
Gebrakk...
"Auuwww", pekik Nina yang sudah berada di bawah motornya.
Becak tersebut menabrak samping ban depan motor Nina. Barang-barang yang tadinya berada di dalam becak, kini telah berpindah ke jalan semua. Berhamburan kemana-mana. Si mamang becak tersungkur di bawa becak kesayangannya.
Orang-orang yang melihat kejadian cepat memberikan bantuan. Ada yang menyelamatkan Nina, ada yang menyelamatkan si mamang becak.
Beruntung keduanya tidak apa-apa. Nina di singkirkan dari jalan. Motornya juga pinggirkan oleh orang-orang yang membantunya.
"Kamu tidak apa-apa?", tanya seorang bapak-bapak yang menolongnya.
"Tidak pak, cuma kaki kiriku lecet sedikit", kata Nina sambil mengelap darah di kakinya.
"Syukurlah, ini ada air minum, minum dulu", kata bapak tersebut memberikan sebotol air mineral pada Nina. Nina mengambilnya dan meneguknya.
"Terima kasih banyak ya pak, maaf merepotkan", kata Nina sambil menahan perih di kakinya.
Di saat bersamaan ada sebuah mobil yang lewat dari tempat kejadian tersebut. Dia menghentikan kendaraannya.
"Ada apa nih rame-rame", gumamnya.
Dia membuka kaca mobilnya.
"Maaf pak ini ada apa ya?", tanyanya pada seorang bapak-bapak.
"Ada kecelakaan mas", kata bapak tersebut.
"Kecelakaan?orangnya di mana pak?", tanyanya lagi.
"Tuh di sana", kata bapak tersebut menunjuk ke satu tempat.
"Oh ya udah, ma kasih pak", katanya kembali menghidupkan mesin mobilnya. Dan memarkirkannya tak jauh dari tempat terjadinya kecelakaan. Dia turun dari mobilnya dan menuju lokasi kejadian.
"Permisi", katanya sambil lewat di depan ibu-ibu.
Dia terus maju dan membela kerumunan. Alangkah terkejutnya dia setelah mengetahui yang mengalami kecelakaan adalah stafnya.
"Nina", katanya dan cepat menghampiri Nina yang masih duduk di tanah yang beralaskan kantong plastik.
"Kak Marsel", kata Nina pelan.
"Bagaimana keadaan kamu?apa ada yang terluka?",tanya Marsel cepat.
"Cuma lecet di kaki kak, gak papa", kata Nina.
Marsel memperhatikan Nina dari ujung rambut sampai ujung kaki melihat-lihat kalau saja ada luka yang tidak di rasakan oleh Nina.
"Motor kamu mana?", tanya Marsel.
"Itu", tunjuk Nina pada sebuah motor yang rusak akibat benturan.
"Motor kamu tinggal di bengkel saja, kamu ikut aku biar ku antar tapi sebelumnya biar ku antar ke dokter dulu", jelas Marsel.
__ADS_1
"Kamu tunggu di sini, di sebrang sana ada bengkel, biar aku antar motor dulu, baru antar kamu ke dokter", jelas Marsel.
"Terima kasih kak, jadi merepotkan", kata Nina.
"Gak apa-apa", kata Marsel seraya menuju motor dan membawanye ke bengkel.
Tak lama Marsel kembali lagi.
"Emangnya tadi kamu nabrak apa sih bisa hancur gitu depannya?",tanya Marsel.
"Becak itu yang nabrak, untung aku pelan jadi cuma motor yang rusak",Nina menunjuk pada sebuah becak. Mata Marsel mengikuti arah telunjuk Nina.
"Oohhh, jadi mamang becaknya gimana?",tanya Marsel lagi.
"Itu yang pakai topi kupluk mamang becaknya, alhamdulilah dia juga gak apa-apa. Cuma becaknya yang sedikit penyok", jelas Nina.
Marsel melihat ke arah mamang becak.
"Yuukk kita lihat mamang becaknya", kata Marsel membantu Nina berdiri.
Orang-orang mulai bubar melihat Nina sudah ada yang menolongnya.
"Mamang tidak apa-apa?", tanya Marsel pada lelaki paruh baya tersebut.
"Gak apa-apa nak, cuma barangnya jadi berhamburan, itu barang akan saya antar ke pemiliknya tapi dengan keadaan seperti itu saya gak tahu harus ngomong apa", jelas si mamang.
