Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Rendi jujur


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Rendi seperti sedang berada di ruangan sidang dengan berhadapan langsung dengan hakim yang galak. Mata David terus mengawasi setiap gerak-gerik Rendi.


" Emm.. Tuan David kenapa melihat ku sampai seperti itu?."Tanya Rendi takut-takut.


" Jawab pertanyaan ku tadi Rendi !! Ini sudah ke tiga kalinya aku bertanya padamu, ada hubungan apa kamu dengan Miska?."Tanya Rendi dengan sangat tegas.


" Kami pacaran !!."Jawab Rendi secara spontan langsung bicara dengan jujur.


Brrrakkk


David memukul meja kerjanya dengan kuat sampai Rendi terlonjak kaget. David bangkit dan berjalan mendekati Rendi lalu dia menarik kerah kaos Rendi.


" Apa kamu bilang? Pacaran? Sejak kapan kamu pacaran dengan adikku? Dan sangat berani sekali kamu memacari adikku? Aku tidak akan membiarkan kamu menyakiti adikku, sebelum aku berbuat yang lebih nekat kamu harus segera meninggalkan adikku."Seru David dengan emosi.


" Tapi Tuan, Emm.. Emm kami saling mencintai. Saya benar-benar tulus mencintai Miska, bukan karena Miska dari keluarga Widjaya. Tapi cintaku benar-benat tulus. Tolong izinkan kami untuk saling mencintai, Tuan."Ucap Rendi sambil mengatubkan kedua tangannya.


" Punya apa kamu ? Sampai berani mencintai adikku?."Tanya David dengan menatap tajam Rendi.


Rendi menggelengkan kepalanya, dia tidak akan pernah meninggalkan Miska. Apapun keadaannya dia akan tetap berjuang untuk mendapatkan Miska, meskipun halangan utamanya adalah David.


Brakk


David menghempaskan Rendi begitu saja, sehingga Rendi menghantam kursi yang tadi dia duduki.


" Tuan, maafkan aku yang sudah lancang mencintai adik tuan. Asal tuan tahu, meskipun tuan menentang hubunganku dengan Miska, aku tidak akan menyerah untuk bisa mendapatkan restu dari anda."Ucap Rendi dengan percaya diri.

__ADS_1


" Si4l4n kamu !! Pergi kamu dari rumah ini, aku tidak mau melihat wajah mu ada di rumah ini !!."Seru David mengusir Rendi dengan lantang.


" Baik aku akan pergi, tapi bukan berarti aku menyerah."Jawab Rendi dengan berani.


Rendi benar-benar keluar dari ruang kerja David dan menuju kamar tamu untuk mengambil barang-barangnya. Pak Widjaya dan istrinya heran melihat Rendi yang tidak seperti biasanya. Biasanya Rendi akan menyapa dengan ramah dan sopan, namun malam ini Rendi hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya saja saat melewati mereka.


*Hemm aku akan melihat seberapa besar pengorbanan dan usahamu untuk bisa memiliki Miska. Tapi lihat saja, jika kamu sampai menyakiti Miska aku pastikan tanganku sendiri yang akan menghabisimu.*Gumam David dalam hati.


Rendi benar-benar keluar dari rumah keluarga Widjaya, sebelumnya Rendi sudah pamit dengan pak Widjaya dan istrinya. Rendi tidak memberitahu jika dia sedang konflik dengan David, Rendi beralasan jika ada sesuatu hal yang harus dia selesaikan di rumah.


" Mama sama papa kenapa?."Tanya Miska datang menghampiri kedua orang tuanya.


" Oh itu si Rendi kok aneh banget, dia pulang begitu saja. Pamit sih tapi seperti ada yang aneh saja, tidak seperti biasanya dia seperti itu."Ucap mama Karmila.


Haaahhhh? Kak Rendi pulang?


Miska kaget dan terkejut saat mengetahui Rendi pulang dan tidak pamit dengannya. Miska segera bangkit dan menuju kamarnya untuk mengambil ponsel yang masih dia charger. Dia ingin cepat tahu kenapa sampai Rendi pulang tanpa memberitahunya.


Miska mencoba menghubungi Rendi namun sampai panggilan ke 3 Rendi belum mengangkat teleponnya juga. Miska terus mencobanya namun tetap saja Rendi mengabaikan teleponnya.


" Sebenarnya ada apa dengan kak Rendi? Sepertinya memang sedang terjadi sesuatu dengan kak Rendi. Tapi apa?."Tanya Miska pada dirinya sendiri.


