Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Penolakan Vito


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Dengan langkah pasti dan penuh keyakinan, siang itu Leni datang ke perusahaan Vito dengan membawakan makan siang untuk Vito. Leni datang tanpa memberitahu Vito terlebih dahulu. Leni langsung menuju ruangan Vito, disana ada sekertaris Vito yang mencoba menanyakan keperluan Leni datang menemui Vito.


" Maaf, Nyonya Leni apa sebelumnya sudah ada janji dengan pak Vito?."Tanya sekertaris Vito dengan sopan.


" Sudah mbak, mungkin pak Vito lupa memberitahu kamu."Jawab Leni sengaja berbohong agar dia bisa masuk keruangan Vito.


Sekertaris Vito pun mengizinkan Leni untuk masuk keruangannya. Leni tersenyum dengan bangga, akhirnya dia masuk keruangan Vito tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Dan hal itu membuat Vito terkejut.


" Mama !."Seru Vito kaget melihat Leni yang membuka pintu tanpa mengetuk.


*Mau apa dia datang kesini, mulai hari ini aku harus menjauhi dia dan jaga jarak. Aku tidak mau terlalu banyak melakukan dosa dengannya. Yang penting dia pasti akan merasakan sakit hati , dan menderita karena aku tidak akan pernah membalas perasaannya itu.*Gumam Vito dalam hati.


" Mama datang untuk membawakan makan sianv untuk mu, Vito. Pasti kamu belum makan siang kan?." Tanya Leni sambil berjalan mendekati Vito.


" Terima kasih Ma. Maaf aku sedang sibuk, mama bisa tinggalkan Vito saja nanti aku akan memakan makanan itu."Ucap Vito mengusir Leni secara halus.


Leni tercengang dengan jawaban Vito, dia tadi sudah membayangkan jika kedatangannya akan di sambut senang oleh Vito. Namun nyatanya justru sebaliknya, Vito mengusirnya secara halus.


" Kamu mengusirku, Vito sayang?."Seru Leni yang kini sudah ada di samping Vito dengan tangan melingkar di pundak Vito.


" Maaf ma, aku sibuk dan tidak ada waktu untuk menemani mama mengobrol."Ucap Vito sambil melepaskan tangan Leni dari pundaknya.


" Apa kamu sudah melupakan pertempuran kita tadi malam? Tidak mau lagi? Mama sangat mencintaimu, Vito."Seru Leni di telinga Vito dengan suara dibuat m3ndes4h.


Vito bangkit dari duduknya lalu dia berjalan kearah sofa. Dia memilih duduk disana, Leni mengikuti langkah kaki Vito. Sepertinya perempuan paruh baya itu sedang mengalami puber nya yang ke dua.


" Ma, lupakan saja apa yang pernah terjadi dengan kita. Kita tidak bisa begini terus ma, maaf bukan maksut Vito mau merendahkan mama. Tapi, jika mama seperti ini, mama tak ubahnya seperti wanita murahan. Sama saja mama itu seperti anak mama, Bella. Vito tidak mau mengulangi kesalahan itu lagi ma, apa yang kita lakukan itu sebuah kesalahan dan itu zina ma."Ucap Vito bicara panjang lebar agar Leni bisa mengerti.

__ADS_1


Leni menggelengkan kepalanya, dia tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Vito. Bagaimanapun saat ini Leni sudah benar-benar jatuh cinta dengan sang mantan menantunya itu. Dia tidak menuntut untuk dinikahi, yang terpenting dia mau Vito menerima perasaannya dan selalu ada untuknya.


" Tapi mama mencintai kamu Vito. Apa kejadian dua malam itu tidak membuat kamu merasakan cintaku? Aku tidak menuntutmu untuk menikahi ku, aku hanya mau kita tetap memiliki hubungan dan kamu ada untukku."Ucap Leni dengan mata yang berkaca-kaca.


" Maaf ma, aku tidak bisa. Dengan hubungan seperti yang mama maksud itu berarti kita akan selalu melakukan zina kan? Aku tidak mau ma, mungkin ada baiknya kita tidak pernah ketemu lagi ma. Tolong mama mengerti akan Vito, kita ini mantan menantu dan mertua ma. Tidak seharusnya kita seperti ini. "Ucap Vito lagi semakin membuat hati Leni sesak.


Leni menangis sampai terisak, baru kali ini dia merasakan sakit dan sedih karena seorang pria. Saat Baskoro menghianatinya dia tidak sesedih ini, bahkan Leni dengan cepat melupakan penghianatan Bella dan Baskoro.


Leni berusaha meraih tubuh Vito untuk dipeluk, namun dengan sigap Vito menghindarinya. Dia tidak mau terjadi sesuatu di ruangannya yang akan membuat para karyawannya menaruh curiga.


" Lebih baik mama pergi karena Vito masih banyak pekerjaan. Terima kasih atas makanannya."Seru Vito kembali berjalan menuju kursi kebesarannya dan duduk disana.


Seandainya saat ini ada di rumahnya, mungkin Vito akan mengusir Leni secara paksa. Sedangkan dikantor Vito lebih menjaga nama baiknya, tidak mau jika para karyawan akan membicarakannya.


