Tuanku Diktator Ulung

Tuanku Diktator Ulung
Dia sudah menjadi milikmu


__ADS_3

Tok tok tok.....


"Mbak ada tamu di depan", itu adalah suara Tiara anak bibi Nur nya.


Dedi menghentikan aksinya. Tika mengatur nafasnya yang mulai tidak teratur.


"Iya bentar", jawab Tika dari dalam.


Tika mengambil bra nya yang tadi di lempar Dedi ke tempat tidur.


"Ayo mas kita ke depan. Ada tamu", kata Tika yang sudah memasang kembali bra nya.


"Bagaimana mungkin mas ke depan, kamu lihat sendiri adeknya abang sudah tegak menjulang gini", tunjuk Dedi pada alat vitalnya.


"Mas koq celananya ngembung gitu", kata Tika bingung.


"Kamu duluan aja ke depan, nanti mas nyusul. Kalau mereka nanya, bilang aja mas lagi mandi", jawab Dedi.


"Iya udah deh jangan lama-lama ya", kata Tika seraya merapikan rambut dan pakaiannya.


Dedi mengangguk. Tika keluar kamar


Dedi menghentikan aksinya. Tika mengatur nafasnya yang mulai tidak teratur.


"Iya bentar", jawab Tika dari dalam.


Tika mengambil bra nya yang tadi di lempar Dedi ke tempat tidur.


"Ayo mas kita ke depan. Ada tamu", kata Tika yang sudah memasang kembali bra nya.


"Bagaimana mungkin mas ke depan, kamu lihat sendiri adeknya abang sudah tegak menjulang gini", tunjuk Dedi pada alat vitalnya.


"Mas koq celananya ngembung gitu", kata Tika bingung.


"Kamu duluan aja ke depan, nanti mas nyusul. Kalau mereka nanya, bilang aja mas lagi mandi", jawab Dedi.


"Iya udah deh jangan lama-lama ya", kata Tika seraya merapikan rambut dan pakaiannya.


Dedi mengangguk. Tika keluar kamar.


"Gagal deh", gumam Dedi seraya menuju kamar mandi.


"Sepertinya aku harus bawa Tika ke rumah ibu saja dulu, biar gak ada yang ganggu", gumam Dedi bicara sendiri.


Dedi senyum-senyum sendiri mengingkat kelakuannya pagi ini.


"Tubuh sintal Tika semakin menggoda, ia lebih seksi dari Nina. Ahhh kenapa lagi nih Nina lagi Nina lagi. Isteriku surgaku", gumam Dedi seraya mengelus adek manisnya supaya tidur kembali.


"Ayo adik manis tidur dulu ya, nanti setelah aman kita mulai lagi", ujar Dedi.


Tak lama adik manisnya melempam kembali. Dedi menarik nafasnya dalam-dalam.


"Huuhh repot juga kalau lagi seru, ada gangguan gini", ujar Dedi seraya keluar dari kamar mandi dan keluar dari kamar.


"Ini ya suaminya Tika, tampan sekali. Kenalin nama saya Mila teman SMA Tika dan ini suami saya. Kemarin gak sempat hadir karena ada keluarga juga yang acara, jadi di sempatin hari ini", jelas Mila panjang lebar.


"Oh iya gak apa-apa. Bisa di maklumi. Lagian kalau keluarga yang acara, gak enak kalau gak hadir", balas Dedi.


"Iya. Kami turut mendoakan semoga menjadi keluarga yang samara. Langgeng sampai kakek nenek", ucap Mila lagi.

__ADS_1


"Terima kasih banyak La. Jangan lupa doakan juga biar cepat dapat momongan ", celetuk Dedi.


"Pasti dong. Aamiin ", jawab Mila semangat.


Setelah bersenda gurau, Mila dan suami mohon pamit.


"Kami permisi dulu ya, masih ada sedikit urusan. Pokoknya doa terbaik untuk kalian", ujar Mila dengan ramahnya.


"Makan dulu nanti pulangnya, ibu sudah nyiapin makan di belakang ", kata Tika.


"Bilang sama ibu bukannya menolak rejeki tapi kami harus pergi karena masih ada urusan ", ucap Mila.


"Iya udah deh kalau gitu. Hati-hati ya", kata Tika.


Sepulangnya Mila dan suaminya, Dedi mengutarakan isi hatinya kepada Tika.


"Sayang sepertinya disini banyak gangguan, kita gak bisa capcuss. Bagaimana kalau ke rumah ibuku saja. Bilang saja sama ibu kalau kita mau silaturahmi dengan ibuku", kata Dedi pelan.


"Di sini kan ada adik-adik kamu juga, sedangkan ibuku sendiri di rumah. Mbak dan kakakku sudah berumah lain. Kita nyaman disana. Kapanpun kita ingin, gak ada gangguan. Gimana?", kata Dedi.


"Kita bicara sama ibu dan ayah dulu ya, biar gak salah paham", ujar Tika.


Tika dan Dedi menemui ayah dan ibunya Tika yang sedang duduk di ruang tengah.


"Bu, mas Dedi mau bicara", kata Tika pada sang ibu.


"Ada apa?", tanya sang ibu seraya membetulkan tempat duduknya.


"Begini, Yah, bu. Ibuku sendirian di rumah. Aku bermaksud membawa Tika ke rumah ibuku biar ada yang menjaga dan merawat ibu kalau aku lagi kerja di luar kota. Aku ingin memboyong Tika kesana", jelas Dedi.


