
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
"Untuk apa mama datang ke sini kalau cuma mau menghina dan menghakimi Bella? Lebih baik Mama pulang saja dan biarkan Bella sendiri di rumah sakit."Ucap Bella yang sudah tidak tahan lagi mendengar kata-kata penghinaan dari mamanya.
Sebenarnya yang keluar dari mulut Leni bukanlah penghinaan, akan tetapi sebuah amarah. Aebuah luapan emosi yang sudah dari tadi dipendam oleh Leni. Bagaimana tidak marah, jika selama 9 tahun sudah Bella dan Baskoro berselingkuh di belakang Leni dan membohongi Leni.
Yang membuat Leni marah dan tidak habis pikir, Bella tega dengan mamanya sendiri. Berselingkuh dengan suami mamanya yang tak lain dan tak bukan adalah papa tirinya sendiri. Begitupun dengan Baskoro, yang tega berselingkuh dengan anak tirinya sendiri.
Leni tidak tahu dia bisa melupakan kesalahan Bella dan Baskoro atau tidak. Yang jelas untuk memaafkannya, saat ini Leni tidak bisa bahkan Leni berniat ingin mempermalukan Bella dan Baskoro. Dan berniat untuk membongkar semua kebusukan mereka berdua.
" Sekarang kamu sudah pandai bicara dengan Mama Bella? Apa kamu sama sekali tidak menyesali perbuatan kamu? Apakah permintaan maaf dan penyesalanmu tadi hanya sebagai kidung belaka, Bella. Aku wanita yang sudah mengandungmu selama 9 bulan, aku bertaruh nyawa untuk melahirkan kamu. Tapi apa perasaan kamu, justru kamu membuat aku sakit hati, membuat aku bersedih dan kamu sudah menghancurkan rumah tangga mama mu sendiri, Bella. Kamu keterlaluan Bella, kamu benar-benar anak durhaka !." Seru Leni lantang dengan menunjuk langsung di wajah Bella.
" Bagaimana ya kira-kira kalau Vito tahu kelakuan istrinya ? Aku tahu, sampai saat ini Vito belum bisa menerima kehadiranmu sebagai istrinya. Dtambah lagi jika dia tahu masalah ini, sudah pasti dia akan segera menceraikan kamu. Apalagi anak yang kamu kandung belum tentu kalau itu anak Vito. Iya kan Bella?." Seru Leni dengan senyum liciknya.
Bella terlihat gusar dan ketakutan, dia tidak mau sampai Vito tahu jika dia sudah berselingkuh dengan papa tirinya sendiri. Sebisa mungkin Bella akan menutupinya, dan meminta mamanya untuk tidak memberitahu Vito.
"Tolong ma, jangan lakukan ini. Tolong biarkan Bella bahagia dengan Vito. Kenapa mama tega menghancurkan rumah tangga dan kebahagiaan Bella, Ma."Seru Bella terus memohon agar mamanya tetap menjaga rahasia.
"Haii anak j4l4n9 si4lan.. !! Apa kamu fikir kamu itu tidak menghancurkan rumah tangga dan kebahagiaanku ? Kamu itu wanita murahan, rendahan yang tega berselingkuh dengan papanya sendiri. Menjijikan, memalukan !!."Seru Leni dengan keras.
"Siapa yang mama sebut murahan dan menjijikan? " Seru Vito yang tiba-tiba sudah berdiri di ambang pintu.
Saat sampai di parkiran, Vito mencari keberadaan kunci mobilnya namun tidak ada. Dan dia yakin jika kunci mobilnya tertinggal di kamar rawat Bella, sehingga dia kembali kekamar Bella.
"Vito."Seru Bella dan Leni bersamaan.
Vito berjalan mendekati Bella dan Leni, Vito merasa ada sesuatu yang berbeda dengan Bella dan Leni. Ada seseuatu yang menurut Vito dirahasikan oleh dua wanita yang saat ini ada dihadapannya.
