Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Mulai gila


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Seminggu yang lalu, sudah berlangsung acara lamaran Rindi dan Vito. Pernikahan mereka sepakat akan diadakan 3 bulan lagi dengan pesta yang mewah. Mama Vito ingin pernikahan Vito dan Rindi tidak kalah meriah seperti pernikahannya Vito dan Bella. Rindi sebagai calon menantu hanya mengikuti apa yang sudah di rencanakan oleh calon mama mertuanya.


Rindi terima jadi semua orang tua Vito yang akan menyiapkannya. Vito dan Rindi pun mengiyakan apa saja yang akan di siapkan oleh orang tuanya. Orang tua Rindi pun setuju dengan calon besannya.


Vito saat ini sedang meeting dengan David di salah satu restoran bintang 5. Vito tidak tahu jika David yang akan datang, sebab selama bekerja sama dengan perusahaan David, selalu Rendi yang menemuinya untuk meeting.


Selesai meeting, Vito dan David terlibat obrolan pribadi.


" Apa kamu sudah mau menikah lagi? Tidak hanya untuk menutupi perasaan mu kepada istriku kan?."Tanya David dengan tatapan matanya yang tajam.


" Maaf Tuan, saya tidak ada rasa apa-apa lagi kepada istri anda. Untuk kejadian waktu itu saya meminta maaf. Saya mengaku salah dan saya memang bodoh, tidak seharusnya saya seperti itu. Jadi wajar saja jika saat itu anda memukuli saya."Ucap Vito menyesali semua perbuatannya yang sudah pernah terjadi beberapa bulan yang lalu.


" Baguslah kalau kamu sadar diri. Jadi aku tidak perlu menghajarmu lagi."Jawab David masih dengan mode serius.


" Iya Tuan. Insya Allah dalam 3 bulan kedepan saya akan menikah. Nanti saya pasti akan mengundang Tuan David dan keluarga. Sekali lagi maafkan saya atas kekhilafan saya waktu itu."Ucap Vito tetap merasa tidak enak dengan David.


David diam mencoba memikirkan ucapan Vito. Apakah serius atau hanya akal-akalan Vito saja. Namun sejauh ini David tidak menemukan kebohongan di wajah Vito.


" Sekali lagi kamu buat masalah dengan ku, aku pastikan akan menghancurkan karier dan perusahaan mu. Akan aku buat keluargamu jadi gembel jalanan." Seru David penuh dengan nada ancaman.


" Iya tuan. Semua itu saya pastikan tidak akan lagi terjadi."Jawab Vito dengan yakin.


Heeemmmm


David hanya berdehem saja. Setelah urusan dengan Vito selesai, David memilih meninggalkan restoran lebih dulu. Sementara Vito masih setia duduk di tempatnya dan membiarkan David pergi lebih dulu.


Setelah dirasa David sudah jauh, Vito pun bangkit dan berjalan menuju pintu keluar. Vito menghampiri mobilnya yang terparkir di depan restoran. Namun tiba-tiba saat Vito hendak membuka pintu mobil tangannya di cekal oleh seseorang.

__ADS_1


" Vito tunggu !!." Seru orang itu dengan cepat.


Vito hafal betul siapa pemilik suara itu, sebab suara itu tidak pernah dia lupakan. Apalagi suara itu adalah suara seseorang yang sudah pernah membuat nya melakukan kesalahan dan dosa besar.


" Tante Leni." Seru Vito langsung mengibaskan tangan Leni.


" Aku mau bicara sama kamu, apa kamu ada waktu?." Tanya Leni penuh harap jika Vito ada waktu untuk bicara dengan nya.


" Maaf tante, saya tidak bisa. Saya buru-buru harus kembali ke perusahaan lagi, ada pekerjaan yang harus saya kerjakan tante."Jawab Vito tetap menghindari Leni.


Vito tidak mau terlibat ataupun berurusan lagi dengan Leni. Jika melihat ataupun bertemu dengan Leni, Vito selalu terbayang dan teringat dosa besar yang pernah mereka berdua lakukan. Sebisa mungkin Vito menghindari Leni.


" Sebentar saja, Vito. Aku mohon, hanya sebentar saja."Seru Leni sambil mengatubkan kedua tangannya.


" Apa lagi yang ingin tante bicarakan? Kita ini sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Maaf tante, aku tidak mau ada yang melihat kita dan akan salah paham. Apalagi sebentar lagi aku akan menikah dengan kekasihku."Ucap Vito tetap tidak mau menerima ajakan Leni.


Leni tidak putus asa, dia tetap meminta Vito untuk meluangkan waktunya sebentar untuk bicara dengannya.


" Aku mohon Vito."Seru Leni dengan memohon.


" Hemm baiklah, sepuluh menit. Hanya sepuluh menit saja, kita bicara disini saja."Seru Vito yang akhirnya mengiyakan permintaan Leni.


" Di restoran ini? Bagaimana kalau kita bicara di rumah atau di tempat yang lebih private ? Jadi tidak akan ada orang yang mengganggu ataupun salah paham, Vito."Ucap Leni bicara dengan suata dibuat selembut mungkin.


Vito hanya tersenyum sinis, dia sudah bisa membaca trik licik Leni. Leni pasti akan menjebaknya lagi, Vito tidak akan lagi terjebak dengan permainan Leni.


" Kalau tidak mau ya sudah. Kalau mau ya di tempat ini saja, kita duduk di kursi yang di luar itu saja."Seru Vito lagi.


Hhhaaahhhh


Leni m3md3s4h dengan pelan, tidak ada pilihan lain selain menerima apa yang sudah di putuskan oleh Vito. Vito berjalan lebih dulu dan Leni mengikutinya.


