
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Nia baru saja mendapat telepon dari sopir taksi online yang dia pesan menanyakan keberadaannya. Nia pun bingung sebab dia saat ini sudah berada didalam mobil yang tadi dia yakini taksi online yang dia pesan.
Eehhemm Ehhheee.
Pria yang duduk di kursi belakang Nia pun berdehem untuk memberitahu Nia jika dibelakangnya ada orang. Betapa terkejutnya Nia saat mendapati pri tinggi besar dan banyak tato di tangannya.
Sopir yang sedang mengendarai mobil itu pun membuka topinya, rambut panjang tergerai begitu menyeramkan.
" Kalian sebenarnya siapa?."Tanya Nia ketakutan sambil terus menggenggam ponsel nya.
" Jangan takut manis, aku tidak akan menyakitimu. Kamu tenang saja, jika kamu berontak kamu pasti akan kami sakiti jadi diam dan duduk manis saja."Seru si pria bertato.
" Tidak !! Tolong turunkan aku, aku tidak mau ikut kalian. Kalian jangan macam-macam ya, jika suamiku tahu kalian menyakitiku. Pasti suamiku akan m3mbunuh kalian berdua."Seru Nia mencoba mengancam dua preman bayaran Sabita itu.
Haaaa Haaaaa Haaaa
Tawa kedua preman itu pun menggelegar di dalan mobil. Mereka sama sekali tidak takut dengan ancaman Nia. Melihat kedua preman yang tidak takut, membuat Nia semakin gelisah dan khawatir. Nia mencoba menghubungi suaminya namun belum sempat Nia menekan nomor suaminya. Preman yang duduk di belakangnya langsung menyambar ponsel Nia.
" Jangan coba-coba menghubungi orang diluar sana !! Kamu harua patuh dengan kami, jika tidak kami berdua tidak hanya menyakitimu tapi kami bisa saja mencicipi tubuhmu ini."Seru pria bertato yang kini sudah pindah di samping Nia.
* Ya Allah.. Sebenarnya mereka ini siapa? Tolong lindungi dan selamatkanlah aku, aku tidak mau terjadi sesuatu dengan anak dalam kandunganku.*Gumam Nia dalam hatinya.
Mobil yang di kendarai preman gondrong itupun melaju semakin jauh dan kini sudah berada di jalan yang cukup sepi dan jauh dari pusat kota. Kanan kiri jalan hanya ada pohon yang menjulang tinggi-tinggi.
" Kalian mau membawa ku kemana? Sebenarnya apa yang kalian inginkan? Uang? Kalian dibayar berapa sama orang yang menyuruh kalian? Aku akan membayarmu 3 kali lipat asalkan kalian mau melepaskan aku dan memberitahu siapa orang yang sudah membayar kalian. Kalian mau berapa, 100 juta, 200 juta atau 300 juta aku akan memberikannya."Seru Nia mencoba menegosiasi dan menghilangkan rasa cemasnya.
" Waaooww drong, ternyata wanita ini kaya raya juga. Dia menawarkan uang yang lebih besar dari bayaran yang kita terima."Ucap pria betato.
" Kamu benar juga, lebih baik kita sekap saja dia. Dan kita meminta tebusan yang lebih besar. Mungkin 1 milyar cukup. Hahahaaa."Ucap si gondrong.
" Aku akan memberikan kalian uangnya, tapi jangan sekap aku. Dan kalian katakan siapa yang sudah membayar kalian? Jangan sampai suamiku tahu dan kalian berhadapan dengannya. Jangankan uang yang kalian dapatkan, tapi justru pukulan dan siksaan yang kalian dapat."Ucap Nia lagi.
Pllakkk
Pllakkk
__ADS_1
Pria bertato itu langsung menampar Nia tanpa ampun. Sampai pipi Nia memerah dan membekas tangan pria itu. Dua tamparan itu membuat Nia terdiam, tamparan itu sangat panas dan sakit.
" Memang suami mu siapa? Jagoan gitu?."Tanya Pria itu dengan kesal.
" Mungkin suaminya itu super hero, yang bisa menghajar kita berdua. Hahaaa."Seru si gondrong.
Mobil terus melaju menjauh, Nia pasrah begitu saja. Dia ikuti kemanapun dua preman itu membawanya.
Ciiitttttttt
Namun tiba-tiba pria gondrong itu menginjak rem mobil secara mendadak sehingga menimbulkan suara yang nyaring.
Di depan sana ada dua mobil yang menghalangi jalannya. Pria gondrong itupun memukul setir mobil dengan kesal.
" Siapa yang sudah menghalangi perjalananku. Sepertinya dia memang cari mati. Broo ayo kita turun dan kita hajar para manusia tidak berguna itu."Seru si gondrong seolah dia tahu siapa yang ada di dalam mobil itu.
" Awas kalau kamu berani kabur !!."Ucap si gondrong mengancam Nia sebelum dia turun.
Dua preman itupun turun dan menghampiri dua mobil yang menghalangi laju mobilnya. Dua pria yang bertubuh besar dan memakai pakaian serba hitam itupun turun dari masing-masing mobil.
" Siapa kalian berani menghalangi laju mobilku. Cepat singkirkan mobil kalian kalau tidak aku akan menghancurkan mobil kalian."Seru sang pria bertato tanpa takut menghadapi ke 4 pria yang berpakaian serba hitam itu.
