Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Rencana Leni


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Urusan CCTV sudah selesai, saat ini Leni menemui Baskoro yang sedari tadi ada di dalam kamar. Baskoro sama sekali tidak tahu jika tadi ada orang yang datang untuk memasang CCTV, sebab sedari tadi dia tidak keluar dari kamar sama sekali. Sehingga memudahkan Leni dan orang suruhannya untuk segera menyelesaikan pekerjaannya.


Leni masuk ke kamar dan mendapati Baskoro yang sedang tertidur. Namun, anehnya Leni melihat celana yang dikenakan Baskoro sudah ada di lantai namun kemejanya masih terpasang rapi di tubuhnya.


" Apa yang dia lakukan sampai dia tidur dengan melepas celananya seperti ini?."Tanya Leni pada dirinya sendiri.


" Apa mungkin dia memang melepas celana dan mengganti dengan celana pendek. Karena siang-siang panas juga tidur dengan menggunakan celana panjang. Apalagi ini celana yang biasa dipakai papa untuk bekerja. Atau mungkin Papa memang merasa tidak enak badan lagi sehingga tidak sempat mengganti pakaiannya dan lebih memilih untuk cepat tidur."Ucap Leni masih mencoba berfikir positif terhadap apa yang dia lihat.


Leni memungut celana milik Baskoro itu dan memasukkan ke dalam keranjang pakaian kotor yang ada di dekat pintu kamar mandi. Leni pun merasa heran karena bukan hanya celana panjang saja yang dilepas oleh Baskoro. Akan tetapi ada ****** ******** juga yang dia lepas. Leni semakin dibuat penasaran sehingga dia buru-buru menuju keranjang di mana suaminya saat ini tertidur dengan nyenyak.


Tanpa menunggu lama, Leni pun menyingkap selimut yang menutupi tubuh Baskoro. Dan betapa terkejutnya Leni mendapati suaminya yang tertidur tanpa mengenakan celana dan terlihat ada bekas cairan yang membasahi si joni.


" Apa yang barusan dilakukan oleh papa? Kenapa dia bisa tidur tanpa memakai celana ? Dan itu sepertinya bekas sesuatu, ah ini semakin membuat aku pusing atau jangan-jangan apa-apa barusan melakukan nya dengan tangannya sendiri."Ucap Leni terus bermonolog pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Merasa ada seseorang yang mengganggu tidurnya, Baskoro pun terbangun dan dia mendapati Leni yang sedang berdiri di samping ranjang dengan tatapannya yang sulit diartikan.


" Mama !!."Seru Baskoro kaget dan langsung melihat ke area bawah dan mendapati dirinya yang tidak memakai celana. Dengan segera Baskoro menarik selimut untuk menutupi bagian bawahnya.


" Apa yang barusan Papa lakukan? Kenapa papa tidur tidak memakai celana seperti itu? Apa papa tidak takut jika si joni digigit semut? Kalau digigit semut sudah pasti bengkak, dab papa sendiri yang repot."Ucap Leni mencoba untuk mengendalikan dirinya agar tidak bersikap gegabah.


Leni sudah berencana ingin menjebak Baskoro saat ada Bella di rumah ini. Sebab saat ini kamar Bella dan kamar tamu sudah dilengkapi dengan CCTV tersembunyi. Dengan begitu Leni bisa memantau apa saja yang dilakukan Baskoro maupun Bella jika mereka berada di kamar. Dan jika memang mereka mempunyai hubungan, Leni yakin mereka tidak akan melakukannya di ruang tamu ataupun di ruangan yang lainnya sudah pasti di kamar.


" Oh ini tadi papa buru-buru melepas celana karena kegerahan. Sampai papa lupa melepas bagian dalamnya juga. Karena papa sudah terlalu pusing, jadi Papa memutuskan untuk langsung tidur saja. Kepala Papa pusing banget, Ma. Makanya Papa tadi pulang lebih cepat."Ucap Baskoro tetap saja berkata bohong.