" Hanya 10 nenit saja tante, cepat katakan apa yang ingin tante bicarakan."Ucap Vito langsung pada intinya.


" Apa kamu benar mau menikah dengan wanita yang saat itu kamu kenalkan? Siapa namanya, hemm Rindi. Iya kalau tidak salah namanya Rindi. Vito, kamu kan tahu jika aku ini mencintai kamu dan sampai saat ini pun aku masih mencintai kamu. Apakah tidak ada lagi kesempatan untuk ku sedikit saja."Seru Leni tanpa tahu malu masih saja tetap mengharapkan Vito untuk bisa bersamanya.

__ADS_1


" Jangan gila tante !! Aku tidak ada perasaan apapun dengan tante. Dan sebentar lagi aku dan Rindi akan menikah. Apa tante itu tidak malu dengan Bella?."Seru Vito kesal menghadapi Leni yang tidak tahu malu.


" Bella sudah tidak tinggal di kota ini lagi, dia sekarang tinggal di Paris. Jadi aku tidak perlu malu dengan Bella. Vito, apa kamu benar-benar sudah melupakan dua malam panjang yang pernah kita lalui berdua? Tidak ingatkah kamu saat kita saling berbagi peluh dan d3s4h4n kita bersahut-sahutan. Aku merindukan saat-saat itu lagi Vito, dan aku masih berharap itu bisa terjadi lagi. Aku kecanduan dengan permainan kamu, Vito. Hampir setiap malam aku selalu membayangkan bisa bermain denganmu lagi. Jika kamu mau uang , aku bisa memberikan asal kamu mau main denganku."Seru Leni semakin gila dan semakin tidak punya rasa malu sama sekali.


Brraaakkk


Vito menggebrak meja dengan keras, beruntung saat ini mereka duduk di luar restoran sehingga tidak mengganggu pengunjung yang lainnya. Vito marah, dia sangat terhina dengan ucapan Leni tadi.


" Tante kira saya ini laki-laki apaan? Ingat ya tante, meskipun tante mau membayarku 1 milyar pun aku tidak akan sudi. Kejadian waktu itu adalah sebuah kesalahan dan aku tidak akan pernah sudi untuk mengulangnya lagi !! "Seru Vito benar-benar marah.


" Tapi,, aku sangat mencintaimu Vito. Kamu menikah dengan Rindi tidak masalah asal kamu masih tetap bisa memberikan apa yang aku mau. Aku hanya butuh k3pu4s4n dari kamu Vito."Ucap Leni lagi.


Vito sudah tidak bisa lagi meneruskan obrolan yang semakin kacau itu. Waktu 10 menit yang Vito berikan pun sudah habis. Vito bangkit dan langsung berjalan menuju mobilnya tanpa pamit lagi dengan Leni.


" Vito ! Vito ! Tunggu dulu !."Teriak Leni memanggil Vito sambil berlari kecil.


Vito tidak menghiraukan teriakan Leni dia tetap terus berjalan menuju mobilnya. Setelah sampai di mobil, Vito segera masuk dan menghidupkan mesin mobilnya. Tanpa menunggu lama, Vito melaju meninggalkan restoran itu dan membiarkan Leni terus berteriak memanggilnya seperti orang gila.


" Sepertinya tante Leni itu sudah tidak waras lagi. Masa dia tidak malu berteriak seperti itu, dikira dia aku ini laki-laki gampangan. Mungkin dulu iya, tapi sekarang aku tidak mungkin akan seperti dulu lagi. Aku sudah tobat, aku ingin memperbaiki diri dan mencoba menjadi imam yang baik untuk Rindi."Ucap Vito bermonolog sendiri.


Sementara itu, Leni sedang menangis sambil bersimpuh di parkiran. Dia tidak malu ada orang yang melihatnya, sepertinya Leni memang sudah tidak waras lagi. Rasa malunya sudah mati dan sudah tidak lagi bisa tumbuh.


" Huhuuu.. Huuu huuu Vito aku mencintaimu. Aku mau kita seperti dulu lagi, Vito bagaimana lagi caranya agar aku bisa bersama kamu. Kamu jahat Vito, kamu sudah melupakan kebersamaan kita. Tapi aku tidak akan bisa melupakan semuanya Vito."Seru Leni sambil menangis tersedu-sedu.


Leni pun bangkit dan menghampiri mobilnya. Dia sudah lupa dengan rasa laparnya, padahal tadi dia datang ke restoran itu ingin makan siang. Namun saat melihat Vito di parkiran, rasa laparnya menghilang seketika.


Mobil Leni juga meninggalkan parkiran restoran, dia mengendari mobilnya menuju rumahnya. Dia sudah tidak konsrntrasi untuk bekerja, sehingga dia memutuskan untuk pulang. Tidak menunggu lama, mobil Leni sudah sampai di halaman rumahnya. Dengan buru-buru Leni masuk rumah dan langsung menuju kamarnya.


" Ahhh akhirnya bisa rebahan juga. Oh iya aku kan mau melihat video rekaman CCTV permainanku dengan Vito saat di ruang tengah itu."Seru Leni mengeluarkan Ponselnya dan Leni langsung mencari rekaman CCTV yang dia maksud.


" Seandainya Vito bisa aku miliki, pasti dia akan bisa membuat aku puas setiap harinya. Vito, di video ini kamu terlihat perkasa sekali."Seru Leni sambil mengusap gambar Video yang ada di ponselnya.


Sepertinya Leni memang sudah tidak normal lagi. Hampir setiap malam dia membayangkan sedang bermain dengan Vito, dia berimajinasi jika Vito menjamahnya seperti dalam video yang dia tonton.


" Aaahhh... Emmmhh Vito. Aku sangat mencintaimu sayang."Seru Leni dengan suara yang menjijikan.

__ADS_1


**************


__ADS_2