" Cepat lepaskan Nona kami !!."Ucap salah satu bodyguard dengan suara baritonnya.
Dua preman bayaran Sabita itupun tertawa dengan keras. Mereka sama sekali tidak takut, padahal lawannya 4 orang dan semua berbadan besar dan tegap.
" Memangnya apa urusan kalian dengan wanita itu? Wanita itu sudah aku sandra dan tidak akan aku lepaskan, segera menyingkir dari hadapanku !!."Bentak pria bertato dengan nyalang.
Buugghh
Bugghhhh
Pria berbaju hitam yang ada paling depan melayangkan pukulannya secara memb4bi buta. Sang pria bertato sama sekali tidak melihat pergerakan jika pria itu akan menghajarnya. Kini pria bertato itupun tersungkur dengan hidung yang mengeluarkan d4r4h.
" Broo kamu tidak apa-apa? Sepertinya mereka bukan orang sembarangan. Kita tidak bisa menghadapinya, lihat saja kamu sudah berd4r4h-d4r4h begini. Kita menyerah saja, daripada kita yang mati hanya demi uang 50 juta dari wanita sombong itu."Ucap pria gondrong itu ternyata dia mulai ketakutan.
Bukan tanpa sebab, dia melihat ke empat pria berbaju hitam itu seperti pengawal-pengawal orang penting. Yang tentunya memiliki kekuatan dan kemampuan lebih, tak jarang mereka juga berbekal s3nj4t4 4pi.
" Apa kalian masih mau lagi?." Tanya pria itu dengan tegas.
Pria itu melirik temannya yang ada di samping kanannya untuk menjemput Nia dan memindahkannya ke mobil mereka. Nia didalam mobil sana tahu betul jika pria berseragam hitam-hitam itu adalah orang-orangnya David.
" Maaf Nona kami terlambat menolong anda."Seru pria itu sambil menunduk.
__ADS_1
" Tidak apa-apa. Sekarang tolong antar aku menemui dua preman itu. Aku ingin tahu siapa sebenarnya orang yang sudah membayarnya untuk menculikku."Ucap Nia yang kini sudah turun dari mobil.
Pria berbaju hitam itu melirik ke dua pipi Nia yang memerah dan membekas jari-jari tangan.
* Haahh Nona di tampar dan sampai membekas seperti itu? Huuhh jangan sampai Tuan David marah dan menghajar kami semua.* Gumam pria itu dengan tubuh mulai gemetar.
Pria itu tahu bagaimana sangarnya dan menakutkannya David saat dia marah. Orang yang tidak salah saja bisa dia hajar, apalagi mereka nanti yang sudah jelas terlambat menolong Nia.
" Maaf Nona kami terlambat menolong anda."Ucap pria yang berdiri paling depan.
" Tidak masalah."Jawab Nia singkat.
Dua preman itu kini dua-duanya sudah berjongkok meminta maaf. Mereka sebenarnya belum tahu siapa yang saat ini mereka hadapi.
" Sekarang kalian katakan, siapa yang sudah menyuruh kalian menculikku?."Tanya Nia pelan namun tegas.
" Maaf, kami tidak bisa mengatakannya."Jawab si pria gondrong.
Bbuuggghhh
Salah satu pengawal itu langsung menendang si gondrong sampai si gondrong tersungkur. Nia kasihan dengan dua preman itu, namun dia membuang jauh-jauh rasa ibanya itu. Dia hanya ingin segera tahu siapa orang yang sudah membayar mereka.
" Cepat katakan !! Apa kalian mau ke empat pengawal ini menghajar kalian lebih dulu? Jika itu mau kalian aku akan mengabulkannya."Ucap Nia sambil bersedekap dengan senyum liciknya.
" Jangan, jangan hajar kami. Kami akan memberitahu anda tapi kami minta setelah itu lepaskan kami. Kami ini hanya orang bayaran saja, kami tidak tahu siapa dan atas dasar apa dia menyuruh kami untuk menculik anda."Ucap Pria berambut gondrong dengan ketakutan.
" Kamu itu salah cari musuh bung. Seharusnya kamu cari tahu dulu siapa orang yang akan kalian hadapi. Kamu itu bodoh !! Sekarang nasi sudah menjadi bubur, tidak bisa lagi kalian mengelak dari kesalahan kalian. Bukannya tadi aku sudah memberikan penawaran? Tapi justru aku di tampar, kamu tahu siapa suamiku? Suamiku David Putra Admaja."Seru Nia dengan wajah yang terlihat lebih menyeramkan.
Dddegghh
Dua preman itupun benar-benar kaget dan tidak menyangka jika yang dia hadapi adalah istri dari David. David yang mereka tahu adalah seorang CEO yang arogan dan terkenal bengis tanpa ampun.
" Maaf, maaf kan kami Nona. Kami benar-benar menyesal sudah mencoba menculik anda. Tolong maafkan kami Nona, kami akan melakukan apa saja asal kami tidak di hukum."Seru sang pria bertato dengan ketakutan.
Bagaimana dia tidak takut, tadi dia sudah berhasil menampar pipi kanan dan kiri Nia. Sudah pasti hukuman setimpal akan dia dapatkan.
" Sabita. Wanita yang sudah membayar kami adalah, Sabita."Ucap sang pria bertato dengan sangat jelas.
Hhhaahh?
" Sabita ."Seru Nia pelan.
***********
__ADS_1