
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Tiga hari berlalu, Bella sudah keluar dari rumah sakit dan saat ini sudah kembali tinggal di rumah Vito. Selama 3 hari ini Vito memperlakukan Bella dengan cuek, Vito sama sekali tidak peduli dengan Bella.
"Sayang, kenapa kamu cuek begini sih dengan ku? Bahkan kamu tidak menanyakan bagaimana kandungan ku ini? Ini anak kamu loh sayang, dia darah daging kamu."Ucap Bella dengan suara dibuat semanja mungkin untuk menarik perhatian Vito.
Vito memang belum membahas soal video yang sudah dia ketahui. Dibahas pun Bella pasti akan berkelit dan mengatakan khilaf. Vito diam, bukan berarti dia bodoh akan tetapi dia sedang menyiapkan perceraiannya dengan Bella. Dan Bella sendiri mengira jika Vito belum tahu soal perselingkuhannya dengan papa tirinya sendiri.
"Aku sibuk dan tidak ada waktu untuk mengurusi hal yang tidak penting."Jawab Vito dengan ketus.
"Sesibuk apa sih kamu, Sayang? Sampai meluangkan waktu untuk ku dan calon anak kita ini tidak bisa."Seru Bella memprotes sikap Vito yang tidak bisa meluangkan waktu untuknya dan calon anaknya.
"Kenapa harus aku yang meluangkan waktu untuk mu dan bayi dalam kandungan kamu? Aku tidak berkewajiban mengurus kalian, ada orang yang lebih wajib mengurus kalian."Jawaban Vito sangat monohok sehingga membuat Bella langsung terdiam.
*Apa jangan-jangan Vito sudah tahu soal perselingkuhanku dari mama? Apa mama sudah memberitahu Vito? Tapi jika dia sudah tahu pasti dia akan marah dan sudah mengusirku dari rumahnya. Vito itu tipe pria yang tidak suka dengan sebuah kebohongan dan pengkhianatan.*Gumam Bella dalam hatinya.
Saat Bella sedang sibuk dengan fikirannya sendiri, tiba-tiba dia dikejutkan dengan kedatangan sang mama mertua. Mama mertuanya datang dengan membawa banyak barang belanjaan untuk Bella.
"Mama kok datang tidak kasih tahu Bella dulu."Seru Bella menybut kedatangan mama mertuanya dengan sedikit gugup. Sebab saat ini dia dan Vito sedang tidak baik-baik saja.
"Masa iya mau mengunjungi anak kok pakai kasih kabar. Hai Vito kenapa kamu murung begitu? Ini hari libur loh, kenapa kamu kusut begitu wajahnya. Ceria dong."Seru Hesti.
"Mama kalau mau bertemu dan mengobrol sama Bella ya silahkan saja. Vito mau pergi, malas Vito berlama-lama dirumah."Seru Vito bangkit lalu menyambar kunci mobil yang ada di atas rak Televisi.
Hesti melonggo melihat tingkah dari Vito, tidak biasanya Vito bersikap seperti itu. Hesti melirik Bella, Bella yang dilirik terlihat sangat kesal. Dari wajahnya saja sudah bisa terlihat jika dia sedang kesal dengan Vito.
"Vito tunggu !!." Seru Hesti menghentikan langkah kaki Vito.
"Apa lagi ma?." Tanya Vito.
"Kalian apa sedang ada masalah?." Tanya Hesti ingin tahu apa yang terjadi dengan Bella dan Vito.
Hhuuufffff
Helaan nafas Vito terasa sangat berat, Vito malas menjelaskan apapun kepada mamanya. Hesti tidak akan percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan oleh Vito.
__ADS_1
"Mama tanyakan saja kepada menantu kesayangan mama ini. Dia punya salah apa sampai Vito bersikap seperti ini. Bella kan menantu pilihan mama dan menantu kesayangan mama. Jadi mama pasti percaya saja apa yang dikatakannya."Seru Vito membuat Hesti semakin penasaran dan heran dengan sikap Vito.
"Sayang kamu ini kenapa sih? Semenjak aku keluar dari rumah sakit, kamu bersikap dingin dan cuek begini."Ucap Bella yang kini mendekati Vito.
"Jangan pegang-pegang aku dengan tangan kotor mu itu. Menjijikan !!."Seru Vito dengan ketus.
"Vito !!."
Hesti berteriak memanggil nama Vito, dia tidak suka dengan cara Vito memperlakukan Bella. Terlebih Bella sedang hamil dan dia menantu kesayangannya. Hesti sangat menyayangi Bella dan bangga mempunyai menantu seperti Bella.
