamil ini bisa-bisa nya lupa dengan makan siang nya. Sudah mbak aina tunggu saja disini saya ambilkan salad dan makan siang dulu" Gerutu ida sambil berlalu keluar ruangan aina.
******
🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹
JANGAN LUPA TETAP BERIKAN DUKUNGAN NYA UNTUK KARYA AUTHOR YA KAK ❤
__ADS_1
JANGAN LUPA RATE BINTANG 5 NYA KAK ❤❤
TERIMAKASIH 🙏🙏