Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Cerita Bella dan Baskoro


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


"Untuk apa anda datang kesini? Aku mau pergi jadi tolong segera tinggalkan rumahku !!."Usir ibu Karti dengan cukup ketus.


Leni sengaja mendatangi rumah ibu Karti untuk memberi peringatan agar ibu Karti tidak mengganggu suaminya lagi. Padahal ibu Karti sama sekali tidak menganggu Baskoro, dan justru Baskoro yang datang menganggunya.


"Jangan sombong dulu, Karti. Aku datang kesini tidak untik menganggumu, aku datang karena aku ada perlu denganmu. Jika bukan karena mas Baskoro aku tidak sudi menemuimu dan menginjakkan kaki ku dirumahmu ini. Mungkin menurutmu rumah mu ini sudah bagus dan gedongan, tetapi menurutku ini belum apa-apanya dibanding dengan rumahku."Ucap Leni dengan ketus dan tidak tahu malu.


"Kamu datang kerumahku cuma untuk menghinaku? Jangan menghinaku karena kamu sendiri sudah hina, PELAKOR GATAL !!."Ucap ibu Karti dengan penuh penekanan.


Ibu Leni menganggkat tangannya hendak menampar Ibu Karti namu dengan berani ibu Karti menangkap tangan Leni dan mencengkramnya dengan kuat sampai Leni meringis kesakitan.


"Jangan berani kamu menyakitiku dengan tangan busukmu itu, Leni !."Ucap ibu Karti dengan mata menatap tajam Leni.


"Aaouuww.... Lepaskan !! Dasar wanita barbar dan tidak berpendidikan, pantas saja mas Baskoro meninggalkanmu dan lebih memilihku. Sudah barbar, miskin juga. Aku peringatkan, jangan ganggu mas Baskoro lagi. Pasti kamu yang membuat mas Baskoro mabuk dan sampai dia kecelakaan. Aku tahu malam itu mas Baskoro datang kesini dan ribut dengan mu. Semenjak itu mas Baskoro sering minum dan pulang malam-malam pasti dia datang kesini."Seru Leni menuduh tanpa bukti sama saja memfitnah.


Plaaakkk


Plaaakkk


Tangan ibu Karti melayang sempurna di pipi Leni, tangan ibu Karti melayang sampai sakit dan terasa panas. Lalu bagaimana dengan pipi Leni yang di tampar ibu Karti? Sudah pasti panas dan perih, tamparan itu belum cukup untuk membalas sakit hati ibu Karti dan penghinaan dari Leni.


"Sekali lagi kamu menuduh tanpa bukti, aku pastikan kamu sendiri yang akan hancur. Memang benar Baskoro pernah datang kesini, itupun aku mengusirnya sampai pak Rt juga datang. Jika malam itu kamu tahu kenapa kamu tidak seret saja suami kamu,dan langsung kamu bawa pulang."Seru ibu Karti.


"Ohhh... Atau jangan-jangan sekarang kamu ketakutan jika suami kamu selingkuh? Atau jangan-jangan suami kamu sudah selingkuh? Hayoo ketakutan deh, hati-hati loh kamu punya anak perempuan. Bisa jadi Baskoro naksir juga tuh sama anak kamu, haha haahaaa."Ucap ibu Karti lalu tertawa dengan lantang.


"Jaga mulut kamu, Karti !! Anakku sudah menikah dan dia bersuamikan seorang Ceo kaya raya. Pasti kamu irikan sehingga kamu bicara yang tidak masuk akal. Mas Baskoro itu sangat menyayangi anakku dan apa saja yang diminta anakku akan dituruti. Irikan ? Karena anakmu tidak dipedulikan sama mas Baskoro? Kasihan... "Ucap Leni mengejek ibu Karti dengan menampilkan senyum sinisnya.


Tin Tin Tin


Mobil jemputan ibu Karti sudah datang, Wati yang sedari tadi berdiri dibelakang ibu Karti bergegas mengambil tas milik ibu Karti dan memasukkannya ke mobil. Malam ini, Ibu Karti akan menginap di rumah David dan Nia.


"Awas aku mau pergi ! Jika kamu mau berdiri terus di depan rumahku ya silahkan. Jadi saja satpam dirumahku, Wati yuk kita pergi."Seru ibu Karti lalu berjalan menuju mobil mewah yang sudah ada didepan rumahnya.


Leni memandang takjub kearah mobil yang datang menjemput Karti. Mobil itu termasuk mobil yanng mewah dan mahal, jika di belikan mobil seperti milik Leni saja sudah bisa dapat 3 mobil.


*Sebenarnya siapa sih yang memberikan Karti fasilitas mewah ini. Apa jangan-jangan dia itu istri simpanan pengusaha? Mana mungkin dia bisa hidup mewah begini kalau tidak jadi istri simpanan.*Gumam ibu Leni masih saja berfikir negatif tentang ibu Karti.


