
Niko menyenggol tangan Kevin.
"Lihat Wina ternyata berteman dengan tuh
cewek", kata Niko pada Kevin.
Mereka kompak melihat arah datangnya Wina dan Adel.
"Hai", kata Andre menyapa kedua gadis tersebut.
Adel cuek. Wina yang melihat ekspresi wajah Adel yang tak bersahabat, akhirnya Wina menjawab sapaan Andre.
"Hai juga, maaf ya kami ke sini mau makan, jangan ada gangguan", kata Wina menarik tangan Adel dan berlalu dari hadapan Kevin cs.
Kevin hanya melongo. Andre yang lebih agresif di banding Kevin maju ke depan menghalau jalan Wina dan Adel.
"Wina sayang kita kan udah kenal baik nih, gimana kalau kita makan bareng?", bujuk Andre.
Tujuan Andre ingin mendekatkan Kevin sama Adel.
"Eehhh kalian jangan membuat selera makan kami hilang dong", kata Wina.
Andre mendekat ke arah Wina dan menggunakan bahasa isyarat agar Adel dan Kevin baikan. Wina akhirnya mengerti.
"Baiklah tapi kalian yang traktir ya?", kata si Wina santai.
"Siap", kata Andre seraya mengedipkan matanya pada si Kevin. Kevin hanya bisa nyengir.
Wina melihat ke arah Adel yang memandang ke arah lain.
"Yuukk Del mereka hari ini lagi baik hati, kita makan gratis hari ini", kata Wina berseloroh.
"Malas banget lihat mukanya dia", kata Adel menoleh ke arah Kevin.
"Tenang aja ku pastikan dia tak akan memakan kamu", kata Wina sambil menarik tangan Adel.
Adel mengikuti langkah Wina walau masih terlihat bete. Mereka akhirnya satu meja dengan Kevin cs.
"Mau makan apa?", Niko buka suara.
"Bakso aja deh yang spesial, dua porsi ya", kata Wina.
"Banyak juga isi perut kamu", Andre berseloroh.
"Lah itu kan untuk kami berdua, oh iya es jeruk juga ya", kata Wina enteng.
"Oke pesanan akan tiba secepatnya", kata Andre lagaknya seorang pelayan.
Andre memesan bakso dan es jeruk lima porsi. Kemudian kembali ke meja yang ada teman-temannya.
"Sudah di pesan, pelanggan di harap sabar menunggu", kata Andre sambil melirik Wina.
Adel pura-pura tak mendengar sedangkan Wina tersenyum dengan sedikit di paksa.
Andre menyentuh kaki Kevin. Andre memberi isyarat pada Kevin untuk meminta maaf kembali pada Adel. Kevin jadi salah tingkah. Andre kembali menyentuh kaki Kevin. Kevin akhirnya memberanikan diri buka suara.
"Hhmm", Kevin membuang rasa gugupnya.
"Del, kamu masih marah ya?aku minta maaf ya, sungguh tadi aku gak sengaja", kata Kevin dengan susah payah.
Niko dan Andre melihat ke arah Kevin. Niko memberi isyarat agar Kevin mengulurkan tangannya pada Adel.
__ADS_1
"Koq jadi ribet gini sih", batin Kevin.
Kevin menghela nafasnya. Kevin mengulurkan tangannya pada Adel. Adel diam. Tapi Wina menyenggol bahu Adel memberi isyarat agar Adel mau menerima permintaan maaf si Kevin. Adel dengan wajah masih cemberut mengulurkan tangannya pada Kevin. Mereka berjabatan tangan.
"Nah gitu dong", kata Andre dan Niko kompak.
Mereka tertawa. Kecuali Adel yang hanya tertunduk malu.
Pesanan pun datang.
"Silakan", kata mang Udin setelah meletakkan lima porsi bakso dan es jeruk di meja mereka.
Wina yang sudah tak sabar, yang dari tadi perutnya sudah minta di isi, langsung mengambil dua porsi bakso, satu untuknya dan satu untuk Adel. Mereka mulai mengeksekusi baksonya. Adel dan Wina menyantap baksonya sampai bersih dan menghabiskan es jeruknya sampai tuntas. Kevin cs saling pandang. Mereka senyum-senyum melihat itu semua.
Wina dan Adel pura-pura tak tahu. Wina tegak di iringi oleh Adel.
"Terima kasih ya semuanya, kami ke kelas dulu bye", kata Wina sambil menarik tangan Adel.
