Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Pesanan kue


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Sejak kejadian kedatangan mira dan membuat keributan di rumah nina, bimo merencanakan sesuatu untuk memberi mira pelajaran. Wanita berbisa seperti mira tidak bisa di biarkan. Bimo sudah meminta seseorang untuk memantau setiap aktifitas mira.


" Bagaimana hasil penyelidikan ? " Tanya bimo kepada orang suruhan nya.


" Wanita itu benar - benar gila boss, wanita yang mau naik ke ranjang para lelaki hidung belang. " Ucap orang suruhan bimo yang bernama dani.


" Maksud kamu ?" Tanya bimo dengan raut wajah bingung dan penuh tanda tanya.


" Begitu saja masih harus aku jelaskan si boss, mantan istri mu itu pemain lebih tepat nya pemain lelaki. Kalau boss dulu pemain perempuan dia pemain lelaki. hahaa" Ucap dani dengan tawa nya.


Bimo kesal di ejek oleh dani, bimo pun memukul dani menggunakan bantal kursi yang ada di sofa ruang kerja nya. Dani adalah teman bimo, dani adalah pemilik bar atau club malam yang biasa di datangi mira. Dulu bimi juga sering datang ke club malam milik dani, sekarang sudah tidak pernah lagi.


Biarpun dani pemilik club malam dia tidak suka bermain - main dengan wanita. Bimo sangat percaya dengan dani hanya dani lah teman yang bisa menjaga rahasia bimo.


" Mira sekarang menjadi simpanan seorang pengusaha baja dari kota X , tetapi dia juga masih sering terlihat datang ke club malam dengan lelaki yang berbeda. Bahkan dia sering masuk ruang private dan menghabiskan malam nya di sana. Kamu tahu sendiri kalau wanita dan laki - laki ada dalam satu kamar pasti sudah olah raga ranjang " Ucap dani menjelaskan semua nya kepada bimo.


" Pengusaha baja dari kota X ? maksud kamu Jos handoko ?" Tanya bimo yang tahu nama pengusaha baja kota X.


" Benar sekali. Kamu kalau soal bisnis memang pintar boss , tapi bodoh soal wanita. Bahkan kau di bohongi mantan istri mu kamu tidak tahu, bagaimana kamu mau tahu dulu kerjaan kamu berpaju di atas ranjang dengan para wanita bayaran mu. " Ucap dani dengan senyum mengejek bimo.


Bimo hanya menggelengkan kepala nya mendengar ucapan dani yang membuat nya kesal, bimo kesal jika ada orang yang membicarakan masa lalu nya yang kelam. Bimo yang sekarang bukanlah bimo yang dulu, bimo yang sekarang sudah berubah lebih baik.


" Tapi bukan nya pemilik perusahaan baja itu bukan Jos, tetapi istri nya. Jos hanya menjalankan saja tetapi pemilik masih atas nama istri nya, ibu Indah mentari kalau tidak salah nama pemilik nya. " Ucap bimo yang tahu tentang siapa pemilik perusahaan baja. Karena dulu bimo pernah menjalin kerja sama dengan perusahaan itu.


" Sampai sekarang pun perusahaan itu masih atas nama istri nya, bahkan istri nya tidak tahu kelakuan suami nya di luaran sana. " Ucap dani menambahkan lalu dia meminum kopi yang sedari tadi sudah di antarkan oleh OB.


Bimo tersenyum dan mempunyai ide untuk memberi mira pelajaran. Dia akan membuat mira merasakan terhina dengan kelakuan nya sendiri.


* Tunggu saja kejutan dari ku mira * Gumam bimo dengan senyum yang sulit di artikan.


*********


Ditempat lain sepasang suami istri sedang duduk bersantai di ruang keluarga. Hari ini Nabila tidak ke cafe atas permintaan dimas, dimas meminta nabila untuk beristirahat di rumah.

__ADS_1


" Mas dimas lebih baik ke cafe saja, aku tidak apa - apa mas disini ada ibu juga. Kasihan anak cafe pasti mereka membutuhkan tenaga mas dimas" Ucap nabila lembut sambil memakan kue buatan nya.


" Iya sebentar lagi mas ke cafe " Jawab dimas singkat.


Dimas masih memikirkan ucapan ibu nya tempo hari, dia hanya khawatir jika nabila tidak nyaman dengan ibu nya. Bagaimana pun dulu ibu marni adalah orang yang keinginan nya tidak bisa di tentang, dimas khawatir ibu nya akan seperti dulu lagi.


" Loh dim kok kamu tidak ke cafe ? " Tiba - tiba ibu marni datang dengan membawa tama dari arah halaman belakang.


Nabila yang melihat tama pun langsung memanggil tama dan mengajak nya bermain. Sedari pagi tama memang bermain dengan ibu marni itu membuat nabila semakin tidak enak. Tama sekarang sudah pandai berjalan jadi tidak harus di gendong lagi.


" Nabila biar tama sama ibu, kamu istirahat saja. Ibu perhatikan akhir - akhir ini kamu sering lemas dan wajah mu pucat. " Ucap ibu marni mendrkati nabila.


" Bila tidak apa - apa bu, mungkin karena efek hamil muda saja dan kalau di bawa tiduran malah badan bila tambah lemas, jadi biar bila main sama tama saja bu. Ibu saja yang istirahat, ibu pasti capek dari pagi sudah menjaga tama. " Jawab nabila dengan kata - kata yang lembut.