Wati mengunci pintu rumah lalu menyusul ibu Karti yang sudah dulu berada didalam mobil. Wati juga tidak menghiraukan ibu Leni, sama sekali tidak menegurnya.

__ADS_1


Mobil yang dikendarai oleh sopir meninggalkan pekarangan, ibu Leni pun meninggalkan rumah ibu Karti dengan perasaan kesal dan geram campur aduk menjadi satu.


" Lihat saja Karti, kamu tidak akan lama merasakan kebahagiaan ini. Aku akan mencari tahu, siapa orang dibalik layar mu."Ucap ibu Leni dengan mengepalkan dua tangannya.


Ibu Leni pun menuju mobilnya dan masuk ke mobil. Dia mengendarai mobil meninggalkan pekarangan rumah ibu Karti.


********


Di rumah sakit, saat ini Bella sedang menemani Baskoro. Mamanya saat siang memang tidak ada dirumah sakit, karena harus bekerja. Dan Bella menawarkan diri untuk menjaga sang papa. Bella tidak tahu jika mamanya datang kerumah mantan istri pertama papanya, Bella sendiri juga belum tahu jika ibu Karti mantan istri pertama Baskoro.


"Papa sudah kenyang, Bella. Papa tidak mau makan nasi ataupun bubur."Ucap Baskoro menolak saat Bella kembali menyuapkan makanan.


"Lantas makan apa dong pa?."Tanya Bella dengab suara dibuat-buat manja.


"Makan kamu."Jawab Baskoro dengan cepat.


"Papa jangan mikir itu dulu dong, sekarang yang penting papa cepat sembuh dan sehat dulu. Bella juga sebenarnya ingin main di ranjang sama papa, tidak tahu kenapa akhir-akhir ini Bella ingin selalu dekat dengan papa dan ingin dimanja sama papa. Apa mungkin karena bawaan kehamilan Bella ini ya pa."Ucap Bella dengan manja sembari mengusap perutnya yang masih rata.


Baskoro langsung terdiam, dia memikirkan kata-kata Bella tadi. Jika Bella ingin selalu ada didekatnya, pasti anak yang saat ini ada dalam kandungan Bella adalah anaknya. Baskoro pun tersenyum senang dan bangga karena Bella mengandung anaknya.


"Jadi anak itu anak papa?"Tanya Baskoro memastikan.


"Bisa jadi ini anak papa, sebab semenjak menikah papa sering melakukannya. Bahkan saat menikah dengan Vito, Vito belum menyentuhku papa sudah 3 kali menyentuhku. Sudah pasti ini anak papa, tapi aku tetap bilang kalau ini anak Vito."Jawab Bella tanpa ada rasa malu lagi.


"Kamu sudah menjadi candu untuk papa, Bella. Kamu sendirikan yang juga minta dan mau main sama papa. Katanya kamu di anggurin sama Vito, jadi tidak salah dong papa memuaskanmu. Lagi pula memang kita sudah ratusan kali melakukannya, tapi kali ini berhasil sampai kamu hamil dan ini membuat papa bangga."Ucap Baskoro dengan senang.


Bella memeluk Baskoro dengan erat dan menciumi kedua pipinya tanpa ada rasa malu ataupun sungkan. Bella dan Baskoro sama-sama sudah tidak punya malu, rasa malunya sudah hilang dari 9 tahun yang lalu.


FLASHBACK ON


Sembilan tahun yang lalu, saat Bella berusia 17 tahun. Tepat nya saat Bella duduk di bangku 3 SMA, dia yang memang sudah terjerumus pergaulan bebas. Namun hanya sebatas clabbing, mabuk dan menonton video yang tidak semestinya.


Siang itu saat Bella pulang sekolah, Bella sendirian dikamarnya sedang menonton video dan lupa mengunci pintu. Baskoro yang memang pulang dari kantor lebih cepat, karena kurang enak badan mendengar suara-suara aneh dari kamar Bella. Dia tahu betul dan hafal itu suara apa, sehingga dengan cepat Baskoro membuka pintu kamar Bella tanpa mengetuknya.


Saat pintu terbuka, mata Baskoro terperangah melihat pemandangan yang ada didepannya. Dimana Bella yang sedang menonton Video dan dia terbaring di kasur karpet dengan pakaian yang sudah tidak lengkap lagi. Hanya mengenakan bra saja dan tangannya tidak tinggal diam dengan menggosok area pribadinya.


Baskoro menutup pintu dan menguncinya secara perlahan. Dengan pelan dia mendekati Bella yang sudah terbawa suasana film yang dia tonton. Mata Baskoro semakin liar melihat tubuh Bella yang semakin tidak terkendali, jiwa kelakian Baskoropun bangkit dengan sendirinya. Bella tidak menyadari jika Baskoro saat ini sudah ada didekatnya.


"Bella."Seru Baskoro dengan suara serak menahan hasrat.


