
Mama Hanny duduk di sofa yang ada dalam ruangan tersebut.
Mama Hanny mendekat pada Prili yang masih tidur dengan pulasnya. Mama Hanny duduk di sisi ranjang Prili. Tanpa di komando air mata mama Hanny meluncur begitu saja. Rasa sedih yang di rasakannya tak bisa di tahannya lagi. Hanny menangis sambil menggenggam tangan Prili anaknya. Prili perlahan membuka matanya saat merasakan ada yang menyentuhnya.
"Mama", kata Prili lirih.
Mama Hanny segera menghapus air matanya. Mama Hanny berusaha menetralkan suasana hatinya. Mama Hanny membantu Prili untuk duduk.
"Anak Prili ma", kata Prili langsung menangis.
"Dia sudah bahagia di sana sayang. Relakanlah, ikhlaskan", ucap mama Hanny.
"Prili ingin anak Prili ma. Prili belum lihat wajahnya", ujar Prili pilu.
Mama Hanny memeluk putrinya. Anak semata wayangnya tersebut. Kedua wanita tersebut menangis. Suara tangis mereka mengundang rasa penasaran tiga lelaki yang ada di luar.
"Ada apa ma?", tanya Wibowo cemas.
Mama Hanny tidak menjawab. Dia masih menangis sambil memeluk putrinya.
"Prili ingin anak Prili pa", kata Prili lirih.
Wibowo mendekati kedua wanita kesayangannya itu.
"Kamu harus kuat, anak kamu sudah di surga. Ikhlaskanlah. Kamu masih muda nak, masih banyak waktu. Kami bisa mendapatkan anak lagi nanti. Iya kan Jimmy?", tanya papa Wibowo pada Jimmy.
"I i iya pa", kata Jimmy terbata.
"Tuh kamu dengar sendiri apa yang di katakan Jimmy. Yang penting sekarang kamu makan, minum obat dan dengan hati yang ceria biar cepat sembuh, cepat sehat, cepat pulang", bujuk papa Bowo.
"Mama juga harus kuat, nanti Prili akan buatkan kita cucu lagi. Iya kan nak?",kata papa Bowo di tujukan kepada Prili.
Prili hanya tersenyum walau terasa sangat sulit untuk dia tersenyum.
Mama Hanny melepaskan pelukannya terhadap Prili. Mama Hanny menghapus air matanya dan air mata Prili.
"Papa kamu benar, bersabarlah dan belajar ikhlas. Kamu harus sehat dulu setelah itu kamu baru bisa memberi mama dan papa cucu lagi", kata mama Hanny.
Marsel yang dari tadi hanya diam saja tiba-tiba menyeletuk.
"Gasken bosque",
"Husss", kata Jimmy seraya menyikut pinggang Marsel.
Marsel menjerit karena Jimmy menyikutnya sedikit keras.
"Auuww"
"makanya kalau ngomong itu harus lihat situasi", kata Jimmy bukannya membantu Marsel yang kesakitan.
Mama Hanny memberikan perhatiannya pada anaknya. Mama Hanny mengambil makanan yang tadi di bawanya dari rumah.
__ADS_1
"Ini mama masakin khusus buat kamu. Enak lho sayang. Kamu harus makan ya biar cepat pulih dan cepat pulang ke rumah", kata mama Hanny.
Prili memandang ke arah Jimmy. Jimmy mengangguk tanda setuju.
Mama Hanny memberikan minum terlebih dahulu kepada Prili. Setelah itu mama Hanny mulai menyuapi Prili. Prili membuka mulutnya menerima makanan yang di berikan oleh sang mama.
Ketiga lelaki yang ada di depan Prili hanya menonton tanpa ada komentar.
"Aku pulang dulu bro. Jangan lupa makan ya. Kamu harus tetap sehat biar bisa jaga Prili", kata Marsel pada Jimmy.
"Terima kasih ya. Hati-hati di jalan", kata Jimmy. Marsel menganggukkan kepalanya.
"Pulang dulu om, tante, Prili cepat sehat ya. Permisi semuanya", kata Marsel sambil perlahan melangkah keluar ruangan.
Wibowo, Hanny dan juga Prili kompak mengangguk. Mata mereka mengiringi langkah Marsel sampai keluar dari ruangan tersebut.
