Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Anak siapa


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Kebetulan hari ini adalah weekend, bimo dan nina mengajak sekar jalan - jalan pusat perbelanjaan untuk sekedar jalan - jalan sambil membeli barang kebutuhan sekar yang sudah habis.


Nina sebagai ibu sambung sangat menyayangi sekar dan sangat perduli dengan sekar. Semua kebutuhan sekar selalu nina utamakan, apalagi saat ini sekar sudah mulai makan selain susu. Nina tidak mau memberikan makanan instan, dia rela repot demi memasak bubur atau makanan sehat untuk sekar.


" Sayang ini seperti nya bagus untuk sekar, kita coba beli satu kotak dulu ya ?" Ucap bimo sambil menunjukan sekotak bubur instan kepada nina.


" Tidak usah kak, aku mau sekar makan - makanan yang home made saja dulu. Soal nya dia juga sudah minum susu formula, bukan maksut aku menolak nya kak. Tapi selagi kita bisa memberikan yang home jadi untuk apa yang instan. " Ucap nina memberi penjelasan kepada bimo.


" Memang tidak bagus ya ?" Tanya bimo ingin tahu lebih banyak lagi.


" Bukan nya tidak bagus kak, kalau tidak bagus tidak mungkin paprik - paprik memproduksi nya. Kembali lagi kepada masing - masing orang tua nya kak, kalau dia mau memberikan bubur yang instan ya tidak apa - apa, mereka juga tahu yang terbaik untuk anak nya. Yang instan memang tidak ribet si kak, cuma aku sekarang kan pengangguran jadi aku usahakan buat yang home made saja dulu untuk sekar. Kita cari biscuit saja untuk makanan selingan sekar " Ucap nina menjelaskan lebih detail kepada bimo.


Bimo mengangguk paham dengan apa yang di ucapkan nina, bimo pun melanjutkan mencari biscuit untuk sekar sambil mendorong kereta bayi sekar.


Sedangkan nina mendorong troli belanjaan nya yang sudah terisi banyak barang belanjaan nya.


" Oh OKB sedang belanja ?" Suara seseorang tiba - tiba mengagetkan nina.


Nina mencari tahu sumber suara dan mendapati mira sedang berada tidak jauh dari tempat nya juga sedang berbelanja bersama pria setengah baya yang bisa dibilang lebih pantas menjadi ayah nya. Ya walaupun pria itu masih kelihatan muda dan badan nya juga bagus tapi tidak bisa di bohongi jika pria itu sudah berumur.


" Oh mira, belanja disini juga kamu ?" Tanya nina dengan acuh.


" Iya dong memang nya kamu saja yang bisa belanja di mall besar ini, aku juga bisa dong. Kamu itu cuma OKB yang tidak pantas ada disini " Seru mira dengan ketus.


" Sayang jangan ribut disini ya, tidak enak di lihat sama orang. Ingat kita disini itu untuk belanja bukan untuk cari masalah seperti ini. Memang nya kamu ada masalah apa sih dengan wanita ini, dua kali aku menemani mu belanja dan ketemu wanita ini selalu saja ribut begini." Ucap om jos mencoba mencari tahu ada masalah apa antara mira dan nina.


Mira nampak terdiam tidak mungkin dia bicara jujur jika nina adalah istri dari mantan suami nya dan selaligus ibu yang merawat anak kandung nya.


" Aku ada masalah pribadi dengan wanita kampungan ini, sudah kamu tidak perlu ikut campur. " Ucap mira sambil memandang sengit mira.


* Pasti pria itu tidak tahu jika mira membenciku karena aku menikah dengan mantan suami mira bahkan aku menjadi ibu dari anak mira * Gumam nina dengan memandang ke arah mira.


" Kenapa kamu memandang ku seperti itu ? Ada yang aneh ? Oh iya kamu kan sudah lama menikah tapi belum juga hamil atau jangan - jangan kamu itu mandul ? Kasihan banget sih suami mu menikahi wanita mandul seperti mu, seperti aku dong kami belum lama menikah dan sekarang aku sudah hamil " Ucap mira sambil mengusap perut nya yang masih rata.

__ADS_1


Deg


Om jos kaget dengan apa yang di ucapkan mira, pernyataan jika dirinya hamil membuat om jos heran dan tak percaya. Pasal nya jika om jos selama ini adalah pria mandul tapi dia berbohong dengan mira jika mantan istri nyalah yang mandul.


* Apa benar mira saat ini hamil, kalau dia hamil dia hamil anak siapa sedangkan aku sudah di diagnosa mandul. Atau dia sengaja berbohong kepada wanita itu, nanti di rumah akan aku tanyakan * Gumam om jos dam hati.


" Jaga bicara mu mira !! kalau kamu tida tahu apa - apa jangas asal bicara. Ucapan mu itu bisa menimbulkan fitnah " Seru nina kesal.


" Dasar saja kamu perempuan mandul, jadi tidak perlu membela diri " Seru mira semakin menantang.


