Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Mencari cincin


__ADS_3

Setelah pulang kerja, seperti yang sudah di janjikan tadi Melani dan Hendra pergi ke toko perhiasan di salah satu pusat perbelanjaan. Melani dan hendra sudah sampai di toko perhiasan, hendra meminta melani memilih cincin sesuai dengan kemauan nya.


" Sayang, emmh.. kamu pilih cincin yang kamu suka, sesuai keinginan kamu" Ucap hendra saat sudah berada di toko perhiasan.


" Mas saja yang pilih, aku mau saat lamaran ini cincin mas yang pilih. Saat pernikahan nanti baru aku yang pilih " Jawab Melani secara tidak langsung memberi usul.


" Baiklah" Hendra mulai memilih cincin yang dia inginkan.


Tidak menunggu lama hendra menemukan cincin yang cocok untuk Melani. Cincin yang sangat simpel tapi terlihat elegant bila tersemat di jari melani.


" Mbak, coba lihat yang ini" Panggil hendra kepada karyawan toko perhiasan.


" Ini Tuan, Tuan memang pintar. Ini cincin model terbaru dari toko kami, bentuk nya sederhana dan simpel tapi terlihat elegant kalau sudah berada di jari si pemakai" Terang pegawai toko.


" Emmh.. saya coba pakaikan ke calon istri saya dulu ya mbak" Ucap hendra izin terlebih dahulu.


Pegawai toko mengangguk dengan senyum ramah nya.


" Sayang coba kamu pakai cincin yang ini, ini cocok banget sama kamu" Seru hendra kepada melani yang sedang asik memainkan ponsel nya.


" Iya mas, " Jawab melani.


Melani pun mencoba cincin yang di pilih oleh hendra, cincin itu sangat pas dengan ukuran jari melani. Dan melani pun menyukai cincin itu. Ternyata selera calon pengantin ini memang sama.


" Baiklah mbak saya ambil yang ini, tolong buatkan nota dan surat nya sekalian ya" Ucap Hendra dengan senyum bahagia. Karena Melani terlihat sangat menyukai cincin pilihan nya.


" Ini pak surat cincin dan nota nya, semua total nya 17 juta" Ucap sang karyawan sambil memberikan surat cincin beserta kotak dan nota nya.


" Terimakasih mbak, saya bayar pakai debit ya mbak" Ucap Hendra.


" Oh iya pak debit atau kas bisa semua kok pak, yang tidak bisa itu di hutang " Ucap sang karyawan sambil terkekeh.

__ADS_1


Melani yang mendengar gurauan dari sang karyawan ikut tertawa dengan riang. Lucu juga mbak - mbak karyawan toko perhiasan ini.


Setelah melakukan pembayaran dan semua urusan beres, melani dan hendra memilih untuk langsung pulang karena hari sudah semakin sore dan sebentar lagi magrib.


" Mas , aku langsung pulang ya. Mas juga langsung pulang tidak usah mengantar ku, aku kan bawa mobil sendiri. Mas terlalu jauh kalau harus mengantarkan ku pulang arah kita kan berbeda" Ucap melani meminta hendra tidak usah mengantarkan dia pulang.


" Tidak apa-apa mas ikutin mobil kamu dari belakang. Setelah memastikan kamu sampai rumah dengan aman, mas langsung pulang" Ucap Hendra tetap ingin mengantar melani.


" Baiklah kalau mas maksa" Jawab melani dengan senyum manis nya.


Mereka pun pulang dengan mengendarai mobil nya masing-masing, dengan hendra mengikuti melani dari belakang. Setelah 40 menit mobil mereka sudah sampai di depan rumah Melani. Pak Ahmad dengan sigap membukakan gerbang untuk melani.


Saat melani memasuki pintu gerbang mobil hendra langsung putar arah, tidak lupa hendra melambaikan tangan nya ke arah melani dan pak ahmad.


" Tuan Hendra tidak mampir ya Non?" Tanya pak ahmad heran.


" Tidak pak, mas hendra tadi cuma nganter aku saja. Sebenarnya aku sudah menolak tapi dia maksa mau nganter padahal rumah kita tidak searah" Jawab melani menceritakan yang sesungguh nya.


