Berbagi Cinta : Satu Atap Tiga Hati

Berbagi Cinta : Satu Atap Tiga Hati
Mengakui Kesalahan


__ADS_3

Keadaan semakin panas. Kai sudah membuka pembicaraan. Mengatakan niatnya. Sejak tadi Kai tidak hentinya meremas tangannya, demi mengurangi rasa gugupnya.


"Kenapa kamu ingin menikahi putriku? apa kamu sudah tahu keadaan dia yang sebenarnya? Putri ku bukan gadis yang seperti kau bayangkan. Dia sudah memiliki seorang anak," ucap Rudi yang tidak menyangka tujuan kedatangan Kai untuk meminang putrinya.


"Aku tahu, Om. Justru karena itu aku semakin ingin segera menikahi Dita" jawab Kai mantap.


"Walau dia sudah punya anak? kamu tidak masalah dengan itu?"


"Tidak, om, karena itu harusnya jadi tanggung jawabku. Maaf, aku yang pengecut ini baru datang sekarang menghadap om dan juga tante" jantung Kai semakin bertalu-talu. Adrenalinnya seolah terbakar, begitu bersemangat tidak ada rasa gentar seperti awal kedatangannya tadi.


"Aku tidak mengerti maksudmu. Tanggung jawabmu? kenapa kamu harus bertanggung jawab pada Dita?"


Kai diam sejenak. Berdoa dalam hatinya. Biarlah Allah yang bicara melalui mulutnya, agar pasangan suami-istri ini bisa menerima permohonan maaf dan juga pengakuannya. Dia ingin menebus kesalahannya. Dia akui dia pengecut, kalau pun Kasa bukan anaknya, seperti yang dia ragukan saat itu, harusnya dia datang dan bertanggungjawab sudah merenggut kesucian Dita, bukan malah menunggu hingga selama ini.


"Maafkan aku om, atas kesalahanku. Aku lah ayah Kasa"


Duar!


Granat sudah dilempar. Kai pasrah menerima makian bahkan dihajar oleh Rudi pun dia sudah siap.


"Kamu bilang apa?" tanya Rudi shock. Mita menutup mulutnya saking tidak menduga kalau Kai adalah ayah Kasa. Dia pikir Kai datang malam ini memang untuk melamar putrinya karena jatuh cinta pada Dita.


"Iya, Om. Aku lah pria brengsek itu, yang sudah merenggut kehormatan Dita"


Bruk! Tubuh Kai sampai terlempar ke samping ketika tiba-tiba Rudi melepas tinjunya di rahang Kai. Umur boleh tua, tapi tenaga Rudi masih kuat untuk membela kehormatan putrinya.


"Papi..." pekik Mita terkejut.


"Berdiri kau, dasar brengsek. Ternyata kau bajingan yang sudah menghancurkan masa depan putriku" mata Rudi penuh dengan kilat amarah. Dengan kekuatan yang tersisa menarik kerah kemeja Kai, menyeret pria itu ke ambang pintu dan segera melemparkan Kai keluar.


"Jangan pernah kau datang lagi! Jauhi putriku!" salaknya dengan suara menggelegar.

__ADS_1


"Om, aku mohon dengarkan penjelasanku. Ini tidak seperti yang om pikirkan. Aku mohon om, izinkan aku memperbaiki kesalahanku. Bertanggung jawab pada Dita dan juga Kasa, anak kami"


"Bertanggung jawab kau bilang? kemana saja kau saat putriku mencoba bunuh diri? terpuruk dengan keadaannya yang hamil di luar nikah? stres berkepanjangan karena merasa bersalah pada orang tuanya? dimana kau bajingan! Dita dan Kasa tidak butuh pria brengsek seperti mu. Segera kau pergi dari sini!"


"Aku tidak akan pergi kemana-mana, Om. Aku ingin menikahi Dita. Kami saling mencintai, Om. Aku mohon, kasih aku satu kesempatan lagi" ucap Kai menyatukan telapak tangannya di depan dada.


"Tarjo, segera usir pria brengsek ini! ingat jangan pernah kasih izin dia masuk lagi ke rumah ini!" umpat Rudi memanggil satpamnya.


"Lepaskan!" Kai mendorong tubuh Tarjo yang berusaha menyeretnya paksa. "Tante, tolong aku.Tante tahu sendiri Dita mencintai aku. Kasa butuh orang tuanya, Tante"


Mita hanya menangis memandangi dua orang yang sama-sama mencintai Dita. Dia ingin putrinya bahagia, tapi apa yang dilakukan suaminya juga tidak bisa dia salahkan.


"Bawa pergi dia Tarjo! Mami, panggil polisi, biar si pengecut ini di penjara!"


