Tuanku Diktator Ulung

Tuanku Diktator Ulung
Penyesalan


__ADS_3

Berita syukuran pernikahan Jimmy dan Nina akhirnya sampai di telinga orang tuanya Prili. Papanya Prili murka. Bagaimana tidak, Jimmy telah mencoreng nama baiknya. Dengan acara tersebut, pernikahan Prili dan Jimmy yang sudah di rencanakan dan telah di ketahui banyak orang.akan terusik oleh omongan-omongan orang yang tak bertanggung jawab. Isu-isu tak sedap jadi bermunculan. Papa Prili dengan wajah merah padam menelpon Prili yang lagi berhappy ria dengan teman-temannya.


"Kamu di mana?", tanya sang papa.


"Lagi main Pa sama teman-teman, ada apa?", tanya Prili santai.


"Pulang sekarang, papa tunggu di rumah", perintah sang papa.


"Ada apa sih Pa, malam nanti kan bisa. Prili lagi sama teman-teman ini", jelas Prili.


"Papa perlu sekarang,cepatan pulang. Tidak ada alasan lagi. Papa tunggu di rumah", kata sang papa tegas.


Kata sang papa sembari memutus sambungan teleponnya. Prili dengan berat hati akhirnya pulang meninggalkan teman-temannya yang masih berhappy ria di mall.


"Ada apa sih Pa?gak bisa di cancel apa urusannya", kata Prili sedikit cemberut.


Sang papa memperlihatkan berita syukuran pernikahan Jimmy dan Nina yang sudah menyebar luas di media sosial.


"Lihat ini",kata sang papa sembari menyodorkan ponselnya pada Prili.


Sejenak Prili terdiam.


"Papa tidak mau kamu menikah dengan Jimmy. Kamu lihat sendiri itu, dia telah menikah. Papa tidak mau kamu menikah dengan orang yang sudah mempunyai isteri", kata sang papa debgan wajah merah padam.


"Mas Bowo, kalau di batalkan kita tambah malu. Berita pernikahan Prli dan Jimmy sudah tersebar luas", jelas Hanny mamanya Prili.


"Ini ulah kamu. Anak di jodoh-jodohkan. Pokoknya papa tidak mau pernikahan ini terjadi, batalkan!", kata Wibowo papanya Prili.


Prili menangis sejadi-jadinya. Ia tidak menyangka hal ini akan terjadi.


"Mas, apa tidak bisa di bicarakan dulu dengan Jimmy dan orang tuanya?", kata Hanny pelan.


"Tidak ada kompromi. Batalkan!", bentak Wibowo sambil berlalu.


Prili memeluk sang mama. Hatinya pilu. Kepunyaannya yang paling berharga telah di ambil oleh Jimmy, bagaimana bisa semuanya akan di batalkan.


"Ma, Prili ingin pernikahan ini tetap di lakukan", kata Prili di sela isak tangisnya.


"Apa kamu mau jadi isteri kedua Jimmy? Jimmy sudah menikah Priki. Papa kamu benar, untuk apa menikah dengan Jimmy yang sudah menjadi suami orang", kata sang mama menenangkan Prili.


"Prili tetap akan menikah dengan Jimmy Ma, Prili terlanjur mencintainya", kata Prili lemas.

__ADS_1


"Kamu jangan bodoh Prili, Jimmy itu sudah menjadi milik orang. Mama memang menjodohkan kamu dengan dia tapi bukan berarti mama menyuruh kamu mengambil hak orang lain, sudahlah lupakan Jimmy. Masih banyak laki-laki di dunia ini. Cari laki-laki lain yang lebih pas buat kamu", jelas sang mama.


Prili kesal. Ia berlari menuju kamarnya. Prili membanting keras pintu kamarnya. Sang mama sempat kaget. Hanny terduduk lemas.


"Aku harus bicara dengan Liana", kata Hanny.


Hanny menelpon Liana.


"Halo Han, bagaimana apa persiapannya sudah 100 %?tanya Liana setelah melihat Hanny yang menelpon.


"Gak perlu basa-basi deh. Jimmy telah mencoreng nama baik keluarga kami. Dengan menikahi wanita lain, di ekspose ke media sosial, itu sangat memalukan", ujar Hanny kesal.


"Itu bisa di bicarakan Han, Jimmy menikah tidak dengan restu kami, jadi lupakan saja", kata Liana tidak enak hati.


"Pokoknya kalau Jimmy tidak.melepaskan wanita itu, pernikahan Jimmy dan Prili kita batalkan saja", kata Hanny tegas.


"Jangan gitu dong Han. Baiklah akan aku bicarakan semua ini lagi dengan Jimmy. Kamu jangan susah", kata Liana.


