
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Hubungan Nia dan David semakin membaik, apa yang dilakukannya malam itu benar-benar obat mujarab untuk David. David memperlakukan Nia dengan romantis dan penuh kasih sayang, namun terkadang sifat arogan dan pemarahnya masih terlihat juga. Siang ini Nia akan memberi kejutan David, Nia memutuskan datang keperusahaan tanpa memberitahu David terlebih dahulu.
"Nada mau ikut mama ke kantor papa apa tidak?."Tanya Nia dengan lembut menghampiri Nada yang sedang bermain dengan mbak Nur.
"Nada tidak suka ke kantor papa. Jadi Nada dirumah saja main sama mbak Nur."Jawab Nada.
Nada memang tidak suka jika ikut kekantor Papanya, disana tempatnya orang-orang yang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Dan papanya juga pasti sibuk dengan pekerjaannya, hanya beberapa kali saja Nada ikut itupun dengan Opa Widjaya.
"Hemm.. Begitu. Tapi mama mau ke kantor papa untuk mengantarkan makan siang nih, mumpung mama hari ini libur. Tapi kalau Nada tidak mau ikut ya tidak apa-apa, tapi jangan menangis ya kalau mama tinggal."Ucap Nia dengan lembut sembari membelai pipi Nada.
"Iya ma, Nada tidak menangis."Jawab Nada sembari menganggukkan kepalanya dengan yakin.
Nia pun naik kelantai dua menuju kamarnya untuk bersiap-siap, sebab tadi dia memasak sendiri untuk makan siang sang suami tercintanya. Hanya butuh waktu 5 menit, Nia sudah bersiap dan siap untuk berangkat keperusahaan suaminya.
Kali ini Nia mengendarai mobilnya sendiri, ini untuk pertama kalinya Nia keperusahaan sang suami. Dengan hati-hati Nia mengendarai mobilnya, dan setelah 35 menit Nia sudah sampai di depan gedung perusahaan Widjaya group.
"Wahh besar sekali perusahaan ini? Ternyata suamiku memang orang kaya."Seru Nia bangga dan kagum dengan apa yang dia lihat dihadapannya.
Seorang Satpam datang menghampiri Nia untuk menanyakan perihal kedatangan Nia. Apalagi satpam memang baru pertama kali melihat Nia, jadi dia perlu antisipasi. Namun satpam melihat mobil yang dipakai Nia adalah mobil mewah, dia menyakini Nia bukan orang biasa.
"Maaf Nona cari siapa dan ada keperluan apa ya datang keperusahaan Widjaya group?." Tanya pak satpam dengan ramah dan sopan.
"Saya mau mengantarkan makan siang untuk suami saya pak."Jawab Nia jujur namun tanpa menyebutkan nama suaminya.
"Ohh.. Tapi maaf kalau boleh tahu, siapa nama suamu nona. Nanti biar saya bantu menunjukan ruanggannya, soalnya saya perhatikan Nona ini sepertinya masih pertama kali datang kesini."Ucap Satpam dengan ramah dan sopan.
Nia meliht kebaikan dan keramahan yang di tunjukan oleh Satpam yang ada dihadapannya itu. Sehingga membuat Nia berkata jujur jika dia datang untuk membawakan makan siang David.
"Tuan David."Seru Nia dengan singkat sembari tersenyum ramah.
Mendengar nama David yang diucapkan oleh Nia membuat pak Satpam itu langsung menundukan kepalanya. Dia tidak menyangka jika orang yang saat ini berdiri dihadapannya adalah istri dari sang pemilik perusahaan.
"Maaf Nona saya tidak tahu jika anda adalah istri dari tuan David. Mari saya antarkan keruangan beliau Non."Seru satpam yang bername tag wahyu itu.
"Iya pak, terima kasih."Jawab Nia dengan ramah.
Nia masuk ke perusahaan dan diantarkan oleh satpam tadi, sang satpam langsung mengantarkan Nia kelantai dimana ruangan David berada tanpa menanyakan ke resepsionist terlebih dahulu apakah David ada ditempat. Biasanya resepsionist yang akan menghubungi sekertaris David terlebih dahulu baru tamunya diperbolehkan masuk.
__ADS_1
Pak Satpam mengantarkan Nia dengan menaiki lift khusus yang biasa dipakai oleh David. Hanya butuh waktu beberapa menit Nia sudah sampai di lantai paling atas.
"Sekertaris Tuan sepertinya dia sedang istirahat makan siang, Nona. Jadi kita langsung keruangan Tuan saja, sepertinya Tuan ada diruangannya."Ucap pak satpam dengan ramah.
