Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Mie goreng


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Sebelum tidur, David mengajak ngobrol anak yang masih dalam kandungan Nia. Nia sampai geli sendiri karena sedari tadi Davi terus mencium dan mengusap perutnya yang masih rata. Maklum saja, usia kehamilan Nia baru dua bulan.


" Hubby sudah dong, aku geli loh."Ucap Nia.


" Sebentar sayang, aku sedang mengajak bicara anak kita. Katanya kalau sering di ajak bicara papanya, nanti anaknya cerdas dan pintar serta akan dekat dengan papanya."Ucap David masih saja mengusap perut Nia.


* Hemm sepertinya aku tidak ada cara lain untuk membuat David udahan. Aku geli juga kalau begini terus, ini sudah satu jam dia mengusap dan menciumi perut ku.*Gumam Nia mulai mengeluarkan akal liciknya.


Nia membenarkan posisi sandaran nya terlebih dahulu sebelum dia mengerjai David. Akhir-akhir ini Nia senang mengerjai suaminya.


" Hubby, dedek bayinya pengen mie goreng."Seru Nia dengan manja.


Hahhhh !! Mampus aku.


David langsung menegakkan tubuhnya dan menatap manik istrinya dengan lekat. Wajah Nia dibuat mendramatisir sebagus mungkin untuk menyakinkan David.


David menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. Seakan menyesal sudah mengganggu istirahat istrinya dan harus berakhir di dapur.


" Baru jam 10 malam, aku minta pelayan untuk buatin ya?." Seru David bernegosiasi.


" Tidak mau ! Aku mau mie goreng buatan tangan Hubby sendiri. Pokoknya aku mogok makan kalau sampai Hubby tidak mau buatin."Seru Nia dengan mulut mengerucut.


Jika sudah seperti itu tidak ada pilihan lain lagi selain David terjun langsung ke dapur. Akhirnya dengan langkah gontai, David turun dari kasurnya dan di ikuti Nia dari belakangnya. Dalam hati Nia, dia bersorak gembira bisa membuat suaminya turun ke dapur langsung.


" Hubby aku tunggu disini saja ya sambil nonton Tv. Awas saja kalau sampai Hubby minta bantuan pelayan, aku akan marah sama hubby."Seru Nia mengancam.


" Iya sayang, tapi aku bolehkan lihat video cara masaknya. Aku sama sekali tidak bisa masak sayang, jadi perlu bantuan tutorial nya."Ucap David terdengar sangat pasrah.


" Boleh. Cepatan hubby, keburu aku mengantuk."Ucap Nia lagi.


Tanpa berlama-lama, David kembali melangkah menuju dapur. Setelah sampai dapur dia melihat masih ada 1 pelayan yang sedang mengecek isi kulkas, memastikan stock sayuran dan lauk pauk masih aman untuk besok pagi.


" Ahh Tuan David. Tuan cari apa?."Tanya pelayan itu dengan gugup.

__ADS_1


" Kamu ngapain masih disini? Bukannya ini sudah waktunya untuk istirahat."Tanya David dengan wajah yang sudah berubah datar.


" Emm.. Saya sedang mengecek sayuran, serta daging dan lainnya. Soalnya besok pagi saya mau belanja isi kulkas jadi memastikan apa saja yang sudah habis."Jawab pelayan itu takut-takut.


Dirumah David untuk stock kulkas terkhusus sayuran dan lauk pauknya memang tidak stock banyak. Stock cukup untuk 1 minggu saja dan setelah habis akan langsung beli lagi. Dan itupun Nia meminta untuk belanja di pasar tradisional saja.


" Oh ya sudah. Tolong siapkan bahan-bahan untuk buat mie goreng, setelah itu kamu boleh pergi."Ucap David.


" Biar saya buatkan saja, Tuan."Seru pelayan.


" Tidak perlu ! Cepat siapkan saja apa yang aku minta tadi, setelah itu kamu pergi !."Seru David lagi dengan suara yang lebih keras sehingga membuat pelayan itu ketakutan.


Setelah bahan-bahan sudah disiapkan dan pelayan tadi pergi dari dapur. David membuka aplikasi mastube untuk melihat toturialnya lebih dulu. Langkah pertama David merebus air untuk merebus mienya lebih dulu. Sambil menunggu airnya mendidih David memotong bumbu-bumbunya dan bahan pelengkap lainnya.


" Huuhh mengupas bawang merah 3 biji saja mata pedih begini. Bagaimana kalau sampai mengupas 1 kg, mungkin besoknya mataku tidak bisa melek."Gumam David sambil mengusap air mata nya yang keluar.


David terus menonton video yang masih dia putar, bahkan dia menonton secara berulang-ulang untuk memastikan agar tidak salah bumbu.


Setelah bertempur selama 35 menit, 1 piring mie goreng dengan toping bakso dan sawi serta telor ceplok sudah terhidang di atas piring. David membawa sepiring mie goreng itu ketempat dimana istrinya menunggu. David tidak menghiraukan dapur yang berantakan seperti baru saja terkena guncangan gempa.


" Sayang, mie gorengnya sudah jadi. Sekarang waktunya kamu nikmati."Seru David dengan wajah berbinar.


Padahal Nia sama sekali belum mengantuk, dia sengaja meminta David untuk makan mie itu sendiri agar David tahu bagaimana rasa masakannya sendiri. Seberapa hancurnya masakannya itu.


" Tapi sayang, bukannya tadi kamu yang mau mie goreng ini."Seru David.


