
Wina yang tidak bisa menghadiri acara pernikahan Adel karena ada kerjaan kantor yang tidak bisa di tinggalkannya, baru hari ini Wina bisa pulang ke rumah dan bermaksud untuk berkunjung ke rumah Adel.
"Ma Pa, Wina ke rumahnya Adel dulu ya. Gak enak sama Adel waktu acara kemarin tidak bisa hadir di hari bahagianya", ujar Wina.
"Memangnya Adel sudah tahu kalau kamu mau ke rumahnya?", tanya sang papa.
"Sudah pa, tadi Wina sudah teleponan", jawab Wina.
"Iya, mama juga pingin kamu cepat nikah, mama ingin kamu buatin mama cucu-cucu ganteng", ucap mama Liana tanpa menghiraukan perasaan Marsya yang mendengarnya.
Marsya hanya tertunduk mendengar ucapan mama mertuanya.
"Ma, jodoh itu Allah yang atur. Lagian Wina belum punya cowok gimana mau nikah", ucap Wina santai.
"Jangan terlalu memilih, asal seakidah dan berakhlak baik papa setuju", ujar pak Purnama.
"Yang lebih penting gak mandul dan bisa kasih mama cucu laki-laki", celetuk mama Liana.
"Mama ngomong apa sih ma, udah ahh Wina pergi dulu", ucap Wina seraya menenteng tas kecilnya.
Marsya yang sudah tak tahan mendengar ucapan mama mertuanya, langsung pergi masuk ke dalam kamarnya.
"Lihat! gara-gara ucapan mama, Marsya langsung pergi", ucap pak Purnama.
"Salah mama dimana?mama hanya ingin Wina cepat nikah dan nantinya punya anak laki-laki. Mama tidak menyinggung dia", ucap mama Liana tanpa merasa bersalah.
"Ma, kalau bicara itu kudu mikir, jangan semaunya buka mulut", ucap pak Purnama seraya meninggalkan mama Liana sendiri di ruang keluarga tersebut.
"Kenapa sih dengan mereka?gak bisa orang berargumen sedikit. Selalu salah", gumam mama Liana.
****
"Wiihh penganten baru, baru muncul. Aku sudah setengah jam nunggu disini", kata Wina ketika melihat kehadiran Adel.
"Kamu sih, katanya mau ke rumah ehh tiba-tiba ngajak ketemuan di luar. Kan ribet, suami minta keloni dulu baru boleh pergi", bisik Adel di telinga Wina.
Wajah Wina bersemu merah mendengar ucapan Adel.
"Ishh mentang udah ngerasain lu ngomongnya gitu, gak usah manas-manasin aku ya", kata Wina.
Adel malah tertawa.
"Ehh elu jalannya biasa aja kan, banyak yang bilang pengantin baru jalannya susah. Benar gak sih?", tanya Wina penasaran.
"Gak tuh biasa aja jalannya. Yang penting di nikmati, jangan merasa terpaksa", ucap Adel sambil terkekeh.
"Emangnya kalau merasa terpaksa jalannya jadi gak lurus gitu?", tanya Wina lagi.
"Aduuuhh, makanya jangan banyak tanya. Cepat tuh nikahnya biar ngerasain sendiri. Nyesel lho lambat nikah", bisik Adel lagi.
Lagi-lagi wajah Wina bersemu merah. Tawa Adel pecah. Wina menepuk bahu Adel karena semua mata tertuju pada mereka berdua.
"Husshh, malu. Lihat orang-orang pada melihat kita", ucap Wina.
__ADS_1
"Ehh iya maaf, kamu sih ahhh banyak tanya", ucap Adel.
Seorang pramusaji mengantarkan pesanan Wina.
"Silakan mbak", ucap pramusaji setelah menghidangkan makanan yang di bawanya.
"Ayo Del kita makan dulu, tadi aku sudah pesanin juga buat kamu. Dari pada jiwaku meronta mendengar ceritamu, lebih baik tanganku meronta ingin menyantap makanan ini", ucap Wina.
Baru saja mereka akan menikmati makanan yang telah terhidang, tiba-tiba ada seorang lelaki bertopi dan berkaca mata menghampiri mereka.
"Boleh aku ikutan disini?", tanya lelaki tersebut.
Adel dan Wina yang tadi sudah siap ingin makan, mengurungkan niat mereka. Adel dan Wina saling pandang.
"Kalau boleh sih kalau gak boleh gak papa", ucap lelaki itu seraya melepas kacamatanya.
"Andre", ucap Adel dan Wina secara bersamaan.
