
Semua orang yang dekat dengan Kai, yang saat ini mencari Kaisar Barrel, hanya bisa menerka-nerka keberadaan pria tampan itu. Tidak ada yang tahu kalau pria itu saat ini meringkuk di salah satu ruangan bawah tanah yang ada di rumah model cantik, Amanda.
Pria itu sudah tidak sadarkan diri selama dua hari sejak dibawa ke sana. Pada hari ketiga di ruangan yang tidak mendapat cahaya matahari itu, Kai sadar. Pria itu terbangun dengan kaki dan tangan terikat rantai yang diikat pada satu tiang besi besar dan menjulang tinggi di ruangan itu.
Ketika tersadar, Kai marah melihat dirinya di rantai seperti anjing. "Lepaskan gue!" salaknya penuh amarah. Mencoba menghentak rantai ingin melepaskan diri, tapi tentu saja tidak bisa.
Namun ke- 4 penjaga itu hanya diam sembari melihatnya dengan tatapan tidak perduli. Pada setiap sisi kanan mereka, terselip senjata api yang Kai yakin untuk melumpuhkannya kalau sewaktu-waktu dirinya melarikan diri.
Pada hari ketiga - Rabu pagi, setelah sadar Kai dirantai bak hewan peliharaan yang tidak jelas nasibnya.
Ini memang bagian dari rencana wanita itu. Pukul enam pagi, Amanda yang tahu passcode apartemen Kai dari Perguson, masuk diam-diam setelah melihat Perguson keluar dari apartemen Kai.
Sejak Kai memutuskan hubungan dengannya di cafe itu, Amanda menaruh dendam. Dia memilih menghancurkan Kai kalau tidak bisa mendapatkannya.
Dia pulang dengan dendam, menyusun rencana untuk menculik Kai. Awalnya Amanda hanya ingin memberikan pelajaran pada playboy itu, tapi saat mengingat ucapan Kai tentang wanita yang kini ada di hatinya, timbul rencana untuk menghancurkan perasaan gadis yang Kai sukai, siapa pun dia.
Membuat pengumuman di televisi mengenai pernikahan mereka yang tiba-tiba menjadi pilihannya. Lalu, apakah Kai setuju pada akhirnya hingga ikut bergabung dengan Amanda pada konferensi pers tersebut? tentu saja itu bukan Kai.
Amanda - super model yang memiliki banyak penggemar, baik dari atlit, model dan juga aktor itu tentu saja mudah mencari sosok pria yang memiliki postur tubuh mirip Kaisar. Itulah sebabnya, pria yang didaulat sebagai Kaisar memakai masker dan juga topi untuk mengecoh awak media.
"Bajingan kalian. Siapa yang nyuruh kalian? lepasin gue, b*ngsat!"
Berhari-hari Kain menunggu kejelasan nasibnya. Paling tidak dia ingin tahu siapa manusia biad*b yang sudah menculiknya, dan apa motifnya?
__ADS_1
Setelah hari ke lima, tepatnya setelah konferensi pers itu selesai, keinginan Kai terkabul. Dalang dari tindakan kejahatan ini muncul menemuinya.
"Amanda?!" pekiknya tidak menduga sedikit pun.
"Hai, babe. Kau suka tempat baru mu? aku harap kau akan terbiasa," ucapnya tanpa merasa bersalah, duduk di kursi yang sejurus dengan tatapan Kai. Wanita itu tidak ingin terlalu dekat, yang beresiko ditarik Kaisar.
"Dasar wanita gila. Apa mau mu? kenapa kau bawa aku kesini dan mengikat ku seperti binatang?" sorot mata yang tajam tak juga mampu membuat Amanda gentar. Dia justru tersenyum menanggapi aksi protes Kai.
"Karena kau pantas mendapatkannya! Ini balasan atas perbuatan mu padaku. Seenak nya kau memutuskanku!"
"Dasar gila, apa kau sadar dengan yang kau lakukan ini? apa kau pikir tidak akan ada yang mencari ku setelah lima hari menghilang?" Kai mengamati gadis itu. Dia tidak menyangka kalau wanita yang selama ini dia kencani selama ini adalah psikopat.
"Kau tenang saja, babe. Aku udah atur semua. Kau hanya perlu membiasakan diri tinggal di sini, bersama ku" hahahaha...tawa Amanda menggema di dalam ruangan itu.
