Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Tidak tahu malu


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Setelah Baskoro keluar dari ruangannya, Nia tertunduk dengan tangis sesunggukan. Tangisnya tiba-tiba pecah begitu saja, sebuah pengakuan yang selama ini dia harapkan dari ayah kandungnya kini sudah tidak lagi membuatnya bahagia. Ayahnya mencari keberadaannya dan datang menemuinya. Seharusnya dia bahagia karena ayahnya sudah tahu jika dia adalah anak kandungnya. Namun justru sedih dan muak yang dia rasakan, sama sekali tidak merasakan kebahagiaan.


"Apa ibu yang sudah memberitahu nya jika aku bekerja disini? Iya, pasti ibu. Aku harus kerumah ibu untuk menanyakan ini semua. Jika seperti ini, ibu jelas sudah bertemu dengan Ayah? Bagaimana hati ibu saat ini, pasti dia sedih?"Ucap Nia bermonolog pada dirinua sendiri.


Tanpa Nia ketahui jika ibunya memang sudah lama bahkan sudah beberapa kali bertemu dengan ayahnya. Hanya saja sang ibu memang tidak mau menceritakan kepadanya.


Nia membereskan barang-barangnya dan segera bergegas menuju parkiran. Dia meminta dokter Harun untuk menggantikan jadwal prakteknya. Tentunya dokter Harun tidak menolak ataupun memprotesnya, bagaimanapun Nia istri dari pemilik rumah sakit dan Nia meninggalkan rumah sakit juga karena ada urusan yang mendadak.


Nia mengendarai mobilnya menuju rumah sang ibu. Dia ingin segera menemui Ibunya dan menanyakan soal kedatangan Baskoro. Nia mengkhawatirkan, jika ibunya kembali terluka atas kehadiran Baskoro dalam hidupnya kembali.


Mobil yang dikendarai Nia kini sudah sampai di pekarangan rumah ibunya. Dengan cepat Nia turun dari mobil dan langsung masuk ke rumah. Bahkan dia lupa tidak mengucapkan salam terlebih dahulu. Kedatangannya yang tanpa kabar dan tanpa memberitahu ibunya membuat sang Ibu terkejut. Namun seketika ibunya teringat dengan kedatangan Baskoro semalam, sudah pasti saat ini Baskoro sudah menemuinya. Dan kedatangannya kali ini ada hubungannya dengan Baskoro.


"Ibu, ibu, ibu."Seru Nia memanggil ibunya sedikit berteriak.


"Nia ! Kenapa datang tidak memberi kabar dulu nak? Dan masuk kok tidak mengucap salam lebih dulu?." Seru ibu Karti menegur Nia.


"Maaf bu. Assalamualaikum."Ucap Nia lalu dia mengucapkan salam.


"Waalaikumsalam."Jawab ibu Karti.


Wati yang sedang berada di dapur, membereskan dapur pun terkejut dengan kedatangan Nia secara tiba-tiba. Bahkan Nia datang dengan memanggil ibunya secara berteriak-teriak dan hal itu semakin membuat Wati penasaran. Sehingga dia keluar dari dapur dan melihat apa yang terjadi dengan Nia. Dan segera mungkin Wati akan melaporkan apa yang akan dia lihat nanti kepada sang Tuan David.


"Apa yang membuat mu datang secara tiba-tiba begini, Nia?." Tanya Ibu Karti pura-pura tidak tahu. Sebenarnya dia tahu hal apa yang membuat Nia datang ke rumahnya secara tiba-tiba seperti ini, apalagi kalau bukan soal, Baskoro.


" Apakah ibu baik-baik saja".Tanya Nia yang terlihat sangat menghawatirkan hati ibunya.


" Ibu baik-baik saja Nia. Memangnya ada apa kamu bertanya seperti itu kepada Ibu?."Tanya balik Ibu Karti.


Huuufffffttt


Terdengar helaan nafas berat keluar dari rongga pernafasan Nia. Sepertinya memang dia sedang memendam sesuatu yang begitu berat. Sehingga sangat mengganjal di hatinya dan harus segera dia selesaikan.


" Apa Ayah sudah datang menemui ibu?."Tanya Nia mulai membuka percakapan yang sesungguhnya.