"Kamu sudah menjadi suaminya. Itu hak kamu. Bawalah. Ibu hanya berpesan satu hal, jangan pernah melihat ke belakang, karena itu hanya akan merusak hubungan yang terjalin. Jaga Tika seperti kami menjaganya. Bawalah dia sudah menjadi milikmu", kata ibu Tika bijak. Ayah Tika hanya diam saja. Dia hanya manggut-manggut menedengar penuturan isterinya.


"Terima kasih bu, yah atas kepercayaannya. Doakan kami biar selalu rukun dan bahagia", kata Dedi.


"Iya pasti. Kamu kenapa diam?ayo berkemas sana", kata ibunya Tika kepada Tika.


"Ibu gak apa-apa?", tanya Tika.


"Iya ibu gak apa-apa. Kan ada ayah dan adik-adik kamu disini ", jawab ibunya Tika.


"Baik bu. Kami akan berkemas", ucap Tika.


Tika dan Dedi kembali ke kamar dan berkemas. Setelah selesai mereka mohon pamit pada ayah, ibu, adik-adiknya Tika dan keluarga yang masih berada di rumah mereka.


"Makanlah dulu, hidangan sudah ada di atas meja. Tidak baik meninggalkan makanan yang telah terhidang", kata ibunya Tika.


"Iya bu", jawab Tika.


Mereka makan bersama. Karena kursi makan tidak mencukupi untuk semua anggota keluarga, mereka akhirnya gelar tikar di bawah. Terlihat sekali rasa kekeluargaan di dalam keluarga tersebut. Dedi hanya tersenyum. Mengingat kedua saudaranya jarang mengunjungi ibunya.


Setelah selesai makan, Dedi dan Tika berpamitan.


"Ini bawa untuk mertua kamu. Salam untuk beliau", kata ibu Tika kepada Tika seraya membawa rantang yang sudah terisi.


"Kami pergi dulu ya bu, yah", kata Tika di ikuti oleh Dedi mencium punggung tangan mertuanya.


"Dah semuanya. Aku akan merindukan kalian semua", ucap Tika dengan menahan tangisnya.


"Hati-hati ya", kata ibunya Tika.

__ADS_1


"Iya bu", jawab Tika dan Dedi serempak.


Mereka masuk ke dalam mobil. Barang-barang sudah di masukkan semua ke dalam mobil. Mobil Dedi melaju meninggalkan pekarangan rumah mertuanya.


Tiba di rumah ibunya Dedi, mereka di sambut dengan suka cita. Tika di peluk dan di sambut seperti anak sendiri.


"Kalian kesini nanti masih banyak tamu yang datang, gak enaklah kalau pengantinnya gak ada di rumah", ucap ibunya Dedi.


"Bu, mulai hari ini Tika akan tinggal bersama ibu. Kalau aku lagi keluar kota, aku akan tenang karena ada yang menjaga ibu", kata Dedi menjelaskan.


"Oh gitu, ibu sangat senang mendengarnya. Semoga Tika betah ya di rumah ibu", kata ibunya Dedi kepada Tika.


"Pasti bu", jawab Tika singkat.


"Oh iya ini ada titipan dari ibuku buat ibu", kata Tika seraya menyerahkan rantang yang terisi penuh.


"Jadi repot-repot ini, ya sudah kalian masuk aja ke kamar. Bawa barang-barang kalian. Ibu akan bawa ini ke belakang", kata ibunya Dedi.


"Baik bu", jawab Tika.


Dedi membawa koper besar, sedangkan Tika membawa koper kecil dan tas tangannya menuju kamar Dedi. Dedi mengunci pintu kamarnya.


"Mas koq di kunci nanti ibu manggil gak kedengaran lho", kata Tika protes.


"Ibu masih sibuk di belakang, gaka akan kemari", jawab Dedi seraya menarik Tika ke tempat tidur.


Dedi langsung beraksi. Dia masih penasaran dengan bongkahan daging kembar yang menggelayut indah tersebut.


"Mas, pakaian kita belum di susun lho", kata Tika sempat komentar.


"Aku butuh kamu sekarang, kita gak perlu pakaian", jawab Dedi sekenanya.


Dedi mulai brutal. Bongkahan kenyal Tika menjadi sasaran empuknya. Setelah puas, Dedi berpindah ke bibir Tika yang sedikit tebal tersebut. Dengan gigitan kecil membuat Tika melenguh indah. Dedi yang sudah menahan gairah seksnya dari tadi, langsung menusukkan senjatanya kebagian inti Tika. Tika menjerit kecil karena terasa sakit dan ngilu.


"Mas pelan-pelan sakit", kata Tika seraya mendorong tubuh Dedi.


Tapi karena Dedi sudah sangat bergairah. Dengan beberapa kali dorongan akhirnya Dedi bisa menyelesaikan tugasnya. Darah segar mengalir di seprei tempat tidurnya. Dedi tambah bersemangat. Tika yang meringis menahan sakit, lama-lama rasa sakit itu hilang. Timbul rasa nikmat yang luar biasa.


Dedi tak kuasa lagi menahan lavanya yang hendak keluar dari sarangnya. Lavanya menyembur masuk ke dalam rahim Tika. Terasa hangat. Tika mencengkram erat lengan suaminya.


"Mas ohh", Tika juga mencapai klimaksnya.


Permainan singkat, memacu adrenalin. Keduanya terlihat bahagia. Mereka saling berpelukan. Dan akhirnya mereka tertidur setelah bertempur dengan gesitnya. Walau singkat tapi membuat keduanya puas. Mereka tidur sangat pulas. Sampai-sampai ibunya Dedi memanggil tak ada jawaban.


"Sepertinya mereka tertidur", kata sang ibu.


.


.


.


.


.


lanjut ya readersku....


Jangan lupa tinggalkan jejak ya....

__ADS_1


Wassalam,


__ADS_2