"Baiklah, ku tunggu sampai besok. Kalau tidak ada kelanjutannya, pernikahan ini kita batalkan. Aku tak akan merusak masa depan anakku", kata Hanny sembari menutup teleponnya.


Hanny menuju kamarnya. Di lihatnya suaminya asik dengan ponselnya. Hanny duduk di samping suaminya. Hanny memberanikan diri membuka suaranya.


"Mas",


"Bagaimana kalau kita bicarakan lagi dengan keluarga Purnama?karena menurut cerita Jimmy menikah tanpa restu kedua orang tuanya, itu artinya Prili masih tetap ada tempat di keluarga Purnama", kata Hanny hati-hati.


"Bodoh!kalau kataku tidak tetap tidak, pernikahan ini batal", kata Wibowo dengan suara lantang.


"Mas apa tidak ada jalan keluarnya?", tanya Hanny dengan suara bergetar.


"Ada, nikahkan Prili dengan laki-laki lain", jawab Wibowo enteng.


"Mas, Prili cintanya hanya sama Jimmy. Apa tidak terlalu memaksakan kehendak? bagaimana kalau Prili akan bertindak nekad?", tanya Hanny lagi


"Terserah. Kalau ingin batin tersiksa silakan menikah dengan Jimmy", kata Bowo kesal.


"Mas kita bisa bicarakan ini baik-baik sama keluarga Purnama", kata Hanny putus asa.


"Mama ini kenapa?anak dan mama sama saja, gak bisa di atur", ketus Bowo seraya keluar dari kamarnya.


Wibowo menuju ruang kerjanya. Dia pusing dengan alasan-alasan yang di berikan oleh sang isteri. Wibowo tak bisa berpikir jernih. Pikirannya penuh dengan kemarahan. Lama Wibowo menyendiri di dalam ruang kerja tersebut. Wibowo akhirnya tertidur setelah lelah berperang melawan emosi dalam dirinya.

__ADS_1


Hanny masih belum bisa memejamkan matanya. Ada rasa penyesalan di hatinya yang telah menjodohkan Prili dengan Jimmy. Apa hendak di kata, Prili akhirnya benar-benar mencintai Jimmy. Perjodohan yang di ciptakan akhirnya berbuah musibah.


Hanny melihat jam beker yang ada di meja kecil samping tempat tidurnya. Jam sudah menunjukkan pukul jam 2 dini hari tapi mata Hanny masih segar belum bisa tidur.


"Sudah jam dua tapi mas Bowo belum juga kembali ke kamar, aahhh semua jadi ribet urusannya", Hanny menghela nafasnya.


Hanny menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, berharap matanya dapat terpejam. Tapi Hanny malah merasa nafasnya sesak.


"Kenapa jadi begin tuhan", batin Hanny.


Hanny merasa gelisah. Sudah hampir jam tiga pagi tapi matanya belum juga bisa di pejamkan.


Hanny keluar dari kamarnya menuji kamar Prili. Di lihatnya anak semata wayangnya itu tidur meringkuk tanpa selimut. Hati Hanny tambah tersayat melihat apa yang ada di depan matanya. Hanny menutup kembali kamarnya Prili.


Hanny berjalan menuju ruang kerja suaminya. Di bukanya pintu sedikit. Di lihatnya sang tertidur di kursi malasnya.


"Apa yang harus ku perbuat?mas Bowo benar, Jimmy sudah menikah tak mungkin Prili menikah dengan orang yang sudah beristeri',gumam Hanny.


Hanny memberanikan diri masuk ke dalam ruangan tersebut. Hanny menyentuh pundak suaminya. Wibowo terbangun.


"Mama, ada apa?", tanyanya dengan suara berat.


"Tidur di kamar jangan di sini, aku tidak bisa tidur kalau kamu jauh dari aku", jawab Hanny.


"Maaf tadi Mas ketiduran", kata Wibowo yang amarahnya sudah mereda.


Hanny menggandeng tangan suaminya menuju kamar mereka. Mereka seperti pasangan pengantin baru, terlihat kemesraan yang di lakukan oleh Hanny dan suaminya. Mereka melupakan sejenak badai dalam rumah tangga mereka. Mereka menutup rapat pintu kamar mereka. ******* kecil terdengar sayup-sayup. Entah apa yang mereka lakukan selanjutnya. Hanya Wibowo dan sang isteri yang tahu.


.


.


.


.


Yuuk nikmati bacanya readers.


Bantu like, komen dan juga votenya juga ya


Mampir juga ke karyaku lainnya ya;

__ADS_1


Masih Ada Pelangi (tamat).


__ADS_2