"Mamang juga salah sih, muatan mamang berlebihan, jadi gak seimbang dengan kendaraannya", jelas Marsel.
"Iya nak saya tahu tapi saya lakukan biar tidak bolak balik angkut barangnya", kata si mamang berdalih.
"Iya mang gak papa, lain kali hati-hati, jangan melampaui batas kemampuan mamang biar tidak berakibat fatal seperti ini, untung mamang dan saya tidak apa-apa, kalau tidak polisi akan turun tangan, dan yang rugi mamang juga", kata Nina.
"Iya neng maaf", kata si mamang sambil menunduk.
"Iya udah yuk ku antar kamu ke dokter dulu", kata Marsel membantu Nina menuju mobilnya.
Nina dan Marsel meninggalkan tempat tersebut.
"Gimana dok keadaan teman saya?", tanya Marsel setelah dokter memeriksa keadaan Nina.
"Dia gak apa-apa, cuma ada lecet di betisnya dan sepertinya juga keseleo", kata dokter menjelaskan.
Marsel melihat ke arah kaki Nina yang masih berbaring di tempat tidur.
"Ini ada obatnya, ada juga salep. Obatnya di minum tiga kali sehari ya dan salepnya dua kali sehari aja cukup", jelas dokter.
Marsel menerima resep dari dokter tersebut.
"Terima kasih dok, yuuk Nin", kata Marsel dan membantu Nina turun dari tempat tidur tersebut.
"Iya sama-sama", jawan sang dokter.
Nina dan Marsel meninggalkan tempat dokter tersebut.
__ADS_1
"Kalau besok masih sakit, kamu gak masuk kerja gak apa-apa besok", kata Marsel tanpa melihat ke arah Nina. Matanya fokus ke jalan raya.
"Gak apa-apa koq kak, cuma lecet doang", protes Nina.
"Apa kamu gak dengar kata dokter tadi katanya kaki kamu juga keseleo", kata Marsel.
"Iya kak, tapi itu bukan karena kecelakaan tadi, itu karena terkilir gara-gara sepatu tadi pagi", jelas Nina.
"Koq bisa?", tanya Marsel tak mengerti.
"Tadi pagi kan kakak minta filenya, karena kak Marsel pengen cepat, jadi Nina buru-buru ke ruangan kak Marsel tapi apes untukku, sepatuku kepletot dan akibatnya kakiku terkilir gini", kata Nina sambil melihat ke arah kakinya.
"Koq gak bilang pas antar file?", tanya Marsel kesal.
"Iya gak perlu juga kali kak, aku yang salah gak hati-hati",kata Nina pelan.
"Berarti aku masih punya hutang nih sama kamu?",kata Marsel pada Nina.
"Hutang apa kak?", kata Nina.
"Itu kaki kamu. Gara-gara aku kaki kamu jadi terkilir, kalau tidak karena perintahku kaki kamu takkan terkilir, gimana untuk bayar hutangnya aku traktir kamu sekarang?", kata Marsel tersenyum.
"Itu cuma kecelakaan kak. Aku apes banget hari ini. Sialnya berkali-kali. Murni kecelakaan bukan salah kakak ya. Dan untuk traktirannya lain kali aja, aku mau pulang mau istirahat ", kata Nina.
"Iya udah deh, kita pulang", kata Marsel mempercepat laju kendaraannya.
"Kak pelan dong, Nina trauma nih", kata Nina tegang.
Marsel terkekeh. Marsel menurunkan amper laju kendaraannya. Nina menarik nafas lega. Ketegangan di wajahnya berangsur surut.
Tak lama mereka tiba di rumahnya Nina.
"Mampir dulu kak", kata Nina pada Marsel.
"Lain kali aja, kata kamu mau istirahat, kalau aku mampir entar gak jadi dong istirahatnya", ledek Marsel.
Nina terkekeh.
"Iya udah ma kasih ya kak, hati-hati jangan ngebut", kata Nina.
Marsel memutar kendaraannya dan melajukannya dengan kecepatan sedang.
.
.
.
Selamat membaca ya readers sayang...
Bantu like, komen dan juga votenya ya...
Mampir juga ke karyaku lainnya:
__ADS_1
Masih Ada Pelangi (tamat).