Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Menjemput Nia


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Papa Nada mau ketemu mama Nia." Seru Nada sedari tadi David pulang dari kantor merengek meminta bertemu dengan Nia.


David ingin marah tapi tidak sanggup, apalagi dia sangat menyayangi Nada melebihi segalanya. Bahkan nyawanya saja dia pertaruhkan untuk gadis kecilnya itu. David mencoba memberi pengertian Nada agar tidak selalu meminta bertemu Nia. David muak mendengar nama Nia selalu disebut - sebut oleh anaknya.


" Nada sayang ini sudah malam jadi lebih baik Nada tidur saja yuk. Papa temanani Nada tidur, atau mau sama aunty miska ?" Tanya David dengan lembut dan pelan.


" Mau mama Nia." Jawab Nada tetap ingin bertemu dengan Nia.


" Sudah sih kak ajak saja Nada kerumahnya kak Nia, siapa tahu setelah ketemu kak Nia nanti Nada tidak rewel lagi." Seru Miska merasa kasihan dengan rengekan keponakannya.


" Diam kamu !!" Bentak David dengan kesal. Bukannya membantu menenangkan Nada justru malah membuat Nada semakin merengek.


David tidak mungkin membawa Nada kerumah Nia, apalagi David memang tidak mau bertemu dengan Nia. Namun baru sehari saja Nada tidak bertemu dengan Nia dia sudah ribut ingin bertemu dengan Nia. Miska yang kesal karena dibentak David langsung masuk kamar dan membiarkan David mengurus Nada sendirian. Apalagi kedua orang tuanya saat ini sedang keluar kota.


" Main sama mbak Nur saja ya Non." Ucap mbak Nur menghampiri Nada.


" Mau mama Nia mbak Nur." Ucap Nada sembari merengek dalam gendongan mbak Nur sang pengasuhnya.


" Iya Non. Mungkin mama Nia sedang sibuk dirumah sakit. Sekarang mama Nia kan seorang dokter, nanti kalau tidak sibuk pasti mama Nia datang lagi kerumah. Sekarang kita main dikamar ya, non Nada menggambar saja. Nanti mbak Nur bantuin pilihin warna yang cocok untuk gambarnya Non Nada." Ucap mbak Nur merayu Nada agar mau bermain dikamar.


Nada mengangguk pelan saja, dia turun dari gendongan mbak Nur lalu mengambil buku gambar, pensil serta pewarnanya. Nada akan menggambar keluarga kecil yang terdiri dari David, Nia dan Nada. Semenjak kehadiran Nia, kini Nada sudah bisa melupakan kesedihannya karena ditinggal oleh mamanya.


" Mbak Nur ini gambar Papa, mama Nia sama Nada. Baguskan mbak Nur ?" Ucap Nada tersenyum senang bisa menggambar keluarga kecilnya.


" Iya bagus Non. Gambarnya dilanjut besok saja ya, sekarang non Nada tidur dulu. Nanti kalau tidur malam - malam papa marah loh." Ucap mbak Nur dengan lembut.


Nada tidak membantah, dia dibantu mbak Nur membereskan peralatan menggambarnya dan menyimpan ditempat saat dia menggambilnya tadi. Setelah cuci kaki dan sikat gigi Nada naik kasur dan tidur dengan mbak Nur membacakan dongeng terlebih dahulu.


" Dia sudah tidur ?" Tanya David saat melihat mbak Nur keluar dari kamar Nada.


" Sudah Tuan. Kalau begitu saya permisi Tuan."Ucap mbak Nur sambil membungkukkan tubuhnya.

__ADS_1


" Heeemmmm" Jawaban singkat David.


Malam semakin larut, David melirik jam tangan mahalnya yang melingkar di tangan kirinya sudah nenunjukan pukul setengah sebelas malam. David berniat melihat Nada terlebih dahulu sebelum dia masuk kekamarnya yang ada dilantai atas.


Namun seketika David saat mendengar tangisan dari Nada. Secepat mungkin David mendekati Nada dan betapa terkejutnya David saat mendapati badan Nada demam tinggi. Teriakan David memanggil mbak Nur membuat seisi rumah terbangun dari tidurnya dan langsung berlari kekamar Nada.


