Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Hari baik David


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Vito dan Bella sudah selesai dengan aktifitas tempurnya yang memakan waktu sampai dua jam. Vito benar-benar dimanjakan oleh Bella, semenjak hamil gairah dan hasrat Bella memang semakin menggebu-gebu.


Cekleekkkk


Pintu kamar mandi terbuka, dan keluarlah Vito dari kamar mandi dengan handuk melilit di pinggangnya. Rambut nya pun masih basah dengan air yang masih menetes di tubuhnya. Bella melihat pemandangan itu mulai salah tingkah. Dia sangat mengagumi bentuk tubuh Vito yang memang bagus.


"Sayang, maaf ya aku tidak menyiapkan baju ganti kamu. Soalnya aku lelah sekali, dua jam loh aku terus bergoyang."Ucap Bella tak tahu malu.


Vito hanya melirik dan tidak menanggapi apa yang dikatakan oleh Bella. Dia berjalan menuju lemari pakaian nya dan mengambil baju ganti, tidak perlu kekamar mandi, Vito berganti di depan Bella langsung.


*Waaaoowww melihat Vito seperti ini kenapa milikku kembali berdenyut. Padahal tadi sudah dua jam, apa aku tidak punya rasa lelah sih.*Gumam Bella dalam hati.


"Lihat apa kamu?." Tanya dengan ketus. Dia menyadari jika sedari tadi Bella melihat kearahnya.


"Emm tidak sayang. Aku hanya mengagumi suami ku sendiri, apa tidak boleh?"Tanya Bella serius.


"Terserah kamu ! Awas , mandi dulu sana biar bau percintaan tadi hilang. Huufff kamu tadi sengaja menggodaku sehingga aku pun tergoda. Minggir, aku mau istirahat.!" Seru Vito kasar dan menyalahkan Bella atas pertempuran mereka tadi.


Bella mendengus dengan kesal, dia memang yang tadi sengaja menggoda Vito. Namun biarpun dia yang menggoda duluan, Vito sangat menikmati permainan Bella. Sampai dia bisa pelepasan sampai 3 kali.


"Aku kan sudah mandi sayang. Tapi kamu tadi sangat menikmati semua permainanku, Sayang. "Seru Bella berbangga diri.


"Terpaksa."Jawab Vito sengaja berbohong.


Vito tadi memang sangatlah menikmati permainan Bella. Namun saat menikmati itu semua, wajah Nia yang ada di bayangannya. Dengan begitu dia bisa menikmati permainan Bella.


"Sayang, selama 3 hari ini kamu ada dimana? Aku sudah mencarimu kemana-mana namun tidak juga bertemu. Tahukah kamu, jika aku sudah seperti orang gila."Ucap Bella sambil terkekeh.


"Aku tidak mau membahasnya. Sudahlah, aku lelah dan mengantuk jadi aku mau tidur dan kamu diam jangan mengganggu tidurku. Paham !!." Seru Vito dengan penuh penekanan.


"Iya sayang, tidurlah. Nanti saat makan malam pasti aku akan membangunkanmu. Kebetulan ini baru jam 5 sore."Jawab Bella.


Vito terlihat cuek saja, dia memejamkan matanya dan tidak menunggu lama dia sudah terlelap di alam mimpimya. Melihat Vito yang sudah terlelap membuat Bella turun dari ranjang dan membersihkan tubuhnya lagi. Selesai membersihkan tubuhnya, Bella pindah ke kamar tamu untuk menghubungi Baskoro lewat sambungan video call.


[ Hallo sayang, kenapa kamu tidak jadi datang kesini? Padahal papa sudah menunggu kamu, tapi akhirnya papa kecewa.] Ucap Baskoro langsung mengomel.


Cihhhh


Bella berdecak kesal karena sang papa semakin hari justru semakin menyebalkan. Maunya apa-apa serba dituruti, Bella tidak bisa datang karena dia juga harus mengurus suaminya yang juga baru pulang.

