
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Nia dan Rindi ada didalam kamar, mereka bercerita seputar dunia kerja mereka masing - masing. Mereka juga barusan melakukan panggilan Video call dengan Berta. Setelah panggilan Video call selesai Rindi menanyakan soal Vito, sepertinya Rindi memang tahu ada masalah antara Nia dan Vito.
" Kamu dan Kak Vito ada masalah apa?" Tanya Rindi tanpa berbasa - basi.
Tes
Tiba - tiba air mata Nia menetes begitu saja, air mata yang sedari tadi dia tahan kini luruh juga. Rinda memeluk sang sahabat karibnya dan mengusap lembut punggungnya, dia membiarkan Nia menumpahkan semua kesedihannya.
" Menanangislah jika itu membuat kamu tenang." Ucap Rindi dengan lembut.
" Rindi. Aku dan kak Vito sudah putus " Ucap Nia sembari terisak.
Rindi sudah menduga jika hubungan Nia dan Vito tidaklah sedang baik - baik saja. Ternyata dugaannya benar. Jika Nia dan Vito bahkan sudah putus tetapi Rindi belum tahu apa masalah yang terjadi sampai Nia dan Vito memilih mengakhiri hubungan mereka.
Nia akhirnya menceritakan semua awal mula dia dan Vito memilih untuk mengakhiri hubungan. Rindi yang mendengar cerita dari Nia membuat dia ikut kesal dan geram, karena Vito sama saja sudah menyakiti perasaan Nia tanpa mau mendengarkan penjelasan niat terlebih dahulu. Rindi yakin jika Nia tidak mungkin melakukan perbuatan haram itu pasti ada seseorang yang sengaja ingin menjebak Nia.
" Keluarga kak Vito memang tidak setuju dengan hubungan kami, jadi aku memang berniat ingin mengakhiri hubungan secara baik-baik. Tetapi aku tidak tahu kenapa siang itu hidupku menjadi sial seperti itu, sehingga sampai detik ini Kak Vito menganggapku wanita tidak baik. Aku hanya menyayangkan kesalahpahaman ini saja Rin. Aku tidak menyesal putus dengan Kak Vito" Ucap Nia sambil terisak.
" Sudah tidak perlu bersedih kamu berhak bahagia. Dengan begitu berarti Tuhan telah menunjukkan bagaimana buruknya penilaian Vito terhadapmu. Dia tidak mau mendengarkan penjelasan mu terlebih dahulu dan lebih memilih percaya dengan orang lain. Itu berarti dia memang bukan pria yang baik untuk kamu." Ucap Rindi memberi semangat dia.
Nia mengangguk dan semakin memeluk erat Rindi ternyata setelah mengungkapkan semua isi hatinya serta keluh kesahnya kepada Rindi, Nia bisa sedikit lega dan hatinya juga sedikit lebih tenang.
" Oh iya tadi kata ibu, kamu juga menjadi dokter pribadi untuk anak sang pemilik Rumah Sakit tempat kamu bekerja? Kalau tidak salah rumah sakit itu milik keluarga Widjaya kan?." Tanya Rindi ingin tahu lebih pasti dan mencoba mengalihkan pembicaraan agar Nia tidak sedih lagi.
" Iya, aku menjadi dokter pribadi untuk Nada anak dari tuan David. Tapi kamu tahu tidak? Tuan David itu arogan banget, selalu bikin kesal. Kalau bicara tidak bisa pelan, kalau bicara selalu marah-marah. Emm tapi orangnya ganteng sih tapi dingin." Ucap Nia sedikit terkekeh dengan kelakuannya sendiri.
" Cieee... sepertinya ada yang mau jatuh cinta lagi nih. Tapi jatuh cinta kali ini sepertinya level lebih tinggi. Ayo jangan benci-benci nanti kalau jatuh cinta lebih susah loh ." Ucap Rindi menggoda Nia, membuat Nia semakin cemberut dan mengerucutkan bibirnya.
Hahaahaaaa
__ADS_1
Rindi dan Berta dari dulu memang sangat senang menggoda Nia. Semakin cemberut , Nia itu semakin menggemaskan. Membuat Rindi semakin senang menggoda Nia.
" Sudah sih jangan cemberut, setahu ku Tuan David itukan duda keren. Sudah tampan, dan kaya boleh tuh dijadiin calon suami. Dengan begitu kamu bisa buktikan sama Vito jika kamu bisa mendapatkan Pria yang lebih dari dia." Ucap Rindi memberi semangat Nia.
Bugghhh Bugghhh
Nia memukul Rindi dengan guling sebanyak dua kali. Dia kesal dengan Rindi, bagaimana bisa dia bicara seperti itu. David sama sekali bukan tipenya, sebab David arogan dan auranya sangat dingin. Lagipula mana mau David dengan wanita miskin seperti dia.
" Maaf sih gitu aja marah." Seru Rindi lagi.
" Awas kamu. Ogah banget jatuh cinta sama pria arogan seperti dia, lagipula perbedaan kasta terlalu jauh. Sudah jangan bahan boss Duda arogan itu. Sekarang lebih baik tidur ini sudah jam sebelas malam tuh." Ucap Nia memilih mengakhiri obrolan mereka.
" Ok, siap ibu boss " Seru Rindi sambil tertawa.
Akhirnya kedua wanita itupun berbaring dan sama - sama mencari posisi enak masing - masing. Tidak perlu waktu lama mereka sudah terlelap dan hanyut dalam mimpi mereka masing - masing.
********
Pagi harinya dirumah David
Nada datang kekamar David untuk meminta David menghubungi Nia. Nada ingin sekali bisa jalan -jalan bersama Nia.
