
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Hubungan yang di jalani Baskoro dan Bella selama 9 tahun ini tidak ada yang mengetahui. Namun, kali ini Leni merasakan ada sesuatu yang terjadi antara Bella dan Baskoro. Sebab Baskoro tetap selalu mengutamakan Bell, padahal Bella hanya anak tirinya saja.
Awalnya Leni tidak masalah jika Baskoro jarang memberinya uang, karena dia sendiri punya penghasilan yang lebih besar. Leni tahu jika uang gaji Baskoro sebagian untuk Bella dengan dalih biaya kuliah dan nafkah sebagai seorang ayah.
Namun tidak dengan sekarang, Bella yang sudah menikah seharusnya sudah tidak lagi di tanggung oleh Baskoro. Jikapun mau memberipun tidak harus seperti dulu.
"Mau kekantor, Pa?."Tanya Leni saat melihat suaminya sudah rapi dan siap untuk pergi kekantor. Padahal Baskoro baru kemarin siang keluar dari rumah sakit.
"Iya Ma. Papa sudah hampir seminggu loh tidak masuk kantor. Kalau tuan David marah, papa bisa-bisa di pecat. Kalau papa di pecat, mau dapat uang darimana papa? Terus papa menafkahi Bella dengan apa? Masa semua harus mama, papa malu sama mama."Ucap Baskoro tanpa sadar sudah membuat istrinya semakin penasaran dengan hubungannya dengan Bella.
"Tapi Bella itu sudah menikah, Pa. Jadi kalaupun papa mau kasih uang dia juga tidak harus sebanyak dulu. Lagi pula mama juga masih memberi dia uang meskipun tidak banyak. Bella itu sudah menjadi tanggung jawabnya, Vito."Ucap Leni merasa ada yang aneh dengan suaminya.
"Iya, iya ma. Ya sudah papa mau berangkat ke kantor dulu. Ini sudah jam 7 pagi, kalau berangkat terlalu siang nanti bisa terjebak macet."Seru Baskoro sembari melirik jam yang melingkar ditangan kirinya.
Leni hanya bisa mengangguk, sebab jarak rumah dari perusahaan suaminya bekerja memang cukup jauh. Namun berbeda dengan yang difikirkan oleh Baskoro, dia sengaja berangkat lebih awal karena ingin mampir di rumah Bella. Jarak rumah Bella ke perusahaan hanya 10 menit saja, jadi Baskoro bisa kerumah Bella lebih dulu.
Baskoro berangkat dengan mengendarai mobil milik Leni yang sudah jarang Leni pakai. Karena Leni sudah membeli mobil baru lagi 3 bulan yang lalu.
Mobil yang di kendarai Baskoro sudah sampai di dekat rumah Vito, dan mobil Vito baru saja keluar dari gerbang rumah. Sepertinya Vito berangkat ke perusahaannya.
"Loh pak Baskoro ! "Seru Minah kaget saat mendapati Baskoro masuk kerumah begitu saja tanpa permisi.
"Iya ini aku. Maaf ya, aku masuk tidak permisi dulu. Itu pintu depan sudah terbuka jadi aku langsung masuk saja. Kamu mau kemana? Bella sama Vito ada ?." Tanya Baskoro pura-pura menanyakan Vito padahal dia sudah tahu jika Vito sudah berangkat ke kantor.
"Oh.. Iya pak. Tadi memang belum saya tutup, sebab saya juga mau keluar untuk kepasar. Stok bahan makanan serta sayuran sudah habis jadi saya mau belanja. Bu Bella ada di kamarnya, lagu mual-mual pak, biasa lagi hamil muda. Kalau pak Vito baru saja berangkat ke kantor."Ucap Minah menjelaskan dengan detail.
*Hemm bagus dong kalau pembantu ini mau pergi. Kalau dilihat-lihat dia pasti bakalan lama, bisalah 1 jam bermain dengan Bella.*Gumam Baskoro bicara dalam hatinya.
Minah pun akhirnya berangkat kepasar, dan Baskoro juga berpura-pura untuk langsung ke perusahaan saja. Dia melakukan itu agar Minah tidak curiga jika dia berlama-lama dirumah Vito. Setelah Minah pergi, Baskoro justru menutup pintu dan menguncinya dari dalam.
Ceklek
Baskoro membuka pintu kamar Bella dan mendapati Bella sedang berbaring dengan mata terpejam. Sebelum Vito berangkat tadi, Bella memang mual-mual dan beberapa kali muntah sehingga sekarang dia lebih memilih untuk tidur.
Tanpa ragu Baskoro naik keranjang dan ikut berbaring di samping Bella. Tangan Baskoro melingkar di perut Bella sehingga membuat Bella langsung terkejut.
