
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
"Bella sudah jangan seperti ini."Ucap Baskoro mendekati Bella dan mencoba menjauhkan Bella dari ibu Karti.
Wati yang sedari tadi ada di ruang tengah, kini sudah berdiri tepat di belakang ibu Karti. Dia memastikan jika Bella tidak akan menyakiti ibu Karti. Ibu Karti menatap jengah kearah Bella dan Baskoro yang terlihat seperti ada hubungan lain selain ayah dan anak.
Ibu Karti memang belum tahu jika Bella dan Baskoro punya hubungan yang lebih dari sekedar hubungan ayah dan anak.
"Pa, wanita ini pasti sudah merayu papa kan?."Seru Bella tetap menuduh ibu Karti yang merayu papanya.
"Bella, lebih baik sekarang kita pulang saja yuk. Papa urusannya disini sudah selesai kok."Seru Baskoro seperti orang yang ketakutan.
Baskoro memang ketakutan, dia takut jika Bella mengetahui jika dia datang kerumah ibu Karti untuk mengajak rujuk. Bisa-bisa Bella akan marah besar, Bella sendiri memang belum tahu jika Ibu Karti adalah mantan istri pertama dari papa tirinya.
"Anaknya suka mengganggu rumah tanggaku dan sekarang ibunya juga mengganggu rumah tangga mama ku. Anak sama ibu sama-sama perusak rumah tangga orang ! Mungkin tidak bahagia kali ya kalau tidak merusak rumah tangga orang lain. Dasar perkumpulan wanita murahan."Ucap Bella dengan memandang sinis ibu Karti.
Ibu Karti terlihat mengepalkan tangannya, nafasnya sudah memburu. Seandainya wanita yang saat ini dihadapannya tidak hamil, Ibu Kartu pasti sudah memberikan pelajaran yang lebih dari sekedar tamparan.
"Mulut mu itu sembarangan kalau bicara. Atas dasar apa aku dan anakku pengganggu rumah tangga orang? Seharusnya kamu itu ngaca, kamu dulu yang sudah menghancurkan hubungan anakku dan Vito. Jangan maling teriak maling kamu, Bella."Seru Ibu Karti.
Deeggghhh
Bella kaget saat ibu Karti tahu jika dirinya adalah istri Vito. Apalagi dia memang sudah mengambil Vito saat masih menjalin hubungan dengan Nia. Tapi semua itu bukan perbuatan Bella sendiri, akan tetapi juga campur tangan dari mama mertuanya, Hesti.
" Asal kamu tahu, Baskoro datang kerumah ku karena dia meminta rujuk dengan ku. Tapi aku tidak sudi !! Sampah seperti dia tidak pantas bersamaku."Ucap ibu Karti semakin membuat syok dengan kenyataan baru yang dia ketahui.
"Maksud kamu apa? Rujuk? Jadi kamu itu istri pertama dari papa?."Tanya Bella dengan memandang kearah papanya secara bergantian.
"Ohhh jadi kamu belum tahu? Aku memang mantan istri pria tidak tahu diri ini. Dulu dia meninggalkan aku dan anakku saat anakku masih burumur 5 tahun. Dia lebih memilih ikut dengan seorang janda kaya beranak satu. Dan sekarang dia datang kepadaku dan meminta untuk rujuk dengan alasan dia menyesal dan masih mencintaiku. Tapi kamu jangan takut, aku tidak akan pernah memungut pria sampah ini."Seru ibu Karti dengan penuh penekanan.
Bella langsung memandang kearah Baskoro, Baskoro terlihat menundukkan kepalanya. Dia takut Bella marah, padahal saat ini mereka sama-sama sedang bermasalah tetapi justru dia sibuk mengajak rujuk mantan istrinya.
__ADS_1
Bella tidak akan pernah setuju jika, papa tirinya rujuk dengan mantan istri pertamanya. Dan yang paling membuat Bella syok adalah, ternyata Nia adalah anak kandung dari papa tirinya.
