
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Malampun sudah berganti pagi, semua orang yang ada di rumah David sudah bangun dan bersiap untuk berangkat bekerja. Hanya keluarga tante Diana saja yang belum bangun, padahal sudah jam 7 pagi. Mereka sepertinya sudah terbiasa bangun siang sehingga saat menginap dirumah orang pun bangun sudah siang.
"Jadi tante Diana belum pulang?."Tanya David dengan kesal.
"Iya. Dia ada perlu sama kamu."Jawab Karmila sebelum memasukan sesuap nasi goreng kemulutnya.
"Pasti soal uang dan pekerjaan. David, tidak sudi memberi mereka uang apalagi memperkerjakan Kelly di perusahaan. David tidak peduli meskipun mereka itu saudara kandung mama sendiri. David, sudah kenyang dan mau berangkat kekantor dulu. Segera suruh mereka pergi dari rumah David, Ma. Nada mau berangkat sama papa atau sama mama?." Tanya David langsung berucap lembut kepada anaknya.
" Nada berangkat sama mama saja, Papa."Jawab Nada sambil mengunyah makanannya yang belum habis.
David mengangguk lalu dia berpamitan kepada kedua orang tuanya. Nia mengikuti David dan mengantarkannys sampai keteras depan. Diteras Nia menyalami David dan David mencium kening Nia.
"Nanti malam jam 7 jangan lupa ikut aku kepesta pernikahan Vito. Hemm kamu juga di undangkan? Kenapa kamu tidak memberitahuku, apa kamu sengaja tidak mau membetitahuku atau tidak mau datang bersamaku?." Tanya David penuh selidik.
Degghhhh
Nia melupakan undangan pernikahan Vito dan Bella, padahal baru kemarin lusa undangan itu Nia dapatkan dari Bella. Kenapa dia bisa lupa, padahal dia sudah berniat untuk membicarakan itu soal undangan itu dengan suaminya. Namun undangan itu memang sudah Nia terima tetapi Nia tidak tahu kapan tanggal dan harinya.
"Maaf, Hubby. Aku lupa, benar-benar lupa jika aku juga dapat undangan itu. Aku juga baru dapat undangan itu kemarin lusa dan belum aku baca juga kapan harinya. Aku tidak bermaksud untuk membohongimu, jika suamiku mengajakku untuk datang sudah pasti aku akan datang."Jawab Nia bicara dengan tenang dan lembut.
Jurus menghadapi David memang harus bicara dengan pelan, sabar dan lembut. Jangan sampai menyinggung perasaan David kalau tidak mau urusannya runyam. Dan si kulkas akan mode dingin lagi.
"Ok. Aku sudah pesan baju untuk kamu, karyawan Tante Lidia nanti akan mengantarkannya kerumah bersama MUA yang akan membantu kamu merias diri, baiklah kalau begitu aku berangkat dulu. Kamu juga cepat berangkat, jangan sampai mulut jahat tante Diana mengomeli kamu."Ucap David.
__ADS_1
"Iya Hubby, setelah ini aku akan berangkat."Jawab Nia sembari mengulas senyum hangat.
Tidak menunggu lama, David pun masuk ke mobil pribadinya yang harganya mencapai nilai milyaran. Kali ini David mengendarai mobilnya sendiri, sopirnya biar mengantarkan Nia dan Nada.
"Nada sayang sarapannya sudah selesai kan? Yuk kita berangkat, sudah jam tujuh lima belas menit sayang. Jam 8 masuk loh, emm maaf ya Ma, Pa kalau Nia tinggal. Soalnya hari ini Nia ada jadwal praktek, tidak apa-apa kan ma, pa?." Tanya Nia merasa tidak enak dengan kedua mertuanya.
"Iya Nia, mama dan paps tidak akan marah. Sudah kamu berangkat saja sana, nanti kalian terlambat loh. Mumpung mulut rombeng belum bangun. Nanti mama dan papa akan pulang saat mereka sudah bangun."Seru mama mertua Nia sembari terkekeh diikuti Nia dan Miska secara bersamaan.