"Ruangannya yang itu ya pak? Biar saya kesana sendiri saja, terimakasih sudah diantarkan dan maaf sudah merepotkan."Seru Nia mengucapkan terimakasih.
"Iya Non itu ruangan Tuan David. Baiklah kalau begitu saya permisi ya Non."Ucap pak Satpam.
Setelah pak Satpam pergi, Nia pun berjalan mendekati pintu ruangan David. Dengan pelan Nia mengetuk pintu ruangan David.
Tok Tok Tok
"Masuk."Seru David dari dalam sana.
Nia membuka pintu dan masuk, dilihatnya sang suami masih saja fokus dengan layar laptop yang ada didepannya tanpa mengalihkan pandangannya. Nia berjalan mendekat namun David belum menyadari jika Nia lah yang datag. Kini Nia sudah berdiri tepat disamping David.
" Hubby sudah makan siang?."Tanya Nia dengan pelan tepat di telinga David.
"Belum."Jawab David singkat.
Haahhhhhh
David langsung menghentikan jari jemarinya yang sedang mengetik, dan dia langsung melihat kesampingnya. Ternyata disana sudah ada bidadari cantik nya yang tersenyum manis kearahnya.
"Sayang, kok datang tidak bilang-bilang. Aku kira tadi si Rendi makanya aku diam saja, ternyata yang datang bidadariku tercinta. Hemmm ini bawa apa?."Tanya David memandang kearah kotak makan yang dipegang Nia.
"Dasar.. Sudah berani ya menggodaku."Seru David mencubit hidung Nia.
"Sakit Hubby. Yuk makan siang dulu, aku tidak bisa berlama-lama Hubby, Nada sudah berpesan agar aku cepat pulang. Dia aku ajak tidak mau, lebih memilih dirumah."Seru Nia yang sudah duduk di sofa sembari membuka kotak makan siang nya dan menyusunnya dimeja.
David menganggukk paham dengan yang dikatakan Nia, diapun duduk di samping Nia. Nia mengambilkan makan siang untuk suaminya terlebih dahulu.
"Kita makan satu piring saja Sayang."Seru David.
"Ok tidak masalah."Jawab Nia dengan singkat.
Mereka berduapun makan dengan saling bersuap-suapan, serasa dunia ini milik mereka berdua saja. Sampai Rendi yang tadinya ingin masuk keruangan David dia urungkan.
Selesai dengan makan siangnya, Nia segera memberskan semua sisa makanannya. Setelah selesai Niapun memutuskan untuk pulang, dia melarang David untuk mengantarnya sampai lobby karena tidak mau menjadi perhatian para karyawan yang lainnya.
Saat Nia keluar dari ruangan David, ternyata sekertaris David sudah ada di meja kerjanya. Dia tahu dari Rendi jika didalam ruangan ada Nia, Istri dari David. Sehingga saat Nia keluar dari ruangan David sekertaris itu sudah tidak heran lagi.
Nia terus melangkah dengan pasti dengan sesekali dia tersenyum kearah orang yang menyapanya. Namun ada hal yang tak terduga saat dia sampai di parkiran mobil, ternyata ada orang yang sangat malas dia temui, Vito dan Bella.
"Nia."Seru Vito kaget melihat keberadaan Nia ada di perusahaan tempatnya bekerja.
__ADS_1
"Haii kenapa kamu ada disini?."Seru Bella yang memang baru saja selesai makan siang dengan Vito.
"Iya aku Nia. Aku ada disini bukan urusan kamu, lagipula memang aku disini ada perlu. Tidak ada yang melarang ku juga kan?." Seru Nia acuh.
Vito masih tertegun dengan keberadaan Nia, sudah lama sekali dia tidak bertemu dengan Nia. Namun kali ini dia bertemu Nia tanpa disengaja. Namun Vito heran kenapa Nia ada diperusahaan tempatnya bekerja?.
"Kamu ini lama-lama bikin orang emosi juga ya. Kamu sengajakan datang kesini untuk menggoda calon suamiku, oh iya hampir saja lupa."Seru Bella membuka tasnya dan mengeluarkan undangan untuk Nia.
Bella memberikan undangan pernikahannya kepada Nia dengan gaya sombong dan angkuhnya. Dia sangat berharap Nia datang dan akan dia permalukan dihadapan umum.
"Kamu harus datang."Seru Bella tersenyum licik.
"Pasti. Aku pasti akan datang."Jawab Nia dengan santainya.