*Jadi Nia itu anak kandung papa? Ini tidak boleh dibiarkan ! Papa tidak boleh rujuk dengan waniya tua ini, dan Nia tidak boleh menguasai papa. Papa itu milikku dan akan tetap menjadi papaku, kasih sayang nya hanya untukku.*Gumam Bella dalam hatinya.
"Bella, papa bisa jelaskan. Sekarang kita pulang ya, biar nanti papa jelaskan dirumah."Seru Baskoro.
"Papa jahat !! Papa sudah tidak sayang Bella lagi ! Kenapa papa justru mengajak rujuk istri pertama papa ? Papa anggap apa Bella ini?." Seru Bella marah.
"Iya kamu jangan marah dulu, nanti papa jelaskan. Ingat kamu sedang hamil loh, lebih baik kita pulang saja dan nanti kita bicara dirumah. Papa tetap sayang Bella dan akan tetap menjadi papanya Bella."Ucap Baskoro gugup.
Mata Baskoro melirik ke arah ibu Karti yang terlihat memandang aneh kearah mereka. Ditambah Baskoro yang gugup, semakin membuat ibu Karti menaruh curiga yang berlebihan.
"Kalian lebih baik pulang dan selesaikan masalah kalian dirumah. Ini sudah siang waktunya aku untuk makan dan beristirahat."Seru Ibu Karti mengusir Baskoro dan Bella.
"Cepat pergi dari sini sebelum aku menyeret kalian keluar !! ."Ucap Wati juga ikut mengusir Bella dan sang papa tirinya.
Bella dan Baskoro tidak ada pilihan lain selain segera meninggalkan rumah ibu Karti. Mereka pulang dengan mengendarai mobil mereka masing-masing. Baskoro meminta Bella untuk mengikuti mobilnya, Bella pun mengiyakan sebab banyak hal yang ingin dia selesaikan dengan papa nya itu.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, mobil Bella dan Baskoro sudah memasuki halaman rumah Baskoro. Rumah yang tidak begitu besar dan tidak banyak kendaraan yang hiruk pikuk. Rumah yang memang letaknya jauh dari pusat kota.
"Papa cepat jelaskan, kenapa papa mengajak rujuk wanita itu."Ucap Bella sudah tidak sabar lagu ingin mendengar penjelasan Baskoro.
Baskoro menghela nafas berat sembari menjatuhkan bobot tububnya tepat di samping Bella.
"Bella sayang, jangan marah ya. Papa itu memang sengaja mengajak dia rujuk lantaran papa ingin memanfaatkan dia dan anak papa yang dokter itu. Kamu kan tahu kalau dia itu istri dari pemilik perusahaan Widjaya Group? Jika papa berhasil rujuk, mau tidak mau David akan menghormati papa sebagai ayah mertuanya. Dan papa akan dengan mudah memanfaatkan anak dan istri papa untuk mengeruk uang David. Jadi papa tidak akan pernah takut untuk kehabisan uang."Ucap Baskoro dengan memainkan matanya yang genit.
"Tapi pa, Bella tidak mau kalau papa itu menyayangi Nia. Papa tahu sendiri aku sangat membenci wanita itu, sebab sampai sekarang Vito itu masih mencintai wanita itu. Apa sih menarik nya wanita itu? Sampai-sampai dia di cintai oleh dua pria yang kaya dan tajir? Masih cantik dan seksi juga saya."Seru Bella membanggakan dirinya sendiri.
"Tentu dong cantik dan seksi kamu, buktinya papa loh suka sama kamu. Lebih suka lagi kalau kamu sudah bergoyang, aduhai bikin papa semakin tidak bisa berkutik lagi."Ucap Baskoro mulai bergerling nakal.
Jika sudah seperti itu Bella sudah hafal betul dengan papanya. Apalagi kalau bukan olah raga, Bella tidak menolaknya juga. Sebab memang sudah lama mereka tidak olah raga bareng, mereka sama-sama disibukkan dengan urusan rumah tangga nya masing-masing yang saat ini berada di ujung tanduk.
Tangan Baskoro sudah tidak bisa diam, mulai bergerilya dengan manja di dalam baju Bella. Bella memejamkan matanya sambil menikmati sentuhan yang diberikan oleh Baskoro.
