Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Permintaan Bella


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Seminggu sudah berlalu, Bella sudah membawa Leni ke psikiater dan hasilnya memang Leni jiwanya sudah terganggu. Bahkan Leni suka teriak-teriak memanggil Vito, Bella bersedih melihat keadaan ibunya yang semakin tidak terkendali lagi. Mau mempertemukannya dengan Vito pun Bella ragu, apalagi pernikahan Vito dan Rindi semakin dekat.


" Ma, kenapa mama bisa seperti ini? Dosa apa yang mama perbuat?."Tanya Bella sambil mengusap tangan mamanya yang saat ini sedang tertidur.


" Bella sangat menyayangi Mama, di dunia ini hanya mama yang Bella punya. Ma, ayo mama sembuh dong ma. Relakan Vito Ma, Vito itu sudah menemukan kebahagiaan nya sendiri. Vito tidak mungkin bersama mama, lupakan Vito dan mulai kehidupan baru mama. Bella sudah tahu semua yang terjadi antara mama dan Vito."Ucap Bella dengan mata yang berkaca-kaca.


" Vito, Vito !!." Tiba-tiba Leni bangun dan berteriak memanggil - manggil Vito dengan suara yang tidaklah pelan.


Bella langsung kaget dan mengusap air matanya yang sudah jatuh berlinangan. Leni pun turun dari ranjang lalu dia berlari keluar kamar mencari keberadaan Vito. Bella mengejar mama nya, di pun sembari berteriak memanggil bik Lastri.


" Bik Lastri tolong cegah mama , jangan sampai dia keluar rumah."Teriak Bella.


Bik Lastri yang sedang membereskan dapur pun langsung berlari kedepan dan mengunci pintu serta mencabut kuncinya.


Brraak Brraakk Brraakk


Leni memukul mukul pintu meminta untuk dibukakan. Leni berteriak sambil meraung-raung menangis.


" Buka pintunya, buka pintunya. Aku mau bertemu dengan Vito. Cepat buka pintunya, hiks hiks hiks."Seru Leni sambil menangis.


" Non bagaimana ini? Apa perrlu bibik telepon dokter Johan?."Tanya bik Lastri.


" Iya bik, tolong bibik telepon dokter Johan. Minta dia untuk segera datang kesini, mama semakin tidak akan terkendali jika kita mendekat bik."Seru Bella dengan tatapan sedih ke arah mama nya.


Bik Lastri mengangguk, segera bik Lastri menghubungi dokter Johan dengan menggunakan telepon rumah. Dokter Johan sendiri adalah, dokter yang sudah seminggu ini merawat ibu Leni.


" Tolong buka pintunya."Seru ibu Leni sambil menangis pilu.

__ADS_1


Hati Bella terasa sakit dan perih melihat mamanya yang sedih seperti itu. Hanya karena pria seperti Vito, sehingga membuat Mama nya bisa menjadi orang yang sudah terganggu jiwanya.


" Dokter Johan sedang menuju kesini, Non."Ucap bik Lastri memberitahu.


" Iya bik. Bik, nanti setelah dokter Johan datang tolong bibik temani Mama saat dokter Johan memeriksanya. Aku mau menemui seseorang bik, nanti titip mama ya bik."Ucap Bella yang kini sudah bertutur kata dengan sopan.


" Iya Non."Jawab Bik Lastri dengan patuh.


Bik Lastri dan Bella tetap membiarkan Leni menangis di depan pintu. Mereka sengaja membiarkannya, jika mereka mendekati dan mengajaknya untuk duduk di sofa yang ada Leni akan mengamuk dan membuang apa saja yang ada didekatnya.


Biarlah dokter Johan nanti memberikan suntikan ob4t penenang untuk Leni.


" Non kasihan ibu. Apa tidak sebaiknya dipertemukan saja dengan mas Vito. Siapa tahu saat bertemu dengan mas Vito nanti ibu bisa sembuh dan kembali normal lagi."Ucap bik Lastri.


" Jangan bik. Vito sudah mau menikah, Bella tidak mau merusak kebahagiaan Vito. Mungkin ini memang sudah menjadi jalan hidup mama bik, Bella pasrah dan ikhlas."Jawab Bella terdengar pasrah.


" Non, kasihan ibu. Mas Vito itu orang baik, pasti dia mau menemui Ibu, Non. "Ucap bik Lastri tetap meminta Bella untuk mempertemukan Leni dengan Vito.


" Nanti akan aku coba bik. Bik sepertinya itu mobil dokter Johan, bibik minta dia lewat pintu samping saja."Ucap Bella.


Bik Lastri hanya mengangguk lalu dia menemui dokter Johan dari pintu samping. Dokter Johan pun masuk dari pintu samping, dia heran saat mendapati Leni menangis sambil meratap di depan pintu.


Seorang anak pasti tidak mungkin tidak bersedih jika mama kandungnya harus dirawat di rumah sakit jiwa. Tapi jika memang hal itu sudah yang terbaik dan memang perlu sampai rumah sakit jiwa, Bella ikhlas demi kesehatan dan kesembuhan mamanya.


