
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Hari terus berganti minggu, dimas terus berusaha mendekati nabila. Dimas sering menunggu nabila di pelataran pasar tempat dia bertemu nabila tempo hari. Setiap Nabila belanja dimas selalu membantu membawakan belanjaan nya ke jalan depan tempat menunggu angkot.
Bahkan pernah sekali dimas mengantarkan nabila menggunakan motor nya. Saat ini kios dimas sudah memperkerjakan satu karyawan, karena kios sudah lumayan ramai dan kue yang di jual pun sekarang sudah banyak jenis nya.
" Mas dimas apa tidak repot kalau tiap saya belanja mas selalu membantu saya dan menunggu saya sampai naik angkot begini" Tanya nabila yang merasa tidak enak karena dimas selalu membantu nya.
" Saya tidak merasa repot mbak, apa pun untuk mbak nabila pasti akan saya lakukan. " Ucap dimas dengan nada serius.
Nabila hanya tersipu malu dan menundukkan kepala nya, nabila tahu arah ucapan dimas. Nabila juga tahu jika dimas adalah seorang duda beranak satu.
" Kabar anak mas dimas sehat?" Tanya nabila mencoba mengalihkan pembicaraan.
" Tama sehat mbak" Jawab dimas singkat.
Dimas tahu jika nabila mencoba mengalihkan pembicaraan nya, namun dimas hanya pura-pura tidak mengerti.
" Alhamdulillah" Seru nabila.
Akhirnya angkot yang nabila tunggu pun sudah datang, dimas langsung membantu memasukan barang belanjaan nabila ke dalam angkot, nabila hanya bisa mengucapkan terimakasih. Tapi tiba-tiba sebelum naik ke angkot nabila menghentikan langkah nya tepat di depan pintu angkot nabila membalikkan badan nya.
" Kalau mas dimas serius ingin menjalin hubungan dengan saya, saya tunggu kedatangan mas dimas di panti. Temui ibu halimah secara langsung, karena sekarang beliaulah orang tua saya" Seru nabila tiba-tiba lalu berbalik dan masuk ke dalam angkot.
Dimas hanya terdiam mendengar ucapan nabila yang secara tiba-tiba. Bahkan saat angkot yang di naiki nabila menjauh pun dimas masih saja diam seolah tidak sadar kan diri. Setelah angkot menjauh dimas mulai tersadar dari keterkejutan nya.
" Nabila tunggu kedatangan ku, aku akan menemui ibu halimah langsung" Teriak dimas namun angkot sudah semakin menjauh sehingga nabila pun tidak mendengar teriakan dimas.
Dimas senyum-senyum sendiri, ucapan nabila tadi bagaikan angin segar untuk nya. Akhirnya lampu hijau dari nabila sudah menyala. Dimas kembali ke kios dengan bahagia, sepanjang perjalanan menuju kios dia hanya senyum-senyum. Kios dimas tidak berada di dalam pasar tetapi ada di jalan pinggir pasar tepat nya tidak jauh dari pintu masuk pasar sehingga dia tahu kapan pun nabila belanja ke pasar.
" Mas dimas kenapa kok senyum-senyum sendiri? Sepertinya sedang bahagia?" Tanya dadang karyawan yang membantu di kios dimas.
__ADS_1
" Kamu betul dang, hari ini aku memang sedang bahagia sampai tak bisa aku ungkapkan dengan kata-kata lagi" Seru dimas masih dengan senyum bahagia nya.
Dadang hanya tersenyum dan menggelengkan kepala nya menanggapi ucapan dimas, dadang tahu jika saat ini dimas sedang jatuh cinta.
" Oh iya dang pesenan ibu mumun sudah di ambil ya?" Tanya dimas yang ingat jika ibu mumun pesan kue isi keju dan coklat.
" Sudah mas,tadi bu mumun sendir yang mengabil nya. Uang nya 300 ribu kan mas? uang nya saya masukkan ke dalam buku catatan tidak saya masukkan kotak, biar nanti enak ngitung nya" Seru dadang menjelaskan.
" Wah kamu pintar juga dang, tidak salah aku memperkerjakan mu. Oh iya dang sepertinya kita harus memproduksi kue sendiri biar orang-orang tidak bosan dengan kue yang kita jual. Walaupun sekarang sudah banyak si jenis kue yang kita jual, tapi tidak ada salah nya kita mencoba inofasi baru. Tapi aku bingung kira-kira siapa ya yang akan bikin kue nya, aku dan kamu pun tidak mungkin karena kita tidak punya ke ahlian bikin kue. " Seru dimas yang mengutarakan pendapat nya.