Bella tersentak kaget mendapati papanya yang sudah ada di kamarnya bahkan sudah duduk jongkok di sampingnya. Bella pun buru-buru menutupi tubuhnya dengan bantal dan guling, dia malu dengan Baskoro.


"Kenapa di tutup? Lagipula papa sudah melihatnya, tidak perlu malu sama papa. Dulu papa sering melihatmu tanpa baju, emm papa duduk disini ya kita nonton sama-sama."Ucap Baskoro langsung duduk tepat disamping Bella, dan tanpa jarak lagi.


"Pa, Bella malu. Jangan bilang mama ya pa kalau Bella nonton film seperti ini."Ucap Bella takut-takut.

__ADS_1


"Sssttt... Kamu itu sudah 17 tahun, sudah boleh nonton film seperti itu. Kamu sudah berapa kali nonton dan apa kamu sudah pernah praktek seperti itu?."Tanya Baskoro dengan tatapan liar dan mengambil guling yang dipakai Bella untuk menutupi tububnya.


"Sudah sering pa, Bella lupa berapa kalinya. Tapi Bella belum pernah praktek, dan jujur saat ini Bella ingin sekali merasakan seperti yang ada dalam video itu pa."Ucap Bella secara gamblang dia jujur dengan papanya.


Bagaikan angin segar bagi Baskoro, selama ini dia memang mengagumi kecantikan anak tirinya itu. Sehingga kesempatan kali ini tidak akan Baskoro sia-siakan.


"Emm... Papa bisa bantu kamu praktek seperti itu kalau kamu mau. Tapi kamu harus diam-diam, jangan sampai mama tahu dan jangan sampai kamu mengadu. Kalau mengadu kita berdua yang akan kena marah mama."Ucap Baskoro mulai mempengaruhi Bella.


"Tapi pa, Bella takut. Kata teman-teman kalau masih pertama sakit. Tapi aku sangat ingin pa, emm Bella mau tapi papa harus pelan-pelan ya pa."Seru Bella malu-malu tapi mau.


Yesss...


Itu yang memang di inginkan Baskoro. Baskoro langsung mengiyakan apa yang dikatakan oleh Bella. Tanpa menunggu lama, Baskoro langsung menanggalkan semua pakaiannya sampai dia benar-benar polos. Dan untuk pertama kali nya Bella melihat senjata asli nyata di depannya.


Tidak tahu keberanian darimana, Bella langsung melahap senjata itu dengan sangat liar. Sepertinya Bella memang sudah sangat penasaran dan tidak tahan lagi mempraktekkan apa yang dia lihat.


Baskoro sangat-sangat menikmati apa yang saat ini dilakukan Bella. Mereka sudah melupakan hubungan antara ayah dan anak diantara mereka.


"Bella, kamu hebat sayang."Ucap Baskoro saat Bella sudah menyapu bersih sesuatu yang keluar.


"Sekarang giliran papa."Seru Bella yang sudah terlentang di kasur dan kakinya di buka dengan lebar.


Baskoro tahu maksud Bella, persis seperti adegan yang tadi Bella tonton. Tanpa menunggu lama Baskoro pun mulai mengerjakan apa yang diinginkan Bella.


"Ssstttt....." Desis Bella membuat Baskoro semakin semangat.


"Lanjut pa, jangan berhenti dulu."Ucap Bella yang mulai merasa enak.


"Baik sayang."Seru Baskoro dengan lincah.


Setelah tiga puluh menit Baskoro juga menyapu bersih apa yang Bella keluarkan.


"Permainan utama kita mulai sayang."Ucap Baskoro sudah tidak sabar.


"Iya pa. Cepat lakukan, aku sudah sangat ingin merasakannya pa."Jawab Bella.


Baskoro naik dan tanpa menunggu lama langsung melancarkan aksinya. Bella meringis kesakitan tapi dia tetap penasaran, sehingga dia tetap meminta Baskoro untuk melanjutkannya.


Dan pada akhirnya apa yang di inginkan Bella sudah dia rasakan. Dia awalnya merintih dan meringis kesakitan, namun setelah 10 menit justru dia yang keenakan dan memintanya lagi dan lagi. Baskoro sendiri selalu mengiyakan, sebab dia juga butuh dan menikmatinya.


Dari jam 2 siang sampai jam 5 sore Baskoro baru keluar dari kamar Bella dengan senyum sumringah. Rasa sakit kepala yang tadi dia rasakan kini sudah hilang, sebab Bella menjadi obat mujarabnya.


Semenjak kejadian siang itulah, Bella dan Baskoro sering melakukannya secara diam-diam. Dan jika malam mereka sering cek ini hotel, karena masih takut malam hari melakukannya dirumah sebab ada mama nya. Namun semakin hari dia semakin berani, Baskoro sering menyelinap ke kamar Bella saat tengah malam. Hubungan mereka berlanjut sampai saat ini dan sudah berjalan 9 tahun lamanya.


FLASHBACK OFF

__ADS_1


************


__ADS_2