
Nina tidak berkomentar. Hanya matanya saja yang mengikuti arah telunjuk Jimmy.
"Okelah, sekarang aku mau mandi bisakah kamu keluar dari kamar ini", kata Nina pada Jimmy.
"Koq keluar, aku kan sudah menjadi suami sah kamu, kenapa harus keluar kamar?", kata Jimmy protes.
"Aku belum terbiasa sebaiknya kamu keluar aja dulu",kata Nina.
"Aku mau istirahat, kamu mandi saja aku tak akan melihat kamu", kata Jimmy sembari menuju tempat tidur.
"Eeehh gak bisa gitu, kamu harus tunggu di luar", kata Nina seraya menarik tangan Jimmy keluar dari kamar.
Jimmy keluar dari kamar, Nina menutup pintu kamar dan menguncinya.
"Koq di kunci sih, pelit amat jadi bini", kata Jimmy bergumam menuju sofa yang ada di ruang tamu.
"Enak saja, pasti pikirannya udah ngeres, dasar!", kata Nina sembari menuju kamar mandi.
Nina melakukan ritual mandinya. Mengguyur tubuhnya dengan air. Terasa sejuk. Cukup lama Nina di kamar mandi. Setelah selesai Nina segera berpakaian. Kemudian menyisir rambutnya.
"Syukurlah akhirnya aku resmi jadi isterinya Jimmy walau belum mendapat restu dari orang tuanya, minimal Jimmy bertanggungjawab", batin Nina.
Nina membuka pintu kamar. Dia mencari keberadaan Jimmy. Tapi Nina tak menemukan Jimmy. Nina kebingungan.
"Kemana tuh orang? jangan-jangan dia pergi meninggalkanku begitu saja di sini", batin Nina.
Nina menuju ruang tamu. Tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang. Nina kaget. Nina memberontak. Tubuh Nina di putar sehingga menghadap kepada orang yang memeluknya.
"Kamu?", pekik Nina.
"Kenapa kaget?kamu kan sudah sah jadi isteriku", tanyanya sambil memeluk erat pinggang Nina yang ramping.
"Iya tapi kamu bikin kaget aku tahu", kata Nina manja.
"Di ruangan ini hanya kita berdua, jadi yang melakukannya pasti bukan orang lain, pasti aku", kata Jimmy mempererat pelukannya.
"Iya siapa tahu aja ada yang masuk, kan bisa kacau urusannya", kata Nina berusaha melepaskan pelukannya dari Jimmy.
"Kenapa?jangan malu sayang, bersikaplah biasa, kita sudah mendapat SIM nya kan?", tanya Jimmy.
Jimmy merapatkan tubuhnya pada tubuh Nina. Nina menahan nafasnya. Walau Jimmy sudah menjadi suaminya tapi Nina masih merasa grogi untuk berdekatan seperti itu. Lain halnya dengan Jimmy. Aroma tubuh Nina yang wangi dan aroma sampo di rambut Nina membuat Jimmy bergairah. Jimmy ingin mencium Nina tapi Nina cepat menahan gerakan Jimmy.
"Kenapa?koq nolak gitu", tanya Jimmy.
"Mandi dulu sana, kan belum mandi", kata Nina sambil melepaskan pelukan Jimmy di tubuhnya.
"Nantilah sayang mandinya", Jimmy memelas.
__ADS_1
"Gak mau ahh, pokoknya mandi dulu sana biar wangi", kata Nina seraya menjauh dari Jimmy.
Jimmy refleks mencium tubuhnya kiri dan kanan.
"Gak bau, tapi gak apalah yang penting nanti dia gak nolak lagi", batin Jimmy.
"Baiklah, ayang mandi dulu kalau gitu", kata Jimmy seraya menuju kamar mereka.
"Gitu dong", kata Nina sambil duduk di sofa.
Nina menghela nafasnya.
"Huhh hampir saja", gumam Nina.
Jimmy mempercepat ritual mandinya. Kini Jimmy telah mengganti handuk yang di pakainya dengan menggunakan shortpan dan baju kaos tipis. Terlihat otot-ototnya yang menonjol. Jimmy menuju ruang tamu. Nina asik menonton film kartun di ponselnya. Nina tak menyadari kalau Jimmy sudah ada di belakangnya. Jimmy memeluk leher Nina dari belakang. Nina terkejut.
"Kak Jimmy suka banget bikin kaget orang", kata Nina setelah dapat menetralisir debaran jantungnya yang bergerak cepat.
"Hmm ganti dong panggilannya biar mesra, sayang gitu", kata Jimmy.
"Lebay ahh, tapi ....baiklah aku akan ganti panggilan dengan abang saja ya, gimana?", tanya Nina.
"Lumayan, abang juga bagus, lebih enak dengarnya", kata Jimmy.
Jimmy mengulangi tindakannya. Kembali memeluk leher Nina dari belakang.
"Kamu nonton apa?", tanya Jimmy seraya membawa Nina ke dalam pelukannya.
"Tom and jerry, suka banget dari dulu nonton ini", kata Nina yang menyadarkan kepalanya di dada Jimmy.
Jimmy menengadahkan wajah Nina. Mata keduanya bertemu pandang. Sejenak keduanya saling tatap.