" Aamiin , Terimakasih pak atas doa nya. Melani masuk dulu ya pak. Pak ahmad jangan lupa makan malam" Pamit melani kepada pak ahmad.


" Iya Non, nanti ibu pasti nganter makanan ke pos" Ucap pak ahmad.


Melani melengganf masuk ke dalam rumah, karena badan nya sudah capek dan lengket karena berkeringat seharian Melani ingin cepat-cepat mandi dan berendam untuk meregangkan otot-otot nya.


*****


Sementara itu di sebuah kntrakan yang sempit ibu Lasmini dan Vera sedang menyantap makan malam yang sederhana. Hanya nasi putih dengan telor ceplok dan kecap manis. Semenjak kejadian pelabrakan di Cafe waktu itu Vera tinggal dengan ibu lasmini. Sesekali Vera akan berubah seperti orang stress. Dia akan berteriak-teriak memanggil nama Melani dan Raka.


" Sampai kapan makan cuma pakai telor dan kecap begini bu, aku bosan !!" Gerutu vera sambil mengaduk-ngaduk nasi nya.


" Bersyukur masih ada yang di makan Ver, maka nya kamu itu cari kerja. Jangan cuma makan tidur dan melamun, kalau sudah melamun tau-tau marah danjerit-jerit. Bikin malu saja!!" Ibu lasmini bicara sedikit ketus.

__ADS_1


" Ibu kan tinggal minta duit sama melani, uang melani kan banyak. Ibu dan mas Raka memang bodoh" Umpat Vera dengan wajah yang menyeram kan.


Ibu lasmini bergerdik ngeri mendapati Vera yang memasang wajah menakutkan. Biasa nya kalau sudah marah seperti ini, Vera akan menangis sambil memjerit-jerit, meneriaki Melani dan Raka.


" Terserah kamu lah Ver, kalau bukan kamu masih jadi mantu ku. Sudah dari kemarin kamu aku biarkan di jalanan" Gerutu ibu lasmini mulai geram dengan tingkah Vera.


" Aku harus mencari melani, aku mau minta uang bagian mas Raka. Enak saja dia menguasai sendiri uang dan harta nya mas Raka" Seru Vera.


" Terserah kamu Ver, sana cari melani dan mintalah uang yang banyak. Kalau dapat nanti kasih ke ibu ya, buat membebaskan Raka dari penjara" Ucap ibu lasmini dengan senyum yang sulit di artikan.


" Apa bu mas Raka akan bebas" Tanya Vera memastikan.


" Iya tapi kamu harus minta uang dulu sama melani, yang banyak" Ucap ibu lasmini berbohong.


Ibu lasmini akan memanfaatkan kondisi Vera untuk mencari uang. Ibu lasmini sudah capek kerja jadi buruh cuci gosok para tetangga.


Beruntung kompek tempat dia mengontrak , sebelum nya tidak ada yang mengenal ibu lasmini.Jadi kalaupun dia kerja kasar jadi buruh cuci gosok tidak ada teman sosialita nya yang mengetahui soal pekerjaan nya.


" Horeeee... Horreeee... Horeee mas raka sebentar lagi pulang. Aku sudang kangen dengan mas Raka." Ucap riang Vera sambil lompat-lompat tidak jelas.


Ibu lasmini sebenarnya takut tinggal seatap dengan Vera, dengan kondisi vera yang seperti orang stress. Dia takut suatu saat Vera akan mengamuk dan menyakiti nya.


" Dasar wanita stress, gila bisa-bisa nya dia bersorak gembira seperti itu. Seperti anak kecil yang bahagia menerima permen dari ayah nya" Gumam ibu lasmini dalam hati.


" Mas Raka sebentar lagi pulang. Horeee... Horeee.. Horee!!!" Vera semakin menjadi sambil lari sana - sini sambil mengangkat ke dua tangan nya.


Sebenarnya ibu lasmini kasihan melihat kondisi Vera, Seharus nya vera sudah di tangani oleh dokter. Tetapi jangan kan untuk berobat, untuk makan sehari-hari saja susah.


" Semoga kamu bisa sembuh Ver, bagaimanapun kamu masih anak mantu ku. Walaupun sekarang menyebalkan." gumam ibu lasmini dalam hati.


****

__ADS_1


Alhamdulillah up bab baru lagi.


__ADS_2