" Itu ide bagus mas, kebetulan kios ini juga masih cukup menampung beberapa kue. Tapi kita harus memasak kue nya di rumah, kalau disini tidak mungkin kios nya terlalu kecil. Bukan nya ibu nya mas dimas pandai ya bikin kue?" Seru dadang.
" Oh iya, nanti aku coba bicara sama ibu dulu" Ucap dimas.
Dimas dan dadang pun kembali ke kesibukan nya masing-masing ,pembeli sudah mulai berdatangan kembali sehingga mereka melayani pembeli kembali.
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
Saat ini Vera pun sudah menikah kembali dengan Gunawan mantan pacar nya, vera sudah menikah dengan gunawan sekitar dua bulan yang lalu. Gunawan pun ternyata masih tetap mencintai vera, dia tidak bahagia dengan pernikahan nya dengan almarhum istri pertama nya. Karena pernikahan nya dulu memang karena perjodohan sebagai bentuk hutang budi.
" Mas gunawan, kalau aku menemui anak ku apa kamu mengizinkan?" Tanya Vera yang memang dia sangat merindukan anak nya.
" Saya tidak akan melarang seorang ibu menemui anak nya, bahkan jika kamu ingin mengambil anak mu pun aku akan mendukung mu" Seru gunawan dengan serius.
Vera menatap mata gunawan ada keseriusan yang mendalam dalam tatapan mata gunawan. Tetapi vera tidak mau egois dia tidak akan memisahkan anak nya dari dimas.
" Tidak mas, aku tidak akan mengambil hak asuh anak ku. Mas dimas lebih berhak,bapak pun sudah bilang jika dia memang menyerahkan hak asuh tama kepada mas dimas. Aku hanya ingin melihat anak ku saja, pasti sekarang dia juga sudah hidup bahagia dengan ayah nya. " Seru vera dengan pandangan tak teralihkan dari wajah suami nya.
Gunawan mengusap pucuk kepala vera dengan lembut lalu membawa vera kedalam pelukan nya.
" Apa pun keputusan mu mas akan mendukung mu, kapan kamu siap ke kota menemui anak mu?" Tanya gunawan.
__ADS_1
" Besok lusa, apa mas ada waktu?" Tanya vera sambil melepaskan pelukan sang suami.
" Baiklah besok lusa mas akan mengantar mu menemui anak mu" Jawab gunawan,membuat vera semakin bahagia.
Gunawan sangat bahagia melihat vera yang sudah semakin membaik. Saat awal bertemu vera , gunawan sangat prihatin dengan kondisi vera. Baru setelah vera menikah dengan nya keadaan nya berangsur membaik bahkan sekarang sudah lebih baik lagi.
" Mas aku mau siapin keperluan kita untuk ke kota besok lusa,mas kalau kita cari kerja di kota kira-kira mas setuju apa tidak?" Tanya vera lagi.
Gunawan masih diam, dia belum bisa memberi kepastian dari pertanyaan Vera. Dia masih takut dengan kondisi Vera yang tiba-tiba bisa berubah seperti dulu lagi. Apalagi di kota dia tidak punya siapa-siapa.
" Emh.. itu kita bicarakan nanti lagi ya. Lagi pula mas sekarang masih bekerja disini, kalau langsung keluar dari pekerjaan pun tidak bisa mas harus mengurus hal yang lain nya dulu. Besok lusa kita temui anak mu dulu sekalian kita jalan-jalan ya, untuk urusan cari kerja nanti kita bicara kan lagi" Ucap gunawan menolak dengan secara halus keinginan vera.
" Iya mas, kita juga harus bicara kan dulu dengan bapak dan ibu. " Ucap vera sambil menyiapkan pakaian untuk dibawa ke kota besok lusa.
Vera sangat bahagia akan bertemu dengan anak nya, dia sangat antusius ingin bertemu dengan tama sehingga barang-barang yang akan dia bawa sudah dia siapkan dari sekarang.
* Aku harus menghubungi mas dimas dahulu, biar dia tahu jika aku ingin bertemu dengan tama. Tapi nomer ponsel mas dimas sudah tidak ada di ponsel ku, aku nanti coba tanya bapak pasti bapak masih menyimpan nomor ponsel mas dimas* Gumam vera dalam hati nya.
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹
***********
Jangan lupa tetap berikan dukungan untuk karya AUTHOR ya kak, LIKE KOMEN VOTE KLIK FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA.❤❤
JANGAN LUPA BERIKAN RATE BINTANG 5 YA KAK ❤❤
Sembari menunggu Author up boleh ya mampir di Novel yang berjudul " PERNIKAHAN CEO MUDA" 🙏❤
TERIMAKASIH 🙏❤
__ADS_1