"Apa yang kamu lakukan? Apa begini perlakuan seorang suami kepada istrinya?" Tanya Hesti dengan kasar.
"Mama tanyakan saja apa yang sudah dilakukan oleh menantu kesayangan mama ini. Vito tidak akan bersikap seperti ini jika Bella tidak mempunyai salah. Asal mama tahu, Bella itu sudah berselingkuh dan anak dalam kandungan Bella belum tentu itu anakku !!." Seru Vito tegas mengatakan yang sebenarnya tentang Bella.
Plaaakk
Plaaakk
Hesti menampar Vito untuk membela Bella. Dia tetap tidak percaya jika Bella seperti yang dituduhkan oleh Vito. Bella adalah wanita baik-baik, wanita terpelajar dan wanita yang berkelas. Hesti sangat bangga memiliki menantu seperti Bella.
*Apa Vito sudah tahu semuanya? Bi4d4b mama itu, kenapa dia memberitahu Vito. Sampai Vito menceraikanku, aku akan buat perhitungan dengan mama.*Gumam Bella dalam hatinya.
"Mama menamparku demi membela wanita l4cur ini? Bella itu tidak sebaik dan sebagus yang mama kira, Ma. Dia itu hanya wanita murahan dan menjijikan !! Jika mama masih saja membela Bella, itu haknya mama. Tapi jangan minta Vito untuk bersikap baik kepada, Bella."Ucap Vito tegas.
"Sayang, pasti kamu sudah terhasut oleh mama ku. Mama ku memang sedang ada masalah denganku, Sayang. Sehingga dia bicara yang tidak-tidak."Ucap Bella membela diri.
Vito hanya menyeringai dengan sinis, Bella masih saja mencari pembelaan diri dengan menjelek-jelekan mama kandungnya sendiri. Padahal sudah jelas-jelas dia yang bersalah dan dia yang sudah nyata berselingkuh dengan papa tirinya sendiri.
"Memangnya jeng Leni bicara apa sama kamu, Vito? Sampai kamu benci begini sama Bella?." Tanya Hesti ingin tahu.
"Mama tanyakan langsung sama besan mama itu. Sudahlah, Vito mau pergi."Seru Vito lalu dia benar-benar keluar dari rumah dan pergi mengendarai mobilnya meninggalkan pekarangan rumah.
Hesti sangat penasaran dengan apa yang sudah dikatakan Leni kepada Vito sampai Vito bersikap kasar seperti tadi. Hesti memandang kearah Bella, dan Bella terlihat gugup saat mata mereka saling beradu pandang.
"Kamu ada masalah apa dengan mama kamu? Sampai dia tega merusak kebahagiaan rumah tangga anaknya sendiri?".Tanya Hesti serius.
"Hanya salah paham saja, Ma. Bella mohon mama jangan menemui mama untuk menanyakan masalah ini. Bella tidak mau, mama Bella semakin marah kepada Bella. Tolong ya ma, jangan temui mama Bella. Jika mama Bella meminta bertemu apa pun yang dia katakan jangan mama percaya."Seru Bella dengan tangan mengatup memohon.
*Sepertinya aku harus bertemu dengan Jeng Leni. Aku harus tahu masalah apa yang sedang terjadi, siapa tahu aku bisa meluruskannya.*Gumam Hesti dalam hatinya.
"Iya mama tidak akan menemui mama kamu dan apapun yang dia katakan mama tidak akan mempercayainya."Ucap Hesti sengaja berbohong agar Bella merasa di hargai.
__ADS_1
"Terimakasih ma."Seru Bella sambil memeluk Hesti.
*********
Tanpa sepengetahuan Bella, ternyata Hesti datang menemui Leni di klinik kecantikannya. Biarpun hari libur, Leni tetap ada di klinik kecantikan untuk mengawasi para pekerjanya.
"Ada apa jeng Hesti datang menemui saya? Biasanya jika mau perawatan tidak harus menemui saya dulu kan? Karena para pegawai saya sudah tahu siapa jeng Hesti, jadi pasti akan dapat diskon."Ucap Leni dengan senyum ramahnya.
"Saya datang kesini bukan untuk perawatan jeng. Baru juga 2 hari yang lalu saya perawatan. Ada hal lain yang ingin saya tanyakan kepada jeng Leni. Ini soal Bella dan Vito. Sebenarnya ada masalah apa antara Bella dan Vito sampai-sampai Vito bersikap dingin seperti itu. Kata Bella, karena Vito sudah terhasut dengan ucapan anda? Apapun masalah anda dan Bella, janganlah anda membuat rumah tangga anak-anak kita renggang. Apa anda tidak mau melihat Bella dan Vito hidup bahagia?." Tanya Hesti bicara panjang lebar.