__ADS_1


[Pa, Bella tadi mual-mual dan lemas sekali sehingga Bella tidak jadi kerumah papa. Besok Bella akan kesana, papa tunggu saja ya.]


[Baiklah. Papa memang bukan prioritasmu lagi, Bella. Semenjak kamu menikah, kamu sibuk terus dan suami kamu yang kamu prioritaskan. Padahal hari ini papa sangat merindukan kamu. Jangan bohong kamu, kamu tidak bisa datang pasti karena bersenang-senang dengan suami kamu kan?.]


[Pa, kenapa bicara seperti itu sih? Vito itu suamiku, jadi Bella wajar dong bersenang-senang dengan suami ku? Papa lama-lama terlalu lebay.]


[Kok kamu yang marah ? Seharusnya papa yang marah sama kamu karena kamu yang ingkar janji sama papa.]


[Terserah papa saja lah. Bella capek, mau istirahat tadi habis tempur 2 jam sama Vito.]


Klik


Secara sepihak Bella mematikan sambungan teleponnya. Di akhir perdebatan dia sengaja bicara seperti itu tadi agar papanya kelabakan. Dan benar saja, Baskoro langsung menghubungi balik Bella.


Bella mengabaikan panggilan telepon dari Baskoro. Kini Bella justru memilih ke dapur untuk menemui ART nya.


"Bik mau masak apa?." Tanya Bella tidak ada sopan nya sama sekali.


"Eh Non Bella. Ini mau masak makanan kesukaan pak Vito. Apa Non Bella mau dimasakin yang lain juga?."Balik tanya Minah.


"Iya. Masak cumi asam manis juga untukku. Sekarang kamu buatkan aku mie rebus dengan dua telor, jangan terlalu pedas. Jangan lupa es jeruknya nya juga, aku tunggu di ruang Tv." Ucap Bella memerintah seenaknya tanpa melihat betapa repotnya Minah.


Minah hanya mengangguk dengan pasrah, padahal jika hanya untuk mie rebus Bella bisa memasaknya sendiri. Namun Bella memang pemalas dan tidak mau turun langsung ke dapur. Sehingga semuanya serba meminta tolong Minah.


**********


David tersenyum melihat sang istri yang baru bangun. Nia tidak menyadari jika saat ini tubuhnya masih dalam keadaan polos. Dengan santainya dia bangun dan langsung duduk begitu saja tanpa melihat tubuhnya dulu.


"Jam 5 sore sayang."Jawab David dengan santainya.


"Apa ? Jam 5 sore?." Sentak Nia dengan kaget.


Nia kaget saat mendapati saat ini sudah jam 5 sore, di jam segini biasanya dia sudah berada di rumah. Menemani Nada bermain sembari menunggu kepulangan David. Namun saat ini David juga ada bersamanya, lantas bagaimana dengan Nada?


"Hubby kenapa tidak membangunkan ku sih? Nada pasti mencariku, padahal aku sudah janji sore ini akan mengajarinya menggambar."Seru Nia terlihat bersedih.


"Sayang, kamu tadi tidurnya sangatlah nyenyak. Jadi aku tidak tega untuk membangunkanmu. Sayang, jangan seperti ini dong? Kalau seperti ini aku takut tidak bisa menahan diri lagi."Seru David sambil terus memandang Nia takjub.


Nia tidak paham dengan yang dikatakan David. Maksudnya bagaimana? Nia tidak sadar jika tubuhnya dalam keadaan polos, bahkan buah pepaya nya terpampang dengan nyata dan sempurna.


"Hubby bicara apa sih?." Tanya Nia turun dari ranjang dan menghampiri David yang duduk di sofa.


Gglleekk


David terlihat beberapa kali menelan salivanya sendiri. Jiwanya sudah meronta-ronta, apalagi senjatanya kini sudah mode On lagi.


"Sayang, kamu sengaja menggodaku?."Tanya David.

