Tuanku Diktator Ulung

Tuanku Diktator Ulung
Tandanya sayang


__ADS_3

Nina dan Jimmy masuk ke dalam mobil. Jimmy melajukan kendaraannya menuju ke sebuah taman.


"Turun", kata Jimmy pada Nina.


Melihat Nina masih bingung, Jimmy keluar dari mobilnya dan menggendong Nina membawanya ke kursi taman. Jimmy mendudukkan Nina di situ. Jimmy yang masih kesal menendang botol air mineral yang ada di dekatnya.


Prakkk...


"Kak Jimmy", kata Nina bergetar.


"Sekarang jelaskan padaku, apa maksud dari semua ini?", kata Jimmy setelah agak tenang.


Nina menelan ludahnya. Lehernya terasa tercekat. Nina mengatur nafasnnya. Setelah terasa tenang Nina mulai bercerita.


"Dia Ferdy mantan aku. Dia sudah mempunyai isteri. Isterinya sekarang lagi hamil. Jujur antara kami tidak ada kata putus. Lama tak ada kabar darinya. Terakhir aku dengar dia telah menikah dan isterinya hamil. Kami bertemu kembali setelah lama tak bertemu, dia meminta balikan padaku tapi ku tolak karena dia sudah mempunyai isteri. Dia sempat mengancamku tapi tak aku gubris, ku anggap itu cuma gertakan Ferdy. Dia memang suka nekat tapi sudahlah aku sudah memintanya untuk pergi dari kehidupanku. Aku juga tak menyangka kalau kita akan bertemu dia hari ini", jelas Nina.


"Benar kamu tak ada hubungan lagi sama dia?",selidik Jimmy.


"Apa aku terlihat sedang berbohong?", tanya Nina balik.


"Kamu yakin hati kamu telah terbebas dari si brengsek itu?", tanya Jimmy lagi.


"Apa kamu meragukan aku?", Nina balik bertanya.


Jimmy menatap ke dalam bola mata Nina. Mata indah itu tidak berkedip. Nina membalas tatapan tajam Jimmy. Dia ingin Jimmy mengerti bahwa dia tidak sedang berbohong. Jimmy melihat kejujuran di sana.


"Baiklah aku pegang kata-kata kamu", kata Jimmy pada Nina.


Nina sedikit lega. Jimmy menatap ke depan. Dia menarik nafasnya dan menghembuskannya kasar.


"Ayo kembali ke mobil", kata Jimmy pada Nina.


"Mau kemana?", tanya Nina bingung karena Nina masih melihat kemarahan di wajah Jimmy.


Jimmy tak menggubris pertanyaan Nina. Dia memegang tangan Nina dan masuk ke dalam mobil.


Pintu mobil tertutup. Tiba-tiba Jimmy merengkuh bahu Nina dan tanpa ijin terlebih dahulu Jimmy melahap bibir ranum Nina. Nina yang mendapat serangan tiba-tiba tersebut sangat kaget. Ia ingin protes tapi Jimmy berhasil membuat Nina tak berkutik. ******* Jimmy di bibir Nina semakin ganas, seakan bibir Nina mau di lahap habis olehnya. Nina kehabisan nafas. Di dorongnya tubuh Jimmy hingga Jimmy tersandar di pintu mobil. Nina terengah-engah. Nina mengatur nafasnya.


"Kamu ingin membunuh aku ya?", tanya Nina dengan nafas masih terengah-engah.


Jimmy kembali ke posisi awal.


"Maaf", hanya kata itu yang keluar dari mulut Jimmy.


"Maaf kamu bilang?kamu marah kan sama aku gara-gara si Ferdy begajul itu, terus salahku di mana?aku sudah jujur sama kamu, sekarang aku lebih memilih kamu, karena aku juga cinta sama kamu, tapi apa yang tadi kamu lakukan?kamu ternyata sebelas dua belas dengan Ferdy", kata Nina seraya bermaksud mau keluar dari mobil.


Melihat itu Jimmy cepat bertindak. Di tariknya tangan Nina hingga Nina terjatuh dalam pelukannya. Jimmy memanfaatkan situasi tersebut untuk menghalangi Nina keluar dari mobil. Jimmy mempererat pelukannya.


"Sssttt tenanglah, aku hanya tidak mau kehilangan kamu sayang, aku tidak mau lelaki brengsek itu merebut hatimu. Percayalah apa yang aku lakukan tadi semata-mata ingin menunjukkan padamu bahwa aku tidak main-main dengan hatiku", jelas Jimmy sambil membelai rambut Nina. Aroma sampo Nina membuat tenang hati Jimmy. Di hirupnya aroma wangi tersebut.

__ADS_1


Nina hanya diam. Nina menengadah melihat ke mata Jimmy.


"Aku tidak ingin ada yang mengganggu cinta kita", kata Jimmy membelai pipi Nina.


