
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Seminggu sudah Nia bekerha di Rumah sakit, dan hari ini juga Nia didatangi David kembali, Nia dipaksa untuk ikut kerumahnya karena Nada sakit dan terus memanggil - manggil mamanya. Nia menolak karena jam prakteknya belum selesai, masih ada 5 pasien lagi yang sedang mengantri.
Namun David tidak perduli, dia tetap menarik paksa Nia untuk bisa ikut dia kerumahnya. Nia tetap mempartahankan dirinya agar menyelesaikan prakteknya terlebih dahulu.
" Kalau kamu tidak mau ikut dengan ku sekarang, hari ini juga kamu akan aku pecat !" Bentak David masih dalam ruangan praktek Nia.
" Anda memang orang kaya dan anda juga pemilik rumah sakit ini. Tapi bukan berarti anda bisa bersikap seenaknya seperti ini. Aku disini ini dokter dan diluar masih ada pasien yang harus aku periksa. Jika anda ingin aku mengikuti anda silahkan anda tunggu diluar atau diruangan anda sana, setelah jam praktekku aku akan ikut dengan anda!." Seru Nia juga tidak kalah berani.
David menatap tajam Nia, baru kali ini ada seorang wanita yang berani bicara kasar dengannya. Apalagi wanita itu hanya seorang dokter yang bekerja dirumah sakit nya sendiri. Benar - benar wanita yang sama sekali tidak punya rasa takut sudah membuat David semakin marah dan murka.
" Aku akan menunggu mu di ruangan ku, dalam waktu 1 jam tidak selesai akan aku tarik paksa kamu ." Ucap David dengan tajam.
Nia menghela nafas lega saat David keluar dari ruangannya. Nia meminta Kesa untuk memanggil pasien berikutnya. Namun Kesa lebih dulu menyakinkan Nia jika dia sudah baik - baik saja.
" Kamu sudah tidak apa - apa ? Tuan David tadi mencengkram dan menarik tangan mu loh Nia ?." Tanya Kesa khawatir.
" Sudah tidak apa - apa mbak Kesa. Sekarang kamu panggil pasien berikutnya karena aku hanya ada waktu kurang lebih 1 jam untuk menyelesaikan praktekku hari ini. " Ucap Nia menyakinkan Kesa.
Kesa mengangguk lalu memanggil pasien berikutnya. Nia mencoba bersikap tenang dan tidak terburu - buru saat memeriksa pasien. Dia tidak mau salah periksa dan membuat pasiennya tidak nyaman. Akhirnya setelah 40 menit ke 5 pasien terakhir itu sudah diperiksa semua oleh Nia.
__ADS_1
Nia dan Kesa menghela nafas dengan lega, Kesa membereskan catatannya , setelah selesai dia menyerahkannya kepada Nia.
" Nia, aku keluar dulu ya. Kamu masih mau disini apa mau langsung menemui Tuan David ? Jangan sampai membuat dia marah, karena kamu pasti tahu bagaimana kalau Tuan David sudah marah. Dia itu terkenal arogsnt, dingin dan tidak punya belas kasihan. Siapapun yang membuat dia marah pasti akan dia hajar tanpa pandang bulu. Jangan sampai karier mu sebagai dokter berhenti disini. Jika Tuan david sudah bertindak jangan salah , tidak akan ada lagi rumah sakit atau perusahaan yang mau menerima kita." Ucap Kesa memberitahu Nia jika betapa arogannya David.
Haaahhh
Nia baru tahu jika David searogan itu, mendengar cerita Kesa membuat Nia segera bersiap-siap untuk menemui David di ruangannya. Jangan sampai David memecatnya apalagi dia baru seminggu bekerja. Saat ini yang menjadi prioritasnya adalah ibunya, dia ingin membahagiakan ibunya dan ingin ibunya hidup dengan layak tidak perlu capek-capek lagi untuk berjualan sayuran.
Nia sudah berada di depan ruangan David, baru saja dia ingin mengetuk pintu David sudah membukanya lebih dulu. Sehingga pandangan mata mereka saling bertemu. Nia mengagumi wajah tampan yang saat ini ada di hadapannya. Begitupun dengan David, pandangan David tertuju di mata bening Nia.
Merekapun sama - sama tersadar dari lamunannya. Nia merutuki dirinya sendiri kenapa terpesona dengan David yang arogan itu, apalagi saat ini dia sudah mempunyai Vito.
" Kamu sudah membuatku lama menunggu." Ucap David dengan tegas.