"Kamu ada perlu apa datang kesini Nia?."Tanya Vito ingin tahu apa yang dilakukan Nia.
Belum juga Nia menjawab, tiba-tiba dari arah belakang Bella datang pria yang sangat Nia kenal. Pria itu adalah Baskoro, ayah kandungnya yang selama 19 tahun pergi meninggalkan dia dan ibunya.
*Ayah ? Apa ayah juga bekerja diperusahaan ini?*Gumam Nia dalam batinnya.
"Loh ngapain wanita penggoda ini ada disini, Bella?." Tanya Baskoro memandang sinis kearah Nia.
"Tidak tahu pa. Mungkin saja dia sedang mencari mangsa disini. Maklum dia kan wanita murahan, pasti mau mencari mangsa yang bekerja di perusahaan Widjaya group, secara disini para karyawan bergaji besar. Awas saja kalau kamu berani menggoda Vito."Seru Bella mencibir Nia.
"Bella ! Kamu ini apa-apaan sih? Jangan bicara seperti itu, kita tanya saja apa yang sebenarnya dia lakukan disini?." Seru Vito secara tidak langsung tidak menyukai apa yang dikatakan Bella.
Bella mendengus kesal melihat Vito yang masih peduli dengan Nia. Bella tahu jika Vito sampai saat ini masih mencintai Nia dan mengharapkan Nia.
"Aku datang kesini menemui suamiku, ini baru saja aku mengantarkan makan siangnya. Oh iya Bella, bukannya kamu ya yang sudah menggoda Vito sampai pada akhirnya dia aku relakan untuk dirimu. Ambil saja tuh bekas ku, kalian memang cocok. Sampah memang harus dibuang pada tempatnya, dan hanya orang bodoh yang mau memungut sampah. Ternyata kalian berdua itu memang sama-sama sampah."Jawab Nia dengan kesal dan mencoba menahan amarahnya.
Bella dan Vito terlihat mengepalkan kedua tangannya, namun sedikitpun Nia tidak takut. Jika dia terus mengalah yang ada Bella maupun Vito akan terus menghina dan merendahkan dirinya. Nia yang sekarang tidak lagi mudah untuk ditindas, dia punya suami yang cukup berkuasa. Sehingga dia mau tidak mau harus mengimbangi suaminya dan menjaga nama baik suaminya.
"Ohhh sudah bersuami? Suami kamu bekerja disini juga, sebagai apa? Baguslah kalau kamu sudah menikah, jadi tidak ada alasan untuk kamu mengganggu hubungan Vito dan Bella. Jadi wanita itu jangan murahan, yang bisanya menggoda calon suami orang."Seru Baskoro membuat Nia ingin menangis.
Perkataan Baakoro sangat menyakitkan, hati anak mana yang tidak akan sakit jika ayahnya menghina dirinya murahan. Nia tidak bisa tinggal diam saja, dia akan berbuat sesuatu agar mulut Baskoro bungkam.
"Anda tidak berhak menghina saya. Lebih baik anda urus hidup anda sendiri yang morat-marit, aku yakin anda itu juga bukan pria baik-baik. Bukan sosok pria yang baik, jika anda pria yang baik-baik dan bertanggung jawab, anda tidak akan pernah meninggalkan keluarga anda." Seru Nia menyeringai dengan sinis ke arah Baskoro.
Deggghhhh
Baskoro langsung terdiam, dia terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Nia. Kenapa Nia bisa bicara seperti itu, seakan dia tahu apa yang terjadi dengan kehidupannya.
*Kenapa wanita ini bicara seperti itu ? Sebenarnya dia siapa, seakan dia tahu cerita masalalu ku. Mungkin saja dia hanya asal bicara saja.*Gumam Baskoro dalam batinnya.
Nia tidak memperdulikan ketiga manusia yang ada dihadapannya. Dia berjalan menuju dimana mobilnya terparkir. Vito, Bella dan Baskoro terperangah melihat Nia masuk ke mobil mewah dan mengendarainya sendiri. Setahu Vito, Nia tidak bisa mengendari mobil tetapi kali ini justru dia mengendarai mobil mewah.
__ADS_1
*Mobil itu mobil mewah, dan Nia mengendarainya sendiri. Sebenarnya siapa suami Nia, dia bekerja diperusahaan yang sama denganku. Atau jangan-jangan dia datang untuk menemui pria simpanannya, bisa jadi dia menikah hanya untuk menutupi kedoknya saja. Terbukti menikah dadakan dan tanpa pesta.*Gumam Vito tetap saja beranggapan negatif kepada Nia.
************