
Di sebuah mall yang terletak di pusat kota Dimas dan Vera sedang berbelanja barang-barang yang di incar oleh Vera. Vera membeli barang semau dia dan dimas pun tidak mempermasalahkan nya karena uang dalam ATM nya masih banyak. Uang dari penghasilan cafe yang selama ini dia tabung untuk membeli mobil baru dia pergunakan untuk memanjakan Vera.
" Mas terimakasih sudah nemenin aku shopping dan membayarkan semua belanjaan ku" Seru Vera sambil menggandeng tangan Dimas.
" Sama-sama sayang yang penting kamu bahagia aku pun ikut bahagia. Apa si yang tidak untuk wanita secantik kamu" Seru dimas sambil mencolek pipi mulus Vera.
" Mas ini baju sudah, tas sudah, sepatu sudah apalagi ya yang belum mas?" Tanya Vera pura-pura lupa padahal banyak barang yang masih ingin dia beli, mumpung Dimas yang bayarin.
" Kamu tidak mau beli alat kosmetik , mas mau kamu pakai lipstik yang merah merona biar mas makin cinta. Ayuk kita ke toko kosmetik" Ajak Dimas sambil tangan nya menenteng barang-barang belanjaan Vera.
Vera tersenyum bangga, ternyata dimas peka juga dengan apa yang di inginkan Vera. Siapa sih yang menolak jika di ajak shopping apalagi beli kosmetik. Vera dan Dimas berjalan menuju toko kosmetik.
Saat sudah sampai di toko kosmetik mata Vera terlihat sangat berbinar. Vera mulai memilih-milih kosmetik yang ingin dia beli. Dan dimas menunggu nya di sofa tunggu yang sudah di siapkan oleh pihak toko.
" Mbak Vera?" Tegur seorang perempuan.
Vera pun menoleh ke arah sumber suara dan tersenyum getir saat mendapati seseorang yang memanggil nya.
"Mbak Vera sudah keluar dari rumah sakit?" Tanya wanita itu lagi.
" Menurut kamu?" Tanya Vera dengan ketus.
" Alhamdulillah mbak sudah sembuh, pasti mas Raka senang mendengar kabar mbak sudah sembuh dan normal kembali" Seru Nina dengan bahagia. Wanita itu adalah Nina yang sepulang dari kampus nya tadi mampir ke mall untuk mencari barang keperluan nya dan tidak sengaja bertemu Vera di toko kosmetik.
" Ssttt... diam, jangan bahas soal Raka lagi. Aku sudah tidak ada hubungan apa-apa dengan kakak mu yang kere itu. Aku juga sudah tidak mau berurusan dengan kalian entah Kamu,Raka dan Ibu kamu atau pun mantan istri nya itu. Gara-gara kalian hidup ku hancur,kalian memasukan ku ke rumah sakit jiwa. Mana ibu tua nenek peot itu, masih hidup kah dia?" Seru Vera dengan ketus. Ucapan Vera mengundang amarah Nina.
Nina tidak terima Vera menghina keluarga nya apalagi menghina ibu nya yang sudah meninggal.
" Jaga ucapan mu mbak, kau tak pantas menghina keluarga ku apalagi menghina almarhum ibu ku. Dirimu sendirilah yang lebih hina" Seru Nina penuh penekanan.
" Hah... Nenek sialan itu sudah meninggal? Baguslah kalau gitu aku tidak perlu ketemu lagi sama nenek peot itu" Vera semakin menghina almarhum ibu lasmini.
"Mbak Vera, ternyata begini sifat asli mu. Aku menyesal pernah baik sama wanita iblis seperti mu. Kamu bisa hidup senang-senang seperti ini sedangkan kau tak memperdulikan mas Raka, dasar istri durhaka kamu mbak" Seru Nina dengan emosi yang tertahan. Suara nina sedikit bergetar karena dia menahan amarah nya. Dia tidak mau memancing keributan di tempat umum seperti ini.
Haaa haaa haaaaa
__ADS_1
Vera tertawa dengan lantang, beruntung dimas tadi sempat keluar untul ke toilet. Jadi dimas tidak melihat perdebatan antara nina dan vera.
" Aku bukan istri kakak mu lagi" Seru Vera dengan lantang sehingga beberapa pengunjung menoleh ke arah mereka.
" Jangan gila kamu mbak, mbak itu masih sah jadi istri nya mas Raka. Kalau mbak mau pisah saya tidak melarang, silahkan saja. Mbak urus saja perceraian nya karena mas Raka tidak bisa mengurus nya." Seru Nina tak mau kalah.
Teman Nina yang melihat perdebatan semakin sengit akhirnya mendekat dan menarik Nina menjauh dari Vera.
" Sudah Nin, jangan buat keributan disini. Lihat kalian sudah jadi tontonan pengunjung yang lain. Ayuk pergi sebelum datang pihak keamanan." Seru teman Nina sambil menarik tubuh Nina keluar dari toko.