" Ya sudah papa istirahat saja kalau begitu, tapi papa pakai celana dulu dan ganti pakaian kerja dengan pakaian santai yang biasa papa pakai di rumah. Kalau begitu mama berangkat ke klinik lagi ya pa, ada pekerjaan yang masih harus Mama kerjakan. Papa istirahat saja, jika butuh sesuatu Papa 0lpanggil saja bik Lastri."Ucap Leni mencoba mempercayai apa yang dikatakan oleh suaminya.


" Pa, sudah lama kita tidak makan bersama dengan Bella dan Vito. Bagaimana kalau malam ini kita minta Bella sama Vito makan malam dan menginap di rumah ini. Mama juga kangen sama Bella, ingin bercerita-cerita dan berkumpul sama Bella seperti dulu."Ucap Leni mulai memancing.


" Wah ide bagus itu, Ma. Ya sudah kalau begitu nanti mama hubungi Bella suruh dia nanti malam datang untuk makan malam dan menginap di sini."Ucap Baskoro dengan wajah yang terlihat memancarkan binar kebahagiaan. Padahal tadi terlihat sekali jika dia seperti orang yang sakit. Namun seketika saat membicarakan Bella raut wajahnya berubah menjadi bahagia.


" Iya, nanti mama hubungi Bella dan meminta dia untuk makan malam dan menginap di sini. Ya sudah, Mama berangkat lagi ya Pa. Papa baik-baik di rumah."Seru Leni lalu keluar dari kamar dengan menyeringai sinis.


Leni mengambil ponselnya lalu mengirim pesan kepada Bella, untuk memintanya datang makan malam serta menginap di rumahnya. Dan malam ini juga Leni berharap apa yang selama ini dia fikirkan ada jawabannya.


Apapun yang akan dia lihat dan terjadi nanti, Leni sudah siap. Dia tidak mau terus-terusan penasaran.

__ADS_1


[Bella nanti malam kamu ajak Vito untuk makan malam dirumah. Dan mama minta kalian menginap ya, mama kangen sama anak perempuan mama yang manja.]


Tidak menunggu lama, Bella langsung membaca dan langsung membalas pesan yang dikirimkan oleh mamanya. Padahal saat Leni keluar dari kamarnya tadi, Baskoro langsung menghubungi Bella dan memintanya untuk datang sesuai dengan apa yang diminta oleh Leni.


[ Siap Mamaku sayang.]


[Jangan lupa, ajak Vito. Tapi jika dia sibuk dan lembur kamu saja yang datang. ]


[Iya ma, nanti Bella bicara dulu sama Vito. Bella harap sih Vito bisa ikut. Agar saat berkumpul nanti Bella tidak menjadi nyamuk mama dan papa.]


[ Iya terserah kamu saja Bella, sudah dulu ya Mama masih banyak pekerjaan.]


* Semoga saja apa yang sempat aku khawatirkan tidak benar-benar terjadi. Namun jika semua itu benar, aku harus sebagaimana? Aku memang sudah siap mengetahui kenyataan pahit yang akan aku ketahui. Tapi, bagaimana nanti aku harus bersikap?.*Guman Leni dalam hatinya sembari menghidupkan mesin mobilnya.


Mobil Leni mulai menjauh meninggalkan pekarangan rumah pribadinya. Dia kembali menuju ke klinik kecantikannya. Saat dia melintasi gedung klinik kecantikan yang baru beberapa bulan terakhir ini buka, di sana terlihat sangat ramai pengunjung terlihat dari mobil-mobil yang terparkhir di depan gedung.


*Klinik dan Salon kecantikan ini sangat ramai, jika seperti ini terus aku bisa bangkrut. Aku harua bagaimana lagi untuk menarik para pelanggan, hampir 20 persen pendapatan klinik dan salon merosot. Sebenarnya siapa sih pemilik klinik dan salon kecantikan ini. Sepertinya sengaja ingin bersaing dengan usaha ku. Meskipun jarah tempatnya lumayan jauh, ada sekitar 10 kilo meter tapi sama saja ini membuat usaha ku bangkrut.*Gumam Leni dengan kesal.


**********


Sepertinya Karma untuk Leni mulai berdatangan.

__ADS_1


__ADS_2