Tuanku Diktator Ulung

Tuanku Diktator Ulung
Olahraga biar sehat


__ADS_3

Jimmy terbangun dari tidurnya. Dia melihat Nina isterinya lagi mengerjakan sholat subuh. Jimmy mengernyitkan dahinya. Dia menunggu sampai Nina selesai.


"Sudah bangun, sholat gih", kata Nina pada Jimmy yang memandanginya terus dari tadi.


"Sudah bersih ya?", tanya Jimmy tanpa menjawab ucapan Nina.


"Iya", jawab Nina singkat dan datar.


"Koq gak kasih tahu kalau sudah bersih", kata Jimmy sedikit kecewa.


"Iya gak ingat bang. Lagian abang bisa lihat kan kalau aku sudah sholat artinya sudah bersih", jawab Nina enteng.


"Jahat banget sih", ucap Jimmy seraya bangun dari tidurannya.


"Kalau sudah bersih emangnya mau ngapain!?", tanya Nina pura-pura bego.


Pertanyaan yang di lontarkan Nina membuat Jimmy merasa tertantang. Jimmy menarik Nina kedalam pelukannya.


"Olahraga yukk!biar sehat", ajak Jimmy.


Nina mengerutkan dahinya. Jimmy berbisik di telinga Nina.


"Puasaku sangat panjang sayang, lebih dari empat puluh hari. Abang mau berbuka sekarang", suara Jimmy terdengar serak di telinga Nina.


Jimmy mendengus di leher belakang Nina. Nina merinding.


"Mandi sana, sholat dulu", kata Nina seraya bangun dari pangkuan Jimmy.


"Nanti aja abang mau berbuka dulu", kata Jimmy seraya menarik Nina kembali ke pangkuannya.


"Abang iihh, nanti Iza bangun bang", elak Nina.


"Makanya jangan berisik", kata Jimmy yang tangannya sudah bergerilya di dada Nina yang masih berlapiskan baju.


"Bang nanti malam aja ya", kata Nina menghindar saat Jimmy mau menciumnya.


"Dosa lho menolak saat suami lagi butuh", dalih Jimmy.


Nina menggeliat saat Jimmy mengeluarkan benda kenyal miliknya dari sarangnya. Kurang puas, Jimmy membuka baju yang masih menutupi tubuh Nina. Jimmy terpana. Jimmy menelan ludahnya. Tak mau berlama-lama, Jimmy dengan cepat melahap bukit kembar tersebut. Nina melenguh. Tangan Jimmy bergantian dengan mulutnya memainkan bukit kembar nan indah tersebut.


Jimmy yang sudah berpuasa menahan hasratnya lebih dari empat puluh hari, sangat begitu menikmati hidangan yang ada di depan matanya. Hidangan enak dan halal terasa sangat nikmat.


Nina menikmati permainan yang di suguhkan oleh Jimmy suaminya. Bak cacing kepanasan tubuh Nina meliuk-liuk oleh permainan yang di ciptakan oleh Jimmy.


Cukup lama mereka bergumul. Saling memberi saling berbagi. Nina sudah tak tahan atas cumbuan-cumbuan yang dilakukan oleh Jimmy suaminya.


"Sabar ya sayang,", ucap Jimmy di telinga Nina.

__ADS_1


Jimmy kembali beraksi, kini berada di bawah Nina. Dia menyusuri setiap inchi tubuh Nina. Sampai pada tempat yang sudah lembab, Jimmy berhenti sejenak. Nina memejamkan matanya saat tangan Jimmy bermain disana.


"Ouwwwhh",


Nina melenguh panjang saat benda tumpul nan besar milik Jimmy meluncur begitu saja menerobos lorong miliknya. Bak kuda liar, Jimmy berpacu dan berpacu. Nina mengikuti irama permainan. Semakin cepat dan cepat. Sampai akhirnya keduanya sama-sama mengejang melakukan pelepasan bersama.


Jimmy terkulai di atas tubuh Nina. Nina memeluk tubuh kekar suaminya.


"Terima kasih sayang, lega sudah berbuka", kata Jimmy sambil terkekeh.


Nina tersenyum sambil mengecup pipi suaminya.


"Sama-sama abang sayang", kata Nina.


Mereka berdua menuju kamar mandi. Mereka berdua mandi bersama. Bunyi gemericik air dan tawa cekikikan terdengar dari dalam kamar mandi.


Entah apa yang mereka lakukan didalam. Cukup lama mereka berada di dalam. Sampai suatu ketika suara teriakan kecil dari mulut Nina keluar juga.


"Ahhh",


Hening kembali. Selang beberapa menit mereka akhirnya keluar dari kamar mandi. Dengan wajah ceria, Jimmy mengelap rambutnya yang basah dengan handuknya.