" Kita coba pertemukan dengan seseorang yang selalu dia panggil saja dulu mbak. Siapa tahu saat dipertemukan ibu mbak sedikit ada perubahan. Tapi jika mbak mau membawa ibu mbak ke rumah sakit jiwa ya tidak apa-apa. Disana juga ada dokter dan perawat yang akan memantau ibu Leni secara bergantian."Jawab dokter Johan.


* Baiklah, demi mama aku akan menemui Vito dan memintanya untuk menemui mama. Mama seperti ini juga karena Vito.*Gumam Bella dalam hatinya.


Dengan dibantu pak Satpam dan Bik Lastri, dokter Johan membawa Leni kedalam kamarnya. Sedangkan Bella saat ini keluar rumah untuk menemui Vito di perusahaannya. Ya, Bella berinisiatif langsung menemui Vito di perusahaan saja. Bella tahu, jika menghubungi Vito lebih dulu, sudah pasti Vito tidak mau mengangkatnya.


Mobil yang dikendarai Bella melesat menuju perusahaan milik Vito. Hanya butuh waktu 30 menit Bella sudah sampai di depan gedung perusahaan milik Keluarga Vito. Saat Bella melangkahkan kakinya, banyak pasang mata yang memandang kearah Bella. Bella sendiri merasa masa bodoh dengan tatapan para karyawan.


" Apa pak Vitonya ada?." Tanya Bella dengan sopan kepada resepsionis yang bertugas.


" Emm.. Bu Bella. Apa sebelumnya ibu sudah buat janji dengan pak Vito? Pak Vito ada, tapi jika ibu belum buat janji, saya tidak berani mengizinkan ibu masuk."Ucap resepsionis itu dengan ramah.

__ADS_1


" Hhuuu... Aku belum buat janji dengan Vito. Tapi aku datang kesini ada keperluan yang sangat penting. Tolong sampaikan sama pak Vito, jika aku datang ingin bertemu dengan nya. Ada hal yang teramat penting yang ingin aku bicarakan dengan dia."Ucap Bella lagi.


Melihat reaksi Bella yang sopan dan turur katanya yang tidak sombong menjadi bahan pertimbangan resepsionis itu. Akhirnya resepsionis pun menghubungi sekertaris Vito. Setelah beberapa menit, seretaris Vito memberitahu jika dia menerima kedatangan Bella.


Bella sangat senang ternyata Vito masih mau menerima kedatangannya. Bella buru-buru menuju ruangan Vito.


Tok


Tok


" Masuk."Seru Vito dari dalam ruangannya.


Bella masuk dan melangkah menuju sofa yang ada di ruangan Vito.


" Duduklah Bell. Ada apa kamu menemuiku?."Tanya Vito langsung pada intinya saja agar Bella tidak berlama-lama ada di ruangannya.


" Maaf jika aku mengganggu waktumu, Vito. Aku datang kesini karena aku ingin meminta tolomg sama kamu. Emm... Begini, saat ini mamaku sedang sakit dan dia terus menerus memanggil nama kamu. Maukah kamu menemui mamaku, sebentar saja Vito."Seru Bella memohon sambil menangkupkan kedua tangannya.


Vito belum tahu sakit apa yang dimaksud Bella. Vito masih diam, tidak langsung menjawab permintaan Bella.


" Mama seperti orang tidak waras, dia selalu berteriak dan memanggil nama kamu. Aku terpaksa mengurung mama di rumah."Ucap Bella menceritakan kabar tentang mamanya.


Haahhhh


Vito syok saat tahu jika Leni tidak waras lagi, dan selalu meneriaki namanya.


" Kenapa harus aku?." Tanya Vito.


" Karena hanya kamu yang mama mau. Aku sudah tahu apa yang pernah terjadi antara kamu dan mama, Vito. Kamu tidak perlu mengelak karena aku sudah melihat rekaman CCTV yang ada di ponsel mama. Kamu dan mama sudah berzin4, dan mama beginipun karena kamu. Jadi aku mohon, tolong kamu temui mama sebenyar saja."Ucap Bella lagi.


Vito benar-benar malu, ternyata Bella sudah tahu semuanya dan bahkan dia punya video yang dia dapat dari rekaman Cctv rumah.


" Maaf, aku waktu itu khilaf. Tapi sekarang aku sudah mau menikah, dan tidak mungkin aku harus bersama mama kamu."Jawab Vito sedikit gugup.


" Aku tidak meminta kamu terus bersama mama. Aku hanya minta, kamu temui mama dan bicaralah dari hati kehati agar mama bisa menerima semua ini, Vito. Aku mohon sama kamu, aku janji tidak akan pernah membocorkan apa yang sudah aku ketahui antara kamu dan mama."Seru Bella dengan memohon lagi.

__ADS_1


Vito merasa iba dan kasihan dengan Bella. Akhirnya siang ini juga dia mau menemui Leni, Vito berjanji setelah jam makan siang nanti akan kerumah Bella.


**********


__ADS_2