Hhhuuuffff
Leni hanya bisa menghela nafas, Hesti tidak tahu masalah yang sebenarnya sehingga dia bisa bicara dengan santai seperti itu. Sebenarnya ini adalah sebuah aib rumah tangganya, akan tetapi Leni tidak mau disalahkan oleh Hesti. Sehingga mau tidak mau, Leni menjelaskan duduk masalah yang sebenarnya agar Hesti tidak salah paham.
"Bella sudah berselingkuh dengan papanya sendiri."Seru Leni mulai bicara yang sebenarnya.
Haahhh?
Selingkuh?
Hesti syok saat mendengar penuturan dari Leni. Benarkah Bella dan Baskoro berselingkuh? Leni seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh besannya sendiri.
"Jeng Leni jangan main-main. Mana mungkin Bella dan papanya seperti itu? Mungkin hanya salah paham saja, memang sih pak Baskoro itu sangat sayang dan peduli dengan Bella. Meskipun hanya papa tiri, tapi kasih sayangnya sudah seperti ayah kandung. Jeng Leni mungkin hanya cemburu saja."Ucap Hesti sambil terkekeh.
"Aku tidak cemburu dan aku tidak salah paham. Bahkan dua hari yang lalu aku sudah mendaftarkan gugatan cerai ke pengadilan agama. Saat ini aku dan Baskoro sudah tidak tinggal satu rumah. Selama 9 tahun aku di bohongi anak dan suamiku sendiri. Jika kamu tidak percaya itu urusan kamu, Jeng Hesti."Ucap Leni lebih menyakinkan.
Hesti melihat keseriusan di wajah Leni, dan sepertinya Leni tidak sedang main-main dengan ucapannya. Hesti semakin ingin tahu bukti nyata perselingkuhan yang dilakukan oleh Bella dan papa tirinya.
"Apa buktinya jika Bella dan papa nya berselingkuh?." Tanya Hesti ingin lebih yakin.
Tanpa menunggu lama, Hesti mengambil ponsel dan menunjukan video CCTV yang sudah dia simpan dengan rapi. Kali ini Video asli saat Baskoro mendatangi Bella di malam hari, video pertama yang menjadi bukti perselingkuhan yang dimiliki oleh Leni.
"Hahhh ini.. Ini Bella dan pak Baskoro? Dia dengan mudah masuk kamar Bella dan naik keranjang Bella saat Bella terlelap. Dan tanpa malunya Bella menyambut keinginan papa tirinya dengan baik. Memalukan dan menjijikan sekali perbuatan mereka berdua."Seru Hesti tidak mau melanjutkan menonton video itu.
"Awalnya aku ingin mempermalukan Bella dan papanya. Aku berniat membuat acara untuk mempermalukan mereka di hadapan banyak orang dan keluarga. Tapi setelah aku fikir-fikir ini adalah aib, dan aku juga yang akan malu. Bahkan Vito juga akan malu, bisa jadi saham perusahaannya akan merosot jika Video ini tersebar. Jadi aku urungkan niat ku itu, yang penting Vito dan jeng Hesti sudah tahu. Aku sangat sakit hati atas perbuatan anakku ini, dia benar-benar anak durhaka."Seru Leni dengan kesal.
Hesti sendiri juga tidak pernah menyangka jika Bella seperti itu. Tega sekali Bella berselingkuh dengan suami mamanya sendiri, bahkab sudah selama 9 tahun lamanya. Melihat kelakuan Bella di ranjang tadi membuat Hesti semakin jijik dengan, Bella. Dia juga menyesal sudah menikahkan Vito dengan Bella.
*Jika sudah 9 tahun Bella berhubungan dengan papa tirinya ? Terus anak yang di kandung Bella itu anak siapa? Harus dilakukan tes DNA, jika itu anak Vito mau tidak mau Vito tetap menafkahinya. Tapi jika itu anak dari pak Baskoro, Vito tidak harus menafkahinya.*Gumam Hest dalam hatinya. Hesti sangat menyesal sudah membanggakan Bella di depan teman-teman sosialitanya. Yang dibanggakan tak ubahnya bangkai tikus yang sudah mulai membusuk.
Sebaik apapun menutupi dan menyembunyikan bangkai, suatu saat nanti pasti akan tercium juga bau busuknya. Seperti apa yang saat ini di lakukan oleh Bella dan papa tirinya. Selama 9 tahun menyembunyikan perselingkuhan, pada akhirnya semua terbongkar juga.
__ADS_1
************