"Emmhh pa, jangan disini."Ucap Bella dengan suara tersengal-sengal karena menahan hasratnya.
"Tenang saja sayang, pintu sudah terkunci dan kaca dirumah ini itu tidak tembus pandang jika dari luar. Bella sayang, sudah seminggu kita tidak berolah raga. Papa sangat-sangat merindukannya, anak papa didalam sini pasti juga kangen dengan papa."Ucap Baskoro sambil mencium perut Bella yang sudah membuncit.
__ADS_1
Bella hanya mengaggukkan kepalanya saja, tidak dapat di bohongi. Jika dia juga sangat menginginkannya dan sangat merindukan saat-saat berbagi peluh dengan papanya. Bella seperti ketergantungan dengan sang papa. Bicara soal cinta? Bella tidak mencintai papanya, tetapi dia sangat membutuhkan sang papa. Sebab saat dengan Baskoro, Bella bisa meluapkan semua hasratnya selama berjam-jam. Mereka bisa saling memuaskan satu sama lain.
"Pa, Bella sangat menginginkannya juga Pa. Cepatlah lakukan, Bella sudah tidak tahan. Selama ini hanya papa pria yang bisa membuat Bella puas. Suami Bella sudah tidak pernah lagi menyentuh Bella."Ucap Bella dengan suara parau.
"Iya sayang."Seru Baskoro yang sudah berhasil melepas pakaian Bella dan melemparnya kesembarang arah.
Bella dan Baskoro kali ini kembali melakukannya, mereka berolah raga di sofa ruang tamu rumah Baskoro. Baik Bella maupun Baskoro sudah sama-sama menginginkannya sehingga Baskoro tidak melakukan pemanasan terlalu lama.
Jlleeebbb
Sesuatu sudah tertanam dengan baik di tempatnya. Membuat Bella benar-benar merasakan sesuatu yang sudah sedari tadi dia inginkan. Olah raga babak pertama dipimpin oleh Baskoro.
"Pa, pa... Ahh. Papa benar-benar tahu apa yang Bella butuhkan dan inginkan. Bella stress karena Vito sudah tidak mau lagi menyentuh Bella. Emmhhh... Haaaahh."Racau Bella dengan suara serak.
"Nikmati saja Bella, Sayang. Kapanpun kamu mau, papa akan memberikannya. Begitupun dengan mu. Jika papa mau, kamu juga siap sedia."Seru Baskoro semakin mempercepat gerakannya.
Aarrrggghhhhhh
Bella dan Baskoro sama-sama menjerit, mereka sudah sampai titik puncak pertama mereka secara bersamaan. Bella memintanya lagi dan Baskoro pun mengiyakannya dengan cepat.
Suara-suara mereka saling bersahut-sahutan berbarengan dengan kicauan burung di luaran sana. Burung yang ada didalam sedang bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
"Uhhh... Bella, kenapa semakin lama kamu semakin membuat papa ketagihan terus menerus Bella."Seru Baskoro.
"Sama punya kedua istri papa enak mana?." Tanya Bella.
"Punya kamu dong, Sayang."Jawab Baskoro dengan cepat.
Berbagai gaya mereka coba semua, mereka benar-benar sudah lupa daratan.Bahkan sudah 2 jam mereka berolah raga namun belum juga mereka menyelesaikannya. Stamina mereka benar-benar luar biasa, terlebih Baskoro semakin tua semakin bugar saja.
"Apa perut kamu aman, Sayang?."Tanya Baskoro.
"Aman papa sayang, dede bayinya di dalam sini tahu kalau papanya lagi kangen."Jawab Bella membuat Baskoro tergelak lebar.
Meskipun belum tahu kebenaran anak siapa yang dia kandung itu, akan tetapi baik Bella maupun Baskoro yakin jika itu anak mereka berdua.
Baskoro mengajak Bella untuk pindah kedalam kamar saja untuk sekalian beristirahat. Baskoro menggendong Bella yang sudah kelelahan itu.
__ADS_1
Bella sendiri sudah pasrah saat papanya memintanya lagi saat sampai di kamar. Yang penting mereka sama-sama puas.
**********