Kevin cs melongo melihat kepergian kedua gadis tersebut.
"Dasar pacet, dah kenyang langsung pergi", gerutu Andre.
"Jangan bilang kalau kamu kecewa karena Wina pergi cepat dari sini", goda Niko pada Andre.
"Apa sih", Andre mengelak.
"Udah ahh yuk kita ke kelas, bentar lagi bel masuk", ajak Kevin pada kedua temannya.
Kevin melangkah keluar dari kantin di ikuti Niko dan Andre menuju kelas mereka.
*****
Wina dan Adel keluar kelas saat bel tanda pulang berbunyi.
"Jadi dong", kata Adel.
"Oakai apa?", tanya Wina lagi.
"Taksi aja", kata Adel sambil terus melangkah.
"Bagaimana kalau ikut aku aja? kebetulan aku juga mau ketemu dengan kakak aku, kita satu arah", kata Wina.
"Bener nih?", tanya Adel semangat.
"Iyaa masa' aku boong sih", kata Wina.
"Oce, suka banget dapat tumpangan", Adel berseloroh.
Wina tertawa kecil mendengar candaan Adel. Kedua gadis itu masuk ke dalam mobil. Wina menghidupkan kesin mobilnya dan perlahan keluar dari pekarangan sekolah.
Setelah setengah jam perjalanan akhirnya mereka sampai di tempat tujuan Adel.
Jadi di sini tempat kakak kamu bekerja?", tanya Wina pada Adel.
"Iya keren ya", puji Adel melihat bangunan gedung bertingkat yang berdiri dengan kokohnya menjulang tinggi.
Wina nyengir.
"Berarti tujuan kita sama dong", kata Wina.
"Benarkah?berarti kakak kamu kerja di sini juga", kata Adel polos.
__ADS_1
Wina hanya mengangguk.
"Yuukk Win", kata Adel mengajak Wina turun dari mobil tersebut.
Wina menurut saja. Ia mengikuti langkahnya Adel. Wina tidak mau Adel akan merasa tak enak hati bila tahu kebenaran tentang dirinya.
"Emang kamu tahu di bagian apa kakak kamu kerja?", tanya Wina.
"Katanya sih sekretaris, tapi aku gak tahu ruangannya di mana", kata Adel.
"Nama bosnya siapa?", tanya Wina hati-hati.
"Pak Jimmy", kata Adel.
"Oohh ya udah ikut aku, aku tahu tempatnya", kata Wina.
Adel mengikuti langkah Wina.
"Eeehh non Wina, ada yang bisa di bantu non?", kata sang satpam.
"Gak pak, aku mau ketemu kakak bentar", kata Wina.
"Ohh silakan non, pak Jimmy ada di dalam",kata pak satpam sopan.
Adel mengernyitkan alisnya. Dia heran dengan Wina kenapa bisa kenal baik dengan satpam tersebut.
"Baik oak ma kasih", kata Wina.
Mereka berlalu dari hadapan satpam tersebut. Wina membawa Adel ke ruangan di mana kakak mereka berada.
"Mbak aku datang", kata Adel setelah melihat Nina di hadapannya.
"Adel, ngapain kemari?kan sudah mbak bilang gak usah kemari", kata Nina tak menyangka Adel akan benar-benar datang ke kantor tempatnya bekerja.
"Oelit amat sih, aku kan cuma pengen tahu tempat mbak bekerja, oh iya mbak kenalin ini Wina teman aku", kata Adel.
"Ooh ini ya yang namanya Wina, cantik kamu dek, Adel selalu cerita tentang kamu, dia selalu muji-muji kamu loh", kata Nina pada Wina.
Wina tersenyum simpul.
"Adel berlebihan mbak", kata Wina.
Mereka bertiga tertawa kecil. Mendengar rame-rame di luar, Jimmy keluar dari dalam ruangannya.
"Ada apa ini?Wina ngapain kamu di situ?kamu bolos ya?",tanya Jimmy yang sedikit kaget akan kehadiran adeknya Wina.
Adel dan Wina saling pandang. Wina tersenyum pada Adel.
"Jadi kamu sama pak Jimmy...?",tanya Adel tak meneruskan kata-katanya.
.
.
.
.
Bantu vote, like dan komennya ya readers. Kasih hadiahnya juga ya. Ma kasih.
Mampir yuk ke karya author yang lain:
__ADS_1
-Masih ada pelangi(tamat).