__ADS_1
"Haahhh papa ! Sejak kapan papa ada dikamar, Bella? Papa jangan cari masalah dong, pa. Kalau Minah tahu bagaimana? Dia pasti akan melapor sama Vito, kalau papa ada dikamar ku."Seru Bella kaget dan juga khawatir.
"Kamu tidak perlu takut sayang, Minah sudah pergi kepasar dan pasti pulangnya akan lama. Sebab dia bilang kalau mau belanja banyak. Bella sayang, papa kangen sama kamu. Sudah berhari-hari papa tidak mendapatkan apa yang papa inginkan dari kamu."Seru Baskoro dengan suara manja menjijikan.
Tangan Baskoro sudah mulai tidak bisa diam, tangannya mengusap pangkal paham Bella yang memang terekpose dengan nyata. Bella ingin menolak namun dia juga menginginkannya, kehamilannya memang membuat dia selalu ingin dan ingin lebih.
"Bukannya papa kemarin baru pulang dari rumah sakit. Apa papa bisa bermain, soalnya sekarang ini tubuh Bella lemas sekali pa. Jadi kalau pegang kendali tidak bisa berlama-lama."Ucap Bella dengan mata sedikit terpejam karena dia menikmati usapan yang di berikan oleh Baskoro.
"Jangan khawatir sayang, pokoknya pagi ini kita akan bermain sampai puas. Kamu hubungi pembantu kamu, dan kamu minta dibelikan makanan yang susah untuk dicari dan dia harus mendapatkannya. Dengan dalih kamu sedang ngidam."Seru Baskoro dengan ide cerdasnya.
Bella hanya menurut saja apa yang dikatakan oleh Baskoro. Dia mengambil ponsel dan mengirim pesan kepada Minah. Bella meminta Minah membelikan makanan yang susah untuk dicari.
Selesai mengirim pesan, Baskoro sudah tidak sabar lagi. Dia melepas semua pakaiannya dan begitupun dengan Bella. Tanpa menunggu lama sepasang pria dan wanita yang tidak takut dosa itu memulai permainannya. Suara-suara d3s@h@n sudah menggema di dalam kamar. Seandainya Minah ada dirumah sudah pasti dia akan mendengar suara mereka berdua.
"Ahh.. Ahh. Terus pa, terus. Percepat lagi pa, ayo pa percepat gerakannya. Aku.. Aku sudah hampir sampai."Racau Bella dengan suara yang menggema memenuhi ruangan kamarnya.
"Emm Iya sayang. Papa juga mau sampai nih, kita sama-sama ya."Ucap Baskoro.
Aaarrrrgggghhhhh
Akhirnya Bella dan Baskoro sudah sampai pada titik permainan yang mereka harapkan sedari tadi. Namun mereka tidak lah lelah, mereka mengulangi nya lagi sampai 1 jam lebih. Mereka berhenti karena Baskoro juga harus ke kantor, sehingga mereka menyudahi permainannya.
*********
Baskoro dengan senyum mengembang turun dari mobil dan melangkah menuju gedung perusahaan Widjaya Group. Dengan santainya dia melenggang masuk begitu saja, tanpa menghiraukan tatapan dari beberapa karyawan yang merasa heran dengan Baskoro. Sebab dia sampai di perusahaan sudah jam setengah sepuluh, sudah terlambat satu setengah jam dari jam operasional perusahaan.
"Ya untuk bekerja lah. Jangan mentang-mentang sekarang ini saya hanya sebagai staff biasa kamu mau seenaknya sama saya. Sombong !!."Seru Baskoro dengan lantang sehingga membuat karyawan yang lainnya memandang kearah mereka.
"Maaf ya pak. Apa ada kata-kata saya yang menyinggung pak, Baskoro. Sepertinya tadi saya cuma bertanya saja, kenapa bapak ada disini? Karena setahu saya bapak ini sudah dipecat dari dua hari yang lalu."Ucap Kepala staff dengan lancar.
Deggghhhh
Jantung Baskoro langsung berdenyut lebih kencang dari biasanya. Dia tidak tahu jika dirinya di pecat. Pemecatan terjadi secara sepihak saat Baskoro tidak masuk kerja.
"Saya di pecat? Siapa yang berani memecat saya?." Tanya Baskoro dengan marah.
"Aku yang berani memecat mu !!."Suara bariton David mengagetkan semua karyawan yang ada di devisi itu.
Dengan langkah pasti dan dengan tatapan tajam, David berjalan mendekati Baskoro yang tampak diam mematung. Dia terlihat ketakutan melihat sorot mata David yang terlihat sangat menakutkan.