"Pa ma Jimmy mandi dulu ya", kata Jimmy.
"Udah malam lho Jim gak baik untuk kesehatan", kata mama Hanny.
"Tenang aja ma, disini sedia air hangatnya jadi gak bakal kedinginan", jawab Jimmy.
"Ohh gitu, ya udah mandi sana", kata mama Hanny.
Mama Hanny kembali menyuapi Prili. Papa Bowo menuju sofa.
"Sudah ma", kata Prili menolak menerima suapan selanjutnya.
"Enak ma enak banget malahan tapi perut Prili terasa mual",jawab Prili.
"Iya sudah stop dulu. Kata dokter kamu memang harus di kasih makan sedikit-sedikit dulu, tidak boleh banyak-banyak. Karena mungkin masih pengaruh obat biusnya kali ya", kata mama Hanny mencoba mengira-ngira.
"Iya nih ma eneg banget", jawab Prili.
"Ini minum dulu setelah itu boleh istirahat lagi", ucap sang mama penuh kasih.
Prili menuruti kemauan sang mama. Setelah selesai, Prili menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur.
Jimmy keluar dari kamar mandi dengan sudah berganti pakaian.
"Mandinya koq bentar amat mas", kata Prili.
"Sunah mandi itu kan yang penting bersih, gak perlu lama-lama di kamar mandi. Mubazir buang air banyak-banyak", jawab Jimmy sekenanya.
"Kamu pasti belum makan, itu mama bawa makanan buat kamu", kata mama Hanny pada Jimmy.
"Iya ma, itu juga ada di bawain sama Nina tadi, belum juga di makan", jawab Jimmy.
"Iya udah makan dulu sana", kata mama Hanny.
Jimmy mengambil makanan yang di bawa sama Marsel dan juga yang di bawa mama Hanny. Jimmy membawanya ke meja sofa untuk di makan bersama papa mertuanya.
__ADS_1
"Ayo pa kita makan dulu", ajak Jimmy.
"Kamu makan saja dulu, papa masih kenyang", jawab pak Bowo.
"Banyak ini pa, Jimmy gak bisa menghabiskannya sendirian", kata Jimmy.
"Gak papa, papa benaran masih kenyang ini", ucap papa Bowo.
"Iya udah deh Jimmy makan dulu ya pa", ujar Jimmy.
Pak Wibowo menganggukkan kepalanya. Pak Wibowo lanjut menonton televisi yang ada dalam ruangan tersebut.
Jimmy memakan masakan yang di buat oleh Nina dan mengambil beberapa lauk yang di bawa oleh mama Hanny. Mata Prili melihat Jimmy makan begitu menikmati masakan Nina. Prili menelan ludahnya. Bukan karena ingin makanan tersebut tapi tenggorokannya terasa kering karena dia merasa tidak bisa seperti Nina. Nina pandai memasak. Ada rasa iri menyelinap di hatinya melihat Jimmy begitu lahapnya menikmati makanan tersebut.
"Kenapa kamu melihat suami kamu makan?kamu mau juga?", tanya mama Hanny membuyarkan lamunan Prili.
"Nggak ma, senang aja lihat dia makan. Lapar banget sepertinya. Kayak orang dua hari tidak makan", jawab Prili sekenanya.
"Kirain kamu mau di suapin sama Jimmy", canda mama Hanny.
"Mama bisa aja", jawab Prili dengan wajah sedikit memerah.
Mama Hanny tertawa. Prili memalingkan wajahnya. Jimmy dan pak Wibowo serempak melihat ke arah mama Hanny yang lagi asik tertawa tersebut.
Mama Hanny menghentikan tawanya. Ia jadi salah tingkah di lihati suami dan menantunya seperti itu.
"Lupa kalau ini rumah sakit ya ma?", ledek sang suami.
"Orang lagi ngajak Prili bercanda pa. Gak papa juga kali", jawab mama Hanny.
Mama Hanny mendengus. Papa Bowo menggeleng-gelengkan kepalanya. Jimmy kembali menikmati santapan makan malamnya.
.
.
.
.
.
Selamat membaca ya readersku terkasih.
Jangan lupa kasih like dan juga komennya ya.
Bantu votenya juga dong.
Mampir juga ke karyaku lainnya:
Masih Ada Pelangi (tamat).
__ADS_1