Tringgg


Notifikasi pesan masuk di ponsel Miska, dengan cepat Miska membuka pesan itu dan membacanya.


[ Miska, maaf untuk sementara waktu sepertinya kita jangan bertemu dulu. Aku tidak mau jika keluarga kamu mengira aku memacari kamu hanya karena hartanya saja. Demi Allah, aku serius dan tulus mencintai kamu tanpa memandang siapa kamu. Aku ingin membuktikan dengan keluargamu, terumata tuan David jika aku ini pantas untuk kamu.]


Deegghhh


Jantung Miska seperti di hujam batu yang besar, sakit dan sesak sekali rasanya. Jadi Rendi cepat-cepat pulang karena ulah kakaknya. Tanpa Rendi memberitahu, dari kata-kata pesan singkar itu Miska sudah bisa tahu jika David dan Rendi berselisih paham.


" Kak David !!."Geram Miska dengan dua tangan terkepal sempurna.

__ADS_1


" Jadi kak David sudah tahu hubunganku dengan kak Rendi dan dia tidak merestuinya?."Ucap Miska terus bermonolog sendiri.


Miska keluar dari kamarnya dan langsung menuju ruang kerja David. Beruntung mama dan papanya sudah masuk kamar. Miska masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


" Kak David ! Apa yang kak David lakukan dengan kak Rendi?."Tanya Miska dengan nafas tersengal-sengal.


" Ohh jadi laki-laki itu sudah mengadu kepadamu? Jadi laki-laki seperti itu yang kamu cintai? Ingat Miska, Rendi itu assistenku dan aku tidak setuju jika kamu menjalin hubungan dengan dia. Kamu bisa mencari calon suami yang lebih dari Rendi. Jangan pernah kamu bicara kasar seperti tadi, denganku Miska !."Ucap David tegas.


" Tidak semudah itu kak jika sudah berurusan dengan hati. Kak David juga seperti itu kan? Apa kak David tidak bisa melihat diri kak David sendiri? Siapa kak Nia sebelum menikah dengan kak,David? Jadi kenapa kakak menentang hubunganku dengan Rendi? Jangan egois kamu kak."Tanya Miska dengan berani dan mrmbalas tatapan tajam David.


" Apa maksud kamu membanding-bandingkan dengan istriku?."Tanya David dengan menahan emosinya.


Miska memandang David dengan kesal, kakaknya itu egois. Selalu ikut campur dengan masalah pribadinya sampai soal hatipun dia ikut campur. David sebenarnya bukan tidak setuju Miska dan Rendi menjalin hubungan, tapi David takut jika Miska akan sakit hati. Dari segi usia mereka juga terbilang cukup jauh, saat ini David ingin melihat sampai batas mana perjuangan Rendi untuk menyakinkannya dan mendapatkan restunya. Apakah Rendi serius dan benar-benar mencintai Miska atau hanya ingin mendomplang popularitas lewat Miska.


" Keluarlah, dan jangan mengganggu ku dulu, Miska. "Ucap David yang kini sudah memelankan suaranya.


" Tapi kak, apa yang membuat kak David tidak setuju dengan Kak Rendi? Padahal dia itu orang yang baik dan Kak David juga sudah tahu kesehariannya? Apa karena dia dari keluarga sederhana? Lantas bagaimana dengan kak Nia dan almarhum kak Hera ? "Tanya Miska ingin tahu alasan David.


" Nanti kamu akan mengerti."Jawab David sama sekali tidak membuat Miska puas.


Huuuffff


Miska mendengus dengan kesal, diapun keluar dari ruangan kerja David dengan wajah yang cemberut.


Miska mencoba menghubungi Rendi namun kali ini justru ponsel Rendi sudah tidak aktif.


[ Kak kenapa kamu seperti menyerah begini? Aku tahu kakak tulus mencintaiku, sekarang kira berjuang bersama-sama untuk menyakinkan kak David. Jangan malah kita menjauh seperti ini kak. Aku yakin kak David pasti akan memberikan restunya jika kita sama-sama berusaha.] Tulis Miska dan dikirimkannya kepada Rendi.


Miska melempar ponselnya di atas kasur, dia justru kesal dengan Rendi yang justru tidak mau menghubunginya atau menerima telepon darinya.


******


Maaf ya kak, baru sempat Up 🙏 Dari kemarin di sibukkan dengan acara keluarga.

__ADS_1


__ADS_2