Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Dua manusia gila


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Prokk


Prokk


Prokk


Suara tepuk tangan mengagetkan Bella dan Baskoro yang sedang bergulat dengan manja. Susah 1 jam lebih mereka bermain tapi masih saja belum menyelesaikan permainan. Cuaca panas di luar sana tidak mengurangi semangat bermain mereka berdua.


" Mama"


" Leni"


Seru Baskoro dan Bella secara bersamaan, Baskoro langsung turun dari tubuh Bella. Dia segera menutupi tubuh polos Bella dengan selimut tebal. Sedangkan dirinya sendiri buru-buru memakai celananya yang terongok dilantai.


" Loh kenapa berhenti? Bukannya kalian ini sudah sah, jadi ya tidak perlu malu-malu ataupun sembunyi-sembunyi seperti ini dong. Tenang saja, aku datang kesini tidak akan mengganggu kalian berdua. Aku datang karena mengantarkan barang-barang Bella yang masih tertinggal dirumahku. Aku tidak sudi menampung barang wanita murahan seperti dia."Seru Leni dengan santainya.


Sebagian barang-barang Bella saat pindah kerumah Vito memang tidak dibawa semua dengan alasan saat dia menginap biar mudah. Tidak perlu membawa baju lagi sebab dirumah masih ada banyak. Namun, sekarang saat dia pindah ke rumah Baskoro justru mamanya yang mengantarkan barang-barang itu.


Leni memandang sinis kearah Bella, wajah Bella tertunduk dengan malu. Leni sudah tidak mau menganggap dia anak lagi, rasa sakit yang Bella torehkan terlalu dalam dan menyakitkan. Sehingga Leni memilih untuk menjauhi Bella, jika suatu saat nanti mereka harus berbaikan berarti Leni sudah bisa menyembuhkan rasa sakit hatinya.


" Mama. Kenapa barang-barang Bella mama bawa kesini? Apa mama benar-benar mengusir Bella dari rumah mama? Bella ini anak mama, kenapa mama tega sama Bella?." Tanya Bella dengan menatap aneh kearah mamanya.


" Tega kamu bilang? Punya ot4k itu jangan dirarok dengkul, Bella. Jangan bicara soal tega dan tidak tega denganku. Bagaimana perlakuanku itu tergantung bagaimana kamu bersikap. Lagi pula itu rumah ku, dan kamu tidak ada hak di rumah itu. Oh iya, kamu bukan lagi anakku !!." Ucap Leni dengan menunjuk tepat di wajah Bella.


" Jadi mama sudah tidak mau menganggap aku anak lagi? Baiklah ma, aku tidak masalah dengan semua itu. Mama bisa lihatkan? Tanpa mama aku bisa bahagia, bahkan aku sekarang juga sudah mempunyai suami yang baik dan sangat menyayangiku. Terima kasih ya ma, sudah menjadikan papa Baskoro papa tiriku sehingga aku dan papa bisa kenal dan saling jatuh cinta. Dia lebih pantas bersanding dengan ku daripada dengan mama. Papa itu masih muda dan tenaganya juga super, jadi lebih cocok sama Bella."Seru Bella dengan begitu angkuhnya tanpa peduli dengan perasaan mamanya.


Ada senyum penuh kebahagiaan yang di sunggingkan oleh Baskoro. Dia begitu senang saat Bella memilihnya, dan membanggakannya didepan Leni. Leni tidak menyesal menggugat cerai Baskoro, seandainya dia tidak memasang CCTV sudah pasti saat ini dia masih terkurung dalam dunia kebohongan Bella dan Baskoro.


Pllaakkk

__ADS_1


Tangan Leni terayun dengan kasar dan mendarat sempurna di pipi kiri Bella. Melihat Bella yang di tampar oleh mantan istrinya, membuat Baskoro tidak terima. Baskoro langsung mencengkram lengan Leni dengan kuat.


" Sekali lagi kamu menyakiti istriku, aku pastikan tanganmu ini akan lumpuh !!." Seru Baskoro mengancam Leni.


" Lepaskan !! Jangan pernah menyentuhku dengan tangan mu yang menjijikan itu!!."Seru Leni menghempaskan tangan Baskoro dengan kasar.


Baskoro menyeringai dengan sinis saat Leni menghempaskan tangannya.


" Kamu mau tahu kenapa aku memilih berselingkuh dengan Bella? Itu karena Bella lebih cantik, Bella lebih pandai bergoyang, Bella lebih bisa memuaskan aku. Dirimu apa? Baru main 15 menit saja sudah keok, ingat Leni. Pria itu butuh kepuasan yang sempurna, jadi jangan salahkan aku kalau aku ini mencari kepuasan dari Bella. Bella lebih Hot, kamu mau tahu bagaimana Bella memuaskan aku?." Tanya Baskoro dengan tidak tahu malunya.


Baskoro berjalan menuju pintu, dan dengan cepat dia mengunci pintu kamarnya. Dia ingin menunjukan permainannya langsung didepan mata Leni.


" Apa yang ingin kamu lakukan Baskoro? Jika kalian ingin melanjutkan permainan kalian silahkan saja, tapi jangan seperti ini. Aku jijik melihat kalian, apalagi harus melihat kalian bermain." Sentak Leni dengan kasar.


Hahahaaaaaa


Baskoro tertawa dengan lantang, dia semakin suka melihat Leni yang marah. Dia semakin tertantang untuk menunjukan permainan mereka.


Bella tahu apa yang dimaksud oleh Baskoro, meskipun dia membenci mamanya karena tadi sudah menamparnya. Namun dia tidak membenarkan tindakan Baskoro untuk main didepan mamanya secara langsung.


" Papa apa-apaan? Masa iya kita mau main di depan mama seperti ini?." Tanya Bella sedikit berbisik di telinga Baskoro.


" Tidak ! Jika kamu mau lakukan saja sendiri, bila perlu lakukan dengan mama. Kamu ini sudah gila, sudah tidak waras lagi. Untuk apa kamu mau mempertontonkan permainan kita, aku tidak mau. Dan jika kamu memaksa aku akan meninggalkan kamu."Seru Bella dengan pelan tapi penuh dengan penekanan.


Hhhuffff


Baskoro menghela nafas dengan kesal, padahal dia ingin menunjukan keperkasaannya didepan Leni. Dan membuat Leni menyesal sudah menceraikannya. Jika Bella tidak mau, Baskoro pun tidak bisa berbuat banyak.


Dengan sangat terpaksa, Baskoro membuka pintu kamarnya dan membiarkan Leni keluar. Sebelum keluar dari kamar, Leni sempat mengeluarkan kata-kata kasar nya terlebih dahulu.


" Sampah lebih cocok dengan sampah !!." Seru Leni memandang sinis kearah Bella dan Baskoro.


Setelah bicara seperti itu, Leni pun keluar dari kamar. Dia merasa jijik berlama-lama berada di dalam rumah itu.


" Awas aku mau mandi lalu makan, perutku sudah lapar sekali."Seru Bella turun dari ranjang dengan polosan berjalan ke kamar mandi.


* Aduhai Bella, tubuhmu benar-benar mempesona. Mulai hari ini kamu milikku seutuhnya, dan selamanya akan menjadi milikku.* Gumam Baskoro dalam hatinya.

__ADS_1


********


Hesti terpaksa di larikan kerumah sakit, Vito dan papanya saat ini sudah berada di rumah sakit semua. Hesti syok saat Vito memberitahu jika dia sudah mentalak Bella, dan Bella juga sudah menikah dengan mantan papa tirinya sendiri.


" Bagaimana mama kamu bisa seperti ini, Vito?."Tanya Pak Sigit yang menemui Vito di luar kamar rawat Hesti.


" Semua gara-gara Bella, Pa. Mama syok saat Vito mengatakan sudah mentalak Bella."Jawab Vito jujur.


" Talak? Jadi kamu sudah menceraikan, Bella?." Tanya pak Sigit dengan kaget.


" Iya pa. Aku sudah menjatuhkan talak 3 langsung, dan yang membuat mama lebih kaget itu saat dia mengetahui jika menantu kesayangannya itu sudah menikah dengan papa tirinya sendiri. Padahal dia masih menjadi istri sah ku, dia sudah menikah lebih dulu dengan Baskoro."Ucap Vito semakin jujur dan semakin membuat papa nya juga kaget.


Pak Sigit menggelengkan kepalanya, dia benar-benar tidak habis fikir dengan kelakuan Bella dan Baskoro. Sudah tua bukannya memperbaiki diri, justru semakin tidak tahu arah.


" Hemm ya sudah, yang penting sekarang kamu sudah melepaskan wanita itu. Masih banyak wanita lain di luaran sana yang lebih baik dari Bella." Ucap pak Sigit menasehati Vito.


" Ini kan mau papa sama mama kan? Dulu kalian yang memaksaku untuk menikah dengan, Bella. Padahal aku punya pilihan sendiri. Bahkan dengan liciknya mama itu menjebak Nia dan mencelakai ibu nya Nia."Seru Vito justru dia kesal.


" Maksud kamu?." Tanya Pak Sigit.


Pak Sigit pura-pura tidak tahu atau benar-benar tidak tahu, Vito tetap menceritakan semuanya kepada papanya apa saja yang sudah dilakukan Bella dan mama Hesti terhadap Nia dan ibunya. Pak Sigit benar-benar dibuat terkejut kembali dengan penuturan dari Vito. Selain sombong dan suka pamer, istrinya ternyata juga licik dan jahat.


Obrolan mereka terhenti karena dokter memanggil mereka. Memberitahu jika Hesti tidak perlu rawat inap, hari itu juga jika sudah siuman dan cairan infusnya habis sudah boleh pulang. Sebab tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Hesti hanya syok itu juga bukan karena kabar dari Vito. Itu juga di akibatkan karena perut Hesti dalam keadaan kosong, jadi lemas dan pingsan.


" Terima kasih dokter."Ucap pak Sigit.


Pak sigit masuk keruangan melihat sang istri. Sedangkan Vito mengurus administrasi sekaligus mencari keberadaan dokter Miska.


" Ini bukti pembayarannya ya, pak."Ucap petugas rumah sakit dengan ramah.


" Iya. Oh iya, apa dokter Miska tidak masuk ya?."Tanya Vito menanyakan keberadaan Miska.


" Miska? Apa dia anak magang? Soalnya setahu saya Miska itu hanya dokter magang saja. Untuk anak magang, biasanya sih hari libur tetap masuk. Coba bapak tanyakan dibagian informasi saja."Jawab petugas rumah sakit menjelaskan dengan ramah.


Vito hanya mengangguk saja, dia pun pergi meninggalkan tempat admimistrasi. Dia tidak mau mencari keberadaan Miska, mungkin saja dia sedang sibuk. Padahal Miska sedang tidak masuk, karena dia anak dari pemilik rumah sakit dan dia meminta libur. Saat ini Miska sedang jalan-jalan dengan sang kekasihnya, Rendi.


Kalau Vito nakdir Miska, sudah pasti Vito bakalan patah hati nih. Kasihan. Heheeee.

__ADS_1


***********


__ADS_2