"Mama sama papa tidak akan marah kak. Yuk segera berangkat, sebab Miska juga pagi ini sudah mulai magang juga loh dirumah sakit yang sama dengan tempat kerja kak Nia."Seru Miska memberikan kejutan untuk Nia sang kakak ipar kesayangan.
Nia kaget mendengar soal Miska yang akan magang di rumah sakit tempatnya bekerja. Nia yakin, jika Miska magang dirumah sakit itu tetap dengan identitas yang tersembynyi.
"Jadi adik iparku ini sudah magang? Hemm jadi mau main rahasia nih sama kakak? Ada yang mau magang tapi tidak ada yang kasih tahu kakak. Ok, baiklah calon ibu dokter Obgyn yang cantik dan baik hati. Mari kita berangkat sekarang."Seru Nia lalu mencubit kedua pipi Miska dengan gemas.
"Idihh lebay deh. Sakit kak, ini pipi loh bukan bakpau hangat."Seru Miska denga pura-pura mengambek.
"Sstt sudah yuk berangkat."Seru Nia segera mengajak mereka semua berangkat.
Setelah Nia, Miska dan Nada berangkat, Pak Widjaya dan istrinya lebih memilih duduk dihalaman belakang sembari menikmati teh sambil melihat-lihat kolam ikan hias yang isinya ikan dengan harga yang cukup mahal. Pak Widjaya pasti ikan-ikan hias yang mahal itu pilihan David, sebab David dan Nada sama-sama pecinta ikan hias.
"Simpel ! Bram dan Yudi kalau bicara pakai logika dan masuk akal serta tidak pernah merugikan David ataupun ikut campur urusan David. Mama tahu sendirikan bagaimana dengan Diana dan suaminya ? Mereka itu hanya datang saat butuh, dan ucapannya suka tidak terkontrol. Sudah tahu David memang tidak suka urusannya diikut campuri masih saja mereka suka ikut campur. Mama ingat, saat David meminta izin menikah dengan Hera ? Saat itu Diana dan suaminya tidak setuju dan menentangnya, sebab mereka ingin Kelly lah yang menjadi istir David. Memang David itu sudah gila apa menikahi sepupunya sendiri."Seru pak Widjaya terlihat sekali dia juga tidak menyukai adik iparnya itu.
"Iya sih Pa. Mama juga tidak suka kalau Diana dan keluarganya selalu ikut campur dengan urusan keluarga kita. Sstt... Sepertinya itu Diana dan suaminya sudah bangun."Seru Karmila.
Diruang makan terdengar suara Diana yang berteriak meminta Assisten rumah tangga atau Art untuk segera menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga. Dengan segera Art itu pun langsung menyiapkan sarapan untuk adik dari sang Nyonya.
"Baru bangun kalian?." Seru Karmila yang menghampiri Diana beserta anak dan suaminya yang sedang duduk menanti Art menyiapkan sarapan mereka.
"Iya kak. Soalnya semalam capek banget jadi ya tidur bangunnya sedikit kesiangan begini. Oh iya yuk kak sarapan dulu, maaf ya pasti tadi kakak nungguin kami. Mana menantu kesayangan kakak? Belum bangun dia? Hiss dasar pemalas."Seru Diana tidak tahu malu.
"Heehh siapa yang kamu bilang pemalas? Nia, David, Miska mereka semua sudah pergi bekerja dari pagi. Nada saja sudah berangkat sekolah, kalian baru bangun. Lihat itu jam di dinding sudah mau jam setengah 10 masih kalian bilang ini tidak terlalu siang? Setelah ini kalian pulang, dan jangan membantah. Jangan buat David murka dengan kelakuan kalian, kalian tahu sendirikan bagaimana David kalau sudah marah? Jangankan kalian, saya yang mamanya saja tidak bisa mengendalikan amarahnya David." Seru Karmila dengan kesal.
__ADS_1
Diana langsung terdiam, tidak mau banyak bicara lagi. Mereka bertigapun langsung memakan sarapannya dalam diam.
Sementara itu saat ini dirumah Bella, sedang diadakan acara pernikahan antara Vito dan Bella. Untuk akad nikah mereka mengadakan dirumah sang pengantin wanita, Bella. Yang hanya dihadiri keluarga, kerabat dan saudara saja dan beberapa teman Bella.