"Sholat bang, masih sempat", ujar Nina.


"Pasti dong sayang, apalagi bawaan sekarang lebih fresh jadi lebih bersemangat", ucap Jimmy.


"Namanya juga baru berbuka pasti nafsu makannya besar kan sayang. Coba kalau sudah sering makan pasti gak terlalu bernafsu", kata Jimmy sambil terkekeh.


"Sudah sholat sana, entar waktunya habis", ujar Nina tak mau memperpanjang bahasan cerita.


"Baik nyonya", kata Jimmy sambil tertawa.


Setelah berpakaian dan menyisir rambutnya, Nina mendekati bayi imutnya yang masih tidur dengan nyenyaknya. Sepertinya dia memberi kesempatan pada kedua orangtuanya untuk memadu kasih.


"Cantik mama, bangun yuk", kata Nina seraya memegang kedua tangan kecil bayinya.


Si kecil Iza cuma menggeliat. Sepertinya dia masih enggan untuk membuka matanya. Matanya masih tertutup rapat. Nina tersenyum. Nina mencium pipi gembul si imut. Iza si imut kembali menggeliat.


Nina merebahkan tubuhnya kembali berbaring di samping si kecil. Nina memandangi wajah gadis kecilnya itu sambil mengusap-usap kepalanya sambil berdoa dalam hati semoga anaknya menjadi anak yang sholeh dan berbakti pada orang tua.


Jimmy selesai dari menunaikan ibadahnya. Dia mendekati Nina yang berbaring di samping si kecil.


"Sayang koq berbaring lagi, masih minta jatah ya?", canda Jimmy.


"Maunya", jawab Nina sambil cemberut. Jimmy tertawa sangat renyah.


"Abang olahraga dulu ya", kata Jimmy.

__ADS_1


"Dimana?", tanya Nina tanpa mengalihkan pandangannya.


"Di sekeliling komplek aja, malas jauh-jauh", ujar Jimmy.


Nina bangun dari tidurannya. Ia duduk di pinggiran tempat tidur. Dia memandangi suaminya yang sedang bersiap untuk pergi berolahraga.


"Gak sarapan dulu?", tanya Nina.


Jimmy membuka lemarinya dan mengambil seragam olahraganya. Jimmy mengganti pakaiannya dengan pakaian olahraga. Kini Jimmy sudah siap dengan pakaian olahraganya seraya mengambil handuk kecilnya yang ada di lemarinya.


"Nanti aja. Kalau sudah makan langsung olahraga yang ada malah sakit perut nantinya. Abang pergi dulu ya", kata Jimmy seraya mengusap rambut Nina.


Nina hanya mengangguk. Jimmy keluar dari kamarnya. Dia mengambil sepatu kets nya dan mulai berlari mengelilingi kompleknya tersebut. Olahraga mudah, murah meriah dengan lokasi terdekat dari rumahnya.


Kebiasaan yang Jimmy lakukan di setiap akhir minggu. Dia selalu melakukan olahraga biar lebih rileks dan tidak stres. Keringat yang keluar membuat tubuh terasa lebih ringan. Dan hidup terasa lebih bergairah.


Jimmy mulai berlari berkeliling mengitari area perumahan.


"Ayo mas Supri kita lari dulu biar sehat", sapa Jimmy pada satpam komplek perumahan tersebut.


"Ceria banget hari mas Jimmy, sudah dapat bekal ya mas?", seloroh Supri sang satpam.


"Tahu aja mas Supri", jawab Jimmy santai.


Satpam yang bernama Supri itu pun tertawa renyah mendengar jawaban yang di berikan oleh Jimmy.


"Ayo mas", kata Jimmy lagi.


"Silakan mas, lanjut. Biar lebih fresh lagi", ucap sang satpam sambil tersenyum.


Jimmy kembali berlari-lari kecil sambil sesekali lari di tempat. Jalan komplek yang lebar dan rata sangat enak dan nyaman untuk digunakan olahraga lari. Bukan hanya Jimmy yang memanfaatkan jalan cantik tersebut, banyak orang-orang komplek dan sekitarnya yang menggunakan jalan tersebut sebagai sarana olahraga. Apalagi kalau sore hari, banyak anak-anak muda yang bermain badminton dan sepatu roda disitu. Jalan aspal yang mulus dan datar membuat nyaman banyak orang yang menggunakannya.


.


.


.


.


Lanjut bacanya ya readersku semuanya.


Like, komen dan votenya di tunggu ya.


Mampir juga yuk ke karyaku lainnya:


Masih Ada Pelangi (tamat).

__ADS_1


__ADS_2