David kasihan dengan Nada, memang semenjak kepergian Hera. David kurang memperhatikan Nada bahkan dia juga jarang sekali jalan bersama Nada, bahkan hampir tidak pernah. Mungkin memang sudah saat nya David memperbaiki diri dan hubungannya dengan Anaknya.
" Nanti jalan - jalan sama papa saja ya sayang. Bisa ajak Aunty Miska juga kok." Ucap David sambil mengusap lembut pipi anaknya.
" Aunty Miska sibuk Pa, katanya ada tugas kuliah. Nada mau jalan sama papa dan mama Nia. Seperti teman - teman Nada saat sekolah dia cerita kalau libur mereka jalan - jalan sama mama papanya." Seru Nada tetap ingin sama Nia.
David juga baru teringat jika sudah 1 bulan ini Nada tidak masuk sekolah lagi lantaran Nada yang memang sering ogah-ogahan sekolah. Meskipun Nada baru berusia 4 tahun, David sudah memasukkan Nada di salah satu sekolah paling mahal dan elite yang ada dipusat kota. Awalnya Nada senang mempunyai teman banyak tapi lama - lama Nada sering tidak mau sekolah lantaran dia tidak diantar oleh Mamanya. David sendiri memang sibuk dengan perusahaan.
Nada baru 4 bulan ini dimasukkan sekolah , sudah pasti mamanya tidak akan pernah mengantarkannya. Sang mama sudah meninggal sebelum Nada bersekolah. Alasan David memasukan Nada sekolah agar Nada tidak menanyakan keberadaan terus menerus dan dia bisa mempunyai teman sehingga bisa melupakan Mamanya yang tidak pernah mungkin bisa kembali.
" Oh iya Nada sudah lama kan tidak sekolah ? Besok papa antar sekolah ya ?" Seru David merayu sang putri kecilnya.
" Tapi Nada mau sama mama juga." Jawab Nia sembari menundukkan kepalanya.
" Sayang, Mamanya Nada sekarang itu sudah ada di surga bersama Allah. Jadi mama tidak bisa mengantar Nada sekolah , sama papa saja ya. Besok papa yang antar dan papa yang jemput." Ucap David lagi terus merayu anaknya.
__ADS_1
Nada hanya mengangguk dengan lemah, seketika dia mendongakkan kepalanya dan meminta papanya untuk menghubungi Nia. Davidpun sudah tidak bisa menolaknya, akhirnya dia terpaksa menghubungi Nia. David mengambil ponselnya yang ada diatas nakas lalu mencari kontak yang dia berinama Dokter Aneh.
" Ini nomornya Nada pencet tombol yang ini ya, nanti kalau tidak di angkat berarti dia lagi sibuk. Nada telepon sendiri ya, papa mau ke kamar mandi dulu, mau pipis." Ucap David berbohong. Padahal dia tidak ingin pipis hanya dia malas saja dengan Nia.
David menjadi kesal karena setelah ini Nia pasti merasa lebih besar kepala karena dihubungi olehnya. David masuk kamar mandi dan membiarkan Nada yang menghubungi Nia menggunakan ponsel pribadinya. Dua kali panggilan tidak juga diangkat oleh Nia, namun Nada tidak putus asa. Akhirnya setelah panggilan keempat Nia mengangkatnya juga.
[ Hallo mama Nia] Sapa Nada dengan bahagia sembari melambaikan tangannya. Ternyata Nada melakukan panggilan Video Call.
[ Hallo juga sayang. Ada apa kok telepon?] Tanya Nia dari seberang telepon.
[ Nada kangen mama Nia. Mama Nia tidak kangen Nada .]
[ Iya kangen juga sayang.]
[ Mama kok lama angkat teleponnya. Mama lagi masak] Tanya Nada dengan wajag polosnya.
[ Tidak sayang, tadi ada teman mama tapi sekarang sudah pulang. Oh iya Nada sudah makan dan minum Vitamin apa belum?.]
[ Sudah ma. Ma, Nada mau jalan - jalan sama Mama. ]
[Bagaimana ya sayang, mama Nia sepertinya tidak bisa. Soalnya mama Nia mau istirahat dirumah saja. Besok siangkan jadwalnya Mama Nia kerumah Nada. Jadi besok saja kita main bersamanya ya?.]
Wajah Nada seketika langsung murung dan bersedih. Melihat anaknya yang bersedih seperti itu membuat David tidak tega. David yang sedari tadi memperhatikan dari depan kamar mandi, langsung berjalan menghampiri Nada dan mengambil ponsel yang ada ditangan Nada.
[ Jam 10 kamu harus sudah sampai Mall WJ Group. Tidak ada penolakan !]
Klik
David langsung mematikan sambungan Video Call secara sepihak tanpa menunggu jawaban dari Nia. Nada masih saja menunduk , dia bersedih karena Nia tidak bisa menemaninya jalan - jalan.
" Sayang jangan bersedih ya, nanti kita jadi jalan - jalan kok. Dokter Nia pasti datang, tadi sudah papa suruh dia datang. Kalau dia tidak datang nanti papa marah-marah dia" Ucap David.
" Papa jangan marah sama mama Nia, nanti mama Nia sedih. Nada tidak apa - apa jalan - jalan sama papa saja. " Ucap Nada tidak terima jika papanya memarahi Nia.
David tidak bisa berkata - kata lagi, istilah wanita selalu benar saat ini David alami sendiri. Dan wanita itu adalah anaknya sendiri.
* Tadi meminta untuk jalan sama dokter aneh itu, giliran dokter aneh itu akan aku marah - marah tidak boleh. Padahal aku marahin dokter itu juga karena demi anakku sendiri, tapi kenapa anakku justru membela dokter aneh itu?.* Gumam David dalam batinnya.
__ADS_1
***************