__ADS_1
" Tadi Vito dengar mama menyebut soal perselingkuhan antara anak dan Papanya. Siapa yang Mama bilang berselingkuh dengan papanya sendiri? Tolong kasih tahu Vito, ma."Seru Vito sangat ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Sayang kamu tadi salah dengar. Mama tidak pernah bicara seperti itu."Ucap Bella mencoba menutupi.
" Aku tidak salah dengar dan telingaku tadi masih berfungsi dengan baik. Aku tahu pasti ada sesuatu yang sedang kalian sembunyikan. Tolong kasih tahu aku sekarang, jangan membuat aku penasaran dan jangan sampai aku tahu masalah ini dari orang lain."Ucap Vito mencoba menekan Bella dan mama mertuanya.
* Apa lebih baik aku memberitahu Vito yang sebenarnya. Aku tidak mau lebih lama membohongi Vito dan menyakiti perasaan Vito. Jika aku memberitahu ini sekarang, apa Vito akan langsung menceraikan Bella. Tapi jika aku tidak memberitahunya sekarang, berarti aku juga yang salah yang sudah menutupi perselingkuhan Bella dan Baskoro.*Gumam Leni dalam hatinya.
Leni merasa serba salah, antara beritahu Vito atau tidak. Jika dia tidak memberitahu Vito sama saja dia sudah menyembunyikan perselingkuhan Baskoro dan Bella. Namun jika dia memberitahu sekarang, dia takut semua itu akan berdampak buruk pada kandungan Bella. Bagaimanapun anak dalam kandungan Bella tidak bersalah.
" Apa kamu mau tahu apa yang sebenarnya terjadi, Vito?." Tanya Leni dengan serius.
"Ma, tolong jangan bicara apa-apa ma."Seru Bella memohon.
Bahkan saat ini Bella sudah duduk di ranjangnya, dan menatap iba ke arah sang mamanya. Dia berharap mamanya masih ada rasa belas kasihan terhadapnya. Dan tidak memberitahu Vito apa yang sebenarnya terjadi.
"Duduklah Vito. Mama akan memberitahu apa yang sebenarnya terjadi. Mama memang orang yang jahat dan mama juga bukan orang yang baik tetapi mama paling tidak suka adanya sebuah penghianatan. Apalagi penghianatan itu di lakukan oleh orang terdekat mama sendir. Jika kamu mau mendengarkan dan mau mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, duduklah di sini dan kamu akan mengetahui semuanya."Ucap Leni sambil menunjuk ke arah sofa.
" Apa yang sebenarnya terjadi, Ma?" Tanya Vito sudah tidak tak sabar lagi ingin tahu yang sebenarnya.
Leni tidak mengucapkan sepatah katapun, namun dia justru merogoh sesuatu dari dalam tasnya. Sepertinya Leni mengambil ponselnya yang sudah menyimpan semua bukti-bukti perselingkuhan Bella dan Baskoro.
Benar saja, Leni mengambil ponselnya dan membuka aplikasi yang sudah menyimpan beberapa video dari rekaman CCTV yang sudah dia pindahkan ke file yang tersembunyi.
" Kamu lihat ini saja, mama tidak mau menjelaskan apapun biar video ini yang berbicara."Ucap Leni sembari menyerahkan ponsel yang sudah membuka sebuah rekaman kepada Vito.
Vito merasa heran dan penasaran dengan video yang dimaksud oleh Mama mertuanya. Sehingga tanpa menunggu lama, Vito pun menekan tombol play pada video itu. Namun, belum juga Vito berhasil melihat video itu, tiba-tiba ponsel itu sudah direbut oleh Bella dan Bella melemparkan Ponsel itu ke lantai. Ponsel sudah pasti rusak, sehingga Bella merasa bukti-bukti yang mamanya punya sudah tidak ada.
Bella yang tiba-tiba turun dari ranjang, dan mencabut selang infusnya langsung merebut ponsel yang ada di tangan Vito. Tanpa dia memperdulikan darah di tangannya sudah menetes akibat selang infus yang dibuka secara kasar.
"Bella !! Apa yang kamu lakukan?." Seru Vito dengan marah.