Nanti malam baru acara puncak pesta resepsi pernikahan mereka yang akan digelar di hotel bintang lima, Kesuma Hotel.
"Selamat ya say, akhirnya kamu bisa mendapatkan pria idaman kamu. Tampan dan juga yang pastinya tajir dong."Seru Serli sembari tertawa cekikikan bersama dua temannya, Amel dan Mona.
"Iya dong. Bella kalau cari calon suami tentunya yang tampan dan tajir. Jangan lupa nanti malam datang jangan sampai telat. Nanti malam banyak orang kaya dan tentunya para pengusaha dong."Seru Bella kepada ketiga temannya.
"Mana mungkin kita-kita tidak datang, pastinya rugi dong. Kapan lagi bisa datang dipernikahan mewah dan bertabur orang-orang kaya dan para pengusaha. Tapi ngomong-ngomong kamu jadikan mengundang mantan pacar Vito yang miskin itu?."Tanya Amel.
Amel adalah salah satu anak pengusaha yang perusahaannya cukup terkenal dan saat ini juga menjalin kerja sama dengan perusahaan Widjaya group.
"Aku sih sudah mengundangnya juga, aku yakin dia pasti akan datang dan kalian harus melaksanakan tugas yang sudah aku berikan kepada kalian. Foto wanita itu sudah ada pada ponsel kalian masing-masingkan? Jadi kalian jangan sampa gagal, aku pastikan nanti malam dia bakalan malu semalu-malunya."Seru Bella dengan sinis.
Saat mereka berempat sedang asik dengan obrolannya, tiba-tiba Baskoro datang membawakan makanan dan minuman untuk Bella. Tanpa menaruh rasa curiga sedikipun, ketiga teman Bella itu justru memuji kasih sayang yang diberikan Baskoro kepada Bella.
Terlebih ternyata, Baskoro bukanlah papa kandung Bella. Mereka semua baru tahu saat prosesi akad nikah tadi. Yang disebutkan Vito bukanlah nama Baskoro, tetapi nama pria lain yang pastinya itu Papa kandung Bella yang sudah almarhum.
"Wahh om perhatian banget sih sama, Bella."Seru Amel kagum dengan kasih sayang Baskoro untuk Bella.
"Bella inikan memang anaknya, Om. Jadi tidak salah dong kalau om memperhatikan dia, apalagi dia memang sedari tadi om perhatikan belum makan. Apalagi nanti malam acaranya masih berlanjut, kalau dia tidak makan nanti jatuh sakit bagaimana?." Tanya Baskoro penuh kepalsuan.
Baskoro memang tidak mau jika Bella sakit, kalau Bella sampai sakit sudah pasti dia juga yang akan repot. Tidak bisa mengajak Bella untuk bermain, apalagi saat ini Bella dan Vito sudah resmi menikah. Dengan begitu, dua pria yang harus Bella layani.
"Terimakasih ya pa, papa kembali saja bergabung dengan keluarga yang lainnya."Ucap Bella mengusir Baskoro secara halus.
*Huuhh jangan sampai Papa salah bicara, kalau sampai itu terjadi. Bisa dihajar aku sama mama dan yang lainnya. Lagipula untuk apasih papa ikut bergabung dengan teman-temanku. Sudah tua juga tidak tahu diri, pasti sengaja ingin dekat-dekat denganku dengan alasan mengambilkan aku makan dan minum. Sekarang aku sudah resmi menjadi Nyonya Vito, jadi aku ingin berhenti menjalin hubungan gelap dengan papa.*Gumam Bella dalam batinnya.
Dengan wajah yang tiba-tiba berubah suntuk dan lemas, Boskoro meninggalkan perkumpulan Bella dan keempat temannya. Kini Baskoro sudah kembali bergabung dengan istrinya dan kelurga besannya.
__ADS_1
*Bella sepertinya tadi tidak suka saat aku menghampirinya, jangan-jangan Bella marah padaku.*Gumam Baskoro dalam hatinnya.
***********