" Aku belum terlambat ini masih ada waktu 8 menit dari waktu yang Tuan berikan." Jawab Nia dengan kesal.
" Jangan banyak membantah ! kamu aku pecat tahu rasa. Sekarang segera ikuti aku, kita ke rumahku.!" Ucap David dengan suara yang terdengar dingin dan tegas sehingga tidak ada bantahan lagi.
Tidak ada pilihan lain begini Nia selain mengikuti apa permintaan David. Sisi kemanusiaan Nia pun tidak bisa dibohongi , jika dia juga mengkhawatirkan keadaan Nada. Gadis kecil cantik manis itu, apalagi Nada sekarang sudah tidak mempunyai Mama. Nia mengikuti langkah David dengan tertatih - tatih bahkan Nia sedikit berlari, langkah kaki David sangat cepat dan panjang.
" Haii wanita lemah ! Bisa jalan dengan cepat tidak ? Jalan mu seperti siput bahkan lebih lambat dari siput !." Bentak David lagi mengagetkan Nia yang sedang fokus dengan fikirannya sendiri.
" Maaf Tuan, langkah kaki saya dan Tuan memang jauh berbeda. " Jawab Nia dengan tak kalah kesal.
* Huuhh kalau bukan karena aku butuh kamu sudah pasti saat ini juga kamu akan kehilangan pekerjaan kamu. Dan aku yakin pasti wanita ini sudah mempengaruhi Nada, licik sekali orak wanita ini menggunakan kepolosan Nada demi tujuannya untuk merayuku. Dasar waniti licik dan banyak modusnyan.* Gumam David dalam batinnya.
Nia dan David kembali berjalan menuju parkiran mobil, setelah itu David masuk ke mobil dan berada di tempat kemudi setir. Nia membuka pintu belakang dan hendak duduk di belakang, namun tiba - tiba dia kaget mendengar suara yang menggelegar bagaikan petir di malam hari.
__ADS_1
" Kamu kira aku sopir kamu !!." Teriak David dengan lantang.
* Sebenarnya apa sih maunya pria arogan ini. Lantas aku tidak boleh naik mobil dia gitu ? Naik taksi ? Mana aku ada uang, ada sih uang tapi hanya cukup untuk ongkos pulang nanti.* Gumak Nia dalamhatinya.
" Duduk depan !! Aku bukan sopir mu !." Bentak David lagi.
" Lama - lama jantungan juga aku kalau begini terus." Gumam Nia dengan pelan tapi naas masih saja didengar oleh David.
" Cepat masuk ! Jangan menggerutu, jika sampai aku mendengar kamu menggerutu lagi aku akan memecatmu ." Ucap David kembali mengancam Nia.
Nia akhirnya membuka pintu mobil bagian depan dan duduk disamping David. Nia sama sekali tidak melirik David,pandangannya mengarah keluar jendela. Dia memperhatikan jalanan yang banyak kendaraan yang lalu lalang.
Tiba - tiba pandangan Nia berubah menjadi takjub saat memasuki komplek perumahan mewah dimana tempat tinggal David berada. Rumah semua mewah dan menjulang tinggi, rata - rata rumah bertingkat dua dan berpagar tinggi.
* Rumah nya mewah - mewah. Harga gerbang rumahnya saja bisa untuk membangun rumah seukuran rumahku. Benar - benar kawasan elite. Apa rumah kak Vito juga mewah seperti ini. * Gumam Nia dalam batinnya.
Mobil David memasuki rumah yang terlihat paling mewah dari rumah yang lainnya. Gerbangnya saja bisa terbuka sendiri, sebab di mobil David sudah ada sensor otomatisnya. Saat turun dari mobil Nia sangat takjub dengan rumah yang ada dihadapannya. Bahkan rumah David seukuran 3 kali lebar lapangan sepak bola.
* Ini rumah apa istana ? Ukurannya sangat besar, ini seperti 3 kali lapangan sepak bola didekat rumah itu. Bahkan halamannya saja sangat luas. Halaman ini sama rumahku saja lebih luas halaman ini * Gumam Nia dalam batinnya.
" Dasar kampungan. Melihat rumah seperti ini saja sudah tidak berkedip. Semiskin itukah hidup kamu ?" Seru David bicara dengan cukup tajam.
Deg..
Kata - kata David sangat menyakitkan, apakah semua orang kaya mempinyai sifat seperti David. Nia mencoba untuk diam dan bersabar, dia ingat perkataan Kesa tadi. Kesa mengatakan jika David kata - katanya memang seperti sambal level 15. Pedas, panas dan menyakitkan.
*********
__ADS_1