Tuanku Diktator Ulung

Tuanku Diktator Ulung
Berita hangat


__ADS_3

Adel yang dari tadi hanya jadi pendengar yang baik, memandang ke wajah Wina.


"Wina hati kamu baik banget, tulus memberi", batin Adel.


"Dan kamu cantik, kamu harus jaga ibu ya biar ibu cepat sembuh, bisa masak buat kamu lagi", kata Wina sambil mengelus kepala gadis kecil tersebut.


"Iya kak, terima kasih ya kak", katanya pada Wina.


"Jaga ibu ya, jangan nakal kakak yakin kamu anak hebat", kata Wina sambil menggenggam tangan gadis kecil itu.


"Iya kak", kata gadis kecil itu lagi.


"Kami pulang dulu ya, ingat pesan kakak", kata Wina sembari mengelus kepala anak tersebut.


"Iya kak hati-hati kak", katanya layaknya orang dewasa.


"Bu kami pulang dulu ya, semoga ibu cepat sembuh, makan yang banyak, obatnya di minum", kata Wina.


"Iya non terima kasih banyak", kata ibu tersebut.


Wina dan Adel meninggalkan tempat tersebut.


"Di mana kamu ketemu sama anak itu?", tanya Adel pada Wina setelah mereka meninggalkan tempat tersebut.


"Di dekat taman kota, waktu itu aku lagi jalan sama kak Jimmy. Karena ingin menikmati suasana sore hari aku mengajak kak Jimmy stop di situ. Rame di sana aku jadi penasaran. Kak Jimmy tak mau turun dari mobil. Ya aku terpaksa turun sendiri. Aku duduk di kursi taman sambil menikmati suasana sore, sambil ngemil gitu tiba-tiba aku melihat anak kecil yang sedang duduk tak jauh dari tempat aku nyantai, dia melihat ke arahku, aku tawarkan makanan yang sedang ku makan padanya, dia kegirangan, aku jadi tak tega, aku kasihkanlah makanan tersebut padanya, aku tanya siapa namanya, di mana tinggal dan dengan siapa dia tinggal. Dua hari kemudian aku sengaja mendatangi tempat yang tunjukkan anak itu, iya itu tempat yang tadi kita kunjungi. Kasihan ibunya lagi sakit. Aku janji akan pada anak itu akan datang lagi dengan membawa obat untuk ibunya makanya tadi aku mengajakmu ke situ", jelas Wina panjang lebar.


"Mulia sekali Win. Aku kira kamu seperti yang lainnya, anak manja yang hanya bisa menghabiskan uang orang tuanya untuk poya-poya saja", kata Adel.


Wina tertawa. Adel terkekeh.


"Aku kalau belanja selalu sama mama, iyaa gak ribet-ribet amat sih Del, aku apa yang di pilihin mama buat aku, aku selalu suka, soalnya mama lebih paham. Aku malas pilih-pilih. Jika mama beli ini beli itu buat aku ya aku selalu suka, ya udah untuk apa juga menghabiskan uang yang gak perlu. Di kasih kak Jimmy kartu malah jarang ku pakai, seperti yang tadi kamu lihat aku malah minta uang cash sama dia, sepertinya aku lebih suka tunai deh", kata Wina sambil tertawa lepas.


Adel pun ikut tertawa.


"Jangan-jangan jodoh nanti kamu suka tunai juga", kata Adel menghentikan tawa Wina.


"Maksudnya?", tanya Wina tak mengerti.


"Iya suka dengan pilihan mama kamu", kata Adel.


"Iya kalau memang sesuai dengan kriteriaku gak masalah, yang penting orangnya baik, jujur dan setia, udah. Yang lain tak masalah",kata Wina.


"Sweet banget kamu Win", kata Adel sambil menoel dagu Wina.


Mereka berdua tertawa. Kedua anak ABG ini seakan-akan sudah paham dengan kerasnya kehidupan.


Wina mengajak Adel makan bakso di tempat favoritnya. Setelah itu Wina mengantarkan Adel pulang ke rumahnya.


*****


"Pulang yuk?", kata Jimmy merangkul kepala Nina ke dalam pelukannya.


Nina kaget dengan aksi Jimmy yang tiba-tiba. Nina melepaskan tangan Jimmy.

__ADS_1


"Loh kenapa sayang?", tanya Jimmy tak mengerti.


"Kamu tuh ya, ini kantor tahu, gimana kalau ada yang lihat?mukaku mau di taruh di mana", kata Nina kesal.


"Duh marah, iya maaf, abis kamu ngangeni terus", goda Jimmy.


"Gombal", kata Nina singkat.


"Kita makan dulu yuk, kerja hari ini buatku lapar", kata Jimmy.


"Motornya gimana?", kata Nina.