"Apa kamu juga mencintaiku?", tanya Jimmy.
Nina tersenyum. Senyum yang sangat manis menurut Nina.
"Abang sayang, kalau gak cinta kita gak akan di sini sekarang", jawab Nina.
"Ohh gitu", kata Jimmy seraya mendekatkan wajahnya ke wajah Nina.
"Kamu mau apa?", tanya Nina pura-pura tak mengerti.
Jimmy tak menjawab. Dia malah menangkap bibir Nina. Jimmy tak memberi kesempatan pada Nina untuk bicara. Jimmy membungkam mulut Nina dengan mulutnya. Nina sempat kaget. Namun permainan Jimmy membuat Nina tak berkutik. Jimmy berkelana. Nina awalnya hanya menikmati permainannya Jimmy, lama-kelamaan Nina pun membalas pergerakan Jimmy.
Permainan pun semakin panas. Tangan Jimmy tak tinggal diam. Nina melenguh panjang. Jimmy semakin bersemangat.
Pakaian pun kini telah berserakan di lantai.
__ADS_1
Pegulatan pun kembali terjadi. Jimmy merebahkan tubuh Nina. Jimmy menelusuri tubuh Nina setiap inchi nya. Nina bak cacing kepanasan meliuk sana meliuk sini. Jimmy tak lupa memberi stempel di tubuh Nina. Jimmy berhasil membuat Nina menggelepar. Tubuh Nina bergetar. *******-******* dari mulut Nina tak henti-hentinya. Jimmy tambah bersemangat. Dan akhirnya Jimmy juga tak kuasa menahan hasratnya. Jimmy ingin menyelesaikan tugas akhirnya. Jimmy sangat tangguh. Tangan Jimmy tak tinggal diam bergerilya kemana-mana. Nina sudah tak kuat. Nina melenguh dan di iringi lenguhan Jimmy. Dan akhirnya keduanya tak kuasa bertahan. Keduanya menggelepar. Jimmy akhirnya menyelesaikan tugas akhirnya.
Keduanya terkulai lemas.
"Terima kasih sayang, i love you", kata Jimmy sambil menggulingkan tubuhnya di samping Nina.
"Pejuang tangguh",kata Nina sambil memeluk tubuh Jimmy.
"Kamu menikmatinya juga kan", kata Jimmy sambil mecolek hidung Nina. Nina hanya tersenyum.
"Mau kemana?", tanya Jimmy ketika melihat Nina beranjak dari sofa.
"Mau mandi", kata Nina.
"Nantilah", kata Jimmy menarik Nina ke pangkuannya.
Jimmy memeluk wanita yang baru saja di nikahinya itu penuh cinta. Jimmy sangat mencintai Nina walau tanpa restu dari orang tuanya Jimmy nekad menjadikan Nina isteri sahnya.
Jimmy menyandarkan tubuh Nina di dadanya. Jimmy mengelus rambut indah Nina dan mencium rambut tersebut. Hati Nina terenyuh di perlakukan Jimmy seperti itu.
"Aku ingin kamu bahagia hidup denganku, maka dari itu jadilah milikku seutuhnya agar kita bisa bahagia lahir dan batin", kata Jimmy puitis.
"Apa aku terlihat tidak bahagia?", tanya Nina sambil menengadahkan wajahnya.
"Bukan begitu, maksudku nikmati kebahagiaan yang sekarang kita rasakan, kita sekarang tak terpisah, aku sangat mencintaimu sayang", kata Jimmy sambil mengelus wajah lembut Nina.
"Ini bukan lagi ada maunya kan?", kata Nina sambil tersenyum nakal.
"Kalau kamu mau dengan senang hati", kata Jimmy sambil menggelitik pinggang Nina.
Nina menggelinjang kegelian. Jimmy kembali bergairah. Tangannya mulai bergerilya. Bisikan-bisikan cinta di telinga Nina tak henti-hentinya di ucapkan Jimmy. Nina terbuai. Mulut Nina terbuka karena melenguh akibat sentuhan-sentuhan yang di berikan Jimmy. Jimmy menggigit kecil bibir Nina, Nina menjerit kecil. Jimmy merebahkan kembali tubuh Nina. Kini Jimmy membenamkan wajahnya di perut Nina. Nina merinding menahan geli. Jimmy sangat pandai bermain.. Nina kembali melenguh. Jimmy akhirnya tak tahan lagi, dia ingin menyelesaikan tugas akhirnya.
Keringat sudah membanjiri badan keduanya. Hasrat menuntut untuk segera menuntaskan tugasnya.
Jimmy menuntaskan tugas akhirnya. Keduanya mencapai *******. dan arrghhh...
Keduanya terkulai lemas. Tulang Nina terasa remuk. Jimmy sangat tangguh. Tak butuh waktu lama Jimmy akhirnya memejamkan matanya lebih dulu. Nina menarik selimut menyelimuti tubuhnya dan suaminya. Akhirnya Nina tertidur juga mengikuti Jimmy yang sudah bermimpi indah. Keduanya tertidur setelah aktifitas mereka yang panjang dan melelahkan.
.
.
Jangan lupa like dan komennya ya readers.
Mampir juga ke karyaku yang lain:
Masih Ada Pelangi(tamat).
__ADS_1