
" Tidak mungkin, bapak pasti bohong!! Wanita ini hanya wanita kampung yang hanya ingin harta nya hendra saja" Ucap Novi tetap tidak mempercayai siapa melani yang sebenar nya.
Kini sudah ada beberapa karyawan yang ikut melihat kejadian perdebatan itu. Karena jam makan siang sudah mau habis, para karyawan yang makan di luar kantor sebagian sudah kembali ke perusahaan. Saat mereka ada di parkiran tidak sengaja melihat Melani dan Novi yang sedang adu mulut.
" Kau masih saja tidak percaya? Itu terserah kau saja. Pak segera urus wanita ini, dia mau mengundurkan diri atau mau di pecat secara tidak hormat. Sebenarnya saya kasihan sama kamu, tapi semua ini juga karena ulah mu. Kau rasakan apa yang kau perbuat!! " Ucap melani dengan menatap tajam ke arah Novi , setelah bicara itu melani langsung masuk ke dalam mobil nya.
Novi terperanjat kaget saat Melani memasuki mobil, mobil mewah yang tepat berada di samping melani tadi. Novi tidak menyangka jika mobil itu juga milik melani. Novi semakin menundukkan kepala nya saat Melani membuka kaca mobil nya.
" Ini kan yang kamu mau" Seru melani lalu pergi dari parkiran. Meninggalkan Novi yang terdiam sambil menundukkan kepala nya.
Sementara itu di tempat lain, siang ini Aina datang ke Cafe tempat usaha sang suami . Aina sengaja datang tidak memberitahu dimas terlebih dahulu.
Aina masuk kedalam cafe dengan senyum mengembang, walaupun dia jarang sekali datang ke cafe tapi ada beberapa karyawan cafe yang mengenalinya termasuk Ina karyawan yang bertugas di bagian kasir.
" Ehh... bu Aina?" Tanya Ina kaget dan tergagap. Dia kaget saat Aina mendekat ke arah nya dengan mengembangkan senyum nya.
" Ida apa kabar? Loh kenapa kamu kaget begitu, wajah mu juga terlihat pucat" Tanya Aina yang melihat perubahan wajah dari Ida.
Ida semakin salah tingkah dengan pertanyaan dari Aina, dia bingung harus menjawab apa. Dia takut Aina masuk ke dalam ruangan dimas. Sebenarnya Aina ingin berkata jujur , tetapi dia takut di pecat dimas.
" Tidak bu, mungkin karena belum makan siang saja" Jawab ida berbohong.
Aina mengetahui jika Ida pasti sedang menyembunyikan sesuatu. Tapi Aina tidak mau berprasangka buruk kepada Ida.
" Oh iya Da, bapak ada kan?" Tanya Aina lagi semakin membuat Ida kebingungan .
" Ada bu, ta... tapi bapak sedang ada tamu di dalam sana" Jawab Ida dengan jujur jika dimas sedang ada bersama seseorang, tetapi ida tidak bilang jika seseorang itu adalah Vera.
__ADS_1
Aina menuju ruangan dimas, karena yang dia tahu dari Ida kalau dimas sedang ada tamu jadi dia masuk dengan mengetuk pintu terlebih dahulu.
Tok tok tok
Tidak ada sahutan dari dalam sana, Aina mencoba mengetuk pintu sekali lagi.
Tok tok tok
Kini pintu ruangan dimas terbuka dan dimas yang membuka kan pintu. Dimas kaget dengan kedatangan Aina ke Cafe nya.
" Aina...? Emh... Tumben kamu datang ke cafe tidak ngabarin mas dulu?"tanya dimas yang tampak terkejut.
" Kenapa? Aku tidak boleh datang ke cafe ku sendiri? atau kamu sedang menyembunyikan sesuatu?" Tanya Aina menyelidik lalu masuk ke dalam ruangan dimas.
Saat masuk ke dalam ruangan dimas, aina mendapati ada seorang wanita cantik dan berpakaian seksi sedang duduk di sofa sambil tersenyum ke arah nya. Aina memperhatikan wanita itu dalam-dalam, Aina merasa pernah melihat wanita itu tapi lupa dimana.