" Oh soal itu benar, dia memang sudah datang ke rumah ini. Apa dia sudah menemuimu ? Maaf Ibu tidak bermaksut untuk membuat kamu bersedih. Tetapi ayahmu selalu memaksa Ibu menunjukkan di mana keberadaanmu. Jadi semalam terpaksa ibu memberitahu keberadaanmu. Tapi tenang saja, Ibu tidak memberitahu di mana tempat tinggalmu. Cukup tempat kerjamu saja yang dia tabu."Ucap Ibu Karti mencoba menjelaskan agar Nia tidak salah paham.


" Ayah memang tadi barusan menemui Nia, bu. Tapi ibu tenang saja, Nia memang sedih tapi Nia tidak mungkin berlarut-larut dalam kesedihan. Tapi, berarti sebelumnya ibu sudah pernah bertemu dengan ayah."Tanya Nia ingin tahu cerita yang sesungguhnya.


Ibu Kartini terlihat menganggukan kepalanya pertanda memang dia sudah bertemu dengan Baskoro sebelumnya. Akhirnya Ibu Karti menceritakan awal mula dia bertemu kembali dengan Baskoro waktu awal-awal pernikahan Nia dengan David. Dan ibu Karti pun menceritakan jika dia juga pernah bertemu dengan istri kedua Baskoro. Wanita yang sangat dia benci sepanjang hidupnya.


" Jadi ibu sudah bertemu ayah dan istrinya dari beberapa bulan yang lalu? Dan Ibu tidak menceritakannya kepada Nia?."Tanya Nia terlihat sangat kaget dengan cerita ibunya.


" Iya Ibu sengaja tidak mau bercerita sama kamu karena Ibu tidak mau membuat kamu bersedih. Apalagi kamu baru menikah dan merasakan kebahagiaan bersama suami kamu."Jawab Ibu Karti yang ternyata punya alasan tersendiri kenapa dia tidak mau memberitahu Nia.


" Bu sebelumnya Nia minta maaf, sebab sebelum Nia menikah, Nia sudah mengetahui keberadaan ayah. Dan Nia sudah beberapa kali bertemu dengan ayah, akan tetapi ayah memang tidak mengenali Nia. Ayah itu adalah mertua dari kak Vito, dia Ayah dari Bella istri nya kak Vito."Ucap Nia bicara yang sesungguhnya.


Seakan dunia ini memang sempit, dulu ibu Karti berurusan soal hati dengan Leni. Dan sekarang Nia juga berurusan soal hati dengan Bella. Namun semua tinggal masa lalu, Nia sudah bahagia dengan pilihan nya sendiri dan David bisa menjadi suami yang baik untuk Nia.

__ADS_1


Ibu Karti tidak mau membahas lagi soal wanita yang sudah merusak rumah tangganya.


"Sudahlah, mama tidak mau membahas masalalu apalagi wanita gila itu. Sekarang kamu makanlah, pasti kamu belum makan siang kan? Ibu dan Wati tadi sudah makan siang, sekarang kamu makan dan ibu temani."Ucap ibu Karti dengan lembut.


Melihat ibunya yang sudah tidak mau membahas masalalunya lagi membuat Nia juga tidak mau meneruskan obrolannya tentang Ayahnya. Padahal banyak hal yang ingin Nia tanyakan kepada ibunya, tentang sang Ayah. Namun Nia menghormati keputusan ibunya untuk tidak membahasnya lagi.


"Iya bu. Nia memang belum makan siang, temani Nia makan ya bu."Ucap Nia mulai bermanja dengan ibunya.


"Iya. Wati tolong siapkan makanannya ya. Tidak perlu memasak yang baru, yang ada di lemari makan itu saja kamu susun di atas meja."Ucap ibu Karti.


Jika harus memasak yang baru kapan lagi Nia akan makan. Sudah jam setengah 3 dan makan siangpun sudah terlambat. Wati mengangguk paham dan dia segera menyiapkan makanan untuk Nia.


"Mbak Wati tidak ikut makan?." Tanya Nia ramah.


"Tadi sudah makan Non sama ibu. Non, mau minuman yang segar-segar?." Ucap Wati justru menawarkan minuman yang segar untuk Nia.


"Emm.. Boleh jika tidak merepotkan. Tolong buatkan saya es jeruk saja ya Mbak."Jawab Nia tetap bicara dengan sopan.