" Vito, apa kamu benar-benar tidak mau sama mama? Mama tidak menuntut untuk dinikahi yang penting kita selalu bersama."Ucap Leni benar-benar merendahkan harga dirinya.


" Pergilah Ma. Jangan sampai Vito mengusir mama dengan paksa dan itu akan mempermalukan mama sendiri. Dan mama perlu tahu, jika apa yang sudah kita lakukan itu adalah kesalahan besar dan aku sudah melupakannya."Ucap Vito pelan namun terdengar sangat tegas.


Apa yang dikatakan Vito membuat hati Leni memanas, bagaimana bisa Vito melupakan kejadian dua malam panas itu. Padahal malam itu Vito sangat menikmatinya dan mereka melakukan dengan penuh kesadaran.


" Mama akan pergi tapi mama tetap mencintaimu."Seru Leni.


*******


David mengantarkan Nia sampai posko, kedatangan David membuat para warga yang mengungsi menjadi heboh. Mereka sangat kagum melihat David yang sangat tampan dan postur tubuh yang sangat bagus.


David merasa risih dengan pandangan para perempuan-perempuan muda yang memandang David dengan intens. Kedatangan Nia dan David juga membuat banyak pertanyaan Pak Lurah. Pak Lurah heran siapa pria yang mengantar Nia, sebab pria itu tidak termasuk dalam rombongan para dokter.


" Maaf bapak ini siapa ya?." Tanya pak Lurah memberanikan diri untuk bertanya lebih dulu.


" Saya David."Jawab David sangat singkat membuat pak lurah kesal.


" Oh pak David, maaf kalau boleh tahu bapak darimana ya? Soalnya saya baru melihat bapak hari ini, dan kenapa bisa bareng dengan mbak Nia?."Tanya pak Lurah yang bernama Adrian itu dengan lebih detail.


Nia merasa tidak enak dengan pak lurah, sebab David belum melaporkan kedatangannya kepada lurah setempat. Tapi David datang juga belum ada 24 jam, jika memang David akan menginap pasti nanti Nia akan memintanya untuk lapor.

__ADS_1


" Maaf pak Adrian, beliau ini suami saya baru datang tadi pagi. Maaf belum sempat untuk laporan kerumah bapak."Ucap Nia mencoba untuk menjelaskan.


" Apa? Suami? Jadi mbak Nia ini sudah bersuami? Saya kira mbak Nia belum menikah. Saya patah hati deh."Ucap Adrian bertanya secara beruntun dengan menunjukan ekspresi wajah sedihnya.


" Apa maksud anda bicara seperti itu? Jangan macam-macam anda dengan saya, atau jangan-jangan anda menyukai istri saya?."Seru David sambil menarik kerah baju Adrian.


" Kalau iya memangnya kenap?." Seru Adrian semakin membuat David marah.


Buuggghhh


Buggghhhh


Dua pukulan David daratkan di perut Adrian dengan tangan kirinya tetap memegang kerah baju Adrian. Nia langsung mencoba menghentikan perdebatan dan perkelahian itu, dia malu menjadi tontonan para warga yang ada di pengungsian.


" Hubby sudah. Jangan buat malu diri sendiri, aku datang kesini itu untuk bertugas bukan untuk melihat kamu marah-marah dan berantem seperti ini."Seru Nia kesal.


David pun langsung melepaskan Adrian. Adrian tidak tahu jika dia saat ini sedang berhadapan dengan siapa. Jika dia tahu sudah pasti dia tidak akan berani dengan David.


" Jangan mentang-mentang anda orang kota, anda mau seenaknya dengan saya. Saya ini lurah disini dan saya berhak mengusir anda dari kampung ini. "Seru Adrian dengan lantang.


" Oh.. Begitu? Apa kamu tidak tahu saat ini sedang berhadapan dengan siapa?."Tanya David sambil bersedekap tangan.


" Aku tidak peduli anda siapa."Seru Adrian dengan sombongnya.


Dia tidak tahu saja jika David adalah orang yang sudah menyumbangkan semua kebutuhan para korban bencana itu. Bahkan David juga yang memberi santunan para korban, dengan per kepala keluarga mendapatkan bantuan 10 juta dan ada sekitar 100 kepala keluarga.


" Perkenalkan, David Putra Widjaya Ceo dari perusahaan Widjaya Group."Seru David memperkenalkan dirinya namun tanpa mengulurkan tangannya.


Jjddeerr


Tubuh Adrian tiba-tiba lunglai seakan tidak bertulang. Ternyata orang yang ada dihadapannya adalah orang yang selama ini ingin dia temui karena sudah mau membantu para warganya.


Para warga yang mengetahui jika suami Nua adalah orang yang sudah membantu mereka, mereka pun langsung menghampiri David dan mengucapkan rasa terima kasihnya terhadap David. David sudah banyak membantu, sembako, pakaian dan uang santunan yang nominalnya cukup banyak.


" Jadi anda Tuan David yang sudah menyalurkan bantuan itu?."Tanya pak lurah Adrian.

__ADS_1


" Hemmm." Jawab David hanya berdehem saja.


************


__ADS_2