"Tinggal aja", kata Jimmy.


"Terus aku kerja pakai apa dong?", kata Nina tak mengerti alur pikiran Jimmy.


"Aku akan antar jemput kamu cantik", kata Jimmy sambil mencolek pipi Nina.


Wajah Nina bersemu merah. Aksi Jimmy selalu bikin dadanya berdebar kencang.


"Ya udah yuk kita pulang", ajak Jimmy pada Nina.


Nina berkemas. Mengambil tasnya dan mengikuti langkah Jimmy.


Tanpa sepengetahuan keduannya, Marsel melihat mereka dari kejauhan.


"Waah sepertinya aku ketinggalan berita ini", gumam Marsel.


Melihat perlakuan Jimmy terhadap Nina sepertinya Marsel tahu sesuatu.


Marsel memang mudah kepo. Di ikutinya mobil Jimmy dari jarak jauh agar Jimmy tak melihat mobilnya.


Jimmy dan Nina turun dari mobil. Jimmy menggandeng tangan Nina menuju tempat makan favorit Jimmy. Marsel melihati dari dalam mobilnya.


Jimmy memesan makanan untuk mereka berdua. Marsel mengikuti keduanya dengan memakai topi dan kaca mata agar tak di kenali oleh Jimmy dan Nina . Marsel mencari tempat yang agak pojok dan jauh dari keduanya. Marsel cuma memesan minuman.


Pesanan mereka datang. Jimmy yang memang sudah lapar, segera mengeksekusi makanannya. Nina tersenyum melihat Jimmy.


"Ayo sayang kita mulai", kata Jimmy pada Nina.


Nina mengangguk. Mereka mulai ritual makannya. Sesekali pandangan mereka bertemu. Jimmy memberikan suapannya untuk Nina.


"Malu kak", kata Nina.


"Ayolah, anggap saja ini rumah kita", kata Jimmy cuek.


Walau agak malu-malu Nina menerima suapan dari Jimmy. Jimmy tersenyum senang. Mereka terus menikmati makannya. Melihat Jimmy dan Nina hampir selesai, Marsel meninggalkan tempat duduknya kembali ke mobilnya.


"Hebat, pesona Nina bisa menaklukkan seorang Jimmy", gumam Marsel.


"Aku ikut senang, penasaranku terjawab sudah", Marsel meninggalkan tempat tersebut.


Jimmy dan Nina keluar dengan bergandengan tangan. Jimmy sepertinya tak ingin jauh dari Nina. Jimmy membukakan pintu mobil untuk Nina. Jimmy masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


"Gimana enak gak makanannya?", tanya Jimmy.


"Enak banget", kata Nina.


"Aku sering ke sini dengan Marsel", kata Jimmy.


"Ini tempat makan favorit kami", kata Jimmy.


"Oohh", kata Nina singkat.


"Gimana kalau kita nonton dulu?", tanya Jimmy.


"Kalau ibu khawatir gimana?", tanya Nina.


"Iya kamu bisa telepon dulu ke rumah, bilang pulangnya agak malam kan beres",kata Jimmy.


"Iya deh", kata Nina.


Nina menelepon Adel. Memberitahukan kalau dia pulang terlambat hari ini. Setelah selesai menelpon, Jimmy mengajak Nina nonton bioskop favoritnya. Jimmy memilih film kocak. Karena menurutnya nonton itu untuk hiburan. Jadi pilih film yang bisa menghibur.


Nina dan Jimmy tak henti-hentinya tertawa selama film berlangsung. Mereka sangat menikmati filmnya. Sesekali Jimmy melihat ke arah Nina yang sangat menikmati film tersebut. Hati Jimmy sangat senang melihat wanita yang di cintainya tertawa bahagia.


Setelah selesai menonton filmnya, Jimmy mengantarkan Nina pulang.


"Ma kasih ya untuk hari ini", kata Nina sebelum turun.


"Iya sayang sama-sama", kata Jimmy.


Nina mau turun dari mobil tapi tangannya di pegang oleh Jimmy.


"Ada apa?", tanya Nina.


Cupp..


Tanpa persetujuan Nina lagi Jimmy mendaratkan ciumannya di pipi Nina. Nina kaget. Lagi-lagi aksi Jimmy membuat Nina bergetar.


"Untuk obat tidur", kata Jimmy enteng.


Untung malam, jadi Jimmy tak melihat perubahan pada wajah Nina yang bersemu merah.


"Ya sudah hati-hati ya", kata Nina lalu turun dari mobil.


Jimmy baru pergi setelah Nina masuk ke dalam rumahnya.


.


.


.


.


Bantu like, komen dan votenya juga ya readers....

__ADS_1


Mampir juga ke karyaku lainnya:


Masih Ada Pelangi (tamat).


__ADS_2