Lelaki yang bernama Andre tersebut tersenyum.
"Terima kasih kalian masih mengenaliku", katanya sambil terkekeh.
"Tadi aku duduk di meja sudut itu, aku mendengar ada tawa menggema disini. Dan ketika ku lihat, sepertinya aku mengenali kalian makanya aku mendatangi kalian", kata Andre tenang.
"Adel tuh tawanya gede banget sampai semua orang melihati kami", ucap Wina.
"Kamu juga sih kepo", ucap Adel.
"Ternyata kalian berdua itu masih seperti dulu ya, tetap kompak", ucap Andre.
"Jadi kamu juga gak tahu kalau Kevin dan Adel baru saja menikah?", tanya Wina.
"Kevin dan Adel nikah?kalian benar-benar jadian?", ucap Andre seperti tidak percaya.
"Iya Dre, makanya tadi kami cerita sambil ketawa-ketiwi", ujar Wina sambil melirik Adel.
"Oh gitu, oh iya silakan di lanjutkan makannya, maaf jadi ganggu kalian", ujar Andre.
"Kamu gak makan sekalian?", tanya Adel.
"Aku sudah makan di meja itu tadi, selesai makan baru kemari", ucap Andre.
"Ohh gitu, yukk Win kita lanjut makannya", ucap Adel.
Wina dan Adel menikmati makan mereka. Wina tak menyadari kalau dari tadi Andre memandangi terus dirinya dari balik kacamata hitamnya.
"Dia tambah cantik dan lebih dewasa sekarang", batin Andre.
"Dre, kamu sama siapa kesini?", tanya Adel di sela makannya.
"Sendiri, belum ada yang bisa di ajak jalan. Kali aja temanmu ini bisa menemaniku nantinya", ucap Andre enteng pada Adel.
Mendengar ucapan Andre, Wina jadi tersedak.
__ADS_1
"Minum Win, pelan-pelan makannya", ucap Andre cepat seraya memberikan minum untuk Wina.
Wina menerima minum yang di berikan oleh Andre.
"Hmmm, sepertinya kata pepatah itu ada benarnya ya. Takkan lari gunung di kejar dengan sejauh-jauhnya merpati terbang pasti akan pulang ke sarangnya juga", kata Adel sambil melirik Andre dan Wina.
"Hmmm", Wina hanya berdehem sambil kembali menikmati makannya.
Adel dan Wina selesai makannya. Andre mengambil tissue dengan refleks membersihkan bekas makan yang masih menempel di sudut bibir Wina. Mata Wina melotot sempurna melihat aksi Andre.
"Ahaaii romantisnya, jadi pingin cepat pulang biar bisa romantis-romantisan sama ayang beib", ucap Adel menyadarkan keduanya.
Andre menarik tangannya sedangkan Wina menunduk malu.
"Kita jalan dulu yuk bentar, sebagai pengobat rindu. Kita kan udah lama gak ketemu", ujar Adel bermaksud mendekatkan Andre dan Wina.
"Tapi nanti kamu di marah sama Kevin, Del", ucap Wina.
"Dia kan udah tahu aku ketemuan sama kamu. Jadi gak bakalan marah", ucap Adel sambil tersenyum.
"Iya udah yuuk, kita mau kemana nih?", tanya Andre.
"Jalan-jalan aja. Ke mall gitu, lihat-lihat kali aja ada yang di minati", kata Adel seraya menyenggol bahu Wina.
Wina hanya tersenyum. Mereka jalan-jalan di dalam mall tersebut. Setelah setengah jam Adel permisi pulang dengan alasan perutnya mules.
"Win, sepertinya perutku bermasalah nih. Aku pulang aja dulu ya. Kan ada Andre yang nemani kamu sekarang. Aku pulang gak papa ya?", kata Adel sambil memberi isyarat pada Andre.
"Tapi kamu pulang sendiri, gimana kalau ada apa-apa sama kamu", kata Wina cemas.
"Mudah-mudahan mulesnya hilang", ucap Adel.
"Iya udah deh, hati-hati ya. Salam buat Kevin, kadonya nyusul ya", ucap Wina pada Adel.
Adel hanya tersenyum dan berbisik di telinga Andre.
"Lanjutkan perjuanganmu, aku restui kalian", ucap Adel sambil berlalu.
Andre hanya mengacungkan jempolnya tanpa sepengetahuan Wina tentunya.
.
.
.
.
.
Lanjut yuuk bacanya. Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya.
Terima kasih yang sudah mampir, yang memberi like dan juga komennya.
__ADS_1
Wassalam...