
Dua minggu cuti tak terasa bagi pasangan pengantin baru. Dedi harus kembali kerja, begitu juga dengan Tika. Hari ini Tika kembali bekerja seperti biasa. Ucapan selamat kembali di terimanya dari teman kantor. Tak terkecuali Nina. Walau hanya lewat telepon, Nina menyempatkan diri untuk menelepon temannya itu.
"Halo tenbar, dah masuk kerja ya?pasti semalam banyak rondenya ya?", goda Nina.
"Tahu aja kamu", kata Tika sambil terkekeh.
"Pengalaman sih", Nina tertawa renyah.
"Kamu bisa aja, aku jadi malu", ucap Tika.
"Semoga cepat dapat momongan ya, jangan terlalu capek. Jadi Dedi sudah mulai kerja juga ya?", tanya Nina.
"Iya. Sebenarnya sudah beberapa hari yang lalu masuknya tapi katanya mumpung aku masih libur jadi mundur deh jadwalnya ", ucap Tika.
"Wahh bisa kebelet tuh si Dedi kalau lagi pingin", gurau Nina sambil tertawa.
"Katanya di usahakan tiga hari sekali pulang. Kan bisa lah di jangkau. Aku juga gak mau lama-lama kedinginan ", canda Tika sambil tertawa renyah.
Nina pun ikut tertawa.
"Oke selamat menikmati masa indahnya surga dunia, semoga langsung jadi ya. Biar cepat gendong sang bayi", kata Nina.
"Thank you my friend. Aamiin..", jawab Tika.
"Assalamualaikum ",
"Wa'alaikum salam", jawab Tika.
Obrolan pun berakhir.
"Teleponan sama siapa? sepertinya seru", tanya Jimmy yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Tika", jawab Nina singkat.
"Kenapa?kamu ingin lagi seperti semalam?biar ceritanya tambah seru dengan Tika", ucap Jimmy seraya menyentuh dada Nina.
"Iih abang, jahil amat sekarang", kata Nina bergelayut manja di lengan sang suami.
"Dada kamu sangat menggoda. Lebih besar dan ...", Jimmy bermaksud mengelus dada Nina tapi Nina cepat menghindar.
"Udah ahh, abang kan mau kerja. Nanti malam kita lanjutnya ya", kata Nina dengan senyum menggoda.
"Aahh senyum itu lagi", batin Jimmy yang merasa adik kesayangannya mulai bangun.
Jimmy tak tahan, dia menangkap tubuh Nina. Dengan cepat bibir Nina di lahapnya. Daging kembar yang indah menantang itu pun tak luput dari kejahilan tangan Jimmy. Nina awalnya memberontak tapi lama-kelamaan ia membalas perlakuan Jimmy. Jimmy merebahkan tubuh Nina di tempat tidur. Terciptalah permainan yang hangat dan gairah yang besar. Jimmy bergerak cepat, dia langsung menuntun adik manisnya menuju liang senggama Nina. Nina melenguh. Jimmy mulai bergerak maju mundur. Lebih cepat dan cepat. Hentakan keras Jimmy membuat tubuh Nina terguncang hebat. Tubuh keduanya mengejang. Dan suara erangan Jimmy lolos dari mulutnya. Kenikmatan yang luar biasa kembali di reguknya.
"Ahh nikmat sekali sayang. Walau singkat tapi lebih nikmat dari semalam", bisik Jimmy di telinga Nina.
"Kamu hebat sayang. I love you", balas Nina.
"Sama-sama my honey", kata Jimmy seraya mencium kening Nina.
Jimmy bangun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi kembali. Nina membenahi pakaiannya yang sudah kemana-mana.
"Laki kalau lagi pingin tidak kenal waktu. Tapi gak apalah. Aku juga suka hihihi", gumam Nina.
__ADS_1
Nina menyiapkan pakaian Jimmy untuk ke kantor. Setelah siap, Nina keluar dari kamar untuk melihat gadis kecilnya yang bermain dengan mbak Yuni.
"Wahh gadis mama udah pinter merangkak ya", kata Nina.
"Iya Nya, sepertinya Iza sudah pingin punya adik", kata mbak Yuni bercanda.
"Mbak Yuni bisa aja",
Mereka tertawa. Nina kembali ke kamar. Dilihatnya sang suami sudah keluar dari kamar mandi.
"Kamu gak mandi?", tanya Jimmy.
"Mandi lah bang, gantian sama abang. Mau mandi berdua takut kena lagi", kata Nina sambil terkekeh.
"Jual mahal, padahal suka", ledek Jimmy.
"Suka banget abang sayang", kata Nina seraya memeluk tubuh suaminya yang atletis.
"Abang mau kerja, tunggu nanti malam. Siapkan stamina. Abang mau sampai pagi", kata Jimmy seraya mengecup bibir Nina.
"Siap bosku", kata Nina seraya mengambil handuk dari tubuh suaminya.
"Kamu tuh ya", kata Jimmy gelagapan saat Nina menarik handuk dari tubuhnya.
Nina bukannya takut, ia malah tertawa dan menuju kamar mandi.