"Kamu tidak perlu melihat Video itu, lagi pula itu bukan urusan kamu, Sayang. Mama itu memang senang benar mengurusi urusan orang. Kamu jangan suka ikut campur seperti mama."Ucap Bella semakin melantur tidak karuan.
__ADS_1
"Kamu ini bicara apa, Bella ? Memangnya kamu tahu Video apa yang ada di ponsel mama?." Tanya Leni dengan santainya. Leni sepertinya sudah benar-benar menganggap Bella itu musuhnya, bukan anaknya lagi.
Disini Vito semakin bingung dengan Bella dan mamanya. Vito melihat mereka berdua bersitegang dan bukan seperti mama dan anak lagi. Tapi seperti musuh yang berusaha untuk menutupi kesalahan.
"Ma, tolong jangan begini. Mama ingin melihat Bella dan Vito bahagiakan?." Tanya Bella.
"Itu dulu, tapi sekarang tidak."Jawab Leni dengan santainya.
"Ini sebenarnya ada apa sih? Dan video tadi itu sebenarnya video apa?." Tanya Vito penasaran.
"Ponsel mama sudah rusak, tapi kamu tenang saja Vito. Mama masih menyimpan video itu dan nanti mama akan mengirimkan kepada mu. Tapi tunggu mama sampai dirumah dulu."Ucap Leni terlihat memandang sinis Bella.
Bella mengira jika semua bukti sudah berhasil dia hancurkan. Namun ternyata mamanya orang yang cerdik juga. Dia sudah menyimpan video di tempat lain, meskipun Bella tidak tahu video apa yang dimaksud oleh mamanya. Akan tetapi dia yakin jika itu videonya dengan sang papa sebelum mamanya berhasil menangkap basah mereka saat masih berolah raga.
"Jangan kamu kira mama ini orang bodoh, Bella. Kamu sudah menghancurkan ponsel mama tapi kamu tidak bisa menghancurkan bukti-bukti yang aku punya."Seru Leni semakin membuat Bella ketakutan.
"Kalau begitu Vito tunggu video yang mama maksud. Baiklah, Vito pulang dulu ya ma. Jangan lupa janji mama tadi."Seru Vito lalu mengambil kunci mobilnya dan bangkit.
Vito keluar lagi dari ruangan rawat Bella tanpa berpamitan dengan Bella. Leni juga akan meninggalkan kamar rawat Bella, namun tiba-tiba Bella bersimpuh dan memohon ampun dan meminta mamanya untuk tidak memberitahu Vito.
"Ma, Bella mohon jangan kasih tahu Vito. Tolong ma, kali ini saja."Seru Bella mengiba.
"Lepaskan kakiku, Bella !! Dan minggir kamu, jangan buat aku semakin marah dan bersikap kasar kepadamu, Bella. Masih untung kamu tidak aku laporkan ke polisi. Cepat lepaskan kaki ku dan enyah dari situ !."Teriak Leni dengan lantang.
Tidak peduli dirumah sakit atau bukan, dengan kasar Leni menyentak tubuh Bella sampai Bella melepaskan kakinya. Dengan begitu, Leni bisa segera keluar dari kamar rawat Bella.
*Beruntung sekali, ponsel yang dibanting Bella tadi bukan ponsel yang tersambung dengan CCTV. Sebenarnya ponselnya ada di dalam tasku, aku sengaja tidak mau mengeluarkannya. Cari aman, agar Bella tidak semakin brutal dan kembali menghancurkan ponselku. Aku akan segera mengirim video itu kepada Vito, soal Vito dan Bella nanti itu sudah urusan mereka berdua dan aku tidak akan ikut campur. Yang penting aku sudah memberitahu Vito. Bella bisa jahat, akupun juga bisa lebih jahat.*Gumam Leni dalam hatinya.
Leni berjalan menyusuri lorong rumah sakit, dia sekilas melihat bayangan Baskoro namun tiba-tiba menghilang.
*P3m93cut !! Dia pasti bersembunyi karena takut bertemu denganku.*Gumam Leni.
*********
__ADS_1