" Mas dia siapa?" Tanya Aina sambil menunjuk ke arah Vera.
" Oh iya sayang kenalkan ini Vera, dia salah satu custemer cafe ini. Tadi dia menemui mas karena ada pekerjaan yang ingin kita bahas" Ucap dimas beralasan jika Vera adalah rekan kerja nya.
Wajah Vera tampak cemberut karena dimas bilang hanya sekedar teman, apalagi dia memanggil Aina dengan panggilan sayang.
" Urusan pekerjaan apa yang kalian bicarakan disini? Atau jangan-jangan kalian membahas urusan ranjang" Ucap Aina mencoba memberikan pertanyaan yang menurut nya konyol.
Deg
Jantung Dimas dan Vera seakan berhenti berdetak mendengar pertanyaan dari Aina. Mereka mengira jika Aina sudah mengetahui soal hubungan mereka.
__ADS_1
" Haha.. haha.. haha aku cuma bercanda mas kenapa wajah kalian ber dua tegang semua. Atau jangan-jangan benar ya ucapan ku?" Seru Aina sambil terkekeh.
" Becanda nya jangan kekewatan dong sayang, kan gak enak sama mbak Vera. Dia itu custemer tetap di cafe kita dan hari ini dia ngajakin Joint untuk buka cabang di kota lain. Karen dana ku belum cukup untuk buka cabang sendiri jadi tidak ada salah nya kalau kita joint Benar kan mbak Vera?" Ucap dimas beralasan dan meminta persetujuan dari Vera.
" Ehh iya.. iya itu betul mbak. Kami berencana membuka cabang di kota kelahiran saya, disana ada tempat yang strategis jadi sudah pasti bakalan ramai" tambah Vera untuk menyakinkan Aina lebih dalam lagi.
Aina memperhatikan raut wajah ke dua nya, Aina mencoba mencari keseriusan dari tatapan mata mereka. Tapi sepertinya apa yang di ucapkan mereka ada bau-bau kebohongan. Aina pura-pura saja percaya dengan mereka ber dua.
" Bagus itu mas siapa tahu dengan buka cabang disana cafe kita akan lebih maju dan kita bisa segera membayar hutang ke bank. Aku pusing mas tiap bulan harus bayarin cicilan hutang bank." Ucap Aina menyudutkan dimas.
" Sayang jangan bicara seperti itu dong,malu ada mbak Vera" Bisik dimas di telinga Aina.
Aina melirik ke arah Vera dan tersenyum ke arah nya. Akhirnya Vera memilih untuk ke luar dari ruangan dimas dan meminta dimas untuk menemui nya nanti malam di kontrakan nya.
" Kalau begitu saya permisi dulu pak dimas ada pekerjaan lain yang harus saya selesaikan." Seru Vera akhirnya mengalah pergi dari ruangan dimas.
" Oh silahkan mbak Vera, aku juga mau ngobrol ber dua dulu dengan suami ku, karena kami sudah lama tidak ngobrol berdua. Suami saya terlalu sibuk. " Seru Aina .
Dimas mengantarkan Vera sampai depan pintu, sebelum pergi Vera berbisik.
" Nanti malam mas harus tidur di kontrakan!! kalau tidak awas kamu mas " Bisik Vera dengan nada mengancam.
Vera pun pergi meninggalkan ruangan dimas dengan hati yang kesal dan cemburu. Dia tidak rela berlama-lama berbagi suami dengan wanita lain. Vera ingin menjadikan diri nya istri sah dimas satu-satu nya, dia berniat ingin menyingkirkan Aina.
" Aku tidak mau lama-lama berbagi suami dengan wanita lain, aku harus segera bertindak. Mas dimas hanya milik ku dan aku yang hanya bisa memiliki nya !!!" Gumam Aina dalam hati.
*****
__ADS_1
Sudah uploud bab baru ya kak, tolong tetap berikan dukungan untuk karya Author ya kak. Sepertinya Vera sudah mulai gila lagi. 😀
Selamat membaca.