"Papi..," ujar Mita serba salah.


"Cepat..!" seru Rudi tidak ingin dibantah.


"Seret dia Tarjo, cepat lempar dia keluar!" pekik Rudi, sembari menoleh ke dalam rumah. Dia tidak ingin putrinya datang, apalagi sampai membela Kai.


Tapi Mita, wanita berhati lembut itu, tidak tega. Diminta menghubungi polisi, ibu satu anak itu justru memanggil putrinya. "Ta, ayo keluar. Di luar ada Kaisar," ucapnya dengan dada bergemuruh. Dia kenal putrinya, wataknya tidak jauh berbeda dengan ayahnya. Entah apakah Dita bisa memaafkan Kai dan menerima pria itu. Namun satu hal yang Mita yakin, cinta akan menemukan pemiliknya.


"Kaisar, Mi? Kai?" tanya Dita girang. Kasa sudah tidur disampingnya, dan dia yang tengah jatuh cinta sejak tadi mendengarkan tembang cinta dengan earphone di telinganya, full suara.


"Iya, cepatlah. Dita, mami mau tanya" tangan Mita menarik Dita yang sudah akan berlari ke luar menemui Kai.


"Nanti aja deh, Mi. Aku mau ketemu Kai dulu," ucapnya mengembangkan senyum.


"Iya, mami tahu. Tapi kamu dengarkan mami dulu. Apa kamu benar-benar mencintai Kai?"


"Iya, Mi. Aku benar-benar mencintai Kai. Sangat. Senyum bahagia di bibir Dita sudah cukup bagi Mita untuk melepas tangan putrinya. Senyum itu akan sama kuatnya dengan cinta mereka.

__ADS_1


Dita melihat ruang tamu kosong, buru-buru berlari keluar. Papinya dan Tarjo sudah hampir sampai di dekat gerbang rumahnya dengan menyeret Kai.


"Kai? papi, apa-apaan sih? kenapa Kai diseret keluar?" Dita berlari kearah mereka, ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Lepas, Pi. Pak Tarjo, lepasin Kai" Dita sudah menggenggam tangan Kai. Berdiri tepat di depan pria itu jadi tameng Kai jika ada diantara dua pria berwajah beringas itu datang untuk mengusir Kai lagi.


"Papi ini ada apa sih?"


"Papi tidak ingin orang ini memijakkan kakinya di rumah kita, dan kamu Dita, papi ga izinkan kamu berhubungan dengan pria brengsek ini!" salak Rudi penuh emosi.


"Tapi kenapa, Pi? ini Kai teman aku, teman papi juga, kan? dia juga pernah kemari, dan papi welcome aja, kenapa sekarang dipermasalahkan?!" seru Dita tidak terima.


"Itu karena papi belum tahu kalau dia ternyata pria brengsek yang sudah menghamili mu!"


Duar! Dita seolah disambar petir mendengar kenyataan itu. Langit malam itu memang sangat gelap tanpa cahaya bintang atau pun bulan. Beberapa kali suara petir terdengar yang menandakan akan turun hujan.


"Papi bilang apa?" pekiknya tertahan.


"Ta, dengarkan aku dulu. Dengarkan penjelasan ku" Kai menangkup wajah Dita agar bola matanya hanya menatapnya saja.


Namun Dita masih shock. Tidak bisa berkata apapun. Hanya menatap diam kearah wajah Kai.


Ini pria yang sudah menghancurkan hidupku? merenggut kesucianku? dia papanya Kasa?


"Kau lihat, kan, anak ku tidak menerimamu, segera kau pergi" Rudi menarik tangan Dita yang masih terdiam. Kai sempat melihat air mata gadis itu menetes di pipinya.


Rudi terus saja menarik tangan Dita, namun Kai juga tidak mau melepaskan genggamannya. "Ta, aku bersumpah, aku sangat mencintaimu. Aku salah, aku menyesal. Tapi semua tidak seperti yang kau pikirkan. Sayang, mari bicara. Aku akan menjelaskan semuanya, Ta. Aku bersumpah, ini hanya kesalahpahaman. Aku ingin menebus kesalahanku, terlebih aku sangat mencintaimu, Ta. Aku mohon sayang, menikahlah denganku"


Tapi semua seolah tidak ada artinya saat ini. Dita yang masih terguncang, mengikuti langkah Rudi masuk ke dalam rumah. Genggaman tangan Kai terlepas paksa, dan Tarjo sekuat tenaga sudah berhasil menariknya keluar, dan segera menutup pintu gerbang.


"Ditaaaaaaa..." teriaknya bersamaan dengan derai hujan yang turun malam itu.

__ADS_1


__ADS_2