" Ada apa kak?" Tanya Miska kaget.


" Maaf Tuan ada apa ?" Tanya mbak Nur ketakutan, dia takut jika pekerjaannya ada yang salah.


" Cepat suruh sopir siapkan mobil. Kita bawa Nada kerumah sakit, Nada demamnya tinggi sekali." Seru David dengan berteriak.


Mbak Nur langsung berlari memanggil sopir sedangkan Miska menghampiri Nada untuk memeriksa suhu tubuh Nada,benar saja badan Nada demam sangat tinggi. Mobil sudah siap Miska menggendong Nada dan masuk kemobil. David mengendarai mobilnya sendiri, tidak sabar disopiri oleh pak sopir.


Jalanan cukup lenggang, hanta butuh waktu 15 menit mobil David sudah sampai di rumah sakit. Kedatangan David sudah ditunggu oleh Dokter yang dinas malam. Mereka dengan segera membawa Nada keruang perawatan khusus keluarga Widjaya.


" Sakit apa anak saya ?" Tanya David penuh intimidasi sampai dokter yang menangani Nada gemetaran.


" Non Nada tidak sakit apa - apa Tuan. Sepertinya dia sedang kangen dengan seseorang, soalnya tadi dia sempat memanggil orang yang bernama Nia." Jawab dokter Danu dengan takut - takut.


" Dokter bodoh !! Anakku itu demam tinggi kenapa kamu bilang kangen dengan seseorang. Jika sampai terjadi sesuatu dengan anakku aku pastikan kamu akan aku pecat.!" Bentak David kesal.


" Ada apa Tuan Satria ?" Tanya dokter Rian langsung menuju kamar rawat Nada.


" Ini dokter gila. Anakku itu demam tinggi kenapa dia bilang anakku hanya kangen seseorang. Lihat saja sampai terjadi hal yang fatal dengan anakku kamu tidak akan selamat." Seru David lalu masuk kekamar Nada melihat kondisi Nada.


Dokter Danu menceritakan hasil pemeriksaanya kepada dokter Rian. Dokter Rian tahu apa yang membuat Nada jadi seperti ini. Dokter Rianpun masuk kekamar rawat Nada dan bicara dengan David, dokter Rian menyarankan agar David menjemput Nia dan membawanya kerumah sakit.


" Sudah kak turuti saja, siapa tahu memang Nada hanya ingin bertemu dengan kak Nia. Lihat ini demamnya juga masih tinggi banget." Ucap Miska ikut berkomentar.


" Aku datang kerumah wanita miskin itu ? Mau ditarok mana mukaku Miska. Kamu sama gilanya dengan dokter Rian. " Seru David kesal.


" Ya sudah kalau kamu tidak mau biar aku yang panggil dokter Nia. Aku bisa cari alamatnya dari pihak rumah sakit." Ucap dokter Rian.


" Jangan !! Biar aku saja !" Seru David cepat.


* Kenapa aku tidak suka saat Rian mau menjemput wanita miskin itu. * Gumam David dalam batinnya.


David keluar kamar dan menuju parkiran, dia melajukan mobilnya membelah jalanan. Sepanjang perjalanan dia terus menggerutu tidak jelas. Bagaimana bisa seorang David harus datang ke rumah Nia malam-malam begini apalagi hanya untuk menjemput Nia yang menurut David hanya seorang wanita miskin dan murahan.

__ADS_1


Mobil David sudah sampai di depan rumah Nia. David masih terdiam di dalam mobil seakan enggan untuk turun. Namun demi anaknya, David pun terpaksa turun dari mobil dan mengetuk pintu rumah Nia.


Tok Tok Tok


David terus mengetuk pintu rumah Nia sampai pintu itu terbuka. Dia tidak peduli jika ketukan pintunya itu akan mengganggu tetangga yang lainnya. Yang penting tujuannya untuk membangunkan tuan rumah bisa segera terselesaikan.