Semenjak bekerja di keluarga Nia dan keluarga Widjaya, Wati merasa dihargai. Tidak diperlakukan secara semena-mena dan untuk urusan makan minum juga tidak dibatasi.


********


"Tuan, di bawah ada Baskoro yang ingin bertemu dengan anda." Ucap sekertaris David.


Setelah pulang dari rumah sakit tadi, Baskoro langsung datang ke perusahaan Widjaya group untuk menemui David yang tak lain adalah menantunya.


"Untuk apa dia datang?."Tanya David tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas-berkas yang sedang dia periksa.


"Kurang tahu, Tuan. Resepsionis bilang hanya ingin bertemu dengan anda."Jawab sekertaris lagi.


"Bodoh !! Seharusnya tanyakan dulu apa maksud dan keperluannya datang menemuiku. Apa kalian semua itu tidak bisa bertanya dan apa kalian itu bisu !! Ya sudah cepat suruh dia masuk !!."Ucap David marah-marah dan akhirnya meminta Baskoro untuk masuk.


Tidak lama kemudian, Baskoro masuk keruangan David dengan di antarkan oleh sekertaris David. Setelah sekertaris keluar, David menanyakan keperluan Baskoro.


"Mau apa lagi kamu datang ke kantor?." Tanya David ketus tanpa mempersilahkan Baskoro untuk duduk lebih dulu.


"Sabar jangan marah-marah dulu Tuan David. Saya datang kesini dengan maksud baik-baik tidak untuk mencari ribut. Apa aku boleh duduk dulu, agar kita enak saat berbincang."Seru Baskoro dengan mengulas senyum yang terlihat menyebalkan.


Tanpa menunggu jawaban dari David, Baskoropun duduk di kursi yang ada di seberang meja kerja David. Saat ini mereka sudah duduk saling berhadap-hadapan. Tatapan Davit tajam ke arah Baskoro.


"Jangan menatapku seperti itu, Tuan David yang terhormat. Anda harus menghargai dan menghormatiku, sebab aku ini ayah mertua anda."Seru Baskoro dengan bangganya mengatakan jika dia ayah mertua David.


Dia sangat percaya diri sekali jika setelah ini David akan menghormatinya selayaknya menantu menghormati ayah mertuanya. Senyum lebar sudah menghiasi bibir Baskoro, namun tidak dengan David. Dia tetap saja menatap tajam dan senyum sinis yang sulit untuk di artikan.


"Kenapa anda tidak terkejut?." Tanya Baskoro dengan santainya.


"Untuk apa aku terkejut? Sebab aku tidak butuh ayah mertua macam anda, mertuaku hanya satu yaitu ibu Karti. Jangan karena kamu itu ayah kandung istriku terus aku akan menghormatimu. Jangan mimpi, Baskoro !! Jika aku mau, sudah dari dulu aku menghormatimu akan tetapi pria mesum sepertimu tidak pantas untuk di hormati."Ucap Baskoro dengan kasar.


"Hahh.. Jadi dari awal kamu sudah tahu kalau aku ini ayah kandung Nia?."Tanya Baskoro heran dengan mata terbelalak lebar.


"Iya aku sudah tahu. Jadi lebih baik sekarang kamu pergi dari sini dan jangan harap pengakuan mertua dariku. Ingat !! Jika kamu mengganggu kebahagiaan istri dan ibu mertuaku, kamu akan berhadapan langsung denganku. !"Ucap David memberi peringatan Baskoro.


Senyum bahagia yang sedari tadi terpancar dari bibir Baskoro, kini tiba-tiba redup begitu saja. Ternyata dia salah besar, David sudah tahu lebih dulu jika dia adalah ayah kandung dari istrinya.


"Tapi bagaimana pun aku ini ayah mertua anda. Setidaknya anda harus menghargai keberadaan saya. Ingat, pernikan anda dan Nia itu tidak sah karena aku wali yang sah untuk Nia."Seru Baskoro mempermasalahkan pernikahan Nia dan David.

__ADS_1


Brraakkk


David menggebrak meja dengan kasar. Baskoro justru semakin cari-cari celah kesalahannya. Sudah jelas-jelas pernikahan antara David dan Nia itu sah secara agama dan negara. Biarpun bukan Baskoro langsung yang menikahkan mereka, akan tetapi kakak kandung Baskoro yang menikahkan Nia dan David.