"Apa itu artinya kamu tidak marah lagi padaku?", tanya Nina ingin memastikan kalau Jimmy sudah tenang dan tidak marah lagi. Nina senang karena Jimmy cemburu, itu artinya tandanya sayang.


Jimmy mengangguk. Jimmy mendekatkan wajahnya ke wajah Nina. Nina memejamkan matanya saat Jimmy mengecup kening dan bibirnya. Jiwa lelaki Jimmy tergerak. Jimmy memainkan bibir Nina dengan lembut. Nina terlena. ******* di bibirnya membuat Nina terhanyut. Lama Jimmy bermain di bibir Nina. Tangan Jimmy mulai bergerilya. Tapi sayang gerakannya cepat di hentikan oleh Nina.


"Jangan kak, jangan sekarang. Cukup di sini aja", kata Nina menunjuk bibirnya.


Jimmy tersenyum nakal. Jimmy kembali mengulangi aksinya. Nina menikmati sentuhan bibir Jimmy di bibirnya. Sampai nafas keduanya terengah-engah.


"Kamu pandai juga ternyata", goda Jimmy.


"Kamu yang ngajari kan", kata Nina malu-malu.


"Rasanya mau lagi", goda Jimmy.


"Udah ahh, jadi gak belanjanya?",tanya Nina pada Jimmy.


"Jadi lah, tadi aku lagi gak mood aja", kata Jimmy.


"Baiklah, yuk berangkat", kata Nina.


"Ashiapp", kata Jimmy.


Jimmy mengambil barang-barang yang di butuhkannya. Setelah selesai Jimmy membayar barang belanjaannya.


"Kita makan dulu di sana", kata Jimmy menunjuk tempat makan yang ada di mall tersebut.


Jimmy dan Nina menuju tempat makan dan memesan makanan di sana. Mereka berdua mulai ritual makannya. Sesekali pandangan mereka bertemu. Senyum selalu menghias wajah keduanya. Sangat jelas tergambar di wajah keduanya, wajah penuh bahagia.


"Mau nonton dulu atau pulang?", tanya Jimmy.


"Pulang aja deh udah malam juga, nontonnya bisa lain kali", kata Nina.


"Oke my honey, yuk", kata Jimmy sambil menggandeng tangan Nina.


Nina tersenyum. Keduanya berjalan menuju parkiran. Mereka masuk ke dalam mobil. Jimmy menghidupkan mesin mobilnya. Perlahan mobil meninggalkan tempat tersebut.


"Menurut kamu apa si Ferdy itu masih mau mengganggu kamu atau tidak?", tanya Jimmy memecah keheningan.


"Semoga tidak lagi", jawab Nina walau dalam hatinya masih ada keraguan.


"Awas saja kalau dia masih mengganggu kamu, aku tak akan membiarkan dia hidup", ucap Jimmy enteng.


Nina memegang tangan Jimmy.


"Aku akan berusaha menghindar sebisaku, dia tak akan lagi menggangguku setelah kejadian tadi", ujar Nina berusaha menenangkan Jimmy.

__ADS_1


Jimmy terus menjalankan mobilnya hingga tiba di rumah Nina.


"Hati-hati ya, jangan lupa telepon aku setelah sampai", kata Nina sambil melambaikan tangannya.


Jimmy mengklakson Nina. Nina masuk setelah sang ibu membukakan pintunya.


"Adel mana bu?", tanya Nina pada ibunya.


"Sudah tidur dari tadi", jawab ibunya.


"Ohh, ini tadi di beliin kak Jimmy makanan buat ibu sama Adel", kata Nina memberikan satu kantong plastik yang berisi makanan di dalamnya.


Sang ibu menerimanya.


"Nina ke kamar dulu ya bu", kata Nina kemudian berlalu dari hadapan ibunya.


Nina menghempaskan tubuhnya di kasur empuknya. Pikirannya menerawang.


"Ferdy kenapa kamu selalu bikin masalah? isteri kamu sedang hamil, kenapa juga mau balikan lagi sama aku", gumam Nina.


Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Nina mengambil ponselnya di dalam tas kecilnya. Tertera nama 'Tuanku' di sana.


"Hai sayang belum tidur ya, aku sudah sampai rumah nih, tidur lah sudah malam, jangan lupa mimpiin aku ya, love you baby", kata Jimmy setelah melihat wajah Nina.


"Syukurlah, tapi koq cepat banget sampainya, kamu ngebut ya?", tebak Nina.


"Gak ngebut, cuma jalan mobilnya agak cepat ", kata Jimmy.


"Sama aja. Udah dulu ya aku udah ngantuk nih, love you too", jawab Nina.


Obrolan berakhir. Nina meletakkan ponselnya di meja kecil. Nina menarik selimutnya


Tak butuh waktu lama akhirnya Nina sudah terbang ke alam mimpi.


.


.


.


.


.


Bantu like, komen dan juga votenya ya readers..


Mampir juga ke karyaku yang lainnya:


Masih Ada Pelangi (tamat).

__ADS_1


__ADS_2