__ADS_1


"Maksudnya menggoda bagaimana?."Tanya Nia yang saat ini sudah berdiri di depan David.


*Ohhh jadi istriku ini tidak sadar jika saat ini tubuhnya dalam keadaan polos. Hemm sepertinya ini memang nasib baikku. Aku tidak akan menyia-nyiakan semua ini.*Gumam David dalam hati.


"Kalau tidak menggodaku kenapa kamu tidak pakai baju."Seru David sambil terkekeh.


Deegghhh


Nia langsung syok, seketika itu dia langsung melihat kearah tubuhnya. Benar saja, saat ini dia dalam keadaan polos. Betapa malunya Nia, dia benar-benar tidak menyadari jika tubuhnya dalam keadaan polos. Pantas saja dia merasakan tubuhnya lebih terasa dingin, ternyata memang dia tidak berbaju.


"Hubby kenapa tidak memberitahu dari tadi?."Tanya Nia dengan tangan yang menutupi dua area sensitifnya.


Meskipun dia tutup pakai tangan, tetap saja masih kelihatan. David justru tertawa melihat kelakuan Nia.


"Hahaha Sayang, kenapa kamu tutup? Bahkan aku sudah melihat semuanya itu. Jangan kamu tutup dong, tapi kamu ini lucu juga ya? Masa tidak sadar kalau tidak memakai baju. Tapi aku senang melihatmu begini. Jadi jangan salahkan aku jika sekarang aku memintanya lagi."Seru David langsung mengangkat tubuh Nia ala bridal style menuju kamar mandi.


"Ahhhh Hubby lepaskan. Kamu mau apa lagi, Hubby. Turunkan aku !!."Teriak Nia meminta untuk diturunkan.


Namun David tetaplah David, jika sudah punya keinginan tidak bisa lagi untuk di cegah.


"Kita mandi sama-sama."Ucap David sambil menyeingai licik.


Kata mandi bersama bagaikan hal yang menakutkan bagi Nia. Sebab bukan hanya sekedar mandi, pasti akan ada permainan demi permainan lagi didalam kamar mandi yang menyita cukup banyak waktu.


"Hubbby.. "Seru Nia dengan suara tersengal-sengal sebab David sudah mulai melancarkan aksinya.


David tahu betul bagian mana yang membuat istrinya tidak berdaya. David terus memainkannya sampai Nia benar-benar pasrah dan tidak berdaya.


"Sayang apa kamu menyukainya?." Tanya David.


"Hemmm. Aku menyukainya, Hubby."Jawab Nia sudah tidak malu-malu lagi.


"Bagus, keluarkan saja suaramu jangan kamu tahan."Seru David.


Kamar mandi itupun kini sudah dipenuhi dengan suara-suara merdu yang keluar dari mulut Nia. Nia berbaring di dalam bathup yang masih kosong sedangkan David bekerja dengan tangannya.


"Hubby cepat selesaikan sekarang, aku sudah tidak tahan."Ucap Nia dengan mata terpejam.


"Kamu keluarkan saja sayang. Jari-jariku akan membimbing mu, setelah ini kita lakukan permainan yang sesungguhnya."Seru David.


Arrggghhhh...


"Hubby." Teriak Nia dengan mencengkram lengan David kuat-kuat.


Benar saja, Nia langsung mengeluarkannya. Tubuh Nia saat ini benar-benar sangat lemas. David baru saja ingin memulai permainan yang sesungguhnya. Nia tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dia hanya bisa pasrah. Bahkan saat David memintanya untuk pindah posisi, Nia mengikutinya begitu saja tanpa ada rasa malu lagi.


Untuk yang pertama kalinya, Nia memegang kendali permainan. Meskipun masih kaku, David tidak mempermasalahkannya. Antara sadar atau tidak Nia pun mulai melakukan pekerjaannya dengan bimbingan David.

__ADS_1


**********


__ADS_2