Dimas memandang kedua wanita yang ada di hadapan nya dengan senyum yang mengembang. Ternyata ibu nya juga sangat perhatian dengan nabila.


" Tama sini sayang sama ayah " Panggil dimas kepada tama yang sedang asik bermain di pangkuan nabila.


Tama menurut lalu turun dari pangkuan nabila dan berjalan ke arah ayah nya.


Tama belum paham dengan apa yang di sampaikan ayah nya, memang umur tamu baru 15 bulan dan belum pandai berbicara.


" da dik yi " Ucap tama dengan berbicara khas anak kecil yang baru bisa bicara.


" Iya sayang di perut bunda ada adik bayi nya, nanti kalau sudah keluar tama main ya sama adik bayi nya. " Bukan nabila atau dimas yang menjawab tetapi ibu marni yang menjawab.


Ibu marni sudah tidak mempermasalahkan soal kehamilan nabila, perasaan takut nya sudah dia tepis jauh - jauh. Dia yakin nabila akan menjadi ibu yang baik untuk tama dan anak - anak nya.


" Ibu minta maaf ya nak, kemarin ibu hanya takut jika kamu punya anak kamu akan mengabaikan keberadaan tama. Sekarang ibu sadar kamu tidak akan seperti itu , maaf kan ibu ya " Ucap ibu marni mengakui kesalahan nya.


" Iya bu tidak apa - apa, bila bisa mengerti apa yang ibu takutkan. Bila hanya bisa berjanji jika bila akan tetap menyayangi tama sampai batas usia nabila. " Ucap nabila lembut, namun ucapan nabila barusan membuat dimas kurang suka.


" Dek , kenapa bicara seperti itu ? Kamu jangan bicara ngawor, mas tidak suka kamu bicara seperti itu seakan kamu akan pergi saja " Seru dimas kesal.


Nabila memandang suami nya yang terlihat kesal, ada rasa sedih yang nabila simpan dalam hati nya. Namun dia mencoba untuk tersenyum agar suami nya tidak ikut merasakan kesedihan nya.

__ADS_1


" Iya mas, aku hanya terbawa suasana saja. Karena memang umur manusia kan tidak ada yang tahu mas " Ucap nabila.


" Dimas kamu ke cafe saja, biar nabila sama ibu di rumah. Kasihan dia kalau harus ke cafe, dia biar istirahat saja di rumah " ucap ibu marni.


" Iya bu, kalau begitu dimas pergi ke cafe dulu ya. " Ucap dimas lalu mencium pipi tama yang gembul.


Dimas pun berangkat ke cafe dengan mengendarai motor nya, sesampai di cafe hasni langsung menghampiri dimas.


" Mas, mbak nabila tidak ikut ?" Tanya hasni sambil mencari keberadaan kakak ipar nya.


" Mbak mu tidak ikut, dia tidak enak badan jadi mas meminta nya istirahat saja di rumah. Ada apa kamu mencari mbak mu ?" Tanya dimas ingin tahu.


" Iya juga si akhir - akhir ini hasni perhatiin mbak nabila sering lemas dan wajah nya pucat. Mungkin karena efek hamil muda nya ya mas, oh iya mas tadi ada pesanan kue 100 kotak untuk acara kantor nya mbak melani, kira - kira kita ambil gak ya ?" Hasni memberitahu soal pesanan kue dari perusahaan melani.


" Untuk kapan ? " Tanya dimas singkat.


" Hari jum'at mas, ini hari selasa masih ada waktu kok tapi ya tergantung mas mau di ambil tidak. Tapi harus tanya mbak nabila dulu, soal nya mbak melani tadi bilang dia mau tiramisu juga, tiramisu selama ini hanya buatan mbak nabila yang enak. " Ucap hasni dan di angguki oleh dimas.


" Kamu sudah menerima orderan itu belum?" Tanya dimas memastikan.


" Belum mas, tapi sore ini aku janji kasih kepastian nya ,mas coba tanya mbak nabila dulu ya ?" Ucap hasni memberi saran.


Dimas pun mengambil ponsel di kantong celana nya dan menghubungi nabila untuk menanyakan kesanggupan nya. Dan alhamdulillah nabila menyanggupi nya, sebenarnya dimas sangat menghawatirkan kesehatan nabila tapi nabila memaksa dimas untuk mengambil orderan dari melani.


" Mbak mu menerima orderan nya Has, kamu juga harus bantuin kalau tidak mau bantuin tidak ada gaji untuk bulan ini " Ucap dimas menggoda adik gadis nya.


" Iya mas, pasti hasni bantuin tapi setelah pulang kampus nya. Pagi kan hasni ngampus, ini tadi juga baru sampai terus mas dimas datang. Oh iya mbak melani bilang tadi pesan 100 kotak isi saja 3 macam kue salah salah satu nya tiramisu, yang dua terserah kita. Soal harga mbak melani ngikut aja " Ucap hasni serius.


" Iya itu soal gampang, ya sudah mas mau ke dalam dulu liat stok bahan kue. Sore ini mas mau belanja " Seru dimas lalu pergi masuk ke dalam gudang kecil yang ada di dekat dapur.


* Alhamdulillah semoga usaha mas dimas ini bisa semakin lancar dan bisa buka cabang di tempat lain * Gumam hasni dalam hati.


********


TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK ❤❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤


__ADS_2