"Ada yang salah dengan keputusanku pak, Baskoro ?." Tanya David dengan sorot mata semakin menakutkan.
"Tu.. Tuan David. Memangnya kenapa saya dipecat? Saya merasa tidak melakukan kesalahan."Ucap Baskoro seakan dia melupakan jika sudah hampir 1 minggu dia tidak masuk kerja dan pekerjaan yang dia tangani terbengkalai.
__ADS_1
Meskipun David tahu jika Baskoro kecelakaan, namun dia tidak peduli. Karena pihak keluarga ataupun Baskoro sendiri tidak menyampaikan alasannya tidak masuk kantor. Bahkan luka yang dialami Baskoro pun tidak lah parah.
"Cepat pergi dari perusahaan ku sebelum aku mempermalukan mu !!."Seru David dengan tegas.
"Tuan, kenapa aku di pecat?." Baskoro masih saja terus bertanya.
"Apa kamu fikir ini perusahaan nenek moyang kamu ? Seenaknya saja kamu meninggalkan tanggung jawab pekerjaanmu. Bahkan kamu tidak memberikan alasan pasti kenapa kamu tidak masuk kerja !."Bentak David.
"Tapi saya tidak masuk karena saya dirawat di rumah sakit, Tuan. Dan baru kemarin siang saya pulang. Tolong lah Tuan jangan pecat saya, saya sangat butuh pekerjaan ini."Ucap Baskoro mengiba tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.
Buuuggghhhh
Buuuggghhhh
Dua pukulan mendarat tepat di perut Baskoro, sampai Baskoro meringis kesakitan. Badannya yang memang masih sedikit lemas karena pergulatannya dengan Bella tadi yang menguras tenaganya. Sehingga saat dipukul begitu saja dia sudah tumbang dan tersungkur.
"Jangan buat saya marah, Baskoro ! Saya tidak butuh karyawan bejat seperti mu. Kamu sudah mengotori perusahaanku dengan kelakuan bejatmu itu. Sebelum aku membunuhmu, cepat enyah dari hadapanku."Seru David.
Baskoro tidak paham dengan apa yang dikatakan David. Dia ingin mencoba protes namun dengan cepat David mencengkram kedua pipinya sampai mulutnya terasa sakit dan luka jahitan di pelipisnya terasa sakit dan berdenyut.
"Jangan kira aku tidak tahu, kelakuan bejat mu bersama anak tirimu itu. Berapa kali kamu melakukannya di dalam ruangan mu dulu. Menjijikan ! Bisa saja aku memviralkan video kalian agar kamu dan anak mu itu menjadi artis dadakan."Seru David dengan menyeringai sinis.
Deggghhhh
Jantung Baskoro semakin tidak aman. Bagaimana bisa David tahu hubungannya dengan Bella. Baskoro tidak bisa berkutik lagi, dia sudah mati kutu.
"Tuan..."
"Diam kamu. "Seru David menyela ucapan Baskoro.
David melirik ke arah Rendi, Rendi tahu apa yang harus dia lakukan. Rendi meminta para karyawan untuk kembali kemejanya masing-masing dan semuanya pun menurut dengan perintah Rendi.
Setelah para karyawan sudah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Rendi mengambil ponselnya dan membuka salah satu Video dan menunjukannya kepada Baskoro.
"Hahhh bagaimana bisa Tuan David mempunyai Video itu?." Tanya Baskoro dengan bodohnya.
"Tanpa kamu bertanya saja seharusnya kamu sudah tahu jawaban nya. Sekarang kamu pergi dari sini dan jangan ganggu istriku lagi, sebab aku tahu jika kamu dan anak mesum mu itu sangat membenci istriku. Jika kamu berulah, bukan hanya video ini saja yang Viral tapi aku akan menghabisimu!."Ucap David penuh dengan ancaman.
Gleeekkkk
Baskoro hanya bisa menelan Salivanya sendiri, dia tidak mungkin membantah dan melawan David. Jika pun dia melawan yang ada bukan hanya dia yang hancur tapi Bella juga akan hancur.
Tanpa banyak protes, akhirnya Baskoro pun meninggalkan gedung Perusahaan Widjaya Group dengan memendam amarah yang besar. Seandainya David bukan orang yang berpengaruh di kota itu, sudah pasti Baskoro akan melawannya.
__ADS_1
"Sialan !! Kenapa aku bisa kecolongan begini? Setahu ku CCTV diruangan ku dulu sudah aku nonaktifkan, tapi kenapa masih bisa di akses oleh Tuan David sialan itu. Kalau begini, bagaimana aku bisa menghasilkan uang? Huhh Tuan David benar-benar menyebalkan !!." Seru Baskoro terus bermonolog dengab dirinya sendiri.
***********