"Apa kau tidak takut pihak berwajib akan menangkapmu setelah semua ini terbongkar. Apa kau pikir aku akan membiarkanmu lolos?"
Kai semakin bingung atas apa yang gadis itu katakan. Menikah? dengan siapa? dengan dirinya? kapan? Tubuh Kai menggigil, apa mungkin waktu pingsan itu Amanda sudah mengambil cap jempolnya untuk menandatangani surat nikah?
"Apa yang sedang kau rencanakan? kenapa kau berbuat begini, Manda? kalau aku salah padamu, aku minta maaf. Jangan bertindak lebih jauh, kalau kau tidak ingin mendapatkan masalah besar!"
Teguran Kai tentu saja tidak ditanggapi Amanda. Dia hanya tersenyum simpul, menatap hina pada Kai.
Amanda berdiri dari duduknya, memutar tombol proyek yang tadi disiapkan anak buahnya.
__ADS_1
Alat itu memantulkan cahaya ke arah dinding putih di ruangan itu. Pencahayaan yang redup membuat pantulan cahaya itu menjadi lebih jelas.
Tidak lama kemudian pada layar muncul video konferensi pers yang kemarin dilakoni Amanda dan juga Kai palsu. Kai diam, mengikuti isi video itu. Tangannya terkepal, amarahnya memuncak, rasanya akan sangat sulit untuk membendungnya.
Amanda menikmati wajah kesal dan penuh emosi pria yang batal menikah dengannya itu. Geraman Kai terdengar menakutkan, tapi lagi-lagi Amanda tidak perduli. Justru seringai gadis itu muncul, menganggap semua yang sudah dia lakukan bahkan belum cukup untuk membalas sakit hatinya.
Video selesai. Amanda melirik Kai, yang tepat menatap tajam padanya. "Apa sebenarnya mau mu, b*ngsat!" seru Kai penuh emosi.
"Mau ku simpel aja. Aku ingin kau hancur, merasakan sakit di hatiku. Jika aku tidak bisa mendapatkanmu, maka siapapun tidak bisa, tak terkecuali gadis yang kau katakan saat ini ada dalam hatimu itu. Aku ingin hatinya hancur ketika melihat berita itu di televisi" Amanda menyesap udara sebanyak yang dia inginkan. Sesak dan juga sakit hatinya pada Kai akhirnya bisa dia lampiaskan.
"Aku ingin dia merasakan apa yang aku rasakan saat ini. Di tolak dan di campakkan!"
"Jangan munafik. Jangan seolah kau memang terluka karena kau mencintaiku. Kau hanya melakukan ini karena nama belakangku, karena kekayaanku" Kai memprovokasi Amanda, tidak ingin gadis itu merasa benar.
"Aku melakukannya demi nama belakangmu, demi hartamu, itu benar. Aku tidak menyangkalnya. Tapi aku mencintaimu, itu juga benar"
"Wanita murahan sepertimu terlalu naif bicara soal cinta. Kau sama sekali tidak tahu apa artinya cinta. Karena kalau kau cinta, kau akan memiliki kesetiaan, tidak ingin disentuh oleh orang lain, selain orang yang kau cinta," ujar Kai menjelaskan apa yang kini dia rasakan saat ini pada Dita.
Mungkin terlambat untuk Kai merasakan cinta, tapi tidak mengapa. Yang terpenting adalah dia sudah bisa membuka hatinya untuk seorang gadis yang ingin dia minta untuk menjadi partner sehidup semati.
"Aku memang mencintaimu. Kenapa aku mau disentuh pria lain? karena aku haus belaian mu. Aku kenal denganmu sejak dulu, tahu sepak terjang mu, tapi kenapa setelah pacaran denganku, kau malah tidak mau menyentuhku? aku wanita yang ingin dicintai, aku ingin diperlakukan seperti ratu, dan hanya pria-pria itu yang bisa memberikan apa yang aku inginkan"
untuk sesaat Amanda merasa dirinya begitu hina, tapi setelah beberapa menit, harga diri dan rasa percaya dirinya kembali.
__ADS_1
Kai menatap gadis itu, ada rasa iba muncul dihatinya. Amanda kesepian, seperti dirinya yang merasa tidak berarti, memiliki segalanya namun dihati terasa hampa.
Amanda berjalan mendekat kearah Kai, dengan belati ditangannya. "Kai, mari kita mati bersama"