" Aku tidak mandul !! tapi aku sengaja menunda kehamilan karena ada anak kecil yang harus aku urus dan aku bahagiakan terlebih dahulu. Ada anak yang tidak di anggap dan bahkan tidak di inginkan oleh ibu nya yang harus aku rawat aku besarkan terlebih dahulu. Anak yang di tinggalkan oleh ibu nya demi uang dan kebebasan nya di luar sana, anak yang tidak tahu siapa ayah nya " Seru nina dengan kesal sambil tersenyum sinis ke arah mira.


Mendengar ucapan nina membuat mira terdiam dan wajah mira memerah entah karena malu atau karena menahan amarah nya.


" Sayang sudah selesai belum belanja nya " Panggil bimo tiba - tiba sambil mendorong kereta bayi sekar. Bimo datang dari arah depan nina sehingga tidak menyadari jika yang berdiri di depan nina adalah mira. Karena mira membelakangi arah datang bimo.


Mira langsung hafal dengan suara yang memanggil nina, ya dia adalah bimo. Bimo datang dengan pakaian santai nya sambil mendorong kereta bayi yang mira yakini di dalam nya ada sekar anak nya.


" Sudah kak " Jawab nina singkat.


Om jos tampak terkejut dengan kedatangan bimo dan mengenali mira. Sebenarnya om jos sudah mulai curiga dengan mira banyak rahasia mira yang ingin om jos ketahui.


" Pak bimo " Seru om jos sambil menganggukkan kepala nya.


" Bukan nya ini bapak Jos pengusaha baja yang pernah bekerja sama dengan perusahaan saya " Ucap bimo pura - pura tidak tahu tentang hubungan mira dengan om jos.


" Iya pak betul, oh mbak ini istri nya pak bimo ya ? Fan anak kecil cantik ini anak nya pak bimo,cantik banget tapi kok wajah nya sekilas seperti mirip kamu ya Mir " Seru om jos membuat mira salah tingkah.


" Ah masak si pak.. Wajah bayi memang seperti itu pak, tidak mungkin dong anak saya mirip dengan mira. Yang jelas anak saya akan mirip saya dan istri saya" Ucap bimo menyangkal ucapan om jos.


" Iya pak mungkin karena masih bayi jadi mirip mirip saja, oh iya pak bimo emh mira ini sekarang istri saya dan saya sudah menikah sekitar 4 bulan yang lalu. Kalau begitu kami permisi ya pak lain kali kita ngobrol lagi " Ucao om jos berpamitan.


" Iya pak silahkan " jawab bimo dengan ramah.


Mira hanya bisa diam, sedari tadi pandangan nya tidak lepas dari bayi yang sedang sibuk bermain dengan mainan nya yang ada di dalam kereta dorong itu.

__ADS_1


Om jos menarik tangan mira dan membawa mira menjauh dari tempat bimo dan nina berada.


" Sayang, Tadi dia bicara apa sama kamu ?" tanya bimo saat mira dan suami nya sudah menjauh.


" Tidak bicara apa - apa kok kak, ya sudah yuk kita lanjutkan belanja nya. Atau memang sudah selesai belanja nya, kalau sudah selesai kita bayar yuk ke kasir " Ucap nina mencoba mengalihkan pembicaraan bimo.


Nima tidak mau membahas soal mira di tempat yang ramai begini, saat di rumah nanti pasti nina akan memberitahu bimo apa saja yang sudah di ucapkan mira termasuk penghinaan mira yang mengatai nya wanita mandul.


" Sudah tidak ada lagi yang di beli ? " Tanya bimo sebelum menuju ke kasir.


Sekarang bergantian nima yang mendorong kereta bayi dan bimo mendorong troli yang sudah penuh dengan batang belanjaan menuju kasir.


" Sudah semua kak, tidak ada yang perlu di beli lagi. semua titipan bil atun juga sudah ada dalam keranhjng " Seru nina.


" Oke kita bayar" Ucap bimo singkat.


Bimo sedang membayar barang belanjaan nya dan nina menunghu bimo bersama sekar duduk tidak jauh daei tempat pembayaran.


" Total nya 1juta 600 ribu pak " Ucap kasir memberitahu total belanjaan yang harus di bayar kan bimo.


Bimo mengambil dompet dalam saku celana nya dan mengeluarkan kartu sakti nya, dengan sekali gesek pembayaran pun sudah selesai dan bimo langsung menghampiri anak dan istri nya yang sedang menunggu nya.


" Kita mau langsung pulang atau mampur kemana gitu ?" Tanya bimo pada nina yang saat ini sudah duduk di samping nya sambil memangku sekar.


" Kita mampir ke cafe nya kak dimas saja ya kak, aku ingin beli kue buatan kak nabila" ucap nina .


" Baiklah istriku tercinta dan putri kecil ku " Seru bimo menggoda anak dan istri nya.


Bimo pun langsung melajukan mobil nya menuju cafe milik dimas berafa, beruntung cafe itu tidak terlalu jauh dari mall tempat bimo dan nina belanja sehingga tidak perlu waktu lama mobil bimo sudah sampai di cafe milik dimas.


*********


ALHAMDULILAH 4 BAB SUDAH SELESAI, SELAMAT MEMBACA PARA KAKAK TERCINTA❤❤❤


JANGAN LUPA TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK, BERIKAN RATING BINTANG 5 NYA UNTUK KARYA AUTHOR ❤❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH ❤❤


__ADS_2