"Oh jadi menurut kamu pernikahan kami tidak sah? Silahkan kamu temui paman Kasim dan tanyakan kepadanya apa semua itu tidak sah?." Seru David sinis.


"Ja.. Jadi yang menikahkan kalian Kasim?."Tanya Baskoro terbata-bata.


Kasim adalah kakak Kandung dari Baskoro, saudara Baskoro satu-satunya. Baskoro sangat takut dengan kakaknya itu, sebab saat masih muda dulu Baskoro hampir dibunuh oleh Kasim karena kedapatan merayu istri Kasim. Semenjak itulah hubungan baik kakak dan adik tidak harmonis lagi. Akan tetapi Kasim tetap baik dengan anak dan Istri Baskoro.


"Iya." Jawab David dengan santainya lalu mengangkat kakinya naik keatas meja.


*Jika mas Kasim sudah ikut campur aku tidak bisa apa-apa. Bisa habis aku di hajarnya, sudah lama juga aku tidak bertemu dengannya. Bahkan saat aku menikah dengan Karti itupun dia hanya datang sebentar, setelah itu pulang dengan anak istrinya. Tapi dia tetap baik dengan Karti dan Nia.*Gumam Baskoro dalam hati.


"Emmm.. Apa kamu tidak bisa memberikan pekerjaan untuk ayah mertuamu ini?."Tanya Baskoro.


"Ada sebagai OB."Jawab David dengan cepat.


Baskoro tentu saja menolak pekerjaan sebagai OB, dia ingin menjabat sebagai menejer lagi seperti dulu.


"Tega kamu, aku ini ayah mertua kamu. Masa iya jadi OB, yang benar saja."Seru Baskoro tidak terima.


"Pergi !! Cepat pergi dari ruangan ku !!."Usir David dengan lantang.


David sudah tidak tahan lagi untuk berbasa-basi dengan Baskoro. Sehingga tanpa menunggu lama, dia mengusir Baskoro.


David bangkit dan berjalan mendekati Baskoro, lalu mencengkram kerah baju Baskoro.


Bugghh


Bughhh


Dua pukulan David mendarat di perut Baskoro sampai Baskoro menunduk kesakitan. Terlihat Baskoro memegangi perutnya dengan meringis kesakitan.


"Cepat pergi ! Jika tidak akan aku cacah kamu !"Seru David kasar.


David menarik dan menyeret Baskoro keluar dari ruangannya. Sesampainya di depan pintu David langsung menghempaskan Baskoro sampai dia tersungkur di lantai. Sang sekertaris sudah sangat takut melihat kemarahan David, jika sudah seperti ini bisa di pastikan David sudah tidak konsentrasi bekerja lagi.


"Jangan pernah datang kesini lagi."Seru David marah.


"Kamu pasti akan menyesal sudah memperlakukan aku seperti ini, David. Bagaimanapun aku ini ayah mertua kamu dan kamu menantuku. Menantu seperti apa yang tega kasar dengan ayah mertuanya sendiri !!."Ucap Baskoro sengaja bicara keras agar bisa di dengar oleh yang lainnya meskipun hanya sekertaris David dan Rendi saja yang mendengarnya.


Sebab di lantai itu hanya di tempati oleh 3 orang saja. David, sekertarisnya dan Rendi sang assisten.


"Rendi, seret pria tua ini keluar !! Dan aku tidak mau melihat wajahnya lagi. Pastikan dia tidak bisa lagi datang kesini."Seru David memberi perintah Rendi.


"Meskipun kamu ayah mertua ku, aku tidak segan-segan untuk menghabisimu, Baskoro."Seru David penuh penekanan.


Rendi menarik tubuh Baskoro untuk segera menjauh dari David. Baskoro tidak terima dan dia terus berteriak memaki-maki David agar didengae oleh semua karyawan sehingga nama David aksn jelek.


Brrruukk


Rendi berhasil melempar tubuh Baskoro keluar dari gedung perusahaan Widjaya Group.


"Pastikan dia tidak bisa lagi masuk ke perusahaan ini. Jika dia datang langsung usir."Seru Rendi memberitahu Satpam.

__ADS_1


"Siap Tuan."Jawab dua satpam bersamaan.


***********


__ADS_2