Nina akhirnya mengikuti saran teman nya untuk segera meninggalkan toko kosmetik itu sebelum pihak keamanan datang.
Setelah kepergian Nina dan teman nya, tidak lama kemudian Dimas datang dari toilet dan menghampiri Vera.
" Ada apa sayang? Tadi sepertinya ada keributan?" tanya dimas mencari tahu.
" Tidak ada apa-apa mas, tadi cuma ada pengunjung yang yang ribut sama teman nya. Tapi sudah di bawa pergi oleh pihak keamanan." Ucap Vera berbohong. Beruntung tadi Dimas pergi ke toilet jadi tidak melihat keributan antara Vera dan Nina.
" Huh beruntung mas dimas tadi sedang di toilet, kalau dia lihat perdebatan tadi sudah pasti di ilfel sama aku. Karena pasti dia tidak mau lagi jalan dengan ku yang seorang mantan penghuni rumah sakit jiwa" Gumam Vera dalam hati.
Vera belum sempat memilih kosmetik yang dia inginkan karena tragedi perdebatan tadi. Mood Vera untuk belanja pun sudah hilang, tapi Vera mencoba menyembunyikan nya dari Dimas.
" Sudah mas aku beli lipstik sama bedak ini saja" Seru Vera sambil mengambil lipstik warna merah seperti yang di inginkan dimas.
" Cuma itu saja? " Tanya dimas menyakinkan .
" Iya, stock yang lain nya masih ada dirumah" Jawab Vera dengan senyum manis nya. Senyum yang bisa membuat dimas semakin menyayangi nya.
Dimas pun membayar barang belanjaan Vera, setelah itu mereka keluar dari mall untuk pulang. Sebelum nya ke cafe dimas mengantar vera pulang terlebih dahulu dengan taksi online yang sudah dia pesan.
*****
Melani sedang bersantai di teras rumah nya di temani secangkir teh dan kue cucur buatan bu mina, melani menikmati kue cucur sambil menunggu sang suami yang pulang dari kantor.
" Kok tiba-tiba aku ingin makan ketoprak yang mangkal deket kampus dulu ya?" Gumam melani dalam hati.
__ADS_1
Melani mengambil ponsel nya yang tergeletak di meja, melani langsung menghubungi sang suami.
[ Hallo sayang]
[ Hallo mas, mas sudah jalan pulang belum?]
[ Ini mas lagi di parkiran, ada apa sayang? kamu mau nitip di belikan sesuatu?]
[ Iya mas, aku ingin makan ketoprak yang mangkal dekat kampus xxxx mas bisa kan membelikan nya]
[ Baiklah nanti mas coba lihat orang nya masih jualan apa tidak,biasa nya jam segini sudah tutup sayang]
[ Pokok nya mas harus beli yang di situ, bilang saja pesanan sesuai selera melani pasti penjual nya masih hafal]
[ Ya sudah , telpon nya mas tutup dulu ya. Mas mau nyetir mobil nanti mas pulang bawa ketoprak pesanan sang istri cantik ku]
[ Oke bye suami tampan]
Sambungan telepon terputus ,hendra pun hendak masuk kedalam mobil nya namun tiba-tiba seseorang memanggil nya.
" Hendra.. Aku boleh bareng kamu tidak?" Tanya Novi yang datang secara tiba-tiba.
" Maaf Nov tidak bisa, aku masih ada keperluan lain kamu naik ojek saja atau naik taksi" Tolak hendra.
" Kali ini saja si Ndra, kamu memang tidak mau mengenang masa kita sekolah dulu. Dulu kita sering jalan bareng kan" Ucap Novi mengingatkan.
" Terserah.. Tolong jangan bahas lagi masa lalu. Aku tak ingin mengingat nya, hinaan mu dulu terlalu membekas di hati ku. Disini kamu itu untuk bekerja bukan untuk menganggu ku. Jangan hunungi aku atau temuai aku selain soal pekerjaan. Aku tidak mau orang-orang salah paham dan sekarang ada hati seseorang yang harus aku jaga." Seru hendra penuh penekanan.
"Tapi ndra.. aku juga ingin minta maaf soal yang dulu" Ucap Novi masih saja mencoba mencari simpati hendra.
" Kamu dulu yang menolak dan menghina ku. Sekarang setelah kamu melihat kondisi ku sekarang kamu mencoba mendekati ku. Dasar wanita matre..!!" Cibir hendra dengan kesal.
Hendra langsung masuk ke dalam mobil nya dab melajukan mobil nya sedikit kencang. Hendra tidak memperdulikan teriakan Novi yang terus memanggil-manggil nama nya.
" Semakin kamu menghindar semakin semangat aku mendekatimu" Gumam Novi dengan emosi.
__ADS_1