"Tunggu saja pembalasan abang nanti malam", ucap Jimmy seraya memakai pakaian yang sudah di siapkan oleh Nina isterinya.
Nina selesai mandi. Jimmy sudah bersiap mau berangkat kerja.
Nina mengangguk. Nina mencium punggung tangan Jimmy. Dan Jimmy mencium kening Nina. Dunia begitu indah terasa.
Jimmy keluar dari kamar. Nina hanya bisa melihat kepergian suaminya karena Nina belum berpakaian lengkap. Terdengar suara mesin mobil di hidupkan. Yang menandakan kalau Jimmy sudah berada di dalam mobilnya dan pergi ke kantor.
****
Rumah pak Bowo dan mama Hanny sekarang tidak lagi sepi. Mereka membawa anak adik pak Bowo untuk tinggal dengan mereka. Namanya Anggi. Anggi masih duduk di kelas dua SMP. Dengan kehadiran Anggi mama Hanny tak kesepian lagi. Sejak Prili meninggal suasana rumah jadi sunyi senyap. Tapi sekarang tidak lagi, sejak kehadiran Anggi suasana jadi ceria kembali.
"Pa, kita ke rumah Nina yuk. Mama kangen dengan si kecil Iza", ucap mama Hanny pada suaminya.
"Tunggu Anggi pulang sekolah aja ma, sekalian ajak si Anggi nya biar dia tahu", ujar pak Bowo.
"Hmm iya juga sih. Iya udah kita tunggu Anggi pulang sekolah aja ", kata mama Hanny.
Jam pulang sekolah telah tiba. Anggi dengan di antar jemput oleh sopir pak Bowo, selalu pulang tepat waktu.
"Bude, pakde assalamualaikum", kata Anggi dengan riangnya.
"Wa'alaikum salam sayang. Cepat makan dan ganti baju nanti ya. Kita akan pergi", kata mama Hanny pada Anggi yang baru pulang.
"Emangnya kita mau kemana bude?", kata Anggi penasaran.
"Ke tempat adik kecil. Anak angkat bude dan pakde", jawab mama Hanny.
"Ohh oke siap", kata Anggi kegirangan.
__ADS_1
Mama Hanny dan pak Bowo seperti ada semangat hidup kembali sejak kehadiran Anggi.
"Udah siap bude, yuk berangkat", ajak Anggi yang sudah berganti pakaian.
"Lha kamu gak makan lagi?", tanya pak Bowo.
"Sudah pakde, ekspres", kata Anggi dengan senyum cerianya.
"Yah udah yuk kita berangkat", kata mama Hanny yang sudah siap dari tadi.
"Ayo", kata Anggi semangat.
Mereka menuju kediaman Nina dan Jimmy. Nina yang tak menyangka akan kedatangan tamu hari ini, sangat terkejut dengan kedatangan mereka.
"Om tante, koq tidak memberi kabar terlebih dahulu kalau mau kemari", kata Nina menyambut tamunya dengan mencium punggung tangan mama Hanny dan pak Bowo.
"Sengaja memberi kejutan. Hmm apa kamu masih belum bisa panggil kami mama papa?", sergah mama Hanny.
Nina tersenyum.
"Iya maaf lupa ma, pa. Ayo kita masuk. Ini siapa ma?", tanya Nina pada Anggi.
"Oh iya ini Anggi. Keponakan papa tapi sekarang kami ambil untuk menemani kami di rumah karena kedua orangtuanya sudah meninggal dalam sebuah kecelakaan", jelas mama Hanny.
"Ohh turut berduka ya sayang. Mari kita masuk dulu", ajak Nina pada Anggi, mama Hanny dan pak Bowo.
Mbak Yuni datang dengan membawa si imut Iza dalam gendongannya.
"Iihh ada adek bayi. Aku senang banget", kata Anggi seraya mendekati si imut Iza.
Mama Hanny, pak Bowo dan Nina masuk ke dalam, mbak Yuni meninggalkan Anggi yang sedang bermain dengan si imut Iza. Mbak Yuni menuju dapur. Untuk mengambil minum dan cemilan ala kadarnya.
Mereka asik bercengkerama. Anggi betah bermain dengan si imut Iza. Mama Hanny dan Nina senang melihat keakraban Anggi dan Iza.
Setelah puas bermain, Iza akhirnya menangis karena lapar. Mbak Yuni mengambilnya dan memberikan biskuit pada si imut Iza.
"Ma, udah sore. Kita pamit dulu", celetuk pak Bowo.
"Iya ya sudah sore. Kalau dekat sama Iza mama jadi lupa waktu ", kata mama Hanny sambil terkekeh.
Mama Hanny dan pak Bowo minta pamit karena hari sudah sore. Mereka pulang dengan mengendarai mobil Nissan juke berwarna hitam tersebut. Nina masuk kembali setelah mobil yang membawa tamunya hilang dari pandangannya.
.
.
.
.
.
Lanjut lagi ya readersku terkasih...
Bantu like, komen dan votenya ya.
__ADS_1
Salam sayang selalu...