" Iya, tapi anak ini sudah tidak mau lagi. Tapi dia mau Papanya yang makan, cepat hubby makan. Aku tiduran sambil lihatin hubby makan. Cepat hubby, keburu aku mengantuk nih ini juga sudah mengantuk berat loh. Jangan sampai anak kita ileran gara-gara papanya tidak mau makan mie goreng. Makan ya hubby."Seru Nia seperti sedang memohon.


* Huuhhh kira-kira seperti apa ya rasa mie goreng ini. Pasti kacau balau, aku juga tadi belum sempat mencicipinya. Ya sudahlah, aku makan saja demi anakku.*Gumam David dalam hati.


David mulai menyuapkan satu sendok mie goreng ke mulutnya. Secara perlahan-lahan David mengunyahnya, dan tiba-tiba David memejamkan matanya.


" Kenapa Hubby?."Tanya Nia.


" Emm ini sangat asin dan tidak enak, Sayang. Aku buang saja ya, ini tidak bisa dimakan sama sekali. Rasanya asin dan campur-campur tidak karuan, bawangnya juga masih terasa mentah. Beruntung bukan kamu yang makan, Sayang."Ucap David sambil meringis.


" Tidak bisa begitu dong, Hubby. Harus dihabiskan, ini keinginan anak kita. Mau kalau dia ileran? Hemmm makanya Hubby, jangan kelamaan kalau mengobrol sama anak dalam kandungan ini. Dia tahu kalau papanya itu lagi santai, jadi dia minta deh aneh-aneh begini. Sudah cepat habiskan."Ucap Nia bicara seolah-olah serius, padahal dalam hatinya dia tertawa puas bisa mengerjai suaminya.


David tidak bisa menolak lagi, mau tidak mau dia harus menghabiskan makanan itu demi anaknya agar tidak ileran.


Nia berbaring di sofa sambil terus memperhatikan suaminya, dia sebenarnya kasihan tapi itu hukuman juga untuk sang suami.

__ADS_1


Setelah 10 menit, 1 piring mie goreng itu sudah habis. David bangkit dan cepat-cepat lari ke dapur untuk mencari minuman yang ampun menghilangkan asin di lidahnya. David membuka kulkas dan mengambil jus mangga kemasan kotak dan langsung menghabiskan 2 kotak sekaligus.


" Tidak lagi-lagi makan, makanan seperti ini. Beruntung Istriku tidak jadi makan, kalau tadi dimakan istriku pasti didalam perut sana anakku akan muntah-muntah dan bisa terkena darah tinggi." Ucap David bicara pada dirinya sendiri.


******


" Kenapa sekarang kamu jadi enggan saat aku ajak bermain, Bella?."Tanya Baskoro dengan kesal.


Malam ini Baskoro mengajak Bella untuk bermain, namun Bella menolaknya dengan alasan capek dan perut kram. Usia kehamilan Bella saat ini memang sudah 7 bulan dan sudah membesar, membuat Bella mudah lelah dan capek.


Sebenarnya itu hanya alasan Bella saja, dia sengaja menolak ajakan main dari Baskoro karena dia bosan dan muak dengan pria tua itu. Dan permainan Baskoro sekarang juga membosankan dan terkesan kasar.


" Kamu tahu kan kalau aku ini sekarang sudah hamil sebesar ini? Seharusnya kamu itu bisa paham dan pengertian, jangan nafsu kamu saja yang kamu utamakan, Baskoro."Ucap Bella memanggil tanpa ada embel-embel sayang.


" Haah kok kamu yang marah? Dan kenapa kamu memanggilku seperti itu, Bella sayang. Kamu tidak apa-apa kan? Semoga saja kamu hanya kesal efek dari hormon kehamilanmu saja. Ya sudah kalau memang malam ini tidak mau main, masih banyak waktu kok untuk main."Ucap Baskoro mendekati Bella dan memeluk Bella.


Uuuggghhh


Bella berontak dan melepaskan pelukan Baskoro, tidak tahu kenapa Bella sangat-sangat malas untuk sekedar bermesraan dengan suaminya sendiri.


" Bella !! Kamu ini dari kemarin bikin aku marah terus ya. Sebenarnya kamu itu kenapa?."Tanya Baskoro terpancing emosi.


" Aku muak sama kamu, Pa. Aku benci, aku tidak mau dekat-dekat kamu lagi. Setelah anak ini lahir aku mau kita bercerai, lagi pula kita juga menikah secara siri."Seru Bella dengan lantang.


Plaakk


Plaakk


Dua tamparan melayang dipipi Bella. Baskoro teesulut emosi dengan perkataan Bella tadi.


" Sampai kapanpun, kamu tidak akan aku ceraikan Bella. Bahkan sekarangpun kamu itu sudah menjadi istriku untuk selamanya, sebab pernikahan kita sudah terdaftar di KUA. Sampai kapanpun kamu itu milikku."Seru Baskoro sambil tertawa.


Bella tidak tahu jika Baskoro sudah meresmikan pernikahannya. Jika seperti itu, Bella akan semakin sulit untuk bercerai dari Baskoro. Baskoro tidak akan pernah membiarkan Bella lepas dari genggamannya.


" Lepaskan." Seru Bella saat Baskoro m3n9un9kung tubuhnya.


" Tidak akan pernah aku lepaskan, Bella sayang. Malam ini kamu harus melayaniku dengan baik. Jangan coba-coba untuk meminta cerai, Bella."Seru Baskoro dengan tangan yang sudah mulai menjelajah.


Bella tidak punya banyak tenaga, terlebih dia juga sedang hamil besar. Tanpa perlawanan, untuk malam ini Bella dan Baskoro bermain dan Baskoro memperlakukannya dengan sangat kasar, tanpa memperdulikan keselamatan bayi dalam kandungan Bella.


***********

__ADS_1


__ADS_2