" Tuan David !" Seru Nia saat tahu tamu yang datang ke rumahnya malam - malam adalah David. Nia melirik jam yang ada di dinding ruang tamu saat ini sudah menunjukkan pukul 12 malam lewat 10 menit.


" Cepat ikut aku ke rumah sakit !! Fara-gara kamu anakku masuk rumah sakit. Sampai terjadi sesuatu dengan Nada, aku pastikan karir doktermu akan berakhir." Seru David mengancam Nia dengan kesal.


" Maksud Tuan David apa? Saya tidak melakukan apapun terhadap Nona Nada dan seharian ini pun aku tidak bertemu dengan anak Tuan. Lagi pula ini tuh sudah tengah malam Tuan. Maaf aku tidak bisa ikut dengan anda. Jika memang saya harus bertemu Nada, besok pagi saya akan datang ke rumah sakit." Tolak Nia secara halus karena memang sudah terlalu malam untuk dia keluar rumah.


" Hai apa maksud kamu menolak perintahku? Kamu itu bekerja untuk diriku. Apa kamu lupa jika kamu bekerja di Rumah Sakit ku!! Berarti kamu harus mengikuti semua perintah dan peraturan yang sudah aku buat. Apa lagi status kamu itu seorang dokter harus siap kapan pun juga saat dibutuhkan. Cepat segera kamu bersiap-siap dan ikut aku ke rumah sakit !!." Bentak David dengan lantang sehingga ada beberapa tetangga yang bangun dan mengintip kejadian itu.


Mendengar suara ribut-ribut membuat Ibu Karti juga terbangun dan menghampiri Nia yang sedang ada di ambang pintu ruang tamu. Dan ternyata ada dua tetangga yang mendatangi rumah Nia. Mereka takut jika David adalah orang jahat yang sengaja ingin mencelakai Nia dan ibunya.


" Ada apa mbak Nia ? Kenapa malam-malam teriak-teriak begini?" Tanya salah satu tetangga Nia.


" Iya nak ada apa ini?." Tanya Ibu Karti yang kini sudah berdiri di belakang Nia.


Nia jadi salah tingkah dan bingung harus menjelaskan bagaimana. Sebab David datang ke rumahnya memang untuk menjemputnya agar datang ke rumah sakit, tetapi cara David yang sama sekali tidak Nia sukai.


" Saya David pemilik Rumah Sakit tempat dia bekerja, dan saat ini dia lagi dibutuhkan di rumah sakit karena ada pasien yang harus dia tangani. Tetapi dia justru menolaknya makanya tadi saya memarahinya." Ucap David mencari pembelaan dirinya sendiri.


" Apa benar begitu Nia?" Tanya salah satu tetangga.


" Emm.. Iya pak. Saya menolak karena ini sudah sangat malam dan waktunya saya beristirahat. Maaf ya pak sudh mengganggu istirahatnya. " Ucap Nia merasa tidak enak dengan tetangganya.


Tetangga itupun hanya mengangguk dan memakluminya. Setelah semuanya jelas kedua tetangga itupun kembali pulang dan menyarankan Nia agar ikut saja kerumah sakit. Bagaimanapun dia seorang dokter dan harus siap kapanpun saat dibutuhkan.


" Nak, bersiaplah kasihan pasien mu. Kasihan juga Tuan David yang harus menjemputmu malam - malam begini." Ucap Ibu Karti dengan lembut.


" Baiklah bu, kalau begitu Nia bersiap dulu." Ucap Nia lalu masuk kekamar tanpa memperdulikan David yang saat ini masih saja berdiri didepan pintu.


" Masuk dulu Tuan David." Seru ibu Karti.


" Tidak usah bu, sudah malam jadi saya tunggu diluar saja. " Tolak David dengan halus.


Setelah beberapa menit menunggu, Nia pun sudah kembali keluar dengan penampilan yang lebih rapi dari yang tadi. Dengan segera Nia dan David masuk mobil, David kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan yang penuh, jalanan sangat sepi sehingga dengan mudah David untuk melaju dengan kencang.

__ADS_1


*********


__ADS_2