
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
"Ma, maafkan Bella dan papa. Kami berdua khilaf ,Ma. Tolong jangan adukan semua ini kepada Vito dan keluarganya. Bella tidak sanggup jika Vito meninggalkan Bella, Ma."Seru Bella yang kini sudah bersimpuh di kaki sang mama dengan menangis sesunggukan.
Leni masih tidak bisa membendung air matanya, air matanya terus mengalir membasahi pipinya. Perbuatan Bella dan Baskoro sangat menjijikan dan sudah tidak bisa dimaafkan lagi. Jika merek khilaf, tidak mungkin semua itu berjalan sampai 9 tahun. Sembilan tahun bukan waktu yang singkat, hampir separuh umur pernikahannya dengan Baskoro dia di bohongi dan menjadi orang yang sangat bodoh.
"Sembilan tahun kamu bilang khilaf? Mama dan lelaki brengsek itu menikah sudah 19 tahun, Bella. Dan kalian berselingkuh sudah 9 tahun, dan itu separuh usia pernikahan mama,Bella."Ucap Leni dengan penuh amarah.
Leni mendongakkan kepala Bella sehingga mata mereka saling bertatapan. Tergambar jelas gurat kekecewaan di sorot mata Leni.
Pllaakk
Pllakk
Dua tamparan langsung Leni layangkan dipipi Bella. Selama ini Leni tidak pernah melakukan kekerasan kepada Bella apalagi sampai main tangan. Untuk yang pertama kalinya, dia memukul Bella.
Baskoro terkejut melihat Leni yang menampar Bella. Secara tidak sengaja, Baskoro reflek mendekati Bella dan membawa Bella kedalam pelukannya. Bella berontak dan mendorong Baskoro sampai Baskoro hilang keseimbangan dan jatuh tersungkur di lantai.
"Papa jauhi, Bella. Jangan dekati Bella lagi !! Semua ini gara-gara papa !! Jika siang itu papa tidak pulang, pasti siang itu aku tidak akan melakukannya dengan papa. Aku menyesal sudah ikut permainan papa."Ucap Bella dengan lantang menyalahkan Baskoro.
"Apa maksud kamu, Bella? Kamu jangan menyalahkan papa, Sayang. Semua ini terjadi atas kemauan kita berdua, kita melakukannya atas dasar suka sama suka. Bukannya yang pertama menginginkannya itu kamu? Kamu yang ingin merasakan seperti video yang saat itu kamu tonton. Kebetulan saat itu papa pulang dan kamu mau melakukannya sama papa. Jadi jangan cuma papa yang kamu salahkan, kita disini sama-sama salah. Kita dua loh sama-sama menikmatinya."Ucap Baskoro justru masih bisa dia terkekeh.
"Tapi papa yang setiap malam selalu datang kekamarku untuk minta jatah."Seru Bella masih mencoba membela diri dan menganggap dirinya benar.
"Wajar dong kalau papa minta sama kamu. Lagipula kamu juga menginginkannya."Seru Baskoro tidak mau terus disalahkan.
" Dddiiiammmm !!."
__ADS_1
Teriak Leni dengan lantang dan histeris, dia tidak habis fikir dengan jalan fikiran Bella dan Baskoro. Disaat seperti itu mereka masih sempat saling menyalahkan dan membela diri mereka masing-masing.
"Kalian itu sudah gila dan memang sangat gila !! Disini itu aku yang tersakiti dan aku juga yang kalian bohongi. Tapi justru kenapa kalian terus saja ribut dan mencari pembelaan. Aku akan melaporkan kalian kepolisi dengan kasus perselingkuhan dan perzinahan."Ucap Leni dengan tegas dan penuh penekanan.
Deeggghhhh
Jantung Bella dan Baskoro seakan berhenti berdetak. Mereka syok saat tahu Leni akan melaporkan perzinahan ke polisi. Dengan cepat Bella dan Baskoro kembali bersimpuh dikaki Leni dan memohon ampun atas semua kesalahan yang sudah mereka perbuat.
"Ma, tolong jangan laporkan Bella ke polisi. Ampun ma, ampun. Bella mengaku bersalah, ma kasihan anak yang Bella kandung. Dia ini cucu mama juga."Ucap Bella mengiba agar Leni tidak melaporkan perzinahannya.
"Mama sayang. Maafkan papa, tolong jangan laporkan kami ke polisi. Apa yang dikatakan Bella benar, kasihan anak dalam kandungan Bella."Ucap Baskoro dengan mengiba.
"Kalian memang munafik !! Apa kalian aku tidak tahu jika anak dalam kandungan Bella itu anak hasil perbuatan zina kalian ! Kasihan sekali Vito, dia menafkahi istri yang tidak tahu diri. Selama ini kalian anggap aku itu apa?"Seru Leni dengan suara yang serak karena menahan tangisnya.
Leni mendorong Bella dan Baskoro bersamaan hingga mereka tersungkur di lantai. Namun tiba-tiba Bella memegangi perutnya dan kesakitan.
"Aoouww perut ku sakit pa. Pa, ini sakit banget."Ucap Bella sambil meringis.
"Bella, Bella kamu kenapa ?."Seru Baskoro langsung menghampiri Bella.
"Kita kerumah sakit sekarang."Seru Baskoro tanpa ragu langsung mengangkat tubuh Bella. Baskoro khawatir terjadi sesuatu dengan Bella dan bayi dalam kandungan Bella.
Baskoro tidak memperdulikan kakinya dan tangannya yang masih nyeri akibat kecelakaannya waktu itu. Saat ini yang dia utamakan adalah keselamatan Bella dan anaknya. Bahkan dia juga tidak memperdulikan perasaan sang istri, Leni.
*Kamu benar-benar keterlaluan pa. Kamu tidak memperdulikan perasaanku, semoga saja Tuhan menghukum perbuatan bejat kalian.*Gumam Leni yang memandang Baskoro dan Leni dari atas balkon kamarnya.
**********
"Mama kenapa datang kesini? "Tanya Vito kaget mendapati mamanya yang tiba-tiba masuk ke ruangannya.
Hesti tadi sudah kerumah Vito namun hanya ada pembantu rumah tangganya saja. Dia datang untuk menemui Bella, ingin mengajak Bella jalan-jalan ke mall. Sudah lama mereka tidak jalan-jalan bareng menghambur-hamburkan uang.
"Terserah mama dong mau kesini atau tidak. Ini kantor milik mama, jadi mama bisa kapan saja masuk keruangan mu. "Ucap Hesti dengan sombongnya.
__ADS_1
Hal inilah yang membuat Vito tidak mau bekerja di perusahaan milik keluarga mamanya. Mamanya akan bersikap seenaknya saja dan tidak memperdulikan perasaan Vito.
"Iya ini kantor mama. Tapi setidaknya mama ketuk pintu dulu kalau mau masuk. Ya sudah lah terserah mama saja. Mama datang kesini mau apa? Vito sedang sibuk dan banyak sekali pekerjaan. Vito juga baru pulang dari bertemu dengan perwakilan perusahaan Widjaya Group."Ucap Vito sedikit kesal dengan kelakuan mamanya.
"Jadi kamu menjalin kerja sama dengan Widjaya Group? Emm mama tadi datang kerumah kamu, tapi dirumah hanya ada ART mu saja. Dia bilang semalam Bella menginap dirumah orang tuanya, memangnya kalian ada masalah? Sampai Bella menginap dirumah orang tuanya? Mama teleponin dari tadi juga tidak di angkat-angkat sampai panas ponsel mama."Seru Hesti kesal dengan Bella.
"Semalam kami makan malam di rumah orang tua Bella. Karena Vito banyak pekerjaan jadi Vito memilih pulang, dan hanya Bella yang menginap. Mama datang saja kerumah orang tuanya Bella."Ucap Vito menjelaskan.
"Mama itu mau mengajak Bella shopping, ya sudahlah mama datangi saja rumah mertua kamu. Lagian Mama telepon juga dia tidak mengangkat teleponnya, sibuk apa sih dia itu."Ucap Hesti dengan kesal.
Hestipun meminta Vito mentransfer uang 15 juta untuk modal dia shopping nanti. Dengan terpaksa Vito pun mentransfer sejumlah uang yang diminta oleh mamanya agar mama nya bisa segera pergi dari ruangannya.
"Sudah Vito transfer."Ucap Vito.
"Terimakasih, anakku sayang."Ucap Hesti sambil melambaikan tangannya.
Hesti keluar dari ruangan Vito dan segera ingin langsung menuju rumah orang tua Bella.
"Jeng Hesti!."Seru Leni kaget saat melihat Hesti datang kerumahnya.
"Hallo jeng Leni. Apa kabar jeng Leni? Sudah lama kita tidak bertemu."Ucap Hesti.
"Kabar ku kurang baik, Jeng Hesti. Oh iya tumben jeng Hesti datang kerumah ku? Ehh kita masuk yuk, ngobrol di dalam saja."Ucap Leni menyambut besannya dengan ramah.
Meskipun tadi dia habis menangis karena ulah perselingkuhan Bella dan Baskoro. Namun sekarang ini dia mencoba untuk menutupinya. Belum saatnya untuk membongkar semuanya. Hesti adalah orang yang licik bahkan lebih licik dari Bella. Dia punya cara tersendiri untuk membongkar perselingkuhan Bella dan Baskoro di hadapan Hesti, Vito dan pak Sigit papa Vito.
"Bella kemana, Jeng?." Tanya Hesti tidak mendapati kehadiran Bella.
"Ada di rumah sakit."Jawab Leni dengan santai.
"Rumah sakit? Memangnya Bella sakit apa? Oh mungkin dia periksa kehamilannya ya? Heemm padahal aku datang tadi mau mengajak dia untuk shopping, sudah lama aku dan Bella tidak shopping bareng."Ucap Hesti bicara dengan gaya sombongnya.
*Aku tidak peduli lagi soal Bella. Untuk saat ini aku hanya ingin menenangkan diriku, tidak mau memikirkan soal anak durhaka